Claim Missing Document
Check
Articles

AQUIFER IDENTIFICATION IN OPAK FAULT ZONE AFTER YOGYAKARTA EARTHQUAKE 2006 WITH SCHLUMBERGER CONFIGURATION GEOELECTRIC METHOD Prihastiwi Fifi; wibowo Nugroho Budi; Darmawan Denny
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to determine resistivity values of aquifer constituent rocks, and todetermine aquifer characteristics and hydrostratigraphy in Opak fault zone. The location of researchwas at Opak fault line Paten subvillage, with geographical coordinate of 7°55'18,39'' S to 7°57'09,72''S and 110°19'22,26'' E to 110°22'56,06'' E. The method used was Schlumberger configurationgeoelectric method. Geoelectric method was one of the geophysics method which study earthelectricity based on the Ohm’s Law, by injecting a current through two current electrodes, thepotential different appeared from two potential electrodes can be measured. The data acquisition usedNaniura NRD 22S resistivitymeter. Number of sounding point were 3 points spaced by 10 meters andmeasurement line length was 160 meters. Measurement results were analized using curve matchingmethod by IPI2win software determine subsurface layers based on resistivity. Results showed thatresistivity aquifer constituent rocks are about 19,3-300 Ωm which are sands, gravels, sandstones rocktypes at 5-30 meters depth.Keywords: Geoelectric Method, Aquifer, Paten Subvillage
INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOMAGNET DI JALUR SESAR OYO Heningtyas Heningtyas; Nugroho Budi Wibowo; Denny Darmawan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran anomali medan magnet di sekitar jalur Sesar Oyo, mengetahui sus unan formasi batuan di wilayah sekitar jalur Sesar Oyo, dan mengetahui jalur Sesar Oyo berdasarkan pemodelan geomagnet.Pengambilan data dilakukan menggunakan PPM dengan 35 titik pengamatan dan spasi antar titik pengamatan 1,5 km. Pengolahan data dilakukan dengan koreksi variasi harian, koreksi IGRF, reduksi ke kutub dan kontinuasi ke atas. Pemodelan dilakukan dengan menganalisa anomali medan magnet yang telah direduksi ke kutub dan kontinuasi ke atas dengan ketinggian 2500 m.Hasil analisa menunjukkan rentang nilai anomali medan magnet di kawasan penelitian adalah 180 nT – 660 nT. Hasil pemodelan 2D menunjukkan kawasan penelitian didominasi oleh 3 formasi batuan utama yaitu batubasalt-andesitik Formasi Nglanggran, batupasir Formasi Sambipitu, dan batugamping Formasi Wonosari. Hasil pemodelan 3D menunjukkan Sesar Oyo merupakan sesar geser dengan kedalaman 150 – 300 m, jalur sesar tersebut terbagi menjadi 2 segmen yaitu dengan arah N120°E sepanjang 5,8 km dan N160°E dengan panjang 2,5 km.Kata kunci : geomagnet, formasi batuan, Sesar Oyo.ABSTRACTThe aims of this study were to determine the distribution of magnetic field anomaly around Oyo Fault line area, to determine the structure of rocks around Oyo Fault line area, and to identify Oyo Fault line based on geomagnetic modeling. Data were acquired with 35 observation points and space between each point was 1,5 km. Data were processed using diurnal correction, IGRF correction, reduction to pole, and upward continuation. The modeling was done by analyzing magnetic field anomaly which had been reducted to pole and upward continuation at 2500 m height. The results showed that the range of magnetic field anomaly in the study area is 180 nT – 660 nT. The result of 2D modeling showed that the study area is dominated by 3 rock formations which are basalts-andesitic of Nglanggran Formation, sandstone of Sambipitu Formation, and limestone of Wonosari Formation. The result of 3D modeling showed that Oyo Fault is strike-slip fault with 150 – 300 m depth. The fault is divided into 2 segments, which has direction N120°E with 5,8 km length, and N160°E with 2,5 km length.Keyword : geomagnet, rock formation, Oyo Fault
PEMETAAN PERCEPATAN GETARAN TANAH MAKSIMUM DAN INTENSITAS GEMPABUMI DI KAWASAN JALUR SESAR SUNGAI OYO YOGYAKARTA (MICROZONATION OF PEAK GROUND ACCELERATION AND EARTHQUAKE INTENSITY IN OYO RIVER FAULT LINES AREA, YOGYAKARTA) Meita Aulia Sari; Nugroho Budi Wibowo; Denny Darmawan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dan mikrozonasi dari percepatan getaran tanah maksimum (PGA) dan intensitas gempabumidi kawasan jalur sesar Sungai Oyoakibat gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006. Pengambilan data mikrotremor dilakukan di 25 titik pengamatan yang terletak di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul. Data mikrotremor diolah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan kurva H/V yang menghasilkan nilai frekuensi predominan (f0) di setiap titik pengamatan sebagai parameter untuk menghitungPGA menggunakan metode Kanai (1966)danintensitas gempabumi menggunakan metode Wald (1999). Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai PGAberkisar antara 84,74 – 363,1 cm/s² dengan intensitas gempabumi berada pada skala VI, VII, dan VIII MMI.Mikrozonasi PGA dengan nilai relatif lebih tinggi berada di formasi Nglanggran (Kecamatan Imogiri bagian timur dan Kecamatan Dlingo bagian barat)dan formasi Sambipitu (Kecamatan Playen bagian barat).Sementara itu, mikrozonasi PGA dengan nilai relatif lebih rendah berada di formasi Wonosari (Kecamatan Panggang bagian Utara dan Kecamatan Playen bagian Barat daya, serta Kecamatan Imogiri bagian Tenggara dan Kecamatan Dlingo bagian Selatan). Kata kunci:    PGA, Intensitas gempabumi, Mikrotremor, Horizontal to Vertical Spectral Ratio, Sesar Sungai Oyo  AbstractThe aims of this research were to determine and microzonate the peak ground acceleration (PGA) and earthquake intensity in Oyo River Fault Line Area which was caused by May 27th, 2006 Yogyakarta earthquake. The research data were acquired from microtremor signal measurement in 25 observation pointslocated in Bantul Regency and Gunungkidul Regency. Microtremor data were analyzed using Horizontal to Vertical Ratio (HVSR) method to determine predominant frequency for every observation point as parameter to determinePGA using Kanai method (1966) and earthquake intensity using Wald method (1999).The result showed that the value of peak ground acceleration was between 84,74 – 363,1 cm/s²with earthquake intensity of VI, VII and VIII MMI. Higher value of PGA was located in  Nglanggran formation (easternpart of Imogiri sub district and westernpart of Dlingo sub district) and Sambipitu formation (western part of Playen sub district). In addition, microzonation of PGA with lower value located in Wonosari formation (northern part of Panggang sub district and southwestern part of Playen sub district, also southeastern part of Imogiri sub district and southern part of Dlingo subdistrict).  Keywords:     PGA, Earthquake Intensity, Microtremor, Horizontal to Vertical Spectral Ratio, Oyo river fault
PEMETAAN PERCEPATAN GETARAN TANAH MAKSIMUM DAN INTENSITAS GEMPABUMI DI KAWASAN JALUR SESAR SUNGAI OYO YOGYAKARTA MICROZONATION OF PEAK GROUND ACCELERATION AND EARTHQUAKE INTENSITY IN OYO RIVER FAULT LINES AREA, YOGYAKARTA Meita Aulia Saru; Nugroho Budi Wibowo; Denny Darmawan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dan mikrozonasi dari percepatan getaran tanah maksimum (PGA) dan intensitas gempabumidi kawasan jalur sesar Sungai Oyoakibat gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006. Pengambilan data mikrotremor dilakukan di 25 titik pengamatan yang terletak di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul. Data mikrotremor diolah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan kurva H/V yang menghasilkan nilai frekuensi predominan (f0) di setiap titik pengamatan sebagai parameter untuk menghitungPGA menggunakan metode Kanai (1966)danintensitas gempabumi menggunakan metode Wald (1999). Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai PGAberkisar antara 84,74 – 363,1 cm/s² dengan intensitas gempabumi berada pada skala VI, VII, dan VIII MMI.Mikrozonasi PGA dengan nilai relatif lebih tinggi berada di formasi Nglanggran (Kecamatan Imogiri bagian timur dan Kecamatan Dlingo bagian barat)dan formasi Sambipitu (Kecamatan Playen bagian barat).Sementara itu, mikrozonasi PGA dengan nilai relatif lebih rendah berada di formasi Wonosari (Kecamatan Panggang bagian Utara dan Kecamatan Playen bagian Barat daya, serta Kecamatan Imogiri bagian Tenggara dan Kecamatan Dlingo bagian Selatan).Kata kunci: PGA, Intensitas gempabumi, Mikrotremor, Horizontal to Vertical Spectral Ratio, Sesar Sungai OyoAbstractThe aims of this research were to determine and microzonate the peak ground acceleration (PGA) and earthquake intensity in Oyo River Fault Line Area which was caused by May 27th, 2006 Yogyakarta earthquake. The research data were acquired from microtremor signal measurement in 25 observation pointslocated in Bantul Regency and Gunungkidul Regency. Microtremor data were analyzed using Horizontal to Vertical Ratio (HVSR) method to determine predominant frequency for every observation point as parameter to determinePGA using Kanai method (1966) and earthquake intensity using Wald method (1999).The result showed that the value of peak ground acceleration was between 84,74 – 363,1 cm/s²with earthquake intensity of VI, VII and VIII MMI. Higher value of PGA was located in Nglanggran formation (easternpart of Imogiri sub district and westernpart of Dlingo sub district) and Sambipitu formation (western part of Playen sub district). In addition, microzonation of PGA with lower value located in Wonosari formation (northern part of Panggang sub district and southwestern part of Playen sub district, also southeastern part of Imogiri sub district and southern part of Dlingo subdistrict).Keywords: PGA, Earthquake Intensity, Microtremor, Horizontal to Vertical Spectral Ratio, Oyo river fault
Interpretasi Struktur Bawah Tanah pada Sistem Sungai Bribin dengan Metode Geo Khafidh Nur Aziz; Yosaphat Sumardi; Denny Darmawan; Nugroho Budi Wibowo
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 6, No 01 (2016): April
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v6i01.1796

