Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Influence of the Korean Wave on Students' Sense of Responsibility and Commitment to Local Wisdom Ade Suherman; Wulan Sondarika; Latansa Sabati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 10, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um019v10i3p244-252

Abstract

The purpose of this study is to analyze the influence of the Korean wave on students' attitudes of responsibility and commitment to local wisdom. This study used a quantitative approach with a survey method. The results show that the Korean wave has a significant influence on students' attitudes of responsibility, with a correlation coefficient of 0.909. The coefficient of determination value of 0.827 indicates that 82.7 percent of the variation in students' attitudes of responsibility is influenced by exposure to the Korean wave. In comparison, 17.3 percent is influenced by other factors. The Korean wave also influences students' commitment to preserving local wisdom, with a correlation coefficient value of 0.909. The coefficient of determination value of 0.826 shows that 82.6 percent of the variation in student commitment to preserving local wisdom is influenced by exposure to the Korean wave, while 17.4 percent is influenced by other factors. The influence of the Korean wave on students' attitudes of responsibility and commitment to local wisdom is constructive if supported by adequate education and supervision patterns.
THE EFFECT OF IMPLEMENTING THE COOPERATIVE LEARNING MODEL LISTENING TEAM ON STUDENTS’ ACTIVE PARTICIPATION IN CLASS VIII AT SMPN 1 TAROGONG KALER Asep Nurhidayat; Ade Suherman; Prima Melati
SAHUR Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Vol 5 No 1 Tahun 2026
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/w3m4f756

Abstract

This research was motivated by the fact that most students in class VIII B of SMPN 1 Tarogong Kaler still appeared passive during the learning process, as the Civics (PKn) teacher at the school still employed the lecture method. The purpose of this research was to determine the active participation of students in class VIII B of SMPN 1 Tarogong Kaler in the Civics subject. The research method used was an experimental method with a One-Group Post-Test Only Design. Data collection techniques included observation and questionnaires. The sampling method used in this study was non-probability sampling with a purposive sampling technique. The population of the study consisted of all eighth-grade students, totaling 427 individuals, and the sample used was class VIII B with 40 students. The results of the study can be summarized as follows: (1) The implementation of the cooperative learning model Listening Team in the Civics subject increased students' active participation by creating a more interactive and enjoyable learning atmosphere, improving students' memory and collaboration, thus resulting in more effective learning. (2) There was a significant change in students’ active participation after applying the Listening Team cooperative learning model, as indicated by the regression test results showing a regression coefficient of 0.474 or 47.4%, meaning that there was an increase in students’ active participation after the model was implemented. (3) There was a significant influence of the implementation of the Listening Team cooperative learning model on students' active participation. This was evidenced by the analysis results showing a significance level lower than 0.05, which means that the application of the Listening Team model had an effect on the active participation of students in class VIII B of SMPN 1 Tarogong Kaler. Keywords: Cooperative Learning Model Listening Team, Active Participation, Civics Education
Optimalisasi Nilai-Nilai Adat dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kreatif Masyarakat Kampung Naga Prima Melati; Yuyun Susanti; Purnomo Sidiq; Ai Siti Masruroh; Hipni Munsyi; Ade Suherman; Slamet Rohman
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21529

Abstract

Kampung Naga yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan komunitas adat yang tetap teguh menjaga nilai serta aturan leluhur meskipun modernisasi semakin berkembang pesat. Program pengabdian masyarakat ini diarahkan untuk mengoptimalkan nilai-nilai tradisi Kampung Naga guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan mencakup observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa leuit (lumbung padi) masih menjadi sarana utama dalam menjamin ketersediaan pangan sepanjang tahun. Setiap rumah tangga rata-rata menyimpan 200-300 ikat padi yang mampu memenuhi kebutuhan selama 8-10 bulan, sehingga membantu menghadapi musim paceklik sekaligus memperkokoh identitas budaya. Di sisi lain, sekitar 40% keluarga terlibat dalam usaha ekonomi kreatif, seperti kerajinan bambu, produk batok kelapa, serta makanan tradisional. Aktivitas ini tidak hanya menambah penghasilan, tetapi juga menjaga kelestarian tradisi leluhur. Hambatan muncul akibat keterbatasan listrik dan akses teknologi digital, sehingga masyarakat memilih cara adaptasi sederhana melalui penjualan langsung dan penggunaan WhatsApp. Hasil pengabdian membuktikan bahwa penguatan nilai adat dapat menjadi dasar dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif tanpa menghilangkan identitas budaya. Strategi ini memperlihatkan bahwa masyarakat adat mampu menyaring teknologi modern agar tetap selaras dengan norma dan kearifan lokal, sehingga tradisi tetap terjaga sembari memberikan manfaat ekonomi nyata.
THE EFFECT OF SELF-DIRECTED LEARNING MODEL ON STUDENT LEARNING OUTCOMES AT SMPN 2 TAROGONG KIDUL : (Quasi Eksperimen Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas IX SMPN 2 Tarogong Kidul) Hilmi Julia; Ade Suherman; Supriadi; Triani Widyanti
SAHUR Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 No 2 Tahun 2025
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/sahur.v4i2.3487

