Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi daerah rawan tanah longsor menggunakan metode geolistrik di desa Karangtengah kecamatan Imogiri kabupaten Bantul Denny Darmawan; Phisca Maulana Zaky Ichsany
Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Teras Fisika: Teori, Modeling, dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jtf.2023.6.1.7952

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai resistivitas lapisan tanah dan struktur bawah permukaan di daerah rawan tanah longsor. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole di daerah rawan tanah longsor Desa Karangtengah, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul dengan koordinat daerah penelitian 7,9430° LS sampai 7,9401° LS dan 110,3962° BT sampai 110,3939° BT. Pengambilan data menggunakan resistivitymeter merek Syscal. Panjang setiap lintasan yaitu 200 meter dengan jarak tiap elektroda 10 meter. Struktur bawah permukaan daerah penelitian terdiri dari material lempung dengan nilai resistivitas dari 3,39 Ωm sampai dengan 58,3 Ωm dan material batu pasir dengan nilai resistivitas dari 58,4 Ωm sampai dengan 319,89 Ωm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material lempung mendominasi daerah tersebut, sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dapat berpotensi longsor karena kemiringan lereng lebih dari 40°. Bidang gelincir daerah penelitian belum terlihat hingga kedalaman 21,8 meter, sehingga diperkirakan bidang gelincir berada di kedalaman lebih dari 21,8 meter.
ANALISIS LITOLOGI LAPISAN SEDIMEN BERDASARKAN METODE HVSR DAN DATA BOR DI KAWASAN JALUR SESAR OPAK ANALYSIS OF SEDIMENT LAYER LITHOLOGY BASED ON HVSR METHOD AND BOREHOLE DATA IN OPAK FAULT LINES AREA Arif Sudrajat; Nugroho Budi Wibowo; Denny Darmawan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang analisis litologi lapisan sedimen di kawasan jalur Sesar Opak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi kedalaman lapisan sedimen dan memetakan zona rawan gempa berdasarkan metode HVSR dan data bor di kawasan jalur Sesar Opak. Penelitian ini dilakukan di wilayah jalur Sesar Opak yang berada di daerah Bantul hingga Prambanan pada koordinat geografis 7,7580 LS – 7,9390 LS dan 110,3460 BT – 110,5320 BT dengan 86 titik penelitian. Data mikrotremor dianalisis menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan nilai frekuensi predominan dan faktor amplifikasi pada setiap titik penelitian.Hasil analisis mikrotremor digunakan untuk menentukan ketebalan lapisan sedimen dan divalidasi menggunakan data bor di wilayah tersebut yang didapatkan dari Disperindagkop Bidang Pertambangan dan Energi Provinsi D.I. Yogyakarta untuk mendapatkan litologi lapisan sedimen wilayah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan wilayah yang memiliki nilai ketebalan sedimen relatif tebal yakni 73,75 m sampai dengan 135,37 m berada di sebelah barat jalur Sesar Opak, bagian utara di wilayah Kalasan, Depok, Berbah bagian barat dan utara, Prambanan bagian barat, Piyungan bagian barat daya, Banguntapan dan Kotagede, Pleret bagian barat dan sebagian kecil Pleret bagian timur serta beberapa daerah lain yakni wilayah Kretek dan Pundong. Wilayah lain seperti Jetis, Imogiri, Panggang, Bambanglipuro, sebagian daerah Sewon, Piyungan bagian utara dan Prambanan bagian selatan cenderung memiliki ketebalan sedimen yang lebih tipis antara 3,7 m sampai 69,3 m. Daerah penelitian yang memiliki resiko rawan terhadap gempa bumi berada di Zona I (Bambanglipuro, Pundong dan Kretek) dan Zona IV (Kalasan, Depok, Berbah, Kotagede, Banguntapan, dan sebagian wilayah Prambanan) dengan ketebalan lapisan sedimen yang tebal (73,75 