Claim Missing Document
Check
Articles

Assessment of Maize and Soybean Pricing Muhammad Firdaus; Fuza; Hastuti; Dea Amanda
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol. 17 No. 2 (2020): JMA Vol. 17 No. 2, July 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jma.17.2.153

Abstract

Prices of maize and soybean fluctuated significantly at both producer and consumer levels in Indonesia. This study aims to analyze the pricing of maize and soybean at the consumer level by employing the vector error correction model and to analyze the market behavior in determining consumer prices by using the game theory. The results show that maize prices at the consumer level are positively influenced by producer price, wholesale price, as well as gasoline price shocks and are also negatively affected by supply shocks. Soybean prices at the consumer level are negatively influenced by producer price shocks and are positively affected by wholesale price shocks. Shocks in terms of supply result in the fluctuating prices received by the consumers. It is due to the dominant pricing strategy, which is through collusion performed by the maize and soybean retailers. Some market efficiencies are encouraged to reach more stabilized prices. Keywords: game theory, maize, soybean, market efficiency
Analysis of Geographically Weighted Regression (GWR) on Retail Prices of Medium Rice and Red Chili in Java Jan Piter Sinaga; Agung Hendriadi; Muhammad Firdaus; Akhmad Fauzi; Idha Widi Arsanti
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol. 18 No. 2 (2021): JMA Vol. 18 No. 2, July 2021
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jma.18.2.144

Abstract

Research using a global regression model might not be appropriate to find out the factors that influence strategic food prices based on spatial characteristics. To analyze the spatial effect, Geographically Weighted Regression (GWR) was employed. GWR models are better than OLS, which is indicated by the higher R2 GWR and lower AIC values. The GWR analysis provides the following findings: (1) the wholesale price most influential on the retail price of medium rice and red chili both during the main harvest and non-harvest periods; (2) the harvest pattern results in the effect of production and producer prices on the retail prices of the major harvest and non-harvest periods. Management of inter-regional distribution must be carried out to maintain supply stability and disparity in food prices between regions; (3) producer prices are integrated with trader prices in the district of production centers and surrounding areas while the integration of food prices at the consumer level occurs in the main economic center area of the region. These aspects have different effects for each region and district because the estimated parameters can be positive or negative. Testing during the harvest season (April) and non-harvest can also produce estimates that vary according to the specific characteristics of each location. Keywords: spatial analysis, Geographically Weighted Regression (GWR), retail prices, wholesale price, spatial distribution patterns
TRANSFORMASI REGULASI SERTIFIKASI LEGALITAS KAYU Siti Nurkomariyah; Muhammad Firdaus; Dodik Ridho Nurrochmat
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 3 No 3 (2016): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mandatory Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) menjadi non tarif barrier yang dibuat oleh pemerintah. Seluruh produk kayu tidak dapat menembus semua pasar ekspor jika tidak memiliki sertifikat legalitas kayu dan dokumen v-legal. Deregulasi  menimbulkan kerisauan bagi industri furnitur kayu. Tarik ulur regulasi menunjukkan ketidakkonsistenan pemerintah atas regulasi yang dibuatnya. Akibatnya, selama tujuh tahun ditetapkan kebijakan ini  belum memberikan dampak signifikan bagi peningkatan daya saing industri furnitur kayu. Oleh sebab itu, diperlukan transformasi regulasi yang lebih implementatif dan sesuai dengan kebutuhan industri. Hasil kajian menyatakan bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi implementasi SVLK secara menyeluruh dengan melibatkan industri dan seluruh stakeholder kehutanan. Pemerintah juga harus melakukan deregulasi antara lain dengan cara menurunkan standar biaya sertifikasi dan menetapkan standar maksimum tarif sertifikasi yang diberlakukan lembaga verifikasi (LV). Mandatory SVLK khusus pasar Uni Eropa dan niche market yang dilandasi dengan voluntary partnership agreement (VPA) seperti halnya yang dilakukan dengan Uni Eropa.
Pengembangan Penggunaan Penginderaan Jauh untuk Estimasi Produksi Padi (Studi Kasus Kabupaten Bekasi): Remote Sensing Application for Regional Rice Production Estimation (A Case Study in Bekasi District) Eka Rudiana; Ernan Rustiadi; Muhammad Firdaus; Dede Dirgahayu
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.576 KB) | DOI: 10.29244/jitl.19.1.6-12

