Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa berdasarkan Tingkat Motivasi Belajar pada Pandemi Covid-19 Jasmine Salsabila Lutfi; Hikmatul Khusna
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.728

Abstract

Siswa diharapkan memiliki motivasi belajar yang tinggi di masa pandemi Covid-19 sehingga mereka mampu memiliki keterampilan berpikir matematis yang baik. Salah satu keterampilan berpikir matematis yang penting yakni kemampuan representasi matematis. Tujuan dalam riset ini yaitu mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa berdasarkan tingkat motivasi belajar pada pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek riset berjumlah 2 orang dari 36 siswa kelas XI MIPA 3 di MAN 9 Jakarta pada semester genap 2020/2021. Teknik non-tes, tes, dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data riset. Instrumen yang digunakan antara lain angket motivasi belajar, soal tes kemampuan representasi matematis, dan pedoman wawancara. Model Miles dan Huberman yaitu teknik analisis data yang digunakan. Hasil riset ditemukan bahwa siswa bermotivasi belajar tinggi, dan sedang pada pandemi Covid-19. Kemampuan representasi matematis pada siswa bermotivasi belajar tinggi, dapat menyelesaikan soal materi irisan dua lingkaran dengan baik, walaupun tidak memenuhi 1 indikator yaitu representasi verbal. Kemampuan representasi matematis pada siswa bermotivasi belajar sedang, dapat menyelesaikan soal materi irisan dua lingkaran dengan cukup baik karena adanya ketidaktelitian, kesalahan jawaban, serta tidak memenuhi 1 indikator yaitu representasi verbal.
Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia pada Materi Bangun Datar Ganung Suko Saputro; Hikmatul Khusna
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.878

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena matematika bersifat abstrak pada penjelasan konsep dan kurang tersedianya bahar ajar tentang PMRI. Peneliti melakukan pengembangan produk buku pembelajaran matematika realistik Indonesia pada bangun datar. Metode yang digunakan ADDIE adalah analysis, design, develop, implementation, dan evaluation. Validasi diperoleh melalui ahli validasi antara lain materi, media, dan guru matematika. Hasil dari penelitian validasi ahli materi memperoleh perhitungan 93,6% berkategori valid tanpa revisi dan validasi ahli media memperoleh perhitungan 79% berkategori valid dengan revisi. Penilaian juga diperoleh dari guru matematika dengan memberi perhitungan 96,66% valid tanpa revisi. Kesimpulannya adalah produk buku pembelajaran matematika realistik Indonesia pada bangun datar valid dan layak digunakan.
Pelatihan Pembelajaran Matematika yang Efektif melalui Metode Hypnoteaching: - Ayu Faradillah; Windia Hadi; Asih Miatun; Hikmatul Khusna
Jurnal SOLMA Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.237 KB) | DOI: 10.29405/solma.v7i1.662

Abstract

Proses pembelajaran matematika di kelas merupakan salah satu penentu keberhasilan peserta didik. Guru dituntut untuk memberikan inovasi baru dalam proses belajar mengajar, misalnya dalam memilih model, metode atau strategi pembelajaran yang tepat digunakan. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan adalah hypnoteaching. Hypnoteaching berasal dari dua kata hypno dan teaching. Hypnoteaching merupakan metode pembelajaran yang kreatif , unik dan imajinatif. Sebeum pelaksanaan pembelajaran peserta didik sudah dikondidikan untuk belajar. Dengan demikian, peeserta didik mengikuti proses belajar dalam kondidi segar dan siap untuk menerima materi pelajaran. Untuk mempersiapkan hal-hal tersebut, tentu guru itu sendiri dituntut untuk stabil baik secara psikis maupun psikologis. Pelatihan metode hypnoteaching ini bertujuan agar guru lebih mengenal apa itu hypnoteaching sehingga guru dapat menerapkannya dalam pembelajaran matematika di kelas. Dari hasil pelaksanaan secara umum pelatihan pembelajaran matematika yang efektif melalui metode Hypnoteaching empat tahap: 1) Matematika itu mudah, 2) Matematika dengan Benda Konkrit Sederhana, 3) Matematika Itu Menyenangkan, 4) Operasi Hitung Matematika, 5) Menjadi Guru Inspiratif Berbasis Hipnosis.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Ditinjau Berdasarkan Self-Confidence dan Gender Ummi Athifah; Hikmatul Khusna
PRISMA Vol 11, No 1 (2022): PRISMA Volume 11, No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v11i1.2253