m sampai 135,37 m). Sedangkan daerah yang memiliki resiko rawan gempa bumi relatif lebih kecil berada di Zona II (Imogiri, Jetis dan sebagian daerah Pleret) dan Zona III (Sebagian daerah Prambanan dan Piyungan) dengan ketebalan lapisan sedimen tipis (3,7 m sampai 69,3 m).Kata kunci: Sesar Opak , HVSR, mikrotremorAbstractThe research about analysis of sediment layer lithology in Opak fault lines had been finished. The aim of this study was to identify variation of sediment layers lithology and mapping the earthquake-prone zones based methods HVSR and borehole data in the area of Opak fault lines. The area of this research was in the area of Opak fault lines which located in Bantul until Prambanan at geographical coordinates 7.7580 LS - 110.3460 LS and 7.9390 BT - 110.5320BT using 86 research points. The microtremor signals analyzed using Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) to get the predominan frequency and amplification factors at each point. The result of microtremor analysis was used to determine the value of sediment thickness (H) and was validated using borehole in the area to get sediment layers lithology of the research area. The results of this research indicate that area with thick sediment layer thickness is 73,75 m to 135,37 m was in west side of Opak fault lines, northen part of Kalasan, Depok, western part and northen part of Berbah, western part of Prambanan, southwestern part of Piyungan, Banguntapan and Kotagede, western part of Pleret and small region in eastern part of Pleret and others area like Kretek and Pundong. The other areas like Jetis, Imogiri, Panggang, Bambanglipuro, partially Sewon, northen part of Piyungan and southern part of Prambanan have thinner sediment thickness between 3,7 m to 69,3 m. The area of research which have risk-prone to earthquakes was in Zone I (Bambanglipuro, Pundong and Kretek) and Zone IV (Kalasan, Depok, Berbah, Kotagede, Banguntapan, and part of Prambanan) with thick sediment layer thickness (73, 75 m to 135.37 m). While the risk-prone area which have relatively smaller earthquakes was in Zone II (Imogiri, Djetis and parts Pleret) and Zone III (some part of Prambanan and Piyungan) with thin sediment layer thickness (3.7 m to 69.3 m).Keywords: Opak fault lines, HVSR, microtremor signals
SUBSURFACE INTERPRETATION OF GEOTHERMAL MANIFESTATIONS KARANGREJO VILLAGE ARJOSARI SUBDISTRICT, PACITAN WITH GEOMAGMETIC METHOD Lestari Tri Eva; Darmawan Denny; Wibowo Nugroho Budi
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goal is to find out the distribution of the residual anomaly of magnetic field and identification of subsurface and cap rock geothermal manifestation in Karangrejo. Data collection was carried out during 3 days with spacing between points were 500 m and 100 m using Precision Proton Magnetometer (PPM). Data processing was done with diurnal correction, IGRF correction, topography correction, reduction to the pole and upward continuation. Interpretation process of the data was done by analyzing the local anomaly that has been done to the reduction to the pole and upward continuation to a height of 300 m which has been modeled using Mag2DC software. Interpretation results show that the value of local anomaly magnetic field to the pole is -600 nT to 100 nT while interpretation of the results of 2 slices model indicate het domination of lava rock and breccia rock
PENENTUAN FORMULA EMPIRIS PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Imdadu Rohman; Denny Darmawan; Nugroho Budi Wibowo
