Claim Missing Document
Check
Articles

REVIEW: PRODUKTIVITAS AIR DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PERTANIAN DI INDONESIA Farida, Farida; Dasrizal, Dasrizal; Febriani, Trina
Jurnal Spasial Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.875 KB) | DOI: 10.22202/js.v5i3.3161

Abstract

Sumber daya air memiliki peran yang besar bagi sektor pertanian. Air sebagai renewable resources digunakan untuk memenuhi produksi pertanian. Peningkatan produktivitas air pertanian memiliki peran yang penting dalam menghadapi kelangkaan dan kopetisi penggunaan sumber daya air, pencegahan terhadap kerusakan lingkungan dan ketahanan pangan. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana kuantitas dan produktivitas sumber daya air pertanian di Indonesia secara umum. Berdasarkan data luas pertanian Indonesia tahun 2009-2013, luas sawah irigasi di Indonesia mencapai 4,81 juta Ha setara dengan laju peningkatan 9%. Apabila sawah irigasi ini dibandingkan dengan luas baku irigasi sebesar 12.335.832 Ha, maka persentase sawah irigasi hanya sekitar 38%, kondisi ini menggambarkan bahwa pemanfaatan air irigasi masih relatif rendah. Dilihat dari hasil data ketersedian air yang ada di 7 pulau-pulau besar yang ada di Indonesia Pulau Jawa mengalami permasalahan paling tinggi  dimana terlihat dari tingginya tingkat kebutuhan air tidak sebanding dengan ketersediaan air yang ada, sehingga akan berdampak kepada ketahanan pangan dan juga kondisi kesejahteraan masyarakat khususnya petani, dengan hal tersebut ada strategi dalam  dalam upaya peningkatan  penyediaan air dan produktivitas air yaitu dengan cara konservasi ekosistem hidrologis daerah aliran sungai (DAS), peningkatan efisiensi pemanfaatan air pertanian, redistribusi aset infrastruktur irigasi dengan mekanisme pendanaan dan insentif yang sesuai serta adanya harmonisasi antar sektor dan wilayahsetempat dalam pengelolaan sumber daya air pertanian.Water resources have a large role for the agricultural sector. Water as renewable resources is used to fulfill agricultural production. Increasing productivity of agricultural water has an important role in dealing with scarcity and competition in the use of water resources, prevention of environmental damage and food security. This paper aims to have a general view of quantity of agricultural water resources in Indonesia. Based on data on Indonesia's agricultural area in the year 2009-2013, irrigated paddy fields in Indonesia reached 4.81 million Ha, equivalent to the rate of 9% increase. If this irrigated rice field is compared to the irrigated raw area of 12,335,832 Ha, then the percentage of irrigated paddy fields is only around 38%, this condition illustrates that the utilization of irrigation water is still relatively low. Judging from the results of water availability data in 7 major islands in Indonesia that Java Island experiences the highest problems, which can be seen from the high level of water demand that is not proportional to the availability of water, so that it will affect food security and the condition of community welfare especially farmers, with this in mind there is an inner strategy in an effort to increase water supply and water productivity, namely by conserving watershed hydrological ecosystems , increasing efficiency of agricultural water utilization, redistributing irrigation infrastructure assets with appropriate funding mechanisms and incentives and harmonizing between sectors and regions in the management of agricultural water resources.
ANALISIS SPASIAL POLA PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN (STUDI KASUS NAGARI CUBADAK) Rezki, S.Pd., M.Si, Afrital; Juita, Erna; Dasrizal, Dasrizal; Putra Ulni, Arie Zella
Jurnal Spasial Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.029 KB) | DOI: 10.22202/js.v4i2.3089

