Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MIOMA UTERI DI RSUD DR. H ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Rasella Kurniaty; Sunarsih Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i3.660

Abstract

Jumlah kejadian mioma uteri di Dunia diprediksi mencapai 60-75% terjadi pada wanita berusia di atas 20-35 tahun (Word Health Organization, 2014). Jumlah kejadian mioma uteri diindonesia menempati urutan kedua setelah kanker serviks, sedangkan angka kejadiannya diprediksimencapai 20−30% terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun. Sedangkan menurut Profil DinkesProvinsi Lampung kejadian mioma uteri di Lampung di perkirakan sekitar 6.549.000 pada tahun 2011dan mengalami peningkatan di tahun 2013 yaitu sebanyak 9.345.000. Tujuan penelitian ini adalahuntuk diketahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Mioma Uteri Di RSUD Dr. HAbdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2016.  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan penelitian ini adalah survey analitik denganmenggunakan pendekatan casse control, jumlah populasi dan sampel sebanyak 100 responden, yangdibagi menjadi dua, yaitu 50 kelompok kasus, dan 50 kelompok kontrol, teknik sampling dalampenelitian ini adalah random sampling, uji statistic menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistic menggunakan chi square didapat nilai p-value 0.023 yang artinya terdapathubungan antara usia dengan kejadian mioma uteri, p-value 0.000 yang artinya terdapat hubunganantara paritas dengan kejadian mioma uteri, p-value 0.000 yang artinya terdapat hubungan antarausiamenarce dengan kejadian mioma uteri di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2017.Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan penyuluhan terhadap pasien yang berkunjungataupun yang telah melakukan perawatan, agar selalu menjaga kesehatan diri dan selalu rutinmemeriksakan kesehatan reproduksinya.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN MISOPROSTOL PERVAGINAM DENGAN OKSITOSIN INTRAVENA TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN PADA IBU BERSALIN INDIKASI KPD DI RS ISLAM ASY-SYIFAA BANDAR JAYA TAHUN 2016 Reni Reni; Sunarsih Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i3.615

Abstract

Induksi persalinan adalah suatu tindakan terhadap ibu hamil yang belum inpartu, baik secaraoperatif maupun medikasi, untuk merangsang timbulnya kontraksi rahim sehingga terjadipersalinan. Hasil survei demografi kesehatan Indonesia (SKDI) tahun 2009 menunjukkan tahun2009 terdapat ibu bersalin yang dilakukan induksi pada saat persalinan sebanyak 285 kasus dari1046 persalinan yang didapat dari hasil penelitian yang dilakukan sejumlah rumah sakit diIndonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui Efektifitas Pemberian Induksi PersalinanMisoprostol Pervaginam Dengan Oksitosin Intravena Pada Ibu Bersalin Indikasi KPD di RS IslamAsy-Syifaa Bandar Jaya Tahun 2016.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan quasi eksperimen.populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan KPD yang melakukan persalinansebanyak 37 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode Accidental Sampling.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 orang. Analisa yang digunakan dalam penelitian iniunivariat dan bivariat dengan uji t-test.Diketahui bahwa induksi persalinan dengan misoprostol pervaginam pada ibu bersalinindikasi KPD dengan nilai rata-rata kemajuan persalinan 4,18 dan standar deviasi 1,510. Induksipersalinan dengan oksitosin intravena mempunyai nilai rata-rata kemajuan persalinan 3,12 danstandar deviasi 0,993, Terdapat efektifitas pemberian induksi persalinan misoprostol pervaginamdengan oksitosin intravena pada ibu bersalin indikasi KPD p-value = 0,012. Kesimpulan terdapatefektifitas pemberian induksi persalinan misoprostol pervaginam dengan oksitosin intravena padaibu bersalin indikasi KPD.
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN ANTEPARTUM DI RSUD ABDOEL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Sunarsih Sunarsih; Priska Susanaria
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i1.537

Abstract

Perdarahan antepartum hingga saat ini masih memegang peranan penting sebagai penyebab utama kematian, sekalipun di negara maju.Menurut WHO, di perkirakan terdapat 4 juta kasus perdarahan antepartum setiap tahunnya dan paling sedikit 128.000 wanita mengalami perdarahan sampai meninggal. Pada tahun 2012/2013 terdapat 87 kasus perdarahan antepartum di RSUD Abdoel Moeloek .Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan Usia dan paritasi buh am dengan kejadian perdarahan antepartum di RSUD Abdul Moeloek  Bandar Lampung.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan “cross sectional”. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di RSUD Dr.H Abdul Moeloek Bandar Lampung yang berjumlah 1.033 responden, sedangkan sampel penelitian berjumlah 289 di tentukan dari rumus solvin, yang di peroleh secara sistematik random sampling, alat ukur lembar observasi. Analisis yang digunakan univariat untuk mengetahui presentase dan bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel dependent dan independentHasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi responden berdasarkan  paritas 1 dan >3 tahun ( (42,2 %), responden dengan usia <20 dan >35 tahun ( 47,1 %) , responden yang mengalami perdarahan antepartum ( 30,1%), ada hubungan antara paritas (p value 0.000), dan umur dengan perdarahan antepartum (p value 0.000). Kepada petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan pendidikan kesehatan masyarakat rumah sakit dengan cara pemberian pamphlet, pemutaran video, penyuluhan dan konseling kepada ibu hamil. Kata Kunci : Paritas, Usia dan Perdarahan Antepartum
PERILAKU KONSUMEN KOPI DAN STRATEGI BAURAN PEMASARAN DALAM PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOPI BUBUK LOKAL DI KABUPATEN JEMBER Joni Murti Mulyo Aji; Rondhi Rondhi; Sunarsih Sunarsih; Trias Primadani
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2014): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.924 KB)

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki potensi sebagai penghasil kopi yaitu dengan luas areal 16784 Ha dan produksi 11894,27 Ton. Konsumsi kopi di Kabupaten Jember cenderung meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, dan pergeseran penduduk dari dominasi penduduk usia muda ke penduduk usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) persepsi konsumen terhadap produk kopi bubuk lokal (2) karakteristik yang dipentingkan konsumen kopi bubuk dari minuman kopi (3) strategi pengembangan produk yang tepat untuk kopi lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, korelasional dan analitik. Metode pengambilan contoh menggunakan convinience sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis hierarkhi proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi dari responden menyatakan bahwa pelaku dalam industri kopi yaitu kopi Kapal Api lebih diutamakan dibandingkan kopi bubuk lokal dan kopi branded lain; (2) berdasarkan persepsi responden, maka instrumen St2 (Harga) merupakan prioritas pertama yang dipentingkan konsumen dari minuman kopi; dan (3) berdasarkan persepsi responden, maka strategi produk P5 (Rasa) dan strategi promosi P7 (Iklan) merupakan prioritas pertama yang harus dilaksanakan untuk mendukung strategi pengembangan produk.
Persepsi Peternak Terhadap Fodder Jagung (Zea mays) Hidroponik Sebagai Pakan Domba di Desa Kwadungan, Kalikajar, Wonosobo Joko Daryatmo; Sunarsih Sunarsih; Muhammad Nur Ichsan
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 19, No 35 (2022): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v19i35.853

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak terhadapfodder jagung (Zea mays) hidroponik sebagai alternatif pakan domba dan faktorfaktoryang mempengaruhi persepsi peternak. Penelitian dilakukan di DesaKwadungan, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling denganjumlah responden 30 orang. Alat yang digunakan yaitu panduan wawancara dankuesioner. Variabel yang diamati yaitu persepsi peternak domba yang dilihat darikarakteristik inovasi keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, ketercobaan danketerlihatan, selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif menggunakan skalalikert. Variabel berikutnya yaitu faktor-faktor yang diduga mempengaruhi persepsipeternak yaitu umur, pendidikan, pengalaman beternak, kepemilikan ternak dan luaslahan, kemudian dianalisis dengan analisis statistik regresi linear berganda. Hasilanalisis diperoleh skor keuntungan relatif sebesar 411, kesesuaian 399, kerumitan402, ketercobaan 397 dan keterlihatan 399, dengan skor total 2008 dengan kategorisangat baik. Variabel independen secara simultan berpengaruh nyata (P<0,05)dengan persepsi peternak. Sedangkan secara parsial, umur berpengaruh nyata(P<0,05) terhadap persepsi peternak, namun pendidikan, pengalaman beternak,kepemilikan ternak dan luas lahan berpengaruh tidak nyata terhadap persepsi.Kesimpulan bahwa persepsi peternak terhadap alternatif pakan domba fodder jagung(Zea mays) hidroponik dengan kategori sangat baik, dan hanya faktor umur yangberpengaruh nyata pada persepsi peternak (P<0,05). ABSTRACTThe research was carried out in Kwadungan Village, Kalikajar District,Wonosobo Regency. The purpose of this study was to determine the farmer'sperception of hydroponics fodder corn (Zea mays) as sheep feed and the factors thatinfluence the farmer's perception. Sampling was done by purposive random samplingtechnique with the number of respondents 30 people. The tool used is a questionnaireand interview guide, the observed variable is the perception of sheep breeders seenfrom the characteristics of innovation relative advantage, suitability, complexity,trialability and visibility, then analyzed by descriptive method using a Likert scale. Thesecond variable is the factors that are thought to influence the perception of farmers,namely age, education, livestock experience, livestock ownership and land area, thenanalyzed by statistical analysis of multiple linear regression. The results of the analysisobtained are relative advantage of 411, suitability of 399, complexity of 402, trialability of 397 and visibility of 399, with a total score of 2008 in the very good category. The independent variable simultaneously had a real effect (P<0.05) on the farmer's perception. Meanwhile, partially, age had a significant effect (P<0.05) on farmers' perceptions, but education, livestock experience, livestock ownership and land area had no significant effect on perceptions. The conclusion is that the farmer's perception of the hydroponic fodder corn (Zea mays) sheep feed alternative was in the very good category, while only the age factor had a significant effect on the farmer's perception (P<0.05).Keywords: Perception, Sheep Breeder, Corn Fodder, Hydroponics, Zea mays
Potensi Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Anthelmintik Terhadap Cacing Ascaridia galli Pada Ayam Secara In Vitro Yudiani Rina Kusuma; Sunarsih Sunarsih; Puput Andriani; Wida Wahidah Mubarokah
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 19, No 35 (2022): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v19i35.851

Abstract

ABSTRAKAscaridia galli merupakan nematoda parasitik yang sering ditemukan padaunggas termasuk ayam .Parasit tersebut menyebabkan kerugian berupa penurunanberat badan, hambatan pertumbuhan, penurunan produksi telur serta penurunankualitas telur. Hal tersebut karena cacing selain menyerap zat-zat makanan jugamenyebabkan kerusakan sel-sel epitel villi serta berkurangnya luas permukaan villiusus yang berperan dalam proses pencernaan dan penyerapan makanan. Terjadinyaresistensi obat cacing sintesis menyebabkan penelitian anthelmintik herbal menjadilangkah yang strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpemberian ekstrak bawang putih (Allium Sativum L) terhadap mortalitas cacing A. gallisecara In Vitro. cacing Ascaridia galli didapatkan dari usus halus ayam di RumahPemotongan Ayam (RPA) “Pak Min” yang berada di Desa Suko, KecamatanDukun, Kabupaten Magelang. Pengujian cacing Ascaridia galli dilakukan pada 27sampel cacing terpilih yang dikelompokkan menjadi 3 perlakuan yaitu Perlakuan IKontrol negatif dengan aquades, Perlakuan II Kontrol positif dengan Piperazin Citrate-Phenothiazine dan Perlakuan III Pemberian ekstrak bawang putih (Allium sativum L.). Mortalitas A. galli dicatat setiap 15 menit sampai mortalitas cacing adalah 100%.Berdasarkan uji in vitro didapatkan hasil dengan ekstrak bawang putih (Alliumsativum L.) tingkat mortalitas cacing Ascaridia galli memiliki rata - rata waktukematian 23,89 menit/ekor. sedangkan aquades 47,77 menit/ekor, dan PiperazinCitrate-Phenothiazine 24,44 menit/ekor. Pemberian ekstrak bawang putihberpengaruh terhadap mortalitas cacing A. galli dan mempunyai potensi sebagaianthelmintik.ABSTRACTAscaridia galli is a parasitic nematode that is often found in poultry includingchickens. The parasite causes losses in the form of weight loss, growth inhibition,decreased egg production and decreased egg quality. This is because the worms inaddition to absorbing food substances also cause damage to the epithelial cells of thevilli and reduce the surface area of the intestinal villi which play a role in the processof digestion and absorption of food. The occurrence of synthetic anthelminticresistance has made herbal anthelmintic research a strategic step. This study aims todetermine the effect of garlic extract (Allium Sativum L) on mortality of A. galli wormsin vitro. Ascaridia galli worms were obtained from the small intestine of chickens at the“Pak Min” Chicken Slaughterhouse (RPA) located in Suko Village, Dukun District,Magelang Regency. Ascaridia galli worm testing was carried out on 27 samples ofselected worms which were grouped into 3 treatments, Treatment I Negative controlwith aquadestilata, Treatment II positive control with Piperazine Citrate-Phenothiazineand Treatment III with garlic extract (Allium sativum L.). A. galli mortality was recordedevery 15 minutes until worm mortality was 100%. Based on the in vitro test, the resultsobtained with garlic extract (Allium sativum L.) that the mortality rate of Ascaridia galliworms has an average time of death of 23.89 minutes/head. while aquadest 47.77minutes/head, and Piperazine Citrate-Phenothiazine 24.44 minutes/head. Givinggarlic extract affects the mortality of A. galli worms and has potential as ananthelmintic.Keywords: anthelmintic, Ascaridia galli, garlic extract, in vitro, mortality
THE EFFECTIVENESS OF THE KUMON METHOD WITH TAPERTIS MEDIA TOWARDS UNDERSTANDING THE MULTIPLICATION CONCEPT OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Sunarsih Sunarsih
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 3 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v3i3.236

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Kumon method with tapertical media on understanding the concept of multiplication in mathematics. The use of tapertis media aims to make learning more interesting and students easily accept lessons in school. This research uses a quantitative approach to the type of experimental research. This research was conducted at Lanjan 01 Public Elementary School, Sumowono District, Semarang Regency, Central Java. The population in this study were all students in SDN Lanjan 01. The sample was students in grade IV SDN Lanjan 01. The results showed that: There were differences in the average pretest scores the experimental class is higher than the control class (51.91> 48.17). There is a difference in the average posttest value of the experimental class which is also higher than the control class (80.64> 75.52). In addition, the results of the experimental class n-gain test were greater than the control class (0.507> 0.425). T test results also showed that the average experimental class was higher than the control class (80.64> 72.52). The t test results also showed a significance level <0.05, i.e. 0.000 <0.05 and 0.001 <0.05. Then it can be concluded that the kumon method with tapertis media is effective in increasing understanding of elementary students' multiplication concepts
Pengaruh Pemberian Tepung Temulawak (Curcuma Xanthoriza, Roxb) Sebagai Pakan Aditif Terhadap Penampilan Produksi Itik Magelang Jantan Umur 3 Sampai 6 Minggu Andang Andiani Listyowati; Muhamad Irfa’ Kurniawan; Sunarsih Sunarsih
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 19, No 36 (2022): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v19i36.919

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung temulawak sebagai pakan aditif terhadap penampilan produksi ternak itik Magelang jantan umur 3 sampai 6 minggu. Menggunakan metode percobaan yang dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, 4 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri 4 ekor. Analisis data yang digunakan adalah Analisis data yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis data Analyses Of Variance (ANOVA) menggunakan SPSS Versi 20,0 yaitu perbedaan hasil perlakuan maka dilakukan analisis lebih lanjut menggunakan metode Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) untuk mengetahui perlakuan mana yang menunjukkan perbedaan yang terdapat pada analisis tersebut. Hasil data yang diperoleh pengaruh pemberian tepung temulawak sebagai pakan aditif terhadap penampilan produksi ternak itik Magelang jantan umur 3 sampai 6 minggu berada Hasil yang diperoleh pada P2 dan P3 dapat meningkatkan konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan itik Magelang jantan umur 3 sampai 6 minggu secara signifikan.
Respons Kelompok Tani Dwi Karso Terhadap Observasi Berahi Pada Sapi Berdasarkan Body Condition Score (BCS) Dalam Pelaksanaan Inseminasi Buatan Di Desa Tampingan Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang Sunarsih Sunarsih; Toyib Rahmatullah; Dias Aprita Dewi
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v5i1.1039

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Tampingan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang pada tanggal 28 Maret sampai 31 Mei 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons Kelompok Tani Dwi Karso perah terhadap Observasi Berahi Pada Sapi Berdasarkan Body Condition Score (BCS) Dalam Pelaksanaan Inseminasi Buatan dan pengaruh faktor-faktor (umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, dan intensitas penyuluhan) yang mempengaruhi respons serta efektivitas penyuluhan dan efektivitas perubahan perilaku kelompok tani dwi karso. Desain pengkajian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh sehingga di dapat 30 orang responden. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mengukur tingkat respons, dan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara simultan maupun parsial. Hasil analisis data menunjukkan respons kelompok tani dwi karso Desa Tampingan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang berada pada kategori “tinggi”. Hasil analisis regresi linear berganda secara simultan menunjukan variabel umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan intensitas penyuluhan berpengaruh sangat signifikan terhadap respons (sig. < 0,01). Secara parsial terdapat tiga variabel yang berpengaruh sangat signifikan terhadap respons yaitu variabel umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak (sig. <0,01), sedangkan variabel intensitas penyuluhan secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap respons (sig. > 0,01). Efektivitas penyuluhan memperoleh nilai sebesar 74,73% termasuk dalam kategori efektif dan efektivitas perubahan perilaku memperoleh nilai sebesar 53,02% termasuk dalam kategori cukup efektif. 
PENGEMBANGAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN BERBASIS SYARIAH UNTUK MENCIPTAKAN PENGUSAHA DARI LINGKUNGAN SANTRI PADA PONDOK PESANTREN DI KABUPATEN JEMBER Sunarsih Sunarsih; Ratih Rahmawati; Bagus Qomaruzzaman
RELASI : JURNAL EKONOMI Vol 18 (2013)
Publisher : STIE Mandala Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31967/relasi.v18i0.8

Abstract

Development of an entrepreneurial culture based on Islamic boarding school is an important part in the economic life of the people, especially in growing businesses of the neighborhood students, who have distinctive characteristics: honesty, risk-taking, hard-never give up, and independent.In order to optimize the development of the regional economy Jember, the development of an entrepreneurial culture to create a Sharia-based environmentalentrepreneurs from Boarding School in Jember more effective and relevant for the study, because the district. Jember city known as students save a lot of potential support for accelerated development of Sharia-compliant forward. Identifying the purpose of this study sharia-based entrepreneurial ability, the boarding school in Jember. Research utilizing primary and secondary data from the Department of Cooperatives and related agencies as well as the spread of structured questionnaires to the respondents. Determined that respondent knowingly 9 boarding schools that have received program package C/SMA equivalent and approved by the Office of Religious Affairs of data analysis using methods Turla and Hawkins.