Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Penambangan Emas di Nagari Mundam Sakti Kabupaten Sijunjung Fahreza, Febriano; Dasrizal, Dasrizal; Ulni, Arie Zella Putra
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3334

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pertambangan emas di Nagari Mundam Sakti, Kabupaten Sijunjung. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak sosial dan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola persebaran alih fungsi lahan, dampak sosial terhadap masyarakat, serta dampak ekonomi kegiatan tambang terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan populasi sebanyak 771 Kepala Keluarga (KK) dan jumlah sampel 168 KK yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Penelitian ini mengkaji perubahan penggunaan lahan antara tahun 2015 hingga 2023 untuk melihat dinamika pemanfaatan lahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada lahan belukar, dari 2.390,2 hektar pada tahun 2015 menjadi 765 hektar pada tahun 2023. Sementara itu, lahan pertanian kering meningkat dari 1.211,1 hektar menjadi 2.324 hektar. Lahan pertanian campuran juga mengalami kenaikan dari 46 hektar menjadi 67,8 hektar. Di sisi lain, lahan sawah mengalami penurunan luas dari 365 hektar menjadi 202,7 hektar. Pada tahun 2023, tercatat pula adanya lahan terbuka atau lahan tambang seluas 234,9 hektar. Perubahan-perubahan ini memperlihatkan dampak nyata dari aktivitas pertambangan emas terhadap struktur penggunaan lahan di wilayah tersebut.
Analisis Pengaruh Curah Hujan terhadap Hasil Pertanian Padi di Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar Angel, Angel; Dasrizal, Dasrizal; Juita, Erna
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh curah hujan terhadap hasil pertanian padi, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta upaya optimalisasi hasil pertanian di Nagari Balimbing. Dengan menggunakan metode campuran (mix-method), penelitian ini melibatkan 118 kepala keluarga petani yang dipilih secara Proportional Random Sampling dari total populasi sebanyak 1.248 KK. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara untuk mendapatkan data kuantitatif dan kualitatif yang saling melengkapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan merupakan faktor dominan yang sangat memengaruhi hasil produksi padi, terutama karena mayoritas sawah di Nagari Balimbing adalah sawah tadah hujan yang bergantung pada musim hujan. Selain itu, faktor-faktor lain seperti irigasi, luas lahan, dan penggunaan pestisida juga memiliki pengaruh signifikan. Tingkat persetujuan petani terhadap pengaruh faktor-faktor tersebut mencapai 93,69% berdasarkan hasil Total Category Response (TCR). Untuk mengoptimalkan hasil pertanian, petani telah melakukan berbagai upaya, seperti memilih benih unggul yang sesuai dengan kondisi lahan, menggunakan pestisida yang tepat, dan menerapkan teknik pemupukan yang efisien. Selain itu, dukungan pemerintah memberikan kontribusi yang signifikan, antara lain melalui program penyuluhan, pemberian bantuan benih dan pupuk, serta pelaksanaan program bajak gratis. Kombinasi antara usaha petani dan dukungan pemerintah ini telah membantu meningkatkan produktivitas pertanian padi di wilayah tersebut.Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi hasil pertanian padi di Nagari Balimbing sangat dipengaruhi oleh faktor alam, terutama curah hujan, serta faktor manusia, seperti pemilihan teknologi pertanian yang tepat dan kebijakan pendukung dari pemerintah. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi antara petani dan pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan pertanian yang produktif di daerah ini.
Analisis Sanitasi Lingkungan Masyarakat Tepian Danau Singkarak di Nagari Simawang Refa, Candika; Dasrizal, Dasrizal; Nefilinda, Nefilinda
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1925