Abstract

Perkembangan penggunaan tanah secara spasial di Nagari Cubadak dibatasi oleh faktor fisik yang didominasi oleh kemiringan landai dan agak sedikit curam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk  mengetahui dan menganalisis Penggunaan tanah dan Pola perubahan penggunaan tanah untuk pertanian secara spasial di Nagari Cubadak. Penelitian ini menggunakan metode yang dilakukan adalah metode interpretasi citra penginderaan jauh, metode survey, dan analisis deskriptif berbasis keruangan. Interpretasi citra penginderaan jauh dilakukan untuk mengetahui informasi jenis penggunaan lahan khususnya pertanian aktual dan tahun-tahun terdahulu berdasarkan nilai digital yang terekam pada data penginderaan jauh. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, Penggunaan tanah di Nagari Cubadak bisa diklasifikasikan delapan (8) jenis penggunaan lahan yakni; Bangunan Umum, Fasilitas Olahraga, Kolam, Makam, Perumahan, Sawah, Tanah Kosong, Tegalan dan Tempat Ibadah. Kemudian, pengurangan penggunaan tanah 1990–2000 yang paling banyak terdiri dari penggunaan tanah tegalan dengan 91 kavling, paling banyak berubah menjadi perumahan sebanyak 75 kavling, kemudian pengurangan sawah dengan 25 kavling, paling banyak berubah menjadi tegalan dengan 35 kavling dan kolam 20 kavling dengan pengurangan 52 kavling.The development of spatial land use in Nagari Cubadak limited by physical factors which are dominated by sloping slopes and slightly steep. This research was conducted with the aim to find out and analyze land use and the pattern of changes in land use for agriculture spatially in Nagari Cubadak. This study uses the method used is the method of interpretation of remote sensing images, survey methods, and spatial-based descriptive analysis. Interpretation of remote sensing imagery is done to find out information on the type of land use, especially actual and previous years based on digital values recorded on remote sensing data. From this study it can be concluded that, Land use in Nagari Cubadak can be classified as eight (8) types of land use namely; Public Buildings, Sports Facilities, Swimming, Graves, Housing, Paddy Fields, Empty Land, fields and places of worship. Then, the reduction in land use from 1990 to 2000 which mostly consisted of the use of upland land with 91 plots, at most turned into housing lots of 75 plots, then reduced fields with 25 plots, most changed to moor with 35 plots and pools of 20 plots with subtraction 52 lots.
ANALISIS SPASIAL TINGKAT BAHAYA LONGSOR KOTA PADANG PANJANG SUMATERA BARAT Juita, S.Pd. M.Si, Erna; dasrizal, dasrizal; Zuriyani, Elvi
Jurnal Spasial Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.688 KB) | DOI: 10.22202/js.v5i3.3096

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey, Metode yang digunakan dalam tahap analisis tabuler adalah metode scoring berdasarkan hasil penelitian lapangan yang telah dilakukan. Setiap parameter penentu tingkat bahaya longsor diberi skor tertentu. Setiap unit analisis skor tersebut dijumlahkan dan hasil penjumlahan skor selanjutnya diklasifikasikan untuk menentukan tingkat bahaya longsor. wilayah Kota Padang Panjang terbagi atas 3 potensi rawan longsor yaitu: (1) Tingkat sedang, (2) Tingkat rendah dan (2) Tidak rawan. Bahaya Longsor tingkat sedang terdapat di sebagian Kelurahan Bukit Surungan, Pasar Usang, Koto Katik, Koto Panjang, Ganting, dan Sigando, dan Silaing Bawah. Pada Zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Untuk bahaya longsor tingkat rendah yaitu terdapat di hampir sebagian besar wilayah Kota Padang panjang, bisa dikatakan hampir 2/3 bagian Kota Padang Panjang digolongkan pada kawasan dengan tingkat bahaya longsor rendah. Dan untuk kawasan yang tidak rawan longsor terdapat di sebagian Kelurahan Ganting, Silaing Bawah, Silaing Atas, Kampung Manggis, dan Bukit Surungan. This research is a descriptive research with survey method, the method used in the tabular analysis stage is the scoring method based on the results of field research that has been done. Each parameter determining the level of landslide hazard is given a certain score. Each unit of score analysis is summed and the sum of the results of the next score are classified to determine the level of landslide hazard. The area of Padang Panjang City is divided into 3 potential landslide hazards, namely: (1) Medium level, (2) Low level and (2) Not vulnerable. Medium level landslide hazards are found in parts of Bukit Surungan, Pasar Usang, Koto Katik, Koto Panjang, Ganting, and Sigando, and Silaing Bawah. In this zone landslides can occur if the rainfall is above normal, especially in areas bordering river valleys, swamps, road cliffs or if the slopes experience interference. For low level landslide hazards, which are found in most parts of the city of Padang Panjang, it can be said that almost 2/3 of the city of Padang Panjang is classified as an area with a low level of landslide. And for areas that are not prone to landslides, there are some in Ganting, Silaing Bawah, Silaing Atas, Manggis, and Bukit Surungan.
MANAJEMEN DATA SPASIAL: PENGGUNAAN TANAH WILAYAH PEDESAAN DI SUMATERA BARAT Rezki, S.Pd., M.Si, Afrital; Juita, Erna; Dasrizal, Dasrizal; Putra Ulni, Arie Zella
Jurnal Spasial Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.306 KB) | DOI: 10.22202/js.v5i2.3090