Abstract

Pemanfaatan produk penginderaan jauh satelit Landsat-8 (OLI) untuk melakukan pendugaan luas area panen dan produktivitas tanaman padi dengan menggunakan parameter Enhanced Vegetation Index (EVI) merupakan salah satu pendekatan baru untuk menghasilkan data estimasi produksi padi wilayah. Berdasarkan hasil analisis citra satelit dengan tanggal akuisisi bulan Mei-Agustus 2015, diperoleh hasil perkiraan luas panen padi sawah di Kabupaten Bekasi periode bulan Juli-Oktober 2015 adalah seluas 15.86 ribu ha atau lebih kecil 7.74 (32.79 %) ribu ha dibandingkan angka BPS pada periode yang sama. Berdasarkan keeratan hubungan antara nilai produktivitas hasil ubinan BPS dengan nilai EVI maksimum, diperoleh model persamaan pendugaan produktivitas tanaman padi sawah sebagai berikut: Produktivitas (ku ha-1) = 36.818 + 44.965 EVI maksimum. Nilai Rsquare yang diperoleh sebesar 0.809. Berdasarkan model tersebut diperoleh pendugaan produktivitas padi sawah di Kabupaten bekasi periode bulan Juli-Oktober 2015 sebesar 47.40 ku ha-1 atau lebih kecil 12.66 ku ha-1 dibandingkan angka produktivitas subround I 2015, lebih kecil 6.77 ku ha-1 dibandingkan angka produktivitas subround II 2015, lebih kecil 10.15 ku ha-1 dibandingkan angka produktivitas subround III 2015, dan lebih kecil 6.62 ku ha-1 dibandingkan angka produktivitas periode Januari-Desember 2015 yang dipublikasikan BPS. Sementara itu, perkiraan produksi padi sawah periode panen bulan Juli- Oktober 2015 berdasarkan analisis citra satelit yakni sebanyak 75.16 ribu ton GKG atau lebih kecil 55.35 ribu ton GKG (42.41%) dibandingkan angka yang dipublikasikan BPS pada periode yang sama. Kata kunci: Enhanced Vegetation Index, Landsat-8 (OLI), estimasi produksi padi
FISCAL EFFECTIVENESS UNDER REGIONAL ECONOMIC INTEGRATION: INDONESIAN AGRICULTURAL PERFORMANCE CASE Nasrudin Nasrudin; Bonar M Sinaga; Muhammad Firdaus; Dedi Walujadi
Economic Journal of Emerging Markets Volume 5 Issue 1, 2013
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ejem.vol5.iss1.art3

Abstract

AbstractThis paper investigates the effectiveness of fiscal policy in boosting agricultural sector performance and seeks the most effective policy in the presence of regional economic integration. It predicts the effectiveness of fiscal policy on the agricultural sector performance in four periods; the new order regime, the economic crisis, and pre and post China Free Trade Area (CAFTA). It also predicts the impact of fiscal policy on agricultural sector performance when CAFTA is fully implemented. It finds that fiscal policy is more effective in the optimum allocation of expenditures. It also finds that the agricultural sector can grow faster when the portion of capital expenditure increases.Keywords: Fiscal effectiveness, economic integration, agricultureJEL Classification Numbers: E62, F15, Q17AbstrakMakalah ini menyelidiki efektivitas kebijakan fiskal dalam mendorong kinerja sektor pertanian dan mencari kebijakan yang paling efektif dengan adanya integrasi ekonomi regional. Makalah ini memprediksi efektivitas kebijakan fiskal dalam meningkatkan kinerja sektor pertanian dalam empat periode; rezim orde baru, krisis ekonomi, sebelum pelaksanaan China Free Trade Area (CAFTA), dan setelah pelaksanaan CAFTA. Makalah ini juga memprediksi dampak kebijakan fiskal terhadap kinerja sektor pertanian saat CAFTA sepenuhnya dilaksanakan. Hasil analisis menemukan bahwa kebijakan fiskal lebih efektif dalam alokasi optimal dari pengeluaran. Analisis juga menemukan bahwa sektor pertanian dapat tumbuh lebih cepat ketika porsi peningkatan belanja modal meningkat.Keywords: Efektivitas fiskal, integrasi ekonomi, pertanianJEL Classification Numbers: E62, F15, Q17
Regional financial inclusion and poverty: Evidence from Indonesia Iwan Fathi Fauzan; Muhammad Firdaus; Sahara Sahara
Economic Journal of Emerging Markets Volume 12 Issue 1, 2020
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ejem.vol12.iss1.art3

