Claim Missing Document
Check
Articles

Increasing Knowledge and Parenting Patterns of Stunting Toddlers in Stunting Toddler Mothers in Jatikuwung Jatipuro Village, Karanganyar Darnoto, Sri; Ernawati, Dwi Arini; Mustara, Mustara; Oktaviani, Oktaviani; Kristiani, Shinta; Yanuarini, Triatmi Andri; Pamungkasari, Eti Poncorini; Febrinasari, Ratih Puspita
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12866

Abstract

Background: Berdasarkan hasil SSGI tahun 2022 prevalensi stunting balita di Indonesia masih cukup besar yaitu 21,6%. Bupati Karanganyar melalui SK Tahun 2023 menyatakan bahwa Lokus stunting di Kecamatan Jatipuro Karanganyar yang tertinggi adalah Desa Jatikuwung. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan peningkatan pengetahuan stunting sebagai upaya penurunan stunting di Desa Jatikuwung Jatipuro. Metode: Kegiatan diawali dengan analisis data sekunder dan dilanjutkan Focus Discussion Group (FGD) secara luring dan daring dengan peserta 44 orang yang terdiri dari Tim TPPS Kabupaten, Kecamatan dan Desa. Kegiatan ini dilaksanakan selama bulan Juni 2023 di Balai Desa Jatikuwung Kec. Jatipuro. Hasil: Dari Hasil intervensi yang dilaksanakan dapat diketahui bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu balita stunting dengan kategori sangat baik 41,6% menjadi 75%.  Kesimpulan: Pengetahuan ibu balita, ibu hamil dan kader meningkat setelah mendapatkan penyuluhan tentang stunting dan pola asuh.
Postur kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders pada penjahit rumahan (industry rumah tangga) Ridhila, Istikhomah; Darnoto, Sri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 8 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i8.12555

Abstract

Background: The Occupational Health and Safety (OHS) problems of informal workers do not have health insurance, they are not officially registered, and compensation for work accidents is not available. The activities and attitudes of workers towards tools and ways of working have great potential in causing health problems and diseases. These health problems can occur in a short or long time. Musculoskeletal complaints are one of the health problems caused by work factors.Purpose: To analyse the relationship between work posture and musculoskeletal complaints in home industry tailors.Method: The research design used is quantitative method, with cross sectional research type using observation. This study was conducted by measuring at the same time between the dependent variable and the independent variable to determine the work attitude that affects the occurrence of musculoskeletal complaints in tailor workers. This study took 16 villages in Nguter sub-district. The population in this study were all Home Industry tailor workers in Nguter District as many as 70 tailors. The sample used in this study were all home industry tailor workers in Nguter District, namely 70 people. The sampling technique is a way of taking a representative sample of the population.Results: Based on RULA analysis, it was found that there were 30 respondents who were at moderate risk level and 40 respondents at high risk in posture examination. This condition certainly requires special handling so as not to have a negative impact on tailors in the future. Based on the NBM analysis, it was found that there were 21 respondents who experienced musculoskeletal disorders MSDs complaints in the low category and 49 respondents who experienced MSDs complaints in the moderate category, so further treatment was not needed. Based on the results of the chi-square test, a p-value of 0.035 was obtained. This p-value is smaller than the significance level of 0.05, which means there is a significant relationship between work posture and MSDs complaints in Home Industry tailor workers in Nguter District.Conclusion: Based on the results of the chi-square test, it can be concluded that work posture has a significant influence on MSDs complaints in tailor workers in Nguter District.Keywords: Home Industry Tailors; Musculoskeletal Disorders; Working postures.Pendahuluan: Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pekerja informal tidak memiliki asuransi kesehatan, mereka tidak terdaftar secara resmi, serta tidak tersedianya santunan akibat kecelakaan kerja. Aktivitas dan sikap tubuh para pekerja terhadap alat dan cara kerja memiliki potensi besar dalam menimbulkan gangguan kesehatan hingga penyakit. Gangguan kesehatan tersebut dapat terjadi dalam waktu yang singkat maupun lama. Keluhan musculoskeletal merupakan salah satu gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan.Tujuan: Untuk menganalisis hubungan postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada penjahit home industry.Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan jenis penelitian cross sectional menggunakan observasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur pada waktu yang bersamaan antara variable terikat dan variable bebas untuk mengetahui sikap kerja yang mempengaruhi terjadinya keluhan musculoskeletal pada pekerja penjahit. Penelitian ini mengambil 16 Kelurahan di Kecamatan Nguter. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pekerja penjahit rumahan di Kecamatan Nguter sebanyak 70 orang penjahit. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh pekerja penjahit home industry di Kecamatan Nguter yaitu sebanyak 70 orang. Teknik pengambilan sampel merupakan cara mengambil sampel yang representative dari populasi.Hasil: Berdasarkan analisis RULA diperoleh hasil bahwa terdapat 30 responden yang berada pada level risiko sedang dan 40 responden pada risiko tinggi dalam pemeriksaan postur tubuh. Kondisi ini tentu memerlukan adanya penanganan khusus supaya tidak memberikan dampak negative bagi para penjahit di masa yang akan datang. Berdasarkan analisis NBM didapatkan hasil bahwa terdapat 21 responden yang mengalami keluhan MSDs dengan kategori rendah dan 49 responden yang mengalami keluhan MSDs dengan kategori sedang, sehingga belum diperlukan penanganan lebih lanjut. Berdasarkan hasil uji chi-square, diperoleh nilai p (p-value) sebesar 0,035. p-value ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan MSDs pada pekerja penjahit rumahan di Kecamatan Nguter.Simpulan: Postur kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keluhan MSDs pada pekerja penjahit di Kecamatan Nguter.
Hubungan Lama Kerja dengan Stress Kerja Pada Pekerja Bagian Weaving 2 PT X di Sukoharjo Rizky Nandhika Wulan Sari; Sri Darnoto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40921