Abstract

This research was aimed to determine the distribution pattern of magnetic field anomaly and to identify the lithology of underground structure in Bribin Karst using geomagnetic method. Research location was Semanu Sub-district, Gunungkidul Regency at UTM coordinate of 464061 mT-464929 mT and 9111097 mU-9111970 mU. The data were taken using G-5 Proton Precession Magnetometer (PPM) by looping method. The result showed that the distribution pattern of the magnetic field anomaly in Karst Bribin has value of 330 nT - 530 nT and anomaly values reflecting the system of Bribin River has value of 400 nT-460 nT. The lithology of underground structure in Karst Bribin has susceptibility value of -0.069 (in SI) - 0.0661 (in SI) with depth 200 m associated with limestone, tuff, gypsum, rock salt, and minerals calcite and anhydrite and the lithology associated with the system of Bribin River has susceptibility value -0.069 (in SI) associated with gypsum, rock salt, and minerals anhydrite.
Workshop Bencana Tanah Longsor untuk Guru-Guru IPA Sekolah Dasar di Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Aziz, Khafidh Nur; Ruwanto, Bambang; Suparno, Suparno; Darmawan, Denny; Dwandaru, Wipsar Sunu Brams
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 7 No. 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v7i2.54866

Abstract

Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang rentan akan bencana tanah longsor. Di Kecamatan Samigaluh terdapat lokasi longsor yang terpanjang akibat badai yang disebabkan oleh Siklon Tropis. Jumlah penduduk yang tidak sedikit serta didukung oleh kondisi geologi di wilayah tersebut menyebabkan masyarakat membutuhkan data mitigasi bencana untuk mengetahui pola persebaran longsor pada wilayah tersebut. Kegiatan Program Dosen Berkegiatan di Luar Kampus ini bertujuan untuk 1) meningkatkan pemahaman peserta mengenai penyebab, karakteristik, dan proses terjadinya tanah longsor; 2) meningkatkan pemahaman peserta mengenai tanah longsor dari hasil penelitian tentang analisis gerakan tanah berdasarkan data mikrotremor di Kecamatan Samigaluh; 3) meningkatkan pemahaman peserta tetang mitigasi bencana apabila terjadi tanah longsor; dan 4) mewujudkan masyarakat sadar bencana. Program Dosen di Luar Kampus ini bersifat workshop dan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, pengenalan aplikasi InaRISK, dan pembagian angket. Peserta sosialiasi bencana tanah longsor ini adalah guru-guru IPA sekolah dasar di lingkungan Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo. Hasil yang diperoleh dari Dosen Berkegiatan di Luar Kampus ini adalah 1) meningkatnya pemahaman peserta mengenai penyebab, karakteristik, dan proses terjadinya tanah longsor; 2) meningkatnya pemahaman peserta mengenai tanah longsor dari hasil penelitian tentang analisis gerakan tanah berdasarkan data mikrotremor di Kecamatan Samigaluh; dan 3) meningkatnya pemahaman peserta tentang mitigasi bencana apabila terjadi tanah longsor; dan 4) baru 10% Sekolah Dasar di Kecamatan Samigaluh yang telah siap siaga menghadapi bencana tanah longsor.
Peran self-efficacy dan dukungan sosial teman dalam pembentukan problem-focused coping pada Kadepsin KRI di Koarmada II Darmawan, Denny; Arya, Lutfi; Mithra
Jurnal Psikologi Poseidon Volume 8, Nomor 1
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jpp.v8i1.190

Abstract