Abstract

Perkembangan penggunaan tanah bergerak horisontal secara spasial ke arah wilayah yang mudah diusahakan. Penggunaan tanah juga bergerak secara vertikal dalam rangka menaikkan mutunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan lahan, bagaimana manajemen penggunaan lahan di satu wilayah berdasarkan batas Nagari. Metode yang digunakan adalah analsisis spasial dengan interpretasi citra penginderaan jauh, survey lapangan, dan analisis deskriptif. Pertumbuhan pemukiman Nagari Sungai Sariak Kecamatan VII Koto Kabupaten Padang Pariaman mengakibatkan pemanfaatan ruang menjadi tumpang tindih. Diperlukan cara-cara pengelolaan dan managemen penggunaan tanah dalam rangka pembangunan berkelanjutan yang menaikkan taraf hidup masyarakat dan tidak menimbulkan kerugian lingkungan.Terdapat 9 jenis penggunaan lahan yang ada di Nagari Sungai Sariak. Penggunaan lahan tersebut adalah Primary Forest, Secondary Forest, Paddy Field, Settlement, Mixed Plantations, Crop Fields, Water Bodies, Bushes, dan Plantations. Penggunaan lahan yang paling luas di Nagari Sungai Sariak adalah jenis penggunaan lahan Primary Forest, sebesar 48% dari total luas wilayah Nagari Sungai Sariak. Pada tahun 2011 sampai tahun 2016, penggunaan lahan paling luas terjadi pada penggunaan lahan jenis Primary Forest yang kemudian menjadi Mixed Plantations. Land use Changes moved horizontally spatially towards areas that are easily cultivated. The land use also moves vertically in order to increase its quality. This study aims to analyze land use patterns, how land use management in one area is based on Nagari boundaries. The method used is spatial analysis with interpretation of remote sensing images, field surveys, and descriptive analysis. The growth of Nagari Sungai Sariak in Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman resulted in overlapping use of space. Management methods are needed and management of land use in the framework of sustainable development that raises the standard of living of the community and does not cause environmental losses. There are 9 types of land use in the Nagari Sungai Sariak. The land uses are Primary Forest, Secondary Forest, Paddy Field, Settlement, Mixed Plantations, Crop Fields, Water Bodies, Bushes, and Plantations. The most extensive land use in Nagari Sungai Sariak is the type of Primary Forest land use, amounting to 48% of the total area of the Nagari Sungai Sariak. From 2011 to 2016, the most extensive land use occurred in Primary Forest land uses which later became Mixed Plantations.
Distribusi dan Pola Spasial Usaha Coffee Shop di Kecamatan Bangko Provinsi Jambi Putri, Puput Sapti; Dasrizal, Dasrizal; Ulni, Arie Zella Putra
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol 9, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v9i3.38068