Abstract

Pekerja perlu mendapat banyak perhatian dan perlindungan pribadi karena mereka adalah sumber daya yang digunakan dalam proses produksi. Pekerja yang bekerja langsung diproduksi memiliki tekanan yang cukup tinggi dari lingkungan sekitar. Dampak negative tekanan lingkungan kerja berakibat pada gangguan pada tubuh manusia. Gangguan ini dapat berdampak pada penurunan produksi dan gangguan lainnya. Setiap tempat kerja memiliki berbagai kemungkinan risiko yang dapat membahayakan kesehatan pekerja atau menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan seperti stress kerja. Penelitian ini menggunakan metodologi cross-sectional dan desain penelitian kuantitatif. Dengan jumlah sampel sebanyak 161 responden, pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengumpulkan data sekaligus mengamati atau mengumpulkan data. Pekerja Weawing 2 PT X di Sukoharjo diberikan kuesioner yang harus diisi guna memperoleh data tersebut. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan masa kerja, berdasarkan temuan uji Chi-Square yang menunjukkan nilai P sebesar 0,309>0,05. Temuan penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dan durasi kerja tidak berkorelasi signifikan. Workers need a lot of personal attention and protection as they are the resources used in the production process. Workers who work directly in production have high pressure from the surrounding environment. The negative impact of work environment pressure results in disturbances to the human body. These disorders can result in decreased production and other disorders. Every workplace has various possible risks that can endanger workers' health or cause work-related diseases such as occupational stress. This study used cross-sectional methodology and quantitative research design. With a sample size of 161 respondents, sampling was done by collecting data while observing or collecting data. Weawing 2 PT X workers in Sukoharjo were given a questionnaire that had to be filled in to obtain the data. There is no significant relationship between job stress and tenure, based on the findings of the Chi-Square test which shows a P value of 0.309>0.05. The research findings indicate that job stress and duration of employment are not significantly correlated.
The Relationship Between Work Posture and The Incidence of Low Back Pain Among Laundry Workers in The Area of Campus 1, Muhammadiyah University of Surakarta Adelina Miyagi, Indira; Darnoto, Sri
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i1.430