This study examined the role of self-efficacy and peer social support in problem-focused coping among Chief Engineers (Kadepsin) of Navy Warships (KRI) in the Eastern Fleet Command (Koarmada II). The maritime work environment posed various challenges, requiring effective coping strategies. Self-efficacy, defined as an individual’s belief in their ability to overcome difficulties, and peer social support, including emotional and instrumental assistance, were assumed to contribute to managing work-related stress. A quantitative approach was employed, using a saturated sampling technique involving 72 Chief Engineers as respondents. Data were collected via Google Forms using validated scales: a 16-item self-efficacy scale (α = 0.898), a 21-item peer social support scale (α = 0.905), and a problem-focused coping scale (α = 0.940). The results showed that self-efficacy and peer social support significantly predicted problem-focused coping (R² = 0.915), accounting for 91.5% of the variance. Minor hypothesis tests revealed that self-efficacy contributed 84.6% and peer social support contributed 87.2% to problem-focused coping. These findings highlighted the importance of enhancing self-efficacy and social support networks to improve coping strategies in high-pressure maritime work environments.
PEMODELAN AUSTRALIAN MONSOON INDEX (AUSMI) MENGGUNAKAN METODE SARIMA Adisti, Adisti; Darmawan, Denny
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA)
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jifta.v12i1.22156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model yang sesuai untuk Australian Monsoon Index (AUSMI) serta keakuratan model tersebut. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data AUSMI periode Januari 2005– Desember 2014. Penelitian ini dilakukan dengan membuat pemodelan untuk data AUSMI menggunakan analisis Box-Jenkins yaitu metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) karena AUSMI merupakan data yang memiliki pola musiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik untuk AUSMI adalah SARIMA (1,1,1) (3,1,1)12 dengan keakuratan model ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi r antara data model dan data asli nilainya sebesar 0,94.
Analisis Euler Deconvolution untuk Mengidentifikasi Patahan Lembang Berdasarkan Data Gravitasi GGMplus Aziz, Khafidh Nur; Fitrianingtyas, Rahmawati; Darmawan, Denny; Laatifah, Laatifah
Jurnal Geofisika Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36435/jgf.v21i2.558

Abstract

Sesar Lembang mengalami pergerakan 6 mm/tahun dan memiliki prediksi gempa dengan magnitudo 6,8. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui korelasi data gravitasi GGMplus terhadap data gravitasi TOPEX dan pola sebaran Anomali Bouger Lengkap (ABL) GGMplus, mengidentifikasi posisi dan kedalaman sumber anomali Sesar Lembang berdasarkan analisis Euler Deconvolution, dan memodelkan struktur bawah permukaan Sesar Lembang. Penelitian ini menggunakan data GGMplus dan TOPEX. Data gravity disturbance GGMplus akan digunakan dalam perhitungan koreksi terrain untuk mendapatkan nilai ABL, pemisahan anomali, analisis Euler Deconvolution, dan pemodelan 2D. Hasil penelitian menunjukkan korelasi data gravitasi GGMplus dan TOPEX sebesar 0,871. Nilai ABL daerah penelitian dalam rentang 8 mGal hingga 37 mGal. Kedalaman sumber anomali Sesar Lembang dalam rentang 820 m – 1096 m dan memiliki 4 formasi batuan, Formasi Cilanang, Formasi dari hasil gunung api tua, Tufa Berbatuapung, dan Formasi Tufa Pasir. Formasi yang mendominasi adalah Formasi Cilanang dengan densitas 2,52 – 2,83 dan bersesuaian dengan batu gamping.
Compressibility Effects on Turbulent Heat Transfer of Natural Convection in a Square Cavity Rida Siti Nur'aini Mahmudah; Restu Widiatmono; Denny Darmawan
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 13, No 2 (2023): October
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v13i2.75790