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang formula empiris percepatan tanah maksimum (PGA) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula empiris PGA untuk wilayah Yogyakarta dan membuat peta persebaran nilai PGA dari suatu kejadian gempabumi menggunakan formula empiris yang telah diperoleh. Pada penelitian ini, penentuan formula empiris PGA dilakukan dengan memodifikasi formula empiris umum Costa (1998) menggunakan data dari accelerograph stasiun seismik JUII Yogyakarta. Dari rekaman accelerograph tersebut dicari parameter yang sesuai dengan beberapa event gempa pada tahun 2019. Melalui analisis regresi linier maka formula empiris PGA untuk wilayah Yogyakarta dapat diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula empiris untuk wilayah Yogyakarta adalah: . Dibandingakan dengan beberapa formula empiris yang sudah ada sebelumnya, formula empiris ini relatif lebih baik dan mendekati hasil PGA observasi dengan tingkat korelasi yang kuat sebesar 0,95 dan tingkat error yang kecil sebesar 0,32. Pemetaan nilai PGA berdasarkan formula empiris yang telah diperoleh pada penelitian ini untuk event gempabumi 9 Juli 2019 menghasilkan persebaran nilai PGA pada rentang 0,5 – 2,6 gal dengan pola persebaran nilai PGA yang berbanding lurus dengan jarak ke sumber gempabumi. Kata kunci: PGA, formula empiris, gempabumi
UNDERGROUND INTERPRETATION OF POSSIBLE LANDSLIDE ZONE IN GERBOSARI VILLAGE, SAMIGALUH DISTRICT, KULONPROGO REGENCY USING GEOELECTRIC METHOD WITH DIPOLE-DIPOLE CONFIGURATION Purnama Aditya; wibowo Nugroho Budi; Darmawan Denny
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aimed to identify the underlying structure of probable landslide zone in Gerbosari village, and toidentify the depth of slip plane according to resistivity value. This research was conducted using resistivity methodwith dipole-dipole configuration in Jetis subvillage, Jati subvillage and Dukuh subvillage, Gerbosari Village,Samigaluh District, Kulonprogo Regency. The main instrument used for data collecting is resistivitymeter NaniuraNRD 22 S. The scope area of the research was 1,1 x 0,5 km consisted of 3 lines of survey while the precise locationof the research lied at coordinate of 7⁰39’54,90” S to 7⁰40’20,94” S and 110⁰10’02,79 E to 110⁰10’17,00” E. Theresult of the measurement is processed using Res2dinv software that showed 2D layer. Geomorphologicalcharacteristics are dominated by clay, sandy clay, limestone and andesite rock. In the layer of line 1 at Jetissubvillage the resistivity value of slip plane is 147-489 Ωm with 7,19-8,50 meter of depth which is assumed aslayer of andesite. In the layer of line 2 at Jati subvillage the resistivity value of slip plane is 389-2171 Ω m with6,33-8,50 meter of depth which is predicted to be layer of limestone. In the third layer of line 3 at Dukuh subvillagethe resistivity value of slip plane is 315-1293 Ωm and interpreted as limestone, while the depth of the slip planehas not yet predicted.Keywords: Geoelectric, slip plane, landslide, Gerbosari
ANALISIS DOSIS PADA PENYEMBUHAN KANKER PAYUDARA DENGAN BORON NEUTRON CAPTURE THERAPY (BNCT) MENGGUNAKAN MCNP X THE DOSAGE ANALYSIS ON BREAST CANCER HEALING WITH BORON NEUTRON CAPTURE THERAPY (BNCT) BY USING MCNP X Norma Ayu Rahmawati; Yohanes Sardjono; Denny Darmawan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh konsentrasi boron-10 terhadap laju dosis untuk pengobatan kanker payudara dan(2) untuk mengetahui pengaruh konsentrasi boron-10 terhadap lamanya waktu iradiasi pada terapi kanker payudara. Penentuan besar laju dosis dan waktu iradisipada BNCT dilakukan dengan metode simulasi MCNPX. Metode simulasi ini dilakukan dengan membuat pendekatan geometri untuk organ payudara yang didalamnya terdapat