Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI BLENDED LEARNING BERBASIS BUDAYA DITINJAU DARI PROSES JAWABAN PESERTA DIDIK Dwi Novita Sari; Irham Habibi Harahap; Hasratuddin Hasratuddin; Kms. M. Amin Fauzi; Sahat Saragih; E. Elvis Napitupulu
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : State Islamic University of North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v12i1.10480

Abstract

Pandemi Covid 19 merupakan bencana internasional yang membawa dampak pada bidang pendidikan yaitu sistem tatap muka di kelas menjadi sistem online yang akan mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Tujuan penelitian adalah untuk merepresentasikan sejauhmana kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang terbentuk dengan menggunakan blended learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian merupakan peserta didik dari MTS Negeri Deli Serdang kelas VIII (3) berjumlah 28 orang. Analisis kualitatif dilihat dari aspek kemampuan komunikasi matematis, aspek kesalahan/kekeliruan serta aspek jawaban kosong berdasarkan lembar jawaban peserta didik. Peneliti menggunakan lembar evaluasi kemampuan komunikasi matematis dan wawancara langsung sebagai instrumen penelitian. Temuan penelitian ini dengan analisis kualitatif menunjukkan bahwa proses belajar dengan menerapkan blended learning berbasis budaya dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Pada proses belajar yang diterapkan, peserta didik diberikan permasalahan matematika yang dikaitkan dengan budaya. Peninjauan dari aspek kemampuan komunikasi matematis dan indikator kesalahan menurut Newman ketika peserta didik diberikan soal matematika berbasis budaya pada materi bangun datar yaitu: (1) aspek drawing pada indikator kesalahaan keterampilan proses adalah 8.00 maka termasuk pada tingkat tidak melakukan kesalahan tinggi, (2) aspek mathematical expression pada indikator kesalahan transformasi dan kesalahpahaman adalah 8.22 maka termasuk kepada tingkat tidak melakukan kesalahan tinggi, dan (3) aspek written text pada indikator kesalahan penulisan jawaban adalah 7.77 maka termasuk kepada tingkat tidak melakukan kesalahan tinggi. AbstractThe Covid 19 pandemic is an international disaster that has had an impact on the education sector, namely the transformation from the face-to-face system in class to an online system that has affected students' mathematical communication skills. The research aims to represent the extent to which students' mathematical communication abilities are formed using blended learning. This research was carried out by following the descriptive qualitative method. The research subject includes 28 eighth-grade students from a Public Islamic junior high school in Deli Serdang. Qualitative analysis is seen from the aspect of mathematical communication skills, aspects of errors/mistakes, and aspects of blank answers based on student answer sheets. Researchers used an evaluation sheet of mathematical communication skills and direct interviews as research instruments. The findings were analyzed by using qualitative analysis, and it was found that applying culture-based blended learning could improve students' mathematical communication abilities. In this learning process, students were given mathematical problems associated with culture. The review of the aspects of mathematical communication skills and error indicators was based on Newman, and students were given culture-based math questions on plane figure lesson, namely: (1) the drawing aspect on the error indicator of process skills (8.00) which is at the level of not making high mistakes, (2) aspects mathematical expression on the indicator of transformation errors and misunderstandings (8.22) which is the high level of not making mistakes, and (3) the written text aspect of the answer writing error indicator (7.77) which is the high level of not making mistakes.
PENGARUH PENDEKATAN METAKOGNITIF BERBANTUAN FLIP PDF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA DI SMP Sri Septia Irawan; Hasratuddin Hasratuddin
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.71-77

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah teknik metakognitif, dibantu oleh Flip Pdf, memiliki dampak pada pemahaman siswa SMP terhadap ide-ide matematika lebih efektif daripada yang dapat mereka lakukan dengan instruksi tradisional saja. Penelitian ini adalah penelitian dengan desain kuasi-eksperimental. Siswa dari SMP Harapan 1 Medan merupakan populasi penelitian ini. Ada 30 siswa di kelas eksperimen, kelas VIII-A, dan kelas kontrol, kelas VIII-C. Tindakan digunakan di kelas eksperimen untuk belajar menggunakan pendekatan metakognitif dengan bantuan Flip Pdf, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima terapi dan hanya belajar secara normal. Pretest dan posttest adalah alat yang digunakan di kedua kelas penelitian. Menurut temuan penelitian, kemampuan kelas eksperimen untuk memahami konsep matematika lebih dipengaruhi oleh pendekatan metakognitif yang didukung oleh Flip Pdf daripada kelompok kontrol, yang menggunakan pembelajaran reguler. Data dari tes yang menggunakan Independent Sample T-test memberikan bukti untuk ini. Dapat ditentukan bahwa pada taraf signifikansi 𝛼 = 5% dan df = 58, t_(hitung) = 2,754 dan t_(tabel) = 1,671. Hal ini menunjukkan bahwa
Improving mathematical communication skills with the Realistic Mathematics Education approach Fajar Solidman Larosa; Nina Ardianti Dewi; Sudirman Sudirman; Nurhabiba Meha; Hasratuddin Hasratuddin; Dian Armanto
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.320

Abstract

Mathematics learning is important to develop from elementary school because at this stage students are developing their thinking and learning processes. This study aims to improve fifth-grade students' mathematical communication skills through the Realistic Mathematics Education (RME) approach. The method used is exploratory sequential mixed methods, starting with the collection and analysis of quantitative data, followed by the qualitative stage to deepen the findings. The study was conducted at SD Negeri 1 Syamtalira Bayu, North Aceh, with a sample of 21 fifth-grade students. Quantitative analysis used the N-Gain test, while qualitative analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions for students with low, medium, and high communication ability categories. The quantitative results showed an N-Gain value of 0.65, which is in the medium category. This indicates that fraction learning with the RME approach is effective in improving students' mathematical communication skills. The results of the qualitative data analysis showed that students with high and medium levels of mathematical communication skills increased their achievement on mathematical communication ability indicators after the treatment. Meanwhile, students with low communication skills did not show an increase in achievement on indicators of mathematical communication ability.   Abstrak Pembelajaran Matematika penting dikembangkan sejak sekolah dasar karena pada fase ini murid sedang membangun proses berpikir dan belajar. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi matematis murid kelas V melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Metode yang digunakan adalah exploratory sequential mixed methods, dimulai dari pengumpulan dan analisis data kuantitatif, kemudian dilanjutkan dengan tahap kualitatif untuk memperdalam temuan. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Syamtalira Bayu, Aceh Utara, dengan sampel 21 murid kelas V. Analisis kuantitatif menggunakan uji N-Gain, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan pada murid dengan kategori kemampuan komunikasi rendah, sedang, dan tinggi. Hasil kuantitatif menunjukkan nilai N-Gain 0,65, berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran pecahan dengan pendekatan RME efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis murid. Hasil analisis data kualitatif menunjukkan murid dengan kemampuan komunikasi matematis tinggi dan sedang mengalami peningkatan ketercapaian indikator kemampuan komunikasi matematis setelah adanya perlakuan. Sementara itu, murid dengan kemampuan komunikasi rendah tidak mengalami peningkatan ketercapaian indikator kemampuan komunikasi matematis. Kata Kunci: kemampuan komunikasi matematis; Realistic Mathematics Education; RME; sekolah dasar
Pengembangan Media Articulate Storyline Berbasis Quantum Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Disposisi Matematis Laura Stella; Hasratuddin Hasratuddin; Mulyono Mulyono
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/sb2j3p89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Articulate Storyline berbasis Quantum Learning dan mengetahui validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan disposisi matematis siswa. Studi ini menggunakan model pengembangan ADDIE dan desain kelompok kontrol pretest-posttest non-ekuivalen kuasi-eksperimental. Enam puluh siswa kelas delapan di SMP Negeri 1 Kota Pinang berpartisipasi: 30 di kelas eksperimen dan 30 di kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi ahli, tes komunikasi matematika, kuesioner disposisi matematis, kuesioner respons, dan observasi. Validasi material dan media memperoleh nilai S-CVI/Ave 1.000 dan 0.967. Respon siswa dan guru mencapai 83,96% dan 90,18%. Kelas eksperimental mencapai N-Gain 0,728, dibandingkan dengan 0,375 di kelas kontrol, dengan perbedaan antar-kelompok yang signifikan (p < 0,001). Disposisi matematika meningkat dari 67,93 menjadi 89,17, dengan N-Gain 0,487 dan perbedaan pra-post yang signifikan (p < 0,001). Media yang dikembangkan sangat valid, praktis, dan efektif dalam mendukung komunikasi matematika dan disposisi matematika positif.