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan sumber air bersih masyarakat tepian danau Singkarak Di Nagari Simawang, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan sampah rumah tangga masyarakat tepian danau Singkarak Di Nagari Simawang, (3) Untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan MCK(Mandi,Cuci, Kakus) masyarakat tepian danau Singkarak Di Nagari Simawang, dan (4) Untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan drainase masyarakat tepian danau Singkarak Di Nagari Simawang.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 240 KK. Sampel penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Jumlah sampel penelitian ini berjumlah 70 responden. Teknik pengumpulan data melalui angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Sumber air bersih tergolong baik dengan capaian sebesar 75%. Sumber air bersih masyarakat tepian danau singkarak di Nagari Simawang tergolong baik, karena sesuai dengan syarat kualitas sumber air bersih. (2) Pengelolaan sampah tergolong cukup baik dengan capaian sebesar 50%. Pengelolaan sampah masyarakat tepian danau singkarak di Nagari Simawang tergolong cukup baik, karena sebagian sampah di bawa oleh mobil sampah diantarkan ke TPS/TPA, dan sebagian sampah lagi dibakar oleh masyarakat. (3) MCK(Mandi, Cuci, Kakus) tergolong baik dengan capaian sebesar 62%. MCK(Mandi, Cuci, Kakus) masyarakat tepian danau singkarak di Nagari Simawang tergolong baik, karena masyarakatnya sudah mempunyai MCK sendiri dirumah. (4) Drainase tergolong cukup baik dengan capaian sebesar 50%. Drainase masyarakat tepian danau singkarak di Nagari Simawang tergolong cukup baik, karena sudah tersedia saluran drainase tetapi belum memadai jumlah dan luasnya.
Pengaruh Pemahaman, Peran dan Aktivitas Masyarakat Terkait Kerusakan Hutan Mangrove di Kecamatan Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman Amin, Visal; Dasrizal, Dasrizal; Nefilinda, Nefilinda
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman, peran, dan aktivitas masyarakat terhadap kerusakan hutan mangrove di Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan populasi sebanyak 2.684 kepala keluarga (KK) dan sampel 168 KK yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemahaman masyarakat terhadap kerusakan hutan mangrove berada pada kategori baik dengan tingkat capaian responden (TCR) 95,15%; (2) Peran masyarakat dalam menjaga hutan mangrove memiliki TCR sebesar 87,30%; (3) Aktivitas masyarakat yang memengaruhi kerusakan hutan mangrove, seperti konversi lahan dan pembangunan infrastruktur, memiliki TCR sebesar 87,19%. Kesimpulan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kesadaran dan pemahaman yang baik, namun aktivitas tertentu tetap memengaruhi kerusakan ekosistem mangrove.
A Socialization of Village Map Preparation in Sempajaya Village, Karo Regency Harefa, Mei Brilian; Dasrizal, Dasrizal; Hendri, Sufrial; Rizalitaher, Alif Saum; Tarigan, Hosea; Timoti, Sandros
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 3 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v3i6.8102

Abstract

A village is a government unit that is given customary autonomy rights so that it is a legal entity. Village maps are basic thematic maps that contain natural elements and special theme elements that can be presented in image maps, facilities and infrastructure maps, as well as land cover and land use maps. Sempajaya Village is a village located in Berastagi District, Karo Regency, North Sumatra Province. A village map is one of the important things a village has in order to develop a roadmap for development and regional planning as well as maximizing the village's potential. Tourism and agrotourism villages are the potential of Sempajaya Village. So it is deemed necessary to have a village map which includes regional boundaries, land use, tourism potential, road access and other facilities.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECEMATAN LUBUK BASUNG PERIODE 1989,1999,2009,2019 Sari, Yoli Permata; Dasrizal, Dasrizal; Ulni, Arie Zella Putra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34302

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui perubahan penggunaan lahan tahun 1989, 1999, 2009, 2019 di kecamatan lubuk basung. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif menggunakan metode pengambilan citra satelit. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah penggunaan lahan di kecamatan lubuk basung. Sampel satuan pemetaan dalam penelitian ini adalah perubahan penggunaan lahan periode 1989, 1999, 2009, 2019. Hasil penelitian ditemui:1) Penggunaan Lahan di Kecamatan Lubuk Basung Tahun 1989, Penggunaan Lahan Tahun 1989 yang paling luas Sawah 1.0272 ha, seterusnya Perkebunan 689,20 ha, seterusnyaPermukiman 120,89 ha, dan Hutan 3.029 ha. 2) Penggunaan Lahan tahun 1999 yang Paling Luas Hutan Lahan Kering Sekunder 1594 ha, Pertanian Lahan Kering 1490 ha, sawah 1280 ha, Permukiman 1594 ha, 3) Penggunaan Lahan di Kecamatan Lubuk Basung Tahun 2009 Penggunaan Lahan tahun 2009 paling Luas Hutan Lahan Kering Sekunder 2482.19 ha, seterusnya Pertanian Lahan Kering 1250 ha, seterusnya Sawah 642,38 ha, seterusnya Permukiman 71,16 ha, seterusnya Perkebunan 324,08 ha, seterusnya Tanah Terbuka 8,85 ha. 4) Penggunaan Lahan di Lubuk Basung Tahun 2019, Penggunaan Lahan tahun 2019 yang Paling Luas Hutan Lahan Kering Sekunder 1594 ha, seterusnya Pertanian Lahan Kering 1490 ha, seterusnya sawah 1280 ha, seterusnya Permukiman 1594 ha, seterusnya tanah terbuka 27.05 ha, seterusnya perkebunan 542,19 ha. 5) Perubahan penggunaan lahan yang sangat penting adalah perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian. Bila ini berlangsung secara terus menerus, akan berakibat buruk bagi pengembangan sektor pertanian karena semakin besarnya penusutan lahan pertanian akan berakibat pada penurunan produktifitas pangan
Spatial assessment of erosion and landslide hazards as indicators of land degradation in Solok Regency, West Sumatra Dasrizal, Dasrizal; Juita, Erna; Wilis, Ratna; Febriandi, Febriandi; Febriani, Trina
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.131.9443

Abstract

This study conducted an integrated spatial assessment to identify and map erosion and landslide threats, determining high-risk degraded areas in Solok Regency. The methods combined the Universal Soil Loss Equation (USLE) and the Analytic Hierarchy Process (AHP) within a Geographic Information System (GIS) framework. The analysis revealed a critical disconnect between erosion and landslide risks. Although 52.1% of the total area (?101,500 ha) was classified as safe from erosion (EHI<1), a substantial portion of this “safe” land-39.4% and 6.94% of the total area, respectively, exhibited moderate to high landslide susceptibility. Conversely, within the 37.1% of the area unsafe from erosion (EHI>1), moderate and high landslide susceptibility covered 24.3% and 7.4% of the total area, respectively. These results demonstrated that landslide triggers are independent of surface erosion processes in many areas, often occurring in locations considered "safe" from erosion due to innate geological and geomorphological factors. This complex interplay necessitates distinct yet coordinated mitigation strategies. The findings provide crucial spatial data for safe land use planning and disaster mitigation in Solok Regency, with a methodology applicable to other vulnerable landscapes, such as post-mining areas.
Analisis Spasial Budidaya Lebah Galo-Galo untuk Pengembangan Potensi di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Ranjani, Irfan; Dasrizal, Dasrizal; Zella Putra Ulni, Arie
Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Pendidikan Vol 5 No 4 (2025): Volume 5, Nomor 4, 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jpip.v5i4.2208

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui dan menganalisis sebaran budidaya galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok, (2) untuk mengetahui dan menganalisis keterjangkauan budidaya galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok, (3) untuk mengetahui dan menganalisis potensi pengembangan budidaya galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini Adalah deskriptif Kuantitatif spasial. Populasi dalam penelitian ini adalah wilayah yang terdapat budidaya lebah galo-galo di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan sampel seluruh wilayah di Nagari Bukit Kandung Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Hasil dari penelitian ini menunjukan 1). Sebaran Budidaya Lebah Galo-Galo diketahui bahwa terdapat 26 pembudidaya lebah madu di Nagari yang tersebar di 5 jorong, yaitu Jorong Mudik terdapat 17 pembudidaya, Jorong Sopan Balai terdapat 4 pembudidaya, Jorong Sawah Kasik terdapat 2 pembudidaya, Jorong Datar terdapat 2 pembudidaya, dan Jorong Penjalangan terdapat 1 pembudidaya. Jorong Mudik merupakan wilayah dengan jumlah stup terbanyak, yaitu sebanyak 150 stup. Jorong Sopan Balai dengan jumlah 93 stup, dan Jorong Datar sebanyak 10 stup. Jorong Sawah Kasik memiliki 14 stup, dan Jorong Penjalangan memiliki 10 stup. 2). Keterjangkauan Budidaya Lebah Galo-Galo diketahui bahwa di Jorong Datar, total luas lahan yang tercakup sebesar 72,89 hektar dengan hutan seluas 38,72 hektar, sementara di Jorong Mudik mencapai 403,95 hektar dengan hutan seluas 335,19 hektar di Jorong Penjalangan, luas keterjangkauan mencapai 92,83 hektar dengan hutan seluas 61,98 hektar, dan di Jorong Sawah Kasik seluas 46,29 hektar dengan hutan 32,80 hektar di Jorong Sopan Balai, total keterjangkauan sebesar 113,28 hektar dengan hutan seluas 56,97 hektar. 3). Potensi Pengembangan Budidaya Lebah Galo-Galo menunjukkan variasi pemanfaatan lahan budidaya antar jorong untuk mengetahui potensi pengembangan di Nagari Bukit Kandung . Dua jorong tergolong tinggi, dua sedang, dan satu rendah. Kategori Tinggi Sawah Kasik dan Mudik. Kategori Sedang Jorong Datar dan Sopan Balai Wilayah dengan pemanfaatan lahan cukup aktif namun masih memiliki ruang pengembangan. Kategori Rendah Jorong Penjalangan Wilayah dengan pemanfaatan lahan budidaya yang masih sangat rendah
DILEMA TATA KELOLA DAN KONFLIK SPASIAL: PEMANFAATAN RUANG KAWASAN SEMPADAN DANAU PRIORITAS NASIONAL SINGKARAK Suharizal, Suharizal; Dasrizal, Dasrizal; Juita, Erna
Jurnal Spasial Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v13i2.11671