kanker dengan diameter kanker 3 cm. Kanker diinjeksi dengan menggunakan Boron-10 dengan variasi 20μg/g – 45μg/g. Kemudian kanker diiradiasi dengan menggunakan sinar alfa dengan energi termal dan epitermal. Hasil keluaran dari MCNPX berupa fluks neutron yang diolah secara matematik untuk laju dosis dan waktu iradiasi yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diketahui laju dosis pada jaringan kanker untuk dosis boron 20 μg/g Kanker adalah 0,0531 Gy/detik dengan waktu iradiasi 941,16 detik atau 15,7 menit, 25 μg/g Kanker adalah 0,0756 Gy/detik dengan waktu iradiasi 661,75 detik atau 11 menit, 30 μg/g Kanker adalah 0,0867 Gy/detik dengan waktu iradiasi 576,82 detik atau 9,6 menit dan 35 μg/g Kanker adalah 0,098 Gy/detik dengan waktu iradiasi 510,44 detik atau 8,5 menit, 40 μg/g Kanker adalah 0,109 Gy/detik dengan waktu iradiasi 458,67 detik atau 7,6 menit dan 45 μg/g Kanker adalah 0,12 Gy/detik dengan waktu iradiasi 415,60 detik atau 6,9  menit.Hasiltersebutdibuatgrafikdenganfiting linear sehinggadapatditarikkesimpulanbahwasemakin besar konsentrasi Boron-10 yang diinjeksikan maka laju dosis semakin tinggi secara linear  dan untuk waktu iradiasi semakin menurun secara linear untuk pengobatan kanker payudara. Kata-kata kunci : BNCT, kanker payudara, MCNPXAbstractThe purpose of this research wasto determine (1) to determine the effect of the concentration of boron-10 dose rate for breast cancer treatment(2) to determine the effect of the concentration of boron-10 on the length of time of irradiation in the treatment of breast cancer.The determination of accepted total radiation dosage rate and theduration of cancer therapy irradiationusedsimulation with MCNPX program. This simulation method is done by creating a geometric approach to the organ in which there are breast cancer with a diameter of 3 cm cancer. Cancer injected using Boron-10 with a variation of 20μg / g - 45μg / g. Then cancer is irradiated with alpha rays with energy using thermal and epithermal. The output of the neutron flux MCNPX be treated mathematically for the dose rate and irradiation time desired. The result of this research indicate that the dosage rate on cancer tissue for boron dosage of 20 μg/g of Kanker is 0.0531 Gy/second with the duration of 941.16 second or 15.7 minutes, 25 μg/g of Kanker is 0,0756 Gy/second with the duration of irradiation is  661,75 second or 11 minutes, 30 μg/g of Kanker is 0,0867 Gy/second with  duration of irradiation is 576,82 second or 9,6 minutes and 35 μg/g of Kanker is 0,098 Gy/second with  duration of irradiation is 510,44 second or 8,5 minutes, 40 μg/g of Kanker is 0,109 Gy/second with  duration of irradiation is 458,67 second or 7,6 minutes and 45 μg/g of Kanker is 0,12 Gy/second with  duration of irradiation 415,60 second or 6,9  minutes.These results was graphed with linear fittings sehinggadapat drawn the conclusion that the greater the concentration of Boron-10 is injected, the higher the dose rate and linear manner for irradiation time decreases linearly for the treatment of breast cancer. Key words : BNCT, breast cancer, MCNPX
PEMETAAN PERCEPATAN GETARAN TANAH MAKSIMUM DAN INTENSITAS GEMPABUMI KECAMATAN ARJOSARI PACITAN JAWA TIMUR MICROZONATION OF PEAK GROUND ACCELERATION AND EARTHQUAKE INTENSITY IN ARJOSARI SUBDISTRICT, PACITAN, EAST JAVA NUR INTAN PERMATASARI NUR INTAN PERMATASARI; NUGROHO BUDI WIBOWO NUGROHO BUDI WIBOWO; DENNY DARMAWAN DENNY DARMAWAN