Abstract

Coffee Shop di Kecamatan Bangko Provinsi Jambi beberapa tahun kebelakangan mulai marak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah dan menganalisis distribusi dan pola spasial usaha Coffee Shop. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian  ialah semua Coffee Shop yang berada di Kecamatan Bangko Provinsi Jambi. Sampel penelitian ini adalah semua Coffee Shop yang berada di Kecamatan Bangko Provinsi Jambi diambil dengan teknik total sampling. Teknik analisa data menggunakan analisis spasial dan analisis tetangga terdekat. Hasil akhir penelitian ini yang di temukan bahwa : 1) Distribusi Spasial Usaha Coffee Shop di Kecamatan Bangko Provinsi Jambi terdapat 18 Coffee Shop yang tersebar di Kecamatan Bangko Provinsi Jambi yaitu : Nineteen Coffee, Kuaci Coffee, Scoot Cafe, Zarra Coffee, D’kala Coffee, Kedai Kopi Oi, Breakthrue Coffee, Kopmil Bang Be, Mano Kitchen Seven, Stay With Me Cafe, Sweet Inside, Buah Pikiran Coffee and Talk, Please Stay With Me Cafe, Dancow, Sokongopi, Mlangun Coffee, Reborn dan Pondok Kopi Aren. 2) Pola Persebaran Usaha Coffee Shop di Kecamatan Bangko Provisi Jambi berdasarkan analisis tetangga terdekat cenderung tersebar mengelompok (cluster). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi pada penelitian selanjutnya serta dapat menjadi literature kajian untuk mengambil kebijakan terkait mengenai lokasi-lokasi starategis yang dapat meningkatkan pelayanan guna menarik konsumen atau pengunjung yang lebih besar dan penyediaan fasilitas lebih diperhatikan kembali dalam usaha.
Feasibility Analysis of Ecotourism in Nagari Sungai Pinang, Koto XI Tarusan sub-district, Pesisir Selatan Regency Fransiska, Nia; Dasrizal, Dasrizal; Despica, Rika
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v11i1.17104

Abstract

This study aims to determine the physical condition of ecotourism and analyze the feasibility of tourist objects in Nagari Sungai Pinang as seen from the attractiveness criteria, accessibility, accommodation, and infrastructure. This type of research is descriptive. The research population is all tourist objects in Nagari Sungai Pinang, amounting to 12. The research sample was taken by purposive sampling from 4 beach tourism objects and one island tourism object that had been developed. Data collection used a questionnaire, data analysis was descriptive analysis with an evaluative approach, and the feasibility test was carried out through scoring calculations by the ODTWA guidelines. The results of the study found that: 1) The physical condition of the area of all tourist objects has a geographic location with proximity between objects one tourist object and another tourist object so that it has advantages in terms of accessibility, the state of the field with flat and mountainous relief becomes a high attraction, the condition of the soil and natural phenomena such as cliffs add to the aesthetics of the tourist attraction and moderate weather/climate conditions can support tourist activities. 2) comparing the feasibility index values of tour managers and visitors shows three feasible tourist objects to develop, namely Majunto Beach, Eco Beach, and Dhina Cheker Beach. In contrast, the tourist attractions of Marapalam Beach and Pamutusan Island are not yet feasible to develop.
Spatial Analysis of the Impact of Population Density on Health Facilities in Nanggalo District Padang City Irfan, Irfan; Dasrizal, Dasrizal; Zuriyani, Elvi
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v11i2.20178

Abstract

The type of research used in this research is quantitative descriptive. The population in this study is the distribution of health facilities in Nanggalo District. Sampling in this study used total sampling with a sample of all health facility objects in Nanggalo District. The results of this research can be concluded that 1) The total distribution of health facilities in Nanggalo District is 17 units consisting of 11 pharmacies, 4 clinics and 2 health centers. Coordinates are taken directly in the field to find the exact location using the Global Position System (GPS) application. 2) The population density level of Nanggalo sub-district is 7438 people/km² with an area of 8.07 km². Tabiang Banda Gadang Village has a density of 7007 people/Km², Gurun Lawas Village has a density of 4352 People/Km², Kampung Olo Village has a density of 11242 People/Km², Kampung Lapai Village has a density of 15911 People/Km², Surau Gadang Village has a density of 8776 People/Km². km² and Kurao Pagang Village has a density of 4851 people/km². 3) Based on the significance value from the coefficient table, the value obtained is (0.11270679) or only 11% of population density influences or has a strong impact on health facilities in Nanggalo District.
Pengenalan Cara Menghitung Anggaran Biaya Untuk Pembangunan Infrastruktur Di Desa Sempajaya Surbakti, Asri Afriliany; Dasrizal, Dasrizal; Harefa, Mei Brilian; Rizalitaher, Alif Saum; Tarigan, Hosea
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 12 (2024): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i12.740

