Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZA ROXB) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM RAS PETELUR Purwanto, Heji; Zurina, Rita; Definiati, Neli; Malianti, Lezita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v3i3.5620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat Kualitas Telur (bobot telur, Tebal Cangkang, Indeks Putih dan Kuning Telur) ayam ras petelur yang diberikan tepung temulawak dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini telah dilakukan di Kandang Percobaan di Desa Pandan Kecamatan Seluma Utara Kabupaten Seluma Bengkulu Selatan. Penelitian ini berlangsung selama 45 hari, dimulai bulan Mei – Juni 2018. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari atas A (0 % tepung temulawak), B (1% tepung temulawak), C ( 2% tepung temulawak), dan D (3% tepung temulawak). Tepung temulawak diberikan setiap hari dengan cara dicampur pada pakan selama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung temulawak berpengaruh nyata terhadap Bobot telur (P < 0,05) dengan rataan 61,24 (g/ekor/hari), sedangkan Tebal cangkang dengan rataan 0,47, indeks Putih telur dengan rataan 0,07 dan indeks kuning telur dengan rataan 0,42 tidak berpengaruh nyata (P > 0,05). Pemberian tepung temulawak sampai dengan 1%, 2% dan 3% tidak dapat meningkatkan Kualitas telur, ayam ras petelur namun bisa meningkatkan bobot telur. Kata kunci : Temulawak, bobot telur, tebal cangkang, indek putih dan kuning telur
PERFORMA PUYUH PERIODE STATER SAMPAI GROWER YANG DIBERIKAN PAKAN KOMERSIAL DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG JAHE (Zingiber Offinale) DAN TEPUNG KUNYIT (Curcuma Domestica). Rudi Efendi, Khasan; Suharnas, Edwar; Definiati, Neli
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v3i3.5847

Abstract

“Performa Puyuh Periode Stater Sampai Grower Yang Diberikan Pakan Komersial Dengan Penambahan Tepung Jahe (Zingiber Offinale) Dan Tepung Kunyit (Curcuma Domestica).” Di bawah bimbingan Ir. Edwar Suharnas, Mp sebagai pembimbing utama dan Neli Definiati, SP. MP sebagai pembimbing pendamping. Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiya Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2018, di Desa Panca Mukti Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 15 ekor puyuh dan disiapkan 240 ekor puyuh, perlakuan yang diuji adalah pemanfaatan tepung jahe dan tepung kunyit dalam ransum komersial yaitu (A) 0% atau tanpa tepung jahe dan kunyit, (B) 2% tepung jahe, (C) 2% tepung kunyit, dan perlakuan (D) 1% tepung jahe + 1% tepung kunyit. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tepung jahe dan tepung kunyit dalam ransum burung puyuh tidak memberikan berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Konsumsi ransum rata-rata 441,03-445,30 (gram/ekor), pertambahan bobot badan rata-rata 193,13-208,62 (gram/ekor), dan konversi ransum rata-rata 2,13-2,30 (gram/ekor). Kesimpulan Penambahan tepung jahe, tepung kunyit, serta kombinasi tepung jahe dan tepung kunyit pada pakan komersial tidak mempengaruhi terhadap performa pertumbuhan puyuh (Coturnix contronix japonika) periode stater sampai grower. Kata Kunci : Tepung Jahe, Tepung Kunyit, Ransum, dan Performa.
POTENSI HIJAUAN PADA LAHAN PERTANIAN HORTIKULTURA SEBAGAI PAKAN RUMINANSIA DI KECAMATAN SELUPU REJANG KABUPATEN REJANG LEBONG sudarmanto, Sudarmanto; Sunaryadi; Definiati, Neli
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v3i3.5848

Abstract

Kecamatan Selupu Rejang merupakan sentral pertanian hortikultura di Kabupaten Rejang Lebong, dari proses kegiatan pertanian hortikultura terdapat hijauan atau gulma yang tumbuh di area lahan pertanian hortikultura yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia, sebagian besar hijauan tersebut belum termanfaatkan bahkan hanya terbuang percuma dilahan, hal tersebut dikarenakan belum adanya data pasti tentang jumlah hijauan dan jenis hijauan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi hijauan pakan ternak ruminansia di Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian ini berlangsung dari bulan Agustus Sampai bulan September 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei langsung kelapangan di 3 desa yang ada di kecamatan Selupu Rejang, diikuti dengan pengukuran dan pengamatan di lapangan. Pengambilan sampel dilakukan pada 333 ha lahan pertanian hortikultura atau 30% dari total luas lahan di tiga (3) Desa yang berada dikecamatan Selupu Rejang. Produksi hijauan dihitung dengan menggunakan cuplikan ubin dari kayu berukuran 1 x 1 m, Masing masing lahan diukur menggunakan 80 penetapan cuplikan yang hasilnya di rata-ratakan dan di estimasikan dengan luas lahan. Hasil dari penelitian ini produksi potensi hijauan pakan ternak ruminansia pada lahan pertanian hortikultura di tiga (3) Desa yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Selupu Rejang yaitu : Produksi potensi hijauan di Desa Karang Jaya 4.643 ton/tahun berat segar dan 943 ton/tahun berat kering dapat memenuhi 295 ST/tahun, Desa Talang lahat 4.977 ton/tahun berat segar dan 1.045 ton/tahun berat kering dalam satu tahun dapat memenuhi 327 ST/tahun, dan Desa Sumber Urip 5.524 ton/tahun berat segar dan 1.137 ton/tahun berat kering dapat memenuhi 356 ST/tahun. Apabila dijumlahkan, maka dalam satu tahunnya di tiga desa dikecamatan Selupu Rejang menghasilkan produksi potensi hijauan 15.144 ton/tahun berat segar dan 3.125 ton/tahun berat kering yang berarti bahwa dapat menampung 978,5 ST/tahun atau setara dengan 978 ekor sapi dewasa. Berdasarkan hasil produksi potensi hijauan pakan diketahui bahwa, jika diestimasikan dengan total luas lahan pertanian hortikultura 1.110 ha maka hasil produksi potensi hijauan sebanyak 50.479,2 ton/tahun berat segar dan 10.416,6 ton/tahun berat kering , hasil ini dapat menampung 3.261,6 ST/tahun atau dengan kata lain dapat memenuhi kebutuhan ternak sapi dewasa sebanyak 3.262 ekor/tahun, dan terdapat 11 Jenis hijauan yaitu. 1.Belulang (Eleusine indica), 2. Setaria (Setaria plicata), 3. Wedusan (Ageratum conyzoides), 4. Lempuyang (Panicum repens L), 5. Teki ladang (Cyperus rotundus), 6. Kentangan (Borreria latifolia ), 7. Cemplonan (Drymaria cordata Willd), 8. Sintrong (Crassocephalum crepidioides), 9. Shaggy soldier (Galinsoga quadriradiata), 10. Urang aring (Eclipta Alba), 11. Bayam duri (Amaranthus spinosus). Kata Kunci : Pertanian Hortikultura, Potensi Hijauan Pakan Ternak Ruminansia, Berat Segar dan Berat Kering.
KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM PELEPAH SAWIT FERMENTASI YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG DAUN TEH (Camellia sinensis) SECARA IN-VITRO S, Roni; Nurhaita; Definiati, Neli; Sunaryadi
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v4i1.6258

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Pelepah Sawit Fermentasi yang disuplementasikan dengan Tepung Daun Teh (Camellia sinensis) Terhadap Kecernaan Bahan Kering (KcBK) dan Kecernaan Bahan Organik (KcBO) Secara In-Vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2020 di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan serta Laboratorium lnstitut Pertanian Bogor (IPB). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok sebagai ulangan. Perlakuan yang diuji adalah R0: Konsentrat (40%), Rumput alam (60%). R1 Konsentrat (40%), PSF (15%), Rumput alam (45%), TDT (4%). R2 Konsentrat (40%), PSF (30%), Rumput alam (30%), TDT (4%). R3 Konsentrat (40%), PSF (45%), Rumput alam (15%), TDT (4%). Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan bahan organik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analis sidik ragam (ANOVA), dan uji lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi rumput alam dan pelepah sawit fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Angka KcBK dan KcBO pada penelitian ini berkisar antara 45,11% - 53,03% dan 42,80% - 51,85%, semakin tinggi level pemberian pelepah sawit fermentasi maka dapat menurunkan kecernaan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian pelepah sawit fermentasi pada level 15% dalam ransum menunjukkan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik yang terbaik. Kata kunci : Suplementasi, Tepung Daun Teh, Pelepah Sawit Fermentasi, Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik.
PENGARUH PEMANFAATAN POD KAKAO (Theobroma cacao L) FERMENTASI DENGAN SUPLEMENTASI MINERAL, PROBIOTIK DAN BY PASS PROTEIN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN SAPI BALI Setiawan, Agung; Nurhaita, Nurhaita; Definiati, Neli; Suharnas, Edwar
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v4i1.6264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian pod kakao fermentasi dengan suplementasi mineral, probiotik dan by pass protein terhadap peran sum efisiensi sapi bali. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu literatur dalam pemanfaatan  pod kakao fermentasi yang disuplementasi sebagai pakan ternak dan upaya meningkatkan nilai gizi limbah kulit buah kakao.       Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah ransum (A) Suplementasi mineral S (0,8%), P (0,011%), Zn 50 ppm. ransum (B) Ransum A+0,4% Probiotik, ransum (C) Ransum A+ 1% By Pass Protein, ransum (D) Ransum A+0,4% Probiotik+ 1% By Pass Protein. Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot badan sapi bali. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal bulan Juli – September 2016  di Desa Bukit Peninjauan I, kecamatan Suka Raja, Kabupaten Seluma.             Hasil penelitian ini memperlihatkan pod kakao fermentasi yang disuplementasi dengan mineral, probiotik, dan by pass protein dapat meningkatkan pertambahan bobot badan sapi bali. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Suplementasi probiotik dan by pass protein pada pod kakao fermentasi yang telah diperkaya dengan mineral dapat meningkatkan efisiensi pakan. Hal yang disarankan dari hasil penelitiana dalah Penggunaan pod kakao fermentasi yang disuplementasi mineral, probiotik dan by pass protein direkomendasikan untuk digunakan sebagai penambah hijauan karena dapat meningkatkan pertambahan bobot badan sapi bali.   Kata Kunci : Pod Kakao Fermentasi, Mineral (S,P, dan Zn), Probiotik, By ....................   Pass Protein, Konsumsi.
Effect Of Egg Weight On Hatchability And Hatching Weight Of Quail (Cortunix cortunix Japonica) Zurina, Rita; Malianti, Lezita; Definiati, Neli; Rita, Wismalinda; Suliasih, Suliasih
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.2.209-214

Abstract

The research was conducted to determine the fertility, hatchability and hatching weight of quail (Corturnix-corturnix japonica) eggs in various egg weights. The research was carried out experimentally using a Randomized Block Design (RAK) consisting of 3 treatments and 4 replications. This research will be carried out from October to December 2020 at Kandang Puyuh, Kasih Ibu Orphanage, Jalan Bali, Bengkulu City. The tools used in this research were 4 manual hatching machines, box-shaped with a capacity of around 300 quail eggs, scales and an electrical energy source. The materials used are 300 quail eggs and disinfectant. The research was carried out experimentally using a Randomized Block Design (CRD) with 3 treatments and 4 replications. The treatment applied is egg weight consisting of: B1 = Light (≤9.5g), B2 = Medium (9.6 – 10.5g), B3 = Heavy (≥10.6g)
TEKNOLOGI PEMBUATAN TEPUNG BIJI ALPUKAT DAN PEMANFAATAN SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN COOKIES DI DESA ARGA INDAH Hayati, Rita; Kesumawati, Neti; Armadi, Yukiman; Jafrizal, Jafrizal; Definiati, Neli; Efrita, Edi; Mutmainah, Elni; Saputra, Surya Ade
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 3 (2024): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i3.733

Abstract

Masyarakat di Desa Arga Indah Kecamatan Marigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah pada umumnya memiliki mata pencaharian bertani dan berdagang. Masyarakatnya mengharapkan ada penyuluhan bagaiman menambah pemasukkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu melalui upaya memanfaatkan limbah hasil pertanian yang dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menambah pemasukkan keuangan keluarga. Pada umumnya petani hanya membuang biji alpukat yang dihasilkan di Desa Arga Indah. Buah alpukat merupakan salah satu buah yang diminati banyak orang, namun disisi lain bijinya hanya dijadikan limbah yang belum termanfaatkan karena pada umumnya, bagian yang dimanfaatkan dari buah alpukat hanyalah daging buahnya saja sedangkan bagian lainnya dibuang dan menjadi limbah. Bagian terbuang yang masih dapat dimanfaatkan misalnya biji. Biji alpukat yang dianggap sebagai limbah memiliki kandungan pati yang cukup tinggi yaitu sekitar 80,1% yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai cemilan makanan ringan antara lain Cookies. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani bagaimana teknologi pengolahan biji Alpukat menjadi Tepung yang kemudian dapat dimanfaatkan menjadi beberapa olahan makanan ringan seperti Cookies. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan. Pelatihan Teknologi pembuatan Tepung Biji Durian dan praktek menggunaanya dalam pembuatan Cookies Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini, yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya ketrampilan petani dalam teknologi pembuatan tepung biji alpukat dan pembuatan Cookies dan menambah wawasan petani dalam memanfaatkan biji Alpukat menjadi sesuatu yang dapat menambah pendapatan keluarga petani dan juga dapat memelihara lingkungan dengan menfaatkan biji alpukat yang berupa Limbah.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI LUWAK HITAM DESA BANDUNG JAYA Rita, Wismalinda; N. Hidayah; S. Ardiansyah; Neli Definiati; Rita Zurina; Parwito, Parwito; Susilo, Edi
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v4i1.252

Abstract

Luak Hitam Farmer Group, one of twelve farmer groups in Bandung Jaya Village, has great potential in the plantation, agriculture, and poultry farming sectors. However, high fluctuations in the price of feed concentrates are an obstacle in meeting the nutritional needs of poultry. On the other hand, the abundance of durian seeds as a source of energy and gold snails as a source of feed for ducks in this area has not been optimally utilized. In addition, post-harvest processing of quail into high-economic value products has also not been done effectively. This community service program aims to increase the knowledge and skills of farmer groups in processing durian seeds and gold snails into feed ingredients and post-harvest processing of quail. Activities include program socialization, education, and training, as well as mentoring, monitoring, and evaluation. The results of the program showed an increase in the knowledge and skills of the Luak Hitam Farmer Group in producing alternative feed made from durian seed flour and gold snail, as well as post-harvest management of quail into products of economic value.
Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Ransum Pelepah Sawit Fermentasi Yang Disuplementasi Tepung Daun Teh (camellia sinensis) Secara In-Vitro Nurhaita, Nurhaita; Setiawan, Roni; Definiati, Neli
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v5i1.7845

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Pelepah Sawit Fermentasi yang disuplementasikan dengan Tepung Daun Teh (Camellia sinensis) Terhadap Kecernaan Bahan Kering (KcBK) dan Kecernaan Bahan Organik (KcBO) Secara In-Vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2020 di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan serta Laboratorium lnstitut Pertanian Bogor (IPB). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok sebagai ulangan. Perlakuan yang diuji adalah R0: Konsentrat (40%), Rumput alam (60%). R1 Konsentrat (40%), PSF (15%), Rumput alam (45%), TDT (4%). R2 Konsentrat (40%), PSF (30%), Rumput alam (30%), TDT (4%). R3 Konsentrat (40%), PSF (45%), Rumput alam (15%), TDT (4%). Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan bahan organik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analis sidik ragam (ANOVA), dan uji lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi rumput alam dan pelepah sawit fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Angka KcBK dan KcBO pada penelitian ini berkisar antara 45,11% - 53,03% dan 42,80% - 51,85%, semakin tinggi level pemberian pelepah sawit fermentasi maka dapat menurunkan kecernaan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian pelepah sawit fermentasi pada level 15% dalam ransum menunjukkan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik yang terbaik. Kata kunci : Suplementasi, Tepung Daun Teh, Pelepah Sawit Fermentasi, Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik.
PENGARUH MEDIA KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana) TERHADAP KADAR LEMAK, KADAR PROTEIN, DAN KADAR AIR PADA TELUR ASIN Suharnas, Edwar; Arsigen; Definiati, Neli
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v5i2.8747

Abstract

Tujuan dan manfaat penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Media Kulit Manggis (Garcinia mangostana) Terhadap Kadar Lemak, Kadar Protein, dan Kadar Air Pada Telur Asin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024-Januari 2025 yang bertempat di Laboratorium Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan di analisa sampel telur asin di Laboratorium Peternakan Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan P0=0% tanpa penambahan kulit manggis, P1=10% penambahan kulit manggis, P2=20% penambahan kulit manggis, P3=30% penambahan kulit manggis, P3=40% penambahan kulit mnggis. Parameter yang diamati adalah Kadar Lemak, Kadar Protein dan Kadar Air. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan media kulit manggis (Garcinia mangostana) mempengaruhi kualitas telur asin terutama pada kadar lemak, kadar protein dan kadar air. Penambahan media kulit manggis (Garcinia mangostana) dapat digunakan dalam pembuatan telur asin. Kata Kunci : Telur, Itik, Kulit Manggis dan Telur Asin.