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan percepatan getaran tanah (PGA) dengan menggunakan metode Kanai kemudian divisualisasikan dengan mikrozonasi PGA dan intensitas gempabumi dengan persamaan Wald (1999) di Kecamatan Arjosari.Data mikrotremor dianalisis menggunakan Fast Fourier Transform (FFT) radix-64, penghalusan data dengan Konno-Ohmachi dan Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Hasil studi ini menyatakan bahwa nilai percepatan getaran tanah maksimum di Kecamatan Arjosari adalah 35,891 cm/s2 sampai 100,785 cm/s2 dengan intensitas gempabumi IV-VI MMI.Kata Kunci : Percepatan Getaran Tanah Maksimum, Horizontal to Vertical Spectral Ratio, Mikrotremor, Arjosari.AbstractThe aims of this study are to determine the peak ground acceleration (PGA) using Kanai method, then visualized with PGA microzonation and to determine the intensity of the earthquake using Wald’s Equation (1999) in Arjosari Subdistrict.The microtremor data were analyzed using Fast Fourier Transform (FFT) radix-64, smoothing with Konno-Ohmachi and Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) methods. The results show that the peak ground acceleration value in Arjosari is between 35,891 cm/s2 to 100,785 cm/s2 with earthquake intensity is IV-VI MMI (Modified Mercalli Intensity).Key Words : Peak Ground Acceleration, Horizontal to Vertical Spectral Ratio, Microtremor, Arjosari.PENDAHULUANKepulauan Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu lempeng Indo-Australia di bagian Selatan, lempeng Eurasia di bagian Utara, dan lempeng Pasifik di bagian Timur (Ibrahim, 2005). Pulau Jawa berada di antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Lempeng Indo-Australia bergerak 6,5 cm per tahun relatif di sekitar Jawa dan Bali (Simmons et al., 2007).Daerah Pacitan ditinjau dari kondisi geologi merupakan daerah yang berpotensi terkena
ANALISIS ZONA GENANGAN TSUNAMI AKIBAT GEMPA BUMI MEGATHRUST DI SELATAN PULAU JAWA Rike Nainitania; Denny Darmawan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan waktu datang gelombang, tinggi gelombang, dan pemetaan zona rawan dampak gelombang tsunami akibat gempa bumi megathrust di selatan Jawa. Penelitian ini menggunakan metode analisis numerik dengan software Delft Dashboard. Data yang digunakan berupa historis gempa bumi selatan Jawa 1994 yang menyebabkan tsunami Banyuwangi dan 3 skenario magnitude gempa bumi yaitu 7 Mw, 8 Mw, dan 9 Mw. Hasil penelitian menunjukkan waktu tempuh gelombang tercepat untuk magnitude 7 Mw di Kabupaten Sukabumi dengan waktu 28 menit, magnitude 8 Mw terjadi di Kabupaten Garut dengan waktu 26 menit, dan magnitude 9 Mw pada Kabupaten Garut dengan waktu 29 menit. Ketinggian gelombang terbesar untuk magnitude 7 Mw pada Kabupaten Tasikmalaya (0,61 meter), magnitude 8 Mw pada Kabupaten Tulungagung (2,29 meter), dan magnitude 9 Mw pada Kabupaten Tasikmalaya (10 meter). Jangkauan Run Up gelombang terbesar magnitude 7 Mw, 8 Mw, dan 9 Mw menunjukkan daerah rawan yaitu pada Kabupaten Tasikmalaya.Kata-kata Kunci : Tsunami, Megathrust, Pesisir Selatan Jawa
ANALISIS MIKROTREMOR UNTUK MIKROZONASI INDEKS KERENTANAN SEISMIK DI KAWASAN JALUR SESAR SUNGAI OYO YOGYAKARTA MICROTREMOR ANALYSIS FOR SEISMIC VULNERABILITY INDEX MICROZONATION AROUND OYO RIVER FAULT YOGYAKARTA Ika Kurnaiwati; Nugroho Budi Wibowo; Denny Darmawan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dan mikrozonasi indeks kerentanan seismik (Kg) di kawasan jalur Sesar Sungai Oyo. Data penelitian diperoleh melalui pengukuran sinyal mikrotremor di 25 titik lokasi dengan spasi 2 km. Data mikrotremor dianalisis menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan frekuensi predominan dan faktor amplifikasi di setiap titik penelitian. Hasil dari analisis mikrotremor digunakan untuk menentukan nilai indeks kerentanan seismik (Kg), sehingga diketahui bahwa