Abstract

This paper builds a financial inclusion index of thirty-three provinces in Indonesia from formal financial institutions banks. It aim at analyzing how the financial inclusion index relates to regional poverty using a spatial panel econometric approach. Findings/Originality: The results show that the average financial inclusion index of each province in Indonesia is still in a low category, and there is a financial system development inequality between DKI Jakarta Province and other regions. We also find that poverty has a significant negative effect on the financial inclusion index. With the recent migration of residents as a spatial weighting matrix, we decompose the global effect of the poverty variable on the financial inclusion index into a local effect for each province.
Deskripsi Komparatif Iuran Pengelolaan Irigasi (IPI) di Saluran Induk Daerah Irigasi Jatiluhur Jawa Barat Heri Rahman; Yusman Syaukat; M. Parulian Hutagaol; Muhammad Firdaus
Agriekonomika Vol 8, No 2: Oktober 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5743

Abstract

Air penting bagi kehidupan termasuk bagi usahatani untuk mmneingkatkan produksi dan pendapatan petani. Namun jika irigasi tidak terpelihara maka usahatani padi sawah mnejadi kurang maksimal. Jaringan irigasi tersier di Saluran Induk (SI)  Daerah Irigasi (DI)  Jatiluhur yang terbagi ke dalam SI Tarum Barat, Utara dan Timur cukup bervariasi tingkat kerusakan dan pemeliharaannya oleh para petani. Untuk itu para petani membayar Iuran Pengelolaan Irigasi (IPI) di tingkat jaringan tersier, IPI ini beragaman di masing-masing saluran induk tergantung pda kesepakatan petani dengan ulu-ulu. Selain saluran induk, IPI pun tergantung musim tanam (rendeng dan gadu) karena besaran IPI sangat ditentukan oleh karakteristik petani di masing-masing SI, luas lahan, produktivitas hasil dan harga jual padi. Karena itu, diduga terdapat keragaman IPI antara saluran induk dan dimasing-masing Saluran Induk pada setiap musim rendeng dan gadu.
Dampak Perubahan Harga Pangan terhadap Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga di Indonesia Rita Yuliana; nFN Harianto; Sri Hartoyo; Muhammad Firdaus
Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v37n1.2019.25-45

Abstract

EnglishThe most important people's welfare related food problem is increasing food prices. Food price induced welfare change varies by household groups, either by location (urban/rural), poverty status (poor/non-poor), and souces of incomes (agriculture/non-agricultural). The sources of the welfare change may also vary by food categories. This study aims to evaluate changes in household welfare in Indonesia by household groups and the contribution of food categories. The household welfare was measured with the Compensating Variation which was computed by using the Hicksian compensated price elasticities obtained from the estimated Linear Approximation Almost Ideal Demand System using the National Socio-Economic Survey March 2016 data. The results showed that in March 2016, welfare losses in all household groups, in urban areas higher than in rural areas, in poorer households higher than non-poor, in agricultural households higher than non-agricultural and the contribution of each food group to the decline in welfare levels varies among individual household groups. The largest contributor is food prices. Rice is the largest contributor for the rural, the poor and the agricultural households. Animal products, fruit, prepared food and beverage and cigarettes categories are the main contributors for the urban, the not poor and the non-agricultural households.IndonesianPermasalahan pangan utama yang berkaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat adalah kenaikan harga pangan. Perubahan tingkat kesejahteraan akibat kenaikan harga pangan berbeda menurut kelompok seperti menurut tempat tinggal (perkotaan/perdesaan), status kemiskinan (miskin/tidak miskin), sumber utama penghasilan rumah tangga (pertanian/nonpertanian). Demikian pula kontribusi masing-masing kategori pangan terhadap perubahan tingkat kesejahteraan berbeda pada kelompok rumah tangga sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan tingkat kesejahteraan rumah tangga di Indonesia menurut kelompok rumah tangga dan kontribusi kategori pangan terhadap perubahan tingkat kesejahteraan tersebut. Perubahan kesejahteraan diukur dengan Compensating Variation berdasarkan elastisitas harga terkompensasi Hicksian yang diperoleh dari model permintaan Linear Approximation Almost Ideal Demand System dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional periode Maret 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Maret 2016, terjadi penurunan kesejahteraan pada semua kelompok rumah tangga, di perkotaan lebih tinggi daripada di perdesaan, pada rumah tangga miskin lebih tinggi dari pada tidak miskin, pada rumah tangga pertanian lebih tinggi dari pada nonpertanian. Kelompok makanan berkontribusi tertinggi terhadap penurunan tingkat kesejahteraan rumah tangga secara umum. Beras berkontribusi tertinggi dalam penurunan tingkat kesejahteraan kelompok rumah tangga perdesaan, miskin, dan pertanian. Kategori pangan hewani, kelompok buah-buahan, makanan dan minuman jadi serta rokok berkontribusi tertinggi untuk kelompok rumah tangga di perkotaan, tidak miskin dan nonpertanian.
Volatilitas Harga Minyak Dunia dan Dampaknya terhadap Kinerja Sektor Industri Pengolahan dan Makroekonomi Indonesia Alla Asmara; Rina Oktaviani; nFN Kuntjoro; Muhammad Firdaus
Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v29n1.2011.49-69

