Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Pembelajaran Matematika Realistik dengan Pendekatan ESD Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMA Cahyani, Regita; Khusna, Hikmatul
Numerical: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika VOL. 9 NO. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ma'arif Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/numerical.v9i1.6228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dengan pendekatan Education for Sustainable Development (ESD) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi Statistika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan posttest only with non-equivalent group design, melibatkan dua kelas X dari salah satu SMA Negeri di Jakarta. Kedua kelompok sama-sama memperoleh pembelajaran melalui model Problem-Based Learning (PBL), namun pada kelas eksperimen diberikan perlakuan tambahan berupa PMR berbasis ESD. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman konsep yang telah melalui proses validasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 83,03 secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh nilai rata-rata 74,24. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan menerapkan uji-t independen guna mengidentifikasi perbedaan rata-rata nilai posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sebelum pelaksanaan uji-t, dilakukan terlebih dahulu pengujian asumsi melalui uji normalitas dan uji homogenitas untuk memastikan bahwa data telah memenuhi syarat penggunaan analisis statistik parametrik. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pendekatan ESD dalam pembelajaran matematika memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep siswa. Selain meningkatkan kemampuan kognitif, pembelajaran berbasis ESD juga mendukung pembentukan kesadaran siswa terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, PMR dengan pendekatan ESD dapat dipertimbangkan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif, kontekstual dan relevan untuk diterapkan dalam pengajaran matematika di jenjang sekolah.
Kemampuan Pemodelan Matematis dalam Menyelesaikan Soal Matematika Kontekstual Khusna, Hikmatul; Ulfah, Syafika
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.649

Abstract

Kemampuan guru menghadirkan soal-soal yang memiliki konteks kehidupan sehari-hari sangat dibutuhkan dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan pemodelan matematis siswa dalam menyelesaikan soal matematika kontekstual. Penelitan ini dirasa penting untuk dikaji karena tuntutan pembelajaran yang mengharuskan siswa tidak hanya pandai berhitung tetapi dapat mengaplikasikan matematika dalam kehidupan, sehingga kemampuan pemodelan matematika sebagai jembatan antara masalah matematika dan masalah nyata dirasa penting untuk dimiliki oleh siswa. Subjek penelitian diberikan instrumen berupa soal matematika kontekstual, kemudian peneliti menganalisis hasil kerja subjek serta melakukan wawancara subjek terkait hasil pengerjaan instrumen tersebut. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kemampuan pemodelan matematis siswa beragam, tidak bergantung pada kemampuan matematika siswa tinggi, sedang, rendah; masih ada siswa yang tidak membuat pemodelan matematis karena tidak memahami soal yang diberikan; pemodelan gambar yang dibuat oleh siswa beragam namun sebagian besar masih kurang tepat dalam membuat pemodelan gambar sesuai dengan permasalahan yang diberikan; kemampuan siswa dalam membuat pemodelan matematis sebagian besar masih kurang. The teacher's ability to present questions that have the context of everyday life is needed in the classroom. This study aims to describe and analyze students' mathematical modeling abilities in solving contextual math problems. This research is considered important to study because the demands of learning require students not only to be good at arithmetic but also to be able to apply mathematics in life, the ability of mathematical modeling as a bridge between mathematical problems and real problems is considered important for students to have. The research subject was given an instrument in the form of a contextual math problem, then the researcher analyzed the subject's work and conducted subject interviews related to the results of working on the instrument. The results is mathematical modeling abilities of students varied, it did not depend on high, medium, low students' mathematical abilities; There are still students who do not make mathematical modeling because they dont understand the questions given; the forms of image modeling made by students are still diverse but most of them are still inaccurate in making image modeling according to the problems give and making mathematical modeling is still lacking.
ANALISIS SOCIOMATHEMATICAL NORM PESERTA DIDIK TINGKAT SMP BERDASARKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Rahmah, Fika; Khusna, Hikmatul
Euclid Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/e.v10i2.8514