Abstract

This study investigated the association between work posture and low back pain (LBP) among Campus 1, Muhammadiyah University of Surakarta laundry workers. A cross-sectional analytical observational design was used to study 50 workers from 36 washing facilities selected by total sampling. The Rapid Entire Body Assessment (REBA) monitored work posture, while a validated Pain and Distress Scale questionnaire measured LBP symptoms. Data was collected from December 2024 to January 2025 and analyzed using univariate and bivariate chi-square tests. REBA found that most workers had low to moderate risk postures, while some had high-risk postures that could cause musculoskeletal diseases. Most LBP complaints were modest, but moderate and severe were notable. A substantial correlation (p < 0.05) exists between work posture and LBP, with higher posture risk leading to more complaints. These findings highlight the importance of ergonomics and preventive interventions in reducing occupational LBP among laundry workers.
EDUKASI POLA HIDUP SEHAT PADA LANSIA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS DI POSYANDU LANSIA SEHAT MANUNGGAL RW 4 KELURAHAN KARTASURA Mahdi Ramadhani Idris Marasabessy; Marcella Sulistyowati; Zahra Dhiya’an Almas Putri K; Sharla Apsarini Luthfiah; Ninis Wahyu Arifah; Dinar Syarifah Septiningrum; Inez Ramadhana Saputri; Faradea Nasywa W; Dini Ayu Pinasti; Dipta Hiqmal Wirananta; Bunga Tiara Adsa; Nadiyah Kumalasari; Agus Widodo; Rezania Asyfiradayati; Sri Darnoto
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.6089

Abstract

Kartasura merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kartasura dikatakan sebagai kota satelit bagi Surakarta atau Solo dan sebuah perkembangan perkotaan bagi Kabupaten Sukoharjo. Meskipun demikian, pemahaman masyarakat di sana terkait diabetes melitus masih rendah. Hal ini dapat memicu kasus diabetes melitus di wilayah Kartasura. Kami mengadakan kegiatan KKN di kelurahan ini yang bertujuan meningkatkan pengetahuan atau pemahaman mengenai pencegahan dan pengobatan terhadap diabetes melitus. Sehingga dengan memberikan edukasi dapat memberikan dampak positif pada masyarakat di sana dan menambah wawasan. Metode pelaksanaan kegiatan yang kami lakukan adalah penyuluhan ceramah dan demonstrasi mengajarkan mengenai upaya pencegahan dan pengobatan pada kasus tersebut. Setelah dilaksanakannya penyuluhan di desa tersebut masyarakat dapat memahami akan bahaya diabetes melitus dengan memulai langkah dari pencegahan dan pengobatan bagi penderita. Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kasus ini dan apa saja yang harus dilakukan pada pola hidup terutama pada kalangan lansia tetapi masih ada beberapa masyarakat yang belum mengaplikasikannya secara langsung, seperti meminum minuman dengan kandungan gula yang tinggi.
Hubungan antara Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Penggunaan APD dengan Kejadian Kecelakaan Kerja di UPT Industri Kulit dan Produk Kulit Magetan Mila Eka Nurhidayah; Dwi Astuti; Sri Darnoto
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i2.16

Abstract

Proses produksi di industri penyamakan kulit memiliki kemungkinan terjadinya kejadian kecelakaan kerja yang disebabkan oleh perilaku bekerja maupun dari lingkungan tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja di UPT Industri Kulit dan Produk Kulit Magetan. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 233 responden dengan sampel yang digunakan adalah 105 responden pekerja penyamak kulit. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional sampling. Berdasarkan uji statistik Chi-Square yaitu pada tingkat kepercayaan 95% dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian kecelakaan kerja dengan tingkat keeratan sedang (p=0,001)(CC=0,299), ada hubungan antara sikap dengan kejadian kecelakaan kerja dengan tingkat keeratan sedang (p=0,000)(CC=0,489), dan ada hubungan antara tindakan penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja dengan tingkat keeratan lemah (p=0,001)(CC=0,311).
Hubungan Beban Kerja terhadap Kelelahan Kerja dan Stres Kerja Karyawan Wahyu Fitrianingrum; Sri Darnoto
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4349