Abstract

Pemerintahan desa menerima Dana Desa dari pemerintah pusat yang sebagian dananya digunakan untuk pembangunan infrastruktur di desa. Agar pembangunan bisa dilakukan di desa, sebelumnya direncanakan besaran biaya yang dibutuhkan agar dana pembangunan infrastruktur tersebut dapat dikirim oleh pemerintah pusat ke rekening desa. Besaran biaya yang direncanakan disebut rencana anggaran biaya.  Mengingat setiap tahunnya ada pembangunan infrastruktur yang bersumber dari dana desa, maka setiap tahun juga dibuat anggaran biaya yang sebagian besar anggaran biaya infrastruktur desa dirancang oleh pihak ketiga (konsultan). Ada baiknya masyarakat desa bisa membuat rencana anggaran biaya agar mengurangi biaya menyewa jasa konsultan, sehingga biaya yang sebelumnya diperuntukkan menyewa jasa pihak ketiga dapat dialihfungsikan bagi kegiatan desa yang lain. Hasil dari kegiatan ini adalah pemahaman perangkat desa mengenai penghitungan anggaran biaya menjadi meningkat
The Urgency of Maqashid Al-Sharia in Everyday Life Dasrizal, Dasrizal; Rusli Zarkasyi, Ramzy; Arfen Azizah, Isnel; Maulida Hania; Junaidi, Junaidi; Nurliana, Nurliana
Jurnal Elsyakhshi Vol. 2 No. 2 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Solok Nan Indah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69637/jelsy.v2i2.432

Abstract

Maqashid sharia has an important role in the lives of Muslims by emphasizing on five main aspects, namely ad-din (religion), an-nafs (soul), an-nasab (offspring), al-aql (reason), and al-mal (property). This research aims to create benefits and protect basic human interests, so that justice in society can be realized. This research uses a qualitative method with a literature approach. Data collection techniques are carried out through review and analysis of various related literature. The data obtained were analyzed using content analysis techniques with a deductive-inductive approach. The results showed that the implementation of maqashid sharia has significant urgency in realizing the benefits of Muslims in various aspects of life, including social, economic, educational, and interpersonal relationships. The application of this concept plays a role in creating a just, harmonious, peaceful society in accordance with the principles of Islamic sharia.
Analisis Spasial Tempat Penggilingan Padi Di Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman Muhararisa, Adilla; Dasrizal, Dasrizal; Rezki, Afrital
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v1i2.69