nilai indeks kerentanan seismik (Kg) berkisar 0,1x10-6sampai 18,1x10-6 s2/cm. Mikrozonasi indeks kerentanan seismik dengan nilai tinggi berada pada formasi Wonosari yang menyebar di Kecamatan Panggang bagian Barat Laut, Kecamatan Playen bagian Barat Daya, dan Kecamatan Dlingo bagian Selatan. Sedangkan mikrozonasi indeks kerentanan seismik dengan nilai rendah berada pada formasi Nglanggran dan formasi Sambipitu yang menyebar di Kecamatan Playen bagian Barat, Kecamatan Imogiri bagian Timur dan Kecamatan Dlingo bagian Barat. Kata kunci:     Indeks kerentanan seismik, mikrotremor, Horizontal to Vertical Spectral Ratio AbstractThe aims of this research was to determine the value and microzonation of seismic vulnerability index (Kg) around Oyo River fault. Data were obtained by microtremor measurement at 25 location with 2 km spacing. The microtremor data were analyzed using Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method to obtain the predominant frequency and amplification factor at each measurement point to determine the value of seismic vulnerability index (Kg). The results showed that the seismic vulnerability index (Kg) was around 0,1x10-6 to 18,1x10-6 s2/cm. Based on microzonation results, the highest seismic vulnerability index was on Wonosari formation that spread across the Northwestern part of Panggang sub district, the Southwestern part of Playen sub district, and the Southern part of Dlingo sub district. Meanwhile, the low seismic vulnerability index was on Nglanggran formation and Sambipitu formation that spread across the Western part of Playen sub district, the Eastern part of Imogiri sub district, and some locations in the Western part of Dlingo sub district. Keywords:     seismic vulnerability index, microtremor, Horizontal to Vertical Spectral Ratio
MIKROZONASI PERCEPATAN GETARAN TANAH MAKSIMUM MENGGUNAKAN METODE KANAI (1966) DAN INTENSITAS GEMPABUMI DI KAWASAN JALUR SESAR OPAK MICROZONATION OF PEAK GROUND ACCELERATION USING KANAI (1966) METHOD AND EARTHQUAKE INTENSITY IN OPAK FAULT LINES AREA Rifka Addawiyah; Nugroho Budi Wibowo; Denny Darmawan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dan mikrozonasi percepatan getaran tanah maksimum (PGA) dan intensitas gempabumi dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI), dan mengetahui mikrozonasi tingkat resiko kerusakan gempa berdasarkan peta kerusakan gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006. Data penelitian ini diambil menggunakan seismometer tipe TDV-23S dan TDL-303S. Data mikrotremor diambil dari 39 titik data primer dengan interval setiap titik 2 km dan 48 titik data sekunder. Data mikrotremor dianalisis menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan nilai frekuensi predominan dan faktor amplifikasi di setiap titik pengamatan. Nilai frekuensi predominan digunakan untuk mencari nilai periode predominan yang selanjutnya digunakan untuk mencari nilai percepatan getaran tanah maksimum menggunakan metode Kanai (1966). Intensitas gempabumi dicari menggunakan persamaan Wald (1999) dengan input nilai percepatan getaran tanah maksimum. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai percepatan getaran tanah maksimum berkisar antara 39,24 – 485,37 cm/s² dengan intensitas gempabumi berada pada skala V, VI, VII, dan VIII MMI. Mikrozonasi percepatan getaran tanah maksimum dengan nilai tertinggi (titik 2) berada di Kecamatan Imogiri, sedangkan nilai PGA terendah (titik 31) berada di Kecamatan Prambanan. Berdasarkan hasil mikrozonasi tingkat resiko kerusakan gempa, terdapat 3 desa yang termasuk dalam tingkat resiko tinggi kerusakan gempa yaitu Desa Wukirsari dan Desa Karangtengah yang berada di Kecamatan Imogiri, serta Desa Srimulyo yang berada di Kecamatan Piyungan. Untuk tingkat resiko sedang dan rendah menyebar di berbagai desa di kawasan jalur Sesar Opak. Kata kunci: Mikrotremor, Horizontal to Vertical Spectral Ratio, PGA, Intensitas gempabumi, Sesar Opak AbstractThe aims of this research were to determine the value of peak ground acceleration (PGA) and earthquake intensity in Modified Mercalli Intensity (MMI) scale, and to determine microzonation of the risk level of earthquake damage of Yogyakarta 27 May 2006 earthquake.This research data were taken using TDV-23s and TDL-303S seismometer. The primary data were taken from 39 points with 2 km interval and 48 secondary data points. Microtremor data were analyzed using Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method to get predominant frequency and amplification factor at each point of observation. The predominant frequency was used to calculate the value of predominant period, then it was used to calculate the value of peak ground acceleration using Kanai method (1966). The earthquake intensity was obtained using Wald method (1999) with peak ground acceleration value as the input.The result showed that the value of peak ground acceleration ranged from 39.24 to 485.37 cm/s² with earthquake intensity was on scale of V, VI, VII, and VIII MMI. The highest value of peak ground acceleration (point 2) was located in Imogiri sub district, while the lowest PGA value (point 31) was located in Prambanan sub district. Based on the results of microzonation of earthquake damage risk level, 3 villages had the high-risk earthquake damage, they were Wukirsari Village and Karangtengah Village which are located in Imogiri sub district, and Srimulyo Village in Piyungan sub district. For the medium and low risk level of earthquake damages spread at various villages in Opak Fault lines area. Keywords: Microtremor, Horizontal to Vertical Spectral Ratio, PGA, Earthquake Intensity, Opak Fault 
Co-Authors A. R. U. Fadilah Achmad Maulana Achsan Adisti, Adisti Agung Purnomo Ahmad Awaluddin Noer Ahmad Bayhaqi Ahmad Bayhaqi Aini Rahmatun Ummi Fadlilah Alfarisa, Suhufa Anak Agung Gede Sugianthara Arif Sudrajat Ariswan Ariswan Arya, Lutfi Aziz, Khafidh Nur Bambang Ruwanto Bambang Ruwanto, Bambang Bambang Ruwantro Dayana, Desi Novi Eddy Hermawan Fitrianingtyas, Rahmawati Gofur Dyah Ayu Gilang Petiwi Heningtyas Heningtyas Heningtyas Heningtyas Ika Kurnaiwati Ika Kurniawati Ika Maulita Ilham Adi Panuntun Imdadu Rohman Kautsar Fadlih Akbar Kautsar Fadlih Akbar Khafidh Nur Aziz Khafidh Nur Aziz Khikmah Muliati Khikmah Muliati Koji Morita Laatifah, Laatifah Laila Katriani Lestari Tri Eva Maharani, Laras Anindita Meita Aulia Sari Meita Aulia Saru Merizka Marsyelina Mifta Arunahul Janah Mithra Mustofa, Nisrina Hasna Noor Rika Safitri Norma Ayu Rahmawati Nugroho Budi Wibowo Nugroho Budi Wibowo Nugroho Budi Wibowo Nugroho Budi Wibowo Nugroho Budi Wibowo NUGROHO BUDI WIBOWO NUGROHO BUDI WIBOWO Nur Aziz, Khafidh Nur Hikmah NUR INTAN PERMATASARI NUR INTAN PERMATASARI Nurhayati Nurhayati Nurrohman Aryo Seno Petiwi, Gofur Dyah Ayu Gilang Phisca Maulana Zaky Ichsany Prihastiwi Fifi Purnama Aditya R. A. Adipurno R. N. Safitri R. Y. A. Sari Restu Widiatmono Rida Siti NM Rifka Addawiyah Rike Nainitania Risti, Fidel Rizal Aditya Saputra, Antonni Sardjono Sardjono Siti Fatimah Siti Patimah Suparno Suparno Ulfa Fadhilah Umi Habibah Warsono Warsono Wibowo Nugroho Budi Widiyansari, Roma Wipsar Sunu Brams Dwandaru Yohanes Sardjono Yosaphat Sumardi Yosaphat Sumardi Yosi Aprian Sari Yuni Setiawati Zahroh Utami Zainfa, Aqheela Aphrodita