Abstract

Despite its designation as a National Priority Lake, Lake Singkarak faces severe environmental and institutional challenges due to unmanaged land-use intensification in its buffer zone. This study analyzes spatial land-use dynamics within the Lake Singkarak buffer zone and evaluates the governance implications of its national priority status across Solok and Tanah Datar Regencies. Employing a mixed-methods approach, GIS spatial techniques—including buffering, overlay analysis, and building digitization—were integrated with qualitative intergovernmental interviews. Spatial findings reveal significant encroachment, with 792 structures occupying the core buffer zone (<50 m) and higher development intensity in Tanah Datar Regency (160.40 ha non-residential vs. 86.66 ha residential land). Institutionally, the national priority mandate lacks effective cross-level coordination, resulting in overlapping authorities, weak land-use control, and fragmented policy enforcement. Consequently, integrating high-resolution spatial monitoring into multi-level governance frameworks is essential to align national conservation mandates with local spatial enforcement.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afdi Rahman Aulia Afrina Nengsih Afrital Rezki Akmal, Fauzi Amin, Visal Angel Angel Arfen Azizah, Isnel Arie Zella Putra Ulni Aslan Sari Thesiwati Asri Afrilliany Surbakti Aulia Rahmat Bangun, M. Afifuddin Br Purba, Junianty Dahnita Darmiyus Yulita Datres, Datres Desi Hasrilia Yanti Desi syefriani Diki Nopriadi Elvi Zuriyani Engkizar, Engkizar Erna M.Si Juita S.Pd Fahreza, Febriano Febriandi Febriandi, Febriandi Febriani, Afifah Febriani, Trina Febriani, Trina Ferawati Ferawati Filsa Mayalisa Fransiska, Nia Hafizzullah, Hafizzullah Harefa, Mei Brilian Hasnah, Deliza Nur Helni Januarti Hendri, Sufrial Inda Prawita Irda Rafika Iswandi U Jaafar, Azhar Junaidi Junaidi Khairat, Hanivatul Leni Zahara M. Hidayat Ediz Maivanorita Maivanorita Mardianti Peranita Maulida Hania Mei nesti four ningsih Mira Sri Yanti MMSI Irfan ,S. Kom Mowafg Abrahem Masuwd Mualim, Sadri Husnul Muhammad Taufan Muhararisa, Adilla Mutathahirin, Mutathahirin Nana Sutrisna Nefilinda Nefilinda Nofriani, Desi Nova Andrajani Nova Efrianti Novri Yani Asmi NURLIANA NURLIANA Oktavia, Gifa Prahantas, Rinel Putri, Puput Sapti Rahma Wira Nita Rahman, Ikhwan ranjani, irfan Ratna Dewita Ratna Wilis Refa, Candika Riana Yori Rika Despica RINEL MA FITLAYENI S.Sos Rio Nopiardi Rizalitaher, Alif Saum Rusli Zarkasyi, Ramzy Sandra, Heru Kartika Sari, Yoli Permata Sitorus, Nurul Adha Suharizal, Suharizal Suryadi Suryadi Syefrina Syefrina Tarigan, Hosea Tilawati Tilawati Timoti, Sandros Vela Mayasari Vivi Citra Yuselvia Wahyu Widodo Widia Sulastri Widya Prari Keslan Widya Prari Keslan Widya Prarikeslan Yeni Erita Yuherman Yuherman Yulid Darista Yusrial Yusrial Zella Putra Ulni, Arie Zul Atmi Zulfadli Zulfadli Zusmelia Zusmelia