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas Analisis Spasial Tempat Penggilingan Padi Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman dilihat dari: 1.Distribusi Spasial Penggilingan Padi 2. Distribusi Spasisl Sawah, Kemiringan Lereng dan Jaringan Jalan di Kecamatan Tigo Nagari 3. Distribusi Spasial sawah dan penggilingan padi serta kaitanya dengan lereng dan Jarak jalan di Kecamatan Tigo Nagari. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ialah semua Lokasi Penggilingan Padi di Kecamatan Tigo Nagari. diambil dengan cara mengambil sampel yaitu total sampel sama dengan populasi yaitu total sampling. Teknik analisa data menggunakan analisis Analisis Spasial,Analisis tetangga terdekat (ANN) dan Buffering. Hasil akhir penelitian ini yang di temukan bahwa : 1).Distribusi jumlah penggilingan padi keseluruhan berjumlah 27, di Nagari Binjai 5, Ladang Panjang 22 dan Malampah 0. Serta pola persebaran penggilingan padi berdasarkan Nagari yaitu Nagari, Binjai persebaran Pola nya Seragam (Regular) di Nagari Ladang Panjang cendrung tidak merata/acak (random pattern). (2).Distribusi lahan sawah berdasarkan luas keseluruhan lahan sawah di Kecamatan Tigo Nagari seluas 3.952 Ha, dimana persebarannya, Binjai seluas 781 Ha (20%) Ladang Panjang seluas 1.038 Ha (26%) dan Malampah Barat sebesar 2.105 Ha (54%), kemiringan lereng di Kecamatan Tigo Nagari dimana Luas lahan yang paling Tinggi berdasarkan kemiringan lereng 0-8% dan > 45 % yang memiliki luas lahan yang sama besar yaitu seluas 25.841 dan persebaran jaringan jalan persebaran jalan mencakupi keseluruhan Nagari yang ada disana 3).Distrisbusi lahan sawah dan tempat penggilingan padi serta kaitanya dengan lereng di Kecamatan Tigo Nagari bahwasanya Luas lahan sawah berdasakan kemiringan lereng dimana luas sawah yang paling tinggi berdasarkan kemiringan lereng yaitu lereng < 8 % artinya (Landai, tanaman padi akan tumbuh dengan optimal,karena unsur hara nya karena mengandung unsur hara dengan baik. sebesar 3.732 Ha dan Jarak jalan terhadap Penggilingan yang digunkan 1-500 Meter, dimana jumlah loaksi penggilingan padi yang banyak terdapat di jarak 1-100 Meter berjumlah 21 dan jumlah yang paling sedikit berada di Jarak 1001-200 Meter dan 301-400 Meter sebanya 1 Lokasi pengilingan Padi.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afdi Rahman Aulia Afrina Nengsih Afrital Rezki Akmal, Fauzi Amin, Visal Angel Angel Arfen Azizah, Isnel Arie Zella Putra Ulni Aslan Sari Thesiwati Asri Afrilliany Surbakti Aulia Rahmat Bangun, M. Afifuddin Br Purba, Junianty Dahnita Darmiyus Yulita Datres, Datres Desi Hasrilia Yanti Desi syefriani Diki Nopriadi Elvi Zuriyani Engkizar, Engkizar Erna M.Si Juita S.Pd Fahreza, Febriano Febriani, Afifah Febriani, Trina Ferawati Ferawati Filsa Mayalisa Fransiska, Nia Hafizzullah, Hafizzullah Harefa, Mei Brilian Hasnah, Deliza Nur Helni Januarti Hendri, Sufrial Ibrahim, Mohd Hairy Inda Prawita Irda Rafika Iswandi U Jaafar, Azhar Junaidi Junaidi Khairat, Hanivatul Leni Zahara M. Hidayat Ediz Maivanorita Maivanorita Mardianti Peranita Masuwd, Mowafg Abrahem Maulida Hania Mei nesti four ningsih Mira Sri Yanti MMSI Irfan ,S. Kom Mualim, Sadri Husnul Muhammad Taufan Muhararisa, Adilla Mutathahirin, Mutathahirin Nana Sutrisna Nefilinda Nefilinda Nofriani, Desi Nova Andrajani Nova Efrianti Novri Yani Asmi Nuraiman, Nuraiman NURLIANA NURLIANA Oktavia, Gifa Prahantas, Rinel Putri, Puput Sapti Putri, Rahma Hidayah Rahma Wira Nita Rahman, Ikhwan Ratna Dewita Refa, Candika Riana Yori Rika Despica RINEL MA FITLAYENI S.Sos Rio Nopiardi Rizalitaher, Alif Saum Rusli Zarkasyi, Ramzy Saidi, Nuha Sufina Binti Sandra, Heru Kartika Sari, Yoli Permata Sitorus, Nurul Adha Sulastri, Widia Suryadi Suryadi Syefrina Syefrina Tarigan, Hosea Tilawati Tilawati Timoti, Sandros Vela Mayasari Vivi Citra Yuselvia Wahyu Widodo Widya Prari Keslan Widya Prari Keslan Widya Prarikeslan Yeni Erita Yuherman Yuherman Yulid Darista Yusrial Yusrial Zul Atmi Zulfadli Zulfadli Zulkefli, Nur Akashah Binti Zusmelia Zusmelia