Abstract

Heat transfer in turbulent flows is one of the essential topics in power plants and thermal-based engineering. This study aims to analyze the effects of density changes due to heat transfer in a turbulent environment—which is usually neglected because it can cause instability in a simulation. We simulate an available experimental case of turbulent heat transfer of air with OpenFOAM: one with an incompressible approach (no density change) and another with a compressible treatment. The simulation geometry is a 0.75 × 0.75 m2 square cavity, where its left and right walls are kept at a temperature difference of 40 K. We compare and analyze the temperature, velocity, and turbulence kinetic energy profiles of both simulation results against the experimental data. We found that from all qualitative and quantitative comparisons, the change in density plays a vital role in turbulent heat transfer. The compressible treatment gives better results than the incompressible: the neglection of density change causes a significant difference with the experimental data. Thus, we strongly recommended incorporating compressibility in simulating heat transfer in turbulent flows.
Co-Authors A. R. U. Fadilah Achmad Maulana Achsan Adisti, Adisti Agung Purnomo Ahmad Awaluddin Noer Ahmad Bayhaqi Ahmad Bayhaqi Aini Rahmatun Ummi Fadlilah Alfarisa, Suhufa Anak Agung Gede Sugianthara Arif Sudrajat Ariswan Ariswan Arya, Lutfi Aziz, Khafidh Nur Bambang Ruwanto Bambang Ruwanto, Bambang Bambang Ruwantro Desi Novi Dayana Eddy Hermawan Fidel Risti Fitrianingtyas, Rahmawati Gofur Dyah Ayu Gilang Petiwi Heningtyas Heningtyas Heningtyas Heningtyas Ika Kurnaiwati Ika Kurniawati Ilham Adi Panuntun Imdadu Rohman Kautsar Fadlih Akbar Kautsar Fadlih Akbar Khafidh Nur Aziz Khafidh Nur Aziz Khikmah Muliati Khikmah Muliati Koji Morita Laatifah, Laatifah Laila Katriani Lestari Tri Eva Meita Aulia Sari Meita Aulia Saru Merizka Marsyelina Mifta Arunahul Janah Mithra Noor Rika Safitri Norma Ayu Rahmawati Nugroho Budi Wibowo Nugroho Budi Wibowo Nugroho Budi Wibowo Nugroho Budi Wibowo Nugroho Budi Wibowo Nugroho Budi Wibowo NUGROHO BUDI WIBOWO NUGROHO BUDI WIBOWO Nur Hikmah NUR INTAN PERMATASARI NUR INTAN PERMATASARI Nurhayati Nurhayati Nurrohman Aryo Seno Petiwi, Gofur Dyah Ayu Gilang Phisca Maulana Zaky Ichsany Prihastiwi Fifi Purnama Aditya R. A. Adipurno R. N. Safitri R. Y. A. Sari Rahmawati Fitrianingtyas Restu Widiatmono Rida Siti NM Rida Siti Nur'aini Mahmudah Rifka Addawiyah Rike Nainitania Rizal Aditya Roma Widiyansari Saputra, Antonni Sardjono Sardjono SITI FATIMAH Siti Patimah Suparno Suparno Ulfa Fadhilah Umi Habibah Warsono Warsono Wibowo Nugroho Budi Wipsar Sunu Brams Dwandaru Yohanes Sardjono Yosaphat Sumardi Yosaphat Sumardi Yosi Aprian Sari Yuni Setiawati Zahroh Utami