Abstract

Penelitian mengenai beban kerja dalam sektor industri padat karya menjadi penting mengingat tingginya tuntutan fisik dan ritme kerja yang berpotensi menimbulkan kelelahan serta stres, sementara studi sebelumnya menunjukkan hasil yang bervariasi dan kajian pada industri pengolahan kayu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan beban kerja terhadap kelelahan dan stres kerja pada karyawan CV. Kayu Alam Makmur Ponorogo. Desain penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross sectional, melibatkan seluruh karyawan (n = 54) melalui teknik total sampling. Beban kerja, kelelahan, dan stres kerja diukur menggunakan instrumen subjektif terstandar, sedangkan analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja memiliki hubungan terhadap kelelahan kerja (nilai p = 0,002), namun tidak terdapat hubungan terhadap stres kerja (nilai p = 0,451). Temuan ini mengindikasikan bahwa pada pekerjaan fisik intensif, beban kerja lebih berdampak pada aspek fisiologis berupa kelelahan daripada aspek psikologis berupa stres. Implikasi penelitian menegaskan perlunya pengaturan beban kerja dan penguatan praktik keselamatan kerja untuk meminimalkan risiko kelelahan pada pekerja industri.
Hubungan Debu Lingkungan Kerja terhadap Gangguan Pernapasan Pada Karyawan Sherly Oktafiani; Sri Darnoto
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4369

Abstract

Paparan debu kayu di lingkungan kerja berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan pada pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan fakor-faktor penyebab gangguan pernapasan dan kadar debu terhadap gangguan pernapasan pada karyawan bagian pengamplasan di CV. Kayu Alam Makmur Ponorogo. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan populasi seluruh pekerja bagian pengamplasan sebanyak 45 responden, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Kadar debu diukur menggunakan air dust sampler, sedangkan keluhan pernapasan dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil menunjukkan kadar debu sebesar 2,60 mg/m³ yang artinya melebihi NAB 1 mg/m³, serta 77,8% pekerja mengalami gangguan pernapasan. Uji Chi Square menunjukkan bahwa usia (nilai p = 0,146), pekerjaan lain (nilai p = 0,589), dan masa kerja (nilai p = 0,899) tidak ada hubungan terhadap gangguan pernapasan. Sedangkan, faktor jenis kelamin (nilai p = 0,000), kebiasaan merokok (nilai p = 0,000), dan riwayat penyakit pernapasan (nilai p =0,000) ada hubungan signifikan terhadap kejadian gangguan pernapasan. Temuan ini menegaskan bahwa tingginya paparan debu kayu ditambah faktor risiko individu meningkatkan kemungkinan gangguan pernapasan pada pekerja. Upaya pengendalian debu dan penggunaan alat pelindung diri sangat diperlukan untuk menurunkan risiko kesehatan.
Evaluation of Rejected Soybean Milk-Based Liquid Organic Fertilizer with Garlic and Turmeric Additives in Hydroponic Cultivation Suryani, Titik; Agustina, Lina; Santhyami; Aryani, Ima; Darnoto, Sri; Sari, Siti Kartika
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 14 No. 2 (2026): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v14i2.17468

Abstract

This study investigated the potential use of rejected soybean milk as a raw material for producing liquid organic fertilizer (LOF) for hydroponic cultivation. The research was designed as a laboratory-based experimental study. The LOF was formulated from soybean milk waste, spent mushroom baglog, turmeric, and garlic through anaerobic fermentation. It was then characterized based on sensory and chemical properties and applied to hydroponically cultivated water spinach (Ipomoea aquatica) over a 9-week growth period. Sensory evaluation showed that the resulting LOF was a brownish-orange, free-flowing, and odorless liquid, indicating the occurrence of humification processes during fermentation. Chemical analysis revealed low macronutrient concentrations, with nitrogen, phosphorus, and potassium contents of 0.18%, 0.003%, and 0.16%, respectively. These values were below the Indonesian National Standard for liquid organic fertilizer. The LOF also had an alkaline pH of 8.32. Plant growth trials demonstrated a progressive decline in growth performance as the proportion of soybean-milk-based LOF increased. The AB Mix treatment consistently produced superior results across all growth parameters, including plant height, leaf number, and leaf size. Plants treated with the LOF generally exhibited yellowish-green leaves and reduced vegetative vigor, although survival remained 100% across all treatments. These findings indicate that rejected soybean milk can be valorized into a physically stable LOF; however, the current formulation provides insufficient plant-available nutrients and may induce plant stress due to its high pH and the potential phytotoxic effects of turmeric and garlic extracts. Further optimization through nutrient enrichment, pH adjustment, and controlled additive concentrations is therefore required to develop soybean-milk-based LOF as a viable alternative to synthetic AB Mix for hydroponic cultivation.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pekerja dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Pabrik Es Leksono, Seella Sakti Dwi Leksono; Darnoto, Sri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i03.4381

Abstract

Resistensi antimikroba menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat global yang dipicu oleh penggunaan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan bagian penting dari proses industri, sementara kecelakaan dan penyakit akibat kerja masih menjadi persoalan global. Kurangnya kesadaran dan ketidakpatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan, terutama penggunaan alat pelindung diri (APD), sering disebut sebagai penyebab utama insiden di tempat kerja.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pekerja dan kepatuhan penggunaan APD di Pabrik ES. Metode penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari 90 pekerja dalam tiga shift, dan sebanyak 58 pekerja memenuhi kriteria inklusi sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia 20–29 tahun (37,9%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan penggunaan APD (nilai p = 0,001). Peningkatan edukasi K3 direkomendasikan sebagai langkah penting untuk memperkuat budaya keselamatan di tempat kerja.
Co-Authors Acintya Wedaning Agni Janametri Adelina Miyagi, Indira Adriska, Fella Agneli, Yunika Agus Widodo Alif Noor Anna Al’tsani, Tsabitha Ambarwati Amini, Fani Aisyah Andariiani, Fera Arfiyanti Diah Witjaksani Arini, Maya Intan Ash Shidiq, Rosyid Aulia, Afifah Zakiyatul Bunga Tiara Adsa Devia Nadia Kirana Dewi Novita Sari Dewi, Ayu Rusdiana Dinar Syarifah Septiningrum Dini Ayu Pinasti Dipta Hiqmal Wirananta Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi ASTUTI dwi, annisa Em Sutrisna Enggar Praditya Ernawati, Dwi Arini Estu Werdani, Kusuma Eti Poncorini Pamungkasari Faradea Nasywa W Fauziana, Eni Guritno, Wangsit Restu Adi Hafipah, Nurul Hatmanti, Wirya Ima Aryani Inez Ramadhana Saputri Jumadi Kartika, Tiara Kelik Wardiono Komala, Indah Kristiani, Shinta Kusumaningrum, Eka Dyahayu Larasati, Ulima Fadhilah Latifa Putri Cindana Leksono, Seella Sakti Dwi Leksono Lina Agustina Mahdi Ramadhani Idris Marasabessy Marcella Sulistyowati Maulina, Devita Mila Eka Nurhidayah Minati, Nilna Mitoriana Porusia Muchlison Anis Muhammad Halim Maimun Muhammad Hamdani Pratama Mustara, Mustara Nadiyah Kumalasari Ninis Wahyu Arifah Nurfauzia, Elita Nadia Nurhaliza, Alfida Aulia Rahma Firdauzy Nurul Sukmawati Oktaviani oktaviani Praditya, Enggar Praemordhia Ratna Maulina Pratiwi, Betty Intan Pratiwi, Zita Digna Prihatini, Mulatsih Putri, Trias Rahmi, Anggraita Nur Ratih Puspita Febrinasari Retno Sintowati Rezania Asyfiradayati Ridhila, Istikhomah Rifai, Nur Rajar Rifki, Nafisa Rika Putri Kinasih Rizkia Lisma Melinda Rizky Nandhika Wulan Sari rudiyanto Santhyami Sari, Siti Kartika SATRIYAS ILYAS Septiani, Widya Sesarina Rahma Yasinta Setiyadi, Noor Alwas Setiyadi, Noor Alwas Sharla Apsarini Luthfiah Sherly Oktafiani Sholehah, Mar'atus Siti Zulaekah Sugiyono Sugiyono Sugiyono Sugiyono Tarwaka Tarwaka Titik Suryani Vivi Aprilia, Vivi Wahyu Fitrianingrum Wahyu, Biaga Werdany, Kusuma Estu Widananda, Clarisa Windi Wulandari Witjaksani, Arfiyanti Diah Wulandari, Yeni Wulandari, Yeni Yanuarini, Triatmi Andri Yeni Indriyani Yuli Kusumawati Yuniar, Siska Zahra Dhiya’an Almas Putri K Zuhroh, Fadillah Zumrotus, Aulia