Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis resiliensi rumah tangga petani ubi Cilembu dalam menghadapi serangan organisme pengganggu tanaman Siti Nuriyah Hasanah; Endah Mulyani; Novita Dyah Wulandari; Alya Fauzia; Nia Kurniawati Hidayat
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.7.2.105-117

Abstract

Cilembu sweet potato is a typical variety of Cilembu Village, Sumedang Regency. The pattern of continuous cultivation of Cilembu sweet potato can threaten the existence of local resources (ecological niche) so that Cilembu sweet potato is no longer a superior commodity typical of Sumedang Regency. The objectives of this research are (1) to identify the conditions of commercialization of Cilembu sweet potato; and (2) analyzing the condition of vulnerability and resilience efforts of Cilembu sweet potato farmers. The research was conducted in Cilembu Village as the origin of the Cilembu sweet potato variety. Determination of the sample was carried out through simple random sampling technique and obtained as many as 74 Cilembu sweet potato farmers who were still actively planting Cilembu sweet potato. Primary data was obtained through a direct survei for approximately two weeks in early July 2022. The results of the research are (1) as many as 68 farmers (92%) of Cilembu sweet potato farmers are commercial farmers and the other eight percent are preservation farmers; and (2) preservation farmers are able to prevent the impact of pest attacks compared to commercial farmers.
Tata Kelola Rantai Nilai Jagung Di Indonesia Qiki Qilang Syachbudy; Nia Kurniawati Hidayat
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 1 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i1.8348

Abstract

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar dalam hal pengembangan komoditas jagung. Hal ini juga didorong oleh kebutuhan jagung di dalam negeri yang tinggi. Meskipun secara umum Indonesia masih termasuk ke dalam negara pengimpor jagung, namun masih memiliki potensi untuk menjadi pemain global di dalam komoditas jagung. Penelitian ini menggunakan analisis tata kelola rantai nilai yang dipadukan dengan metode Export Product Dynamics (EPD) