Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The effect of nearpod-assisted problem-based learning on environmental literacy Nurjanah, Rini; Agustian, Dita; Ali, Mufti
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 10, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v10i2.5250

Abstract

The lack of interactive and contextual learning models further weakens student engagement with environmental issues. This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by Nearpod on students' environmental literacy regarding climate change material in Grade 10 at SMA Negeri 10 Tasikmalaya. The research method used is a Quasi-Experimental design. The research population consists of 10 classes, with a purposive sampling method yielding a sample size of 2 classes, comprising an experimental class and a control class. The research instruments used tests and non-tests in the form of multiple-choice questions and questionnaires. The results of the ANCOVA test showed that the Nearpod-assisted PBL model had a significant partial effect on environmental literacy in the cognitive and affective indicators, with a significance value of 0.000, but did not show an effect on the behavioral indicator, which obtained a significance value of 0.874. Meanwhile, the simultaneous test results for the combined three environmental literacy indicators yielded a significance of 0.184 (p-value > 0.05), indicating that the implementation of the Nearpod-assisted PBL model has not yet been able to provide a comprehensive impact on environmental literacy among students at SMAN 10 Tasikmalaya.
Analisis Kebutuhan Modul Ajar Interaktif Berbasis Kearifan Lokal Pesisir pada Materi Perubahan Iklim: Studi Pendahuluan Agustian, Dita; Nissa, Nissa Noor Annashr; Triyanto, Samuel; Ryan, Ryan Ardiansyah; Marlyono, Setio
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.33964

Abstract

Latar belakang penelitian berangkat dari urgensi pendidikan lingkungan yang kontekstual dan integratif dalam menghadapi isu global perubahan iklim, khususnya di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru dan siswa terhadap pengembangan modul ajar interaktif berbasis kearifan lokal pesisir pada materi perubahan iklim. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan instrumen berupa angket kebutuhan, wawancara, dan telaah kurikulum. Subjek penelitian melibatkan 6 orang guru biologi dan 60 siswa sekolah menengah atas di wilayah pesisir Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru membutuhkan sumber belajar yang interaktif, kontekstual, dan mudah diintegrasikan dalam pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka; (2) siswa membutuhkan media pembelajaran yang interaktif, visual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan pesisir; (3) kearifan lokal pesisir dipandang relevan sebagai konten pembelajaran adaptasi perubahan iklim, namun belum banyak dimanfaatkan dalam modul ajar konvensional. Dengan demikian, pengembangan modul ajar interaktif berbasis kearifan lokal pesisir dipandang urgen untuk memperkuat literasi sains, kesadaran lingkungan, dan kemampuan adaptasi siswa terhadap perubahan iklim.
Pelatihan Strategi Belajar Efektif untuk Meningkatkan Pemahaman dan Kebiasaan Belajar Siswa SMPN 2 Tasikmalaya Rina Fitriani; Ida Wati; Ai Anisa Asaidah; Suhartini Suhartini; Rita Fitriani; Dita Agustian
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.790

Abstract

Pendidikan tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga kemampuan siswa dalam menerapkan strategi belajar yang efektif. Hasil survei awal di SMPN 2 Tasikmalaya menunjukkan bahwa kebiasaan belajar siswa masih berada pada kategori cukup, terutama pada aspek manajemen waktu, strategi belajar, kemandirian, dan konsentrasi belajar. Kondisi tersebut menyebabkan siswa cenderung belajar hanya saat menghadapi ujian dan belum memiliki pola belajar yang konsisten. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai strategi belajar efektif serta membangun kebiasaan belajar yang lebih positif. Kegiatan dilaksanakan pada April 2026 di SMPN 2 Tasikmalaya dengan melibatkan 35 siswa. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan ini dilakukan melalui pendekatan active learning berupa diskusi, tanya jawab, dan refleksi belajar. Evaluasi kegiatan menggunakan pretest-posttest serta angket kebiasaan belajar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai siswa dari 91,51 menjadi 93,90 dengan nilai N-Gain sebesar 0,28 kategori rendah. Hasil angket menunjukkan kebiasaan belajar siswa masih berada pada kategori cukup dengan persentase 51%–57%, yang menandakan bahwa siswa telah mulai menerapkan kebiasaan belajar positif, namun belum secara konsisten dalam mengelola waktu, menjaga konsentrasi, dan belajar mandiri. Meskipun demikian, siswa mulai menyadari pentingnya pengelolaan waktu, konsistensi belajar, dan pengurangan kebiasaan menunda belajar. Selain itu, sebagian besar siswa memberikan respon positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan pelatihan strategi belajar efektif mampu meningkatkan pemahaman awal siswa mengenai pentingnya strategi belajar yang terarah sebagai langkah awal membentuk kebiasaan belajar yang lebih mandiri dan positif.
Strategi Pencegahan Stunting dalam Rumah Tangga untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Kota Tasikmalaya Agustian, Dita; Triyanto, Samuel Agus; Apriyani, Dwi; Helbawanti, Octaviana
DEDIKASI: Community Service Reports Vol 5, No 1 (2023): DEDIKASI: Community Service Report - January
Publisher : FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/dedikasi.v5i1.69811