Abstract

EnglishFluctuations of oil prices generally affect performance of manufacturing sectors and macroeconomic condition in Indonesia. The purpose of this study is to analyze the volatility of international oil prices and its impact on manufacturing sectors and macroeconomic performance. The analytical methods used are the ARCH-GARCH model and Recursive Dynamic CGE. Volatility of international oil prices tends to vary over time (time varying) and increases. In addition, the impacts also vary among industries. Volatility of world oil prices has a tendency to provide negative influence on the Indonesian manufacturing sectors and macroeconomic performance. Nevertheless, advanced durability against shock volatility performed by the manufacturing sector tending to have linkages with the agricultural sector, such as processed food, fertilizer and pesticide. IndonesianFluktuasi harga minyak dunia seringkali mempengaruhi kinerja sektor industri pengolahan dan kondisi makroekonomi Indonesia. Berangkat dari pemikiran tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis volatilitas harga minyak dunia dan dampaknya terhadap kinerja sektor industri dan makroekonomi. Metode analisis yang digunakan adalah model ARCH-GARCH dan CGE Recursive Dynamic. Harga minyak dunia menunjukan volatilitas yang cenderung bervariasi antarwaktu (time varying) dan terus meningkat. Volatilitas harga minyak dunia tersebut memberikan pengaruh yang berbeda-beda bagi setiap industri. Namun demikian, volatilitas harga minyak dunia tersebut cenderung memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja sektor industri dan makroekonomi Indonesia. Daya tahan yang lebih baik terhadap shock volatilitas harga minyak dunia ditunjukan oleh sektor industri yang cenderung memiliki keterkaitan yang kuat dengan sektor pertanian seperti terjadi pada sektor industri makanan olahan dan industri pupuk dan pestisida.
Dampak Dana Dekonsentrasi Kementerian Pertanian dan Pengeluaran Daerah pada Sektor Pertanian Terhadap Kinerja Pertanian Daerah nFN Sumedi; Pantjar Simatupang; Bonar M. Sinaga; Muhammad Firdaus
Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v31n2.2013.97-113