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis serta mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa berdasarkan self-confidence dan gender yang dimilikinya. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu  teknik tes dan teknik non tes berupa angket self-confidence, tes kemampuan berpikir kritis matematis, dan wawancara mendalam pada subjek penelitian. Dua instrumen yang sebelumnya telah divalidasi oleh dua ahli, yaitu dosen dan guru matematika. Subjek penelitian berasal dari satu kelas X SMAN Jakarta berdasarkan hasil pengolahan data angket dengan Rasch Model berbantu Software WinSteps, terpilih 2 orang subjek yaitu seorang dari siswa perempuan dan seorang lagi siswa laki-laki yang masing-masingnya memiliki kategori self-confidence yang sama. Selanjutnya subjek diberi tes berupa soal uraian tertulis, Kemudian jawaban tersebut dianalisis dan dilakukan wawancara. Dari Hasil penelitian ini didapatkan bahwa adalah (1) Self-confidence  pada siswa perempuan cenderung lebih tinggi dibanding siswa laki-laki, hal ini terlihat dari hasil angket oleh WinSteps  dimana tiga urutan teratas diduduki oleh siswa perempuan. (2) Dalam hasil tes kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa perempuan dan siswa laki-laki tidak terdapat jauh perbedaaan dalam memenuhi setiap indikatornya. (3)  kemampuan berpikir kritis matematis yang dimiliki siswa perempuan dengan self-confidence sedang lebih baik ketimbang kemampuan kritis siswa laki-laki dengan self-confidence sedang.
Analisis Kemampuan Komunikasi Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Matematika ditinjau dari Kemampuan Matematika Secara Online Fresha Anjani; Disya Futhi Rahma Dini; Ayu Nafidatul Ummah; Muhamad Arjun; Ayu Faradillah; Hikmatul Khusna
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura 2021: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/snpmunpatti.2021.pp53-62

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan kemampuan matematika Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui tes uraian, observasi dan wawancara. Total subjek pada penelitian sebanyak tiga siswa yang terdiri dari satu siswa dengan kemampuan matematika tinggi, satu siswa dengan kemampuan matematika sedang, dan satu siswa dengan kemampuan matematika rendah yang dipilih berdasarkan hasil Penilaian Akhir Tahun (PAT) semester genap pada kelas VIII tahun ajaran 2020/2021. Pada penelitian ini terdapat empat indikator, yaitu written text & drawing, mathematical concept relations, completion steps, dan draw a conclusion. Selanjutnya, hasil penelitian ini diperoleh bahwa subjek yang memiliki kemampuan matematika tinggi mampu menyelesaikan soal pada indikator 3 dan 4 namun terdapat kekeliruan pada indikator 1 dan 2. Subjek yang memiliki kemampuan matematika sedang mampu menyelesaikan soal pada indikator 2 dan 3 namun terdapat kekeliruan pada indikator 1 dan 4. Sedangkan subjek yang memiliki kemampuan matematika rendah mampu menyelesaikan soal pada indikator 2 dan 3 akan tetapi keliru pada indikator 1 dan 4.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Sekolah Kejuruan Berdasarkan Kemampuan Matematika Tiara Ameylia; Rohmah Nurjanah; Ayu Faradillah; Hikmatul Khusna
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura 2021: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/snpmunpatti.2021.pp184-194

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa pada sekolah kejuruan dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan kemampuan matematis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pemberian instrumen berupa tes uraian, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Total subjek pada penelitian sebanyak tiga siswa terdiri dari satu siswa dengan kemampuan matematika tinggi, satu siswa dengan kemampuan matematika sedang, dan satu siswa dengan kemampuan matematika rendah yang dipilih berdasarkan hasil Penilaian Tengah Semester (PTS) semester genap pada kelas XI jenjang sekolah menengah kejuruan. Pada penelitian ini terdapat empat indikator, yaitu written text & drawing, mathematical concept relations, completion steps, dan draw a conclusion. Selanjutnya, hasil penelitian ini diperoleh bahwa subjek yang memiliki kemampuan matematika tinggi mampu menyelesaikan soal pada semua indikator, subjek yang memiliki kemampuan matematika sedang mampu menyelesaikan soal pada dua indikator namun terdapat kekeliruan dalam menyelesaikan soal pada indikator completion steps dan draw a conclusion. Sedangkan subjek yang memiliki kemampuan matematika rendah masih terdapat banyak kekeliruan dalam menyelesaikan soal matematika pada semua indikator.
ANALISIS SOCIOMATHEMATICAL NORM PESERTA DIDIK TINGKAT SMP BERDASARKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Fika Rahmah; Hikmatul Khusna
Euclid Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/e.v10i2.8514