Abstract

Stunting reduction and sanitation have been essential goals in national sustainable development. Nutrition and sanitation education is critical to prevent stunting because children’s growth requires optimal nutrition and a healthy environment. A community service activity was conducted under the health scheme supported by Universitas Siliwangi for 2022 (PbM-SK) in collaboration with the women association members in Sambongsari Village, Tasikmalaya, West Java. Eighteen organisation members who participated in the activity. They were given counselling about the causes of stunting, the impact of stunting, the fulfilment of nutrition, and the effects of sanitation. The purposes of community service activities were to understand the causal factors, the characteristics of stunting, the impact of stunting, and healthy sanitation. Public awareness to consume food containing protein, calcium, and vitamin D, which are essential nutrients. Problems in households with toddlers with chronic diseases such as tuberculosis (TB) are usually less able to distinguish the causes and treatment of diseases with stunting conditions because there are physical growth disorders. Thus, education to prevent stunting is essential so that public understanding is more optimal on the prevention and proper handling of toddlers with stunting characteristics and toddlers who experience certain diseases. The evaluation of stunting and sanitation knowledge in Sambongpari, Tasikmalaya City, showed increased public understanding of stunting and sanitation. However, it was not significant, namely the average value of 36.5 to 68.6. Stunting management strategies closely related to children’s golden period, namely specific nutrition interventions for the First 1,000 Days of Life, can determine brain growth, intelligence, height, and vulnerability to chronic disease risk.
Pemberdayaan Anak Usia Sekolah melalui Pengenalan Anthocya Latte sebagai Media Edukatif dalam Meningkatkan Literasi Gizi dan Alternatif Minuman Sehat Putri Syarifa; Yunita Ayudhia Anzani; Sri Raspati; Rita Fitriani; Dita Agustian
Ruang Pengabdian: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): RUANG PENGABDIAN: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rp/v6i1.hal.34-45

Abstract

Rendahnya literasi gizi pada anak usia sekolah dasar berdampak pada tingginya konsumsi jajanan dan minuman tinggi gula yang berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kegiatan edukatif yang kontekstual dan berbasis pengalaman dalam menanamkan kebiasaan konsumsi sehat sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan anak usia sekolah melalui pengenalan Anthocya Latte sebagai media edukatif dalam mendukung peningkatan literasi gizi sekaligus memperkenalkan alternatif minuman sehat berbasis bahan alami. Kegiatan dilaksanakan di SDN Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya dengan melibatkan 44 peserta didik kelas V. Metode yang digunakan yaitu pendekatan partisipatif-edukatif berbasis experiental learning melalui penyuluhan literasi gizi, demonstrasi pembuatan Anthocya Latte, pemanfaatan media digital berbasis QR code, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data diperoleh melalui observasi, angket respon, dan dokumentasi kegiatan. Peserta didik dilibatkan secara aktif dalam diskusi, praktik, dan penggunaan media digital sehingga proses pembelajaran berlangsung interaktif dan menyenangkan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta didik mengenai pentingnya memilih minuman sehat, yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai dari 86,7 pada pre-test menjadi 96,4 pada post-test, dengan hasil analisis N-Gain sebesar 0,73 yang termasuk dalam kategori tinggi. Selain itu, peserta didik memberikan respon positif terhadap Anthocya Latte sebagai alternatif minuman sehat serta mampu mengakses media edukasi digital secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis pengalaman langsung dan inovasi pangan lokal berpotensi mendukung peningkatkan literasi gizi serta kesadaran konsumsi sehat pada anak usia sekolah dasar.
Implementasi E-Modul Berbasis Nearpod pada Materi Fluida Dinamis untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Hasil Belajar Siswa Fauzan Aninnajib Basri; Tasya Nur Hanifah; Yunita Ayudhia Anzani; Rahmat Rizal; Dita Agustian
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.3750

Abstract

Rendahnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi masih menjadi permasalahan dalam kegiatan pembelajaran, di mana proses pembelajaran umumnya didominasi metode ceramah, penggunaan buku teks, serta asesmen konvensional yang kurang melibatkan perangkat digital. Kondisi ini menunjukkan perlunya media inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan dan kemampuan kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji peningkatan keterampilan pemecahan masalah serta hasil belajar siswa setelah menggunakan E-Modul berbasis Nearpod pada topik Fluida Dinamis. Penelitian menerapkan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 25 siswa kelas XI MIPA-2 SMA IT Ummul Quro, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh (total sampling). Instrumen berupa tes yang telah divalidasi digunakan untuk menilai dua variabel terikat, yaitu keterampilan dalam memecahkan masalah dan hasil belajar. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Wilcoxon Signed-Rank, serta perhitungan N-Gain menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua variabel, terlihat dari nilai signifikansi uji Wilcoxon sebesar 0,000 dan nilai N-Gain yang termasuk kategori sedang. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa E-Modul berbasis Nearpod mampu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan hasil belajar siswa, sehingga layak dijadikan media pembelajaran digital di tingkat sekolah menengah.