Abstract

EnglishEffectiveness of agricultural development program is interesting along with its unfinished program targets, such as food security, strategic commodities self-sufficiency, regional autonomy. This study aims to analyze impacts of deconcentration fund, assistance task, and local government budget for agricultural sector on Regional Gross Domestic Product (RGDP) enhancement and labor absorption. This study uses panel data at provincial from 2005 to 2010. Analysis method employed in this study was a 2-SLS approach. The results reveal that government budget allocation is not effective in creating added value for agricultural sector. Based on its elasticity and multiplier value, deconcentration fund is more effective than those of local government bugdet for agricultural sector.  Positive relationship between RGDP and employment enables autogrowth in agricultural sector.  Improving budget effectiveness is the key to agricultural development success. Related with autonomy and strategic role of agricultural sector, it is necessary to reexamine the decentralization of this sector especially food security, diversification, and strategic food distribution. Budget effectiveness enhancement could be implemented through a synergy from program planning to its implementation and/or clear separation of tasks and responsibility. A good master plan and a good blueprint are prerequisites for integrated development program between the central and local governments.IndonesianIsu tentang efektivitas program pembangunan pertanian makin penting untuk dibahas, dalam situasi banyaknya target program pembangunan pertanian yang belum tercapai, seperti ketahanan pangan, swasembada pada komoditas strategis, dan otonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak alokasi anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan  serta APBD sektor pertanian dalam meningkatkan PDRB dan penyerapan tenaga kerja. Data yang digunakan adalah data  panel tingkat  provinsi, tahun 2005-2010. Analisis menggunakan metode estimasi panel data instrumental variable 2sls. Hasil analisis menunjukkan bahwa alokasi anggaran pemerintah memiliki efektivitas yang rendah dalam penciptaan nilai tambah sektor pertanian. Secara relatif, dari nilai elastisitas maupun nilai multiplier pengeluaran pemerintah, efektivitas dana dekonsentrasi lebih besar dibandingkan dengan APBD sektor pertanian. Hubungan positif antara PDRB dan penyerapan tenaga kerja memungkinkan terjadinya autogrowth pada sektor pertanian. Peningkatan efektivitas anggaran merupakan kunci dari keberhasilan pembangunan pertanian. Terkait dengan otonomi dan peran strategis sektor pertanian, perlu ditelaah kembali posisi sektor pertanian sebagai urusan yang diserahkan kepada daerah, terutama yang menyangkut aspek ketahanan pangan, diversifikasi, dan distribusi pada komoditas strategis. Upaya meningkatkan efektivitas anggaran dapat dilakukan dengan sinergi mulai dari perencanaan sampai implementasi program dan/atau pemilahan tugas dan tanggung jawab yang jelas. Keberadaan masterplan dan blueprint yang baik dapat membantu terwujudnya program pembangunan yang padu antara pusat dan daerah.
Co-Authors ., Harianto Adwirman Adwirman Agung Hendriadi Agus Maulana Ahmad Saifi Athoillah Akhmad Fauzi Alla Asmara Aminah, Mimin Amiruddin Saleh Ana Yuliana Jasuni Anna Fatchiya Ares Gusti Nugraha Arief Hartono Arief Nur Rakhman Asep Kurnia Hidayat Auguar Auguar Baba Barus Baban Sarbana Bambang Juanda Bonar M Sinaga Bonar M. Sinaga Bunasor Sanim Dea Amanda Dede Dirgahayu Dedi Budiman Hakim Dedi Walujadi Deni Achmad Soeboer Denis Muba Pandapotan Simanihuruk Dennis Nugroho Prakoso Didit Okta Pribadi Dodik Ridho Nurrochmat Dwi W Idaman Dwi Yandhi Edi Sukmadirana Eka Rudiana Eko Purwo Santosa Ernan Rustiadi Fajri Ryan Isnandar Fuza Gelar Satya Budhi Gemanta Furi Bangun Gilang F Ramdhan Grace S Saragih Hadiwiyono Hadiwiyono Hakim Miftakhul Huda Hartono, Arif Hastuti Hastuti Hastuti Hendrio Fadly Heny Kuswanti Suwarsinah Heri Rahman Hermanto Siregar Idha Widi Arsanti Idqan Fahmi Inda Dwi Setiawati Indra Gunawan Insan Kurnia Iwan Fathi Fauzan Jan Piter Sinaga Khursatul Munibah Kudang Boro Seminar Lani Pujiastuti Leo Cahya Trias Putra Rachman Lukytawati Anggraeni M Parulian Hutagaol M. Parulian Hutagaol Muhammad Iqbal Mulya E. Siregar Naafi Fatimah Harwanti Nasrudin nFN Kuntjoro nFN Sumedi Pantjar Simatupang Purwanto, Budi Purwono Nugroho Purwono Purwono Rangga Wisanggara Ridwan Kun Satria Rika S Dewi Rina Oktaviani Rina Oktaviani Rita Yuliana Ruri Risnawati Setia Murningsih Sharah Gita Kalila Lubis Siti Nurkomariyah Sri Hartoyo Tanti Novianti Tb. Nur Ahmad Maulana Trias Andati Trias Andati Tyas D Djuanda Udi Kusdinar Wawan G Gunawani Widyastutik Yandra Arkeman Yeti Lis Purnamadewi Yusman Syaukat