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengungkap sociomathematical norm peserta didik SMP berdasarkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Sociomathematical norm yaitu peserta didik dapat memahami dan membangun pengetahuan serta dapat menyesuaikan diri ketika interaksi sosial. Sociomathematical norm itu erat kaitannya dengan kepercayaan diri atau keyakinan peserta didik terhadap aktivitasnya disaat pembelajaran matematika berlangsung. Oleh karena itu sociomathematical norm perlu diungkap. Dalam pembelajaran matematika tentu adanya permasalahan matematis yang harus diselesaikan, seperti soal-soal yang diberikan. Kemampuan pemecahan masalah matematis itu adalah kemampuan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan menggunakan strategi yang didapatkan. Ketelitian dan keuletan peserta didik pun menjadi pemicu utamanya. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pemilihan subjek penelitian didasarkan pada kemampuan pemecahan masalah matematis pada tingkat tinggi, sedang dan rendah. Selanjutnya instrumen yang digunakan untuk mengungkap sociomathematical norm yaitu menggunakan angket sociomathematical norm. Analisis data sociomathematical norm menggunakan teknik triangulasi metode yaitu, angket, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah tinggi memiliki sociomathematical norm tinggi, peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah sedang memiliki sociomathematical norm sedang. Peserta didik yang memiliki tingkat tinggi dan sedang mencakup semua indikator sociomathematical norm. Sedangkan peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah rendah memiliki sociomathematical norm rendah yang mencakup satu indikator.Kata Kunci: Sociomathematical Norm, Kemampuan, Pemecahan Masalah Matematis, Sekolah Menengah Pertama 
ANALISIS ASPEK NORMA SOSIOMATEMATIK BERDASARKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS Adjeng Nabila Saskiya; Hikmatul Khusna
FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol 9, No 1 (2023): FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/fbc.9.1.13-26

Abstract

Norma sosiomatematik merupakan suatu norma yang menyatakan kecerdasan sosial yang dimiliki oleh setiap peserta didik dan sangat mudah untuk dikembangkan. Hal ini karena norma sosiomatematika berkaitan dengan kegiatan interaksi dan negosiasi antar setiap individu yang satu dengan yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyadari bagaimana analisis aspek norma sosiomatematik berdasarkan kemampuan berpikir kreatif matematis yang dimiliki oleh peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tiga subjek penelitian diambil dari 30 peserta didik yang telah mengerjakan tes kemampuan berpikir kreatif matematis. Selanjutnya, subjek diambil berdasarkan kategori tinggi, sedang dan rendah. Hasil dari penelitian ini dapat dilihat bahwasannya peserta didik yang memperoleh kategori tinggi saat pelaksanaan tes maka hasil angketnya tinggi pula yaitu dengan 80 skor, peserta didik dengan kategori sedang saat pelaksanaan tes maka hasil angketnya sedang pula yaitu dengan 72 skor, dan peserta didik yang termasuk kategori rendah hasil angketnya juga rendah dengan 70 skor. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwasannya  setiap individu yang memiliki kemampuan berpikir kreatif matematis tinggi juga memiliki aspek norma sosiomatematik yang tinggi dikarenakan peserta didik dapat memenuhi semua indikator norma sosiomatematik, kemudian setiap individu yang memiliki kemampuan berpikir kreatif matematis  sedang pun memiliki aspek norma sosiomatematik yang sedang dikarenakan peserta didik hanya menangkup 3 indikator dari 5 indikator yang ada  dan peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kreatif matematis rendah juga memiliki aspek norma sosiomatematik yang rendah pula dikarenakan hanyamemenuhi 2 indikator dari 5 indikator yang ada
Analisis kecemasan matematika ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah pada pembelajaran luring pasca pandemi Salaamah Nur Mujahidah; Hikmatul Khusna
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol. 6 No. 4 (2023): Juli
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v6i4.17977

Abstract

Math anxiety shows a diverse influence on mathematical problem-solving ability, based on the level of anxiety possessed. The purpose of this study is to analyze mathematical anxiety in terms of problem-solving ability in post-pandemic offline learning. This research can be classified on descriptive qualitative. The subjects of the study consisted of three students from the high, medium, and low problem-solving ability categories. Then the three subjects were given a mathematical anxiety questionnaire to analyze their anxiety levels. After that, observations and interviews related to indicators of mathematical anxiety were conducted. The results of this study described the students with high problem-solving skills had low math anxiety because not all indicators of math anxiety were met. Students with moderate problem-solving skills have high math anxiety, this is shown by the three indicators of math anxiety that are met. Students with low problem-solving skills had moderate math anxiety because students met only two of the three indicators.
Analysis of Sociomathematical Norms Aspect Based on Mathematical Reflective Thinking Ability Diah Sofiana Eka Putri Siregar; Hikmatul Khusna
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 11, No 3: July 2023
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v11i3.8053

Abstract

In Learning mathematics, sociomathematical norms are needed. Sociomathematical norms are rules set during mathematics learning regarding truth, cooperation, freedom of opinion, and responsibility. This study aims to determine aspects of sociomathematical norms based on the mathematical reflective thinking ability of class VIII students at SMPN 12 Bekasi. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The instruments used in this study used questions, questionnaires, interviews, and observations. The selected respondents were 3 respondents with high, medium, and low category mathematical reflective thinking abilities. The data validity technique in this study uses triangulation of methods, namely questionnaires, interviews, and observations. The conclusion of this study found that respondent R1 with high mathematical reflective thinking ability has a high sociomathematical norms aspect, R2 with medium mathematical reflective thinking ability has a medium sociomathematical norms aspect, R3 with low mathematical reflective thinking ability has a low sociomathematical norms aspect. Researchers suggest that further research can be conducted at different levels of education so that it can discuss more broadly the aspects of sociomathematical norms that students have.