Abstract

Hasil belajar peserta didik merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan proses pembelajaran. Namun, berdasarkan observasi awal di kelas IX SMP Negeri 2 Tarogong Kidul, ditemukan bahwa hasil belajar peserta didik masih tergolong rendah. Rendahnya hasil belajar ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara mandiri dan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Self Directed Learning terhadap hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen jenis Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IX, dengan sampel dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Self Directed Learning, dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest, posttest, observasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Self Directed Learning berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan rata-rata nilai posttest yang lebih tinggi pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Selain itu, peserta didik dalam kelas eksperimen menunjukkan peningkatan dalam hal kemampuan berpikir kritis, kemandirian, dan inisiatif belajar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Self Directed Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas IX SMP Negeri 2 Tarogong Kidul. Kata kunci : Self Directed Learning, Hasil Belajar, Model Pembelajaran, Quasi Eksperimen.
Efektivitas Model Pembelajaran Quantum Teaaching dalam Meningkatkan Partisipasi Aktif Peserta Didik pada Mata Pelajaran PPKn Kelas IX di SMPN 4 Tarogong Kidul Prima Dista Melati; Ade Suherman; Arik Darojat
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i1.13234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan model pembelajaran Quantum Teaaching dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa pada mata pelajaran PPKn kelas IX di SMP Negeri 4 Tarogong Kidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi partisipasi aktif siswa yang mencakup lima aspek: keaktifan bertanya, menjawab, berpendapat, kerja sama, dan antusiasme belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. Rata-rata partisipasi aktif siswa pada pra-siklus adalah 55,90 % (kategori cukup), meningkat menjadi 76,25 % (kategori baik) pada siklus I, dan mencapai 89,48 % (kategori sangat baik) pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model Quantum Teaaching dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, interaktif, dan berpusat pada siswa. Oleh karena itu, penerapan model Quantum Teaaching dianggap efektif dalam meningkatkan partisipasi aktif dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran PPKn.
IMPLEMENTATION OF THE RECIPROCAL TEACHING LEARNING MODEL TO IMPROVE STUDENTS' CRITICAL THINKING ABILITIES IN THE PPKN SUBJECT AT SMAN 18 GARUT Tiara Azrin Karimah; Tetep; Ade Suherman
Journal Civics And Social Studies Vol. 9 No. 2 (2025): Vol 9 No 2 Tahun 2025
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/journalcss.v9i2.3484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran Reciprocal Teaching dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMAN 18 Garut. Model pembelajaran Reciprocal Teaching dipilih karena diyakini mampu mendorong peserta didik untuk lebih aktif dan reflektif melalui kegiatan seperti diskusi, penyusunan pertanyaan, klarifikasi konsep, dan prediksi terhadap materi. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana model tersebut mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, yang merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran PPKn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental). Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Rata-rata nilai pretest peserta didik adalah 50,77 dan meningkat menjadi 75,87 pada posttest, dengan penurunan standar deviasi dan varians yang menunjukkan peningkatan hasil belajar lebih merata. Hasil analisis N-Gain menunjukkan rata-rata sebesar 0,4945 yang termasuk dalam kategori peningkatan sedang. Sementara itu, kelas kontrol menunjukkan N-Gain negatif atau sangat rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa model Reciprocal Teaching efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, dan dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran alternatif dalam mata pelajaran PPKn. Kata kunci: Reciprocal Teaching, berpikir kritis, PPKn, model pembelajaran, peserta didik.
Strengthening the Character of Generation Z through the Integration of the Pancasila Student Profile into Pancasila Education Instruction Jamilah Jamilah; Ade Suherman; Prima Melati
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 7 No 3 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment (August)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v7i3.1297

Abstract

Strengthening national character in the digital era faces escalating social challenges, including moral crises, cyberbullying, and a decline in the spirit of diversity among adolescents. This study aims to analyze the effectiveness of integrating the six dimensions of the Profil Pelajar Pancasila (Pancasila Student Profile) into character-strengthening-based Pancasila Education. A descriptive qualitative method was employed, utilizing a literature review, participatory observation of classroom activities, and self-reflection surveys administered to 75 secondary school students. The findings indicate that internalizing Pancasila values facilitated by an experiential learning approach and character-building projects successfully enhanced students' moral knowledge, emotional empathy, and tangible moral actions. This represents a shift in the Pancasila Education paradigm from mere theoretical understanding and rote memorization toward the habituation of these values ​​in daily life.
NILAI-NILAI KEWARGANEGARAAN DALAM PRAKTIK SOSIAL MASYARAKAT KAMPUNG ADAT DUKUH GARUT Ihsan Mudakir; Ade Suherman; Prima Melati
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10570

Abstract

Abstrak Komunitas tradisional Kampung Dukuh, yang berada di wilayah Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, merupakan contoh nyata masyarakat adat yang tetap konsisten mempertahankan nilai-nilai budaya leluhur di tengah arus modernisasi. Fokus utama kajian ini adalah menelaah bagaimana nilai-nilai kewarganegaraan teraktualisasi dalam dinamika sosial mereka, serta peranannya dalam membentuk identitas kewargaan berbasis budaya lokal. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data dilakukan melalui partisipasi langsung dalam kegiatan masyarakat, dialog mendalam dengan tokoh dan warga kunci, serta penelaahan terhadap dokumen-dokumen adat yang relevan. Temuan dari kajian ini mengindikasikan bahwa prinsip-prinsip seperti solidaritas kolektif, musyawarah, penghormatan terhadap norma adat, kepedulian sosial, dan nasionalisme lokal terus dijalankan secara berkelanjutan dan membentuk fondasi kuat bagi model kewargaan berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: Adat, Kearifan lokal, Kewarganegaraan, Nilai kewargaan, Partisipasi sosial