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengungkap sociomathematical norm peserta didik SMP berdasarkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Sociomathematical norm yaitu peserta didik dapat memahami dan membangun pengetahuan serta dapat menyesuaikan diri ketika interaksi sosial. Sociomathematical norm itu erat kaitannya dengan kepercayaan diri atau keyakinan peserta didik terhadap aktivitasnya disaat pembelajaran matematika berlangsung. Oleh karena itu sociomathematical norm perlu diungkap. Dalam pembelajaran matematika tentu adanya permasalahan matematis yang harus diselesaikan, seperti soal-soal yang diberikan. Kemampuan pemecahan masalah matematis itu adalah kemampuan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan menggunakan strategi yang didapatkan. Ketelitian dan keuletan peserta didik pun menjadi pemicu utamanya. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pemilihan subjek penelitian didasarkan pada kemampuan pemecahan masalah matematis pada tingkat tinggi, sedang dan rendah. Selanjutnya instrumen yang digunakan untuk mengungkap sociomathematical norm yaitu menggunakan angket sociomathematical norm. Analisis data sociomathematical norm menggunakan teknik triangulasi metode yaitu, angket, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah tinggi memiliki sociomathematical norm tinggi, peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah sedang memiliki sociomathematical norm sedang. Peserta didik yang memiliki tingkat tinggi dan sedang mencakup semua indikator sociomathematical norm. Sedangkan peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah rendah memiliki sociomathematical norm rendah yang mencakup satu indikator.Kata Kunci: Sociomathematical Norm, Kemampuan, Pemecahan Masalah Matematis, Sekolah Menengah Pertama 
Pemberdayaan Potensi Ibu Rumah Tangga dalam Manajemen Sampah Dapur Astuti, Yuni; Faruq, Hilman; Khusna, Hikmatul; Anugrah, Devi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.13618

Abstract

Sampah yang dihasilkan di pulau Pari jauh lebih tinggi saat musim liburan. Sampah organik dari sisa sayur dan makanan laut menimbulkan aroma tidak sedap. Sampah anorganik dari plastik dan sterofoam terlihat di pinggir pantai. Sampah tersebut harus bisa dikurangi dari bagian hulu yaitu rumah warga. Pulau Pari yang dikelilingi oleh laut mengharuskan warganya untuk mengelola sampah dengan bijak agar tidak berakhir di laut. Dengan demikian, warga memerlukan sistem manajemen pengelolaan sampah dapur sebagai solusi yang tepat untuk menanggulangi sampah dari bagian hulu. Dapur warga dijadikan sebagai tempat mengolah makanan katering oleh ibu rumah tangga sebagai pelaku usaha tersebut. Para ibu yang tentunya memiliki waktu luang di rumah perlu diberdayakan potensinya untuk melakukan manajemen sampah dari dapur rumahnya. Kegiatan pelatihan manajemen sampah dapur meliputi identifikasi sampah di rumah dan pemilihan penanganan sampah. Pengabdian ini difokuskan pada pembentukan pola pikir warga tentang pentingnya peran ibu rumah tangga dalam pengurangan dan penanganan sampah di daerah hulu yakni tidak lain di dapur rumahnya sendiri. Para ibu sangat antusias dengan kegiatan pemilahan serta pengolahan kulit udang menjadi bumbu masakan dan cangkang telur menjadi pupuk tanaman.
ANALISIS SELF-REGULATED LEARNING MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA BERDASARKAN TINGKAT AKADEMIK Hikmatul Khusna; Leni Marlena; Esti Ambar Nugraheni; Muntazhimah Muntazhimah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.17028

Abstract

Pembelajaran yang dilakukan di perguruan tinggi menuntut mahasiswa memiliki kemampuan mengatur serta mengendalikan proses belajar secara mandiri. Telah banyak studi terkait self-regulated learning mendapatkan perhatian yang signifikan karena potensinya dalam mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa, namun belum banyak penelitian yang memfokuskan self-regulated learning pada tingkat akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan self-regulated learning mahasiswa pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA berdasarkan tingkat akademik. Sampel penelitian terdiri dari 71 mahasiswa yang terdiri dari berbagai tingkatan akademik. Self-regulated learning diukur menggunakan kuesioner dengan indikator personal function, behaviour function, dan environment function. Temuan penelitian yang didapat yaitu tidak terdapat perbedaan self-regulated learning mahasiswa pendidikan matematika berdasarkan tingkatan akademik. Berdasarkan hasil temuan ini menunjukan bahwa tingkat akademik tidak memberikan pengaruh terhadap self-regulated learning pada mahasiswa pendidikan matematika. Kata kunci: Self-regulated learning, Tingkat Akademik, Mahasiswa Pendidikan matematika Abstract: Learning conducted in higher education requires students to have the ability to organize and control the learning process independently. The concept that refers to a person's ability to organize, supervise, and control learning strategies for effective learning is called self-regulated learning. Many studies related to self-regulated learning have received significant attention because of its potential to affect student academic achievement, but not many studies have focused on self-regulated learning at the academic level. This study aims to determine the differences in self-regulated learning of mathematics education students at Prof DR HAMKA Muhammadiyah University based on academic level. The research sample consisted of 71 students from various academic levels. Self-regulated learning was measured using a questionnaire with indicators of personal function, behavior function, and environment function. The research findings obtained are that there are no differences in self-regulated learning of mathematics education students based on academic level.  Based on these findings, it shows that academic level does not influence self-regulated learning in mathematics education students. Keywords: Self-regulated learning, Academic Level, Mathematics Education Students
Investigating PBL’s Effect on Critical Thinking by Cognitive Style: A Quasi-Experimental Study Ismi Indriani Bahtiar; Hikmatul Khusna
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 10 No 2 (2025): October
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v10i2.7065

Abstract

Critical thinking skills enable individuals to analyze various perspectives before reaching a conclusion, resulting in more appropriate and successful actions. FI and FD cognitive styles influence how students process information, with FI students tending to be more analytical and independent, while FD students are more dependent on context and external assistance in understanding the material. This research aims to: 1) To investigate the outcome of the impact of PBL method for evaluating students critical thinking abilities, 2) to investigate the variation among FI and FD cognitive styles of students in relation to their critical thinking abilities in the PBL model- applied class. This research employed a quantitative method based on a quasi- experimental configuration with a non-equivalent control group design involving 71 high school students. Data analysis techniques used t-tests and effect size calculations. The conclusion of this research suggest that: 1) The PBL model did not significantly improve students' critical thinking abilities, with the obtained effect size classified as moderate, 2) After learning with the PBL method, compared to students with FD cognitive styles, those with FI cognitive styles had noticeably superior critical thinking skills., where the average score for FI students was higher than that for FD students.
Integrasi Computational Thinking dalam Pembelajaran Matematika SMP – SMA: Systematic Literature Review HIKMATUL Khusna; Poni Saltifa
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 8, Nomor
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v8i1.66093

Abstract

Computational thinking (CT) merupakan salah satu kemampuan penting abad ke-21 karena dianggap relevan dalam pembelajaran matematika, terutama pada jenjang SMP dan SMA. Integrasi CT pada pembelajaran matematika diyakini mampu memperkuat higher order thinking skill (HOTS), pemecahan masalah, literasi matematis, dan  capaian hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bentuk integrasi CT dalam pembelajaran matematika di jenjang SMP dan SMA, menganalisis fokus dimensi CT yang dikembangkan, dan mensintesis dampak terhadap berbagai hasil pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) terhadap artikel empiris yang terindeks dalam basis data Scopus dan dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025. Proses seleksi literatur mengikuti pedoman PRISMA dengan kriteria inklusi yang menekankan CT sebagai fokus utama, konteks pembelajaran matematika, dan jenjang SMP atau SMA. Terdapat 15 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis secara tematik terhadap identifikasi pendekatan integrasi, dimensi computational thinking, teknik penilaian, serta hasil pembelajaran yang dilaporkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi CT dalam pembelajaran matematika SMP–SMA dilakukan melalui beragam pendekatan, meliputi pembelajaran berbasis perangkat digital, robotik, pembelajaran tanpa perangkat digital, dan pendekatan campuran. Dimensi CT yang paling dominan dikembangkan adalah dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola, dan berpikir algoritmik, dengan debugging muncul terutama pada konteks pemrograman dan media interaktif. Secara umum, integrasi CT menunjukkan dampak positif yang relatif konsisten terhadap HOTS dan pemecahan masalah, sementara pengaruh terhadap capaian hasil pembelajaran bersifat lebih variatif dan dipengaruhi oleh konteks implementasi, topik matematika, durasi  penelitian, serta kualitas instrumen penilaian. Kajian ini menyimpulkan bahwa CT berperan penting sebagai kerangka berpikir dalam pembelajaran matematika di jenjang SMP dan SMA. Temuan ini menegaskan perlunya perancangan aktivitas pembelajaran yang terstruktur, kontekstual, dan reflektif, serta standarisasi operasional dan pengukuran CT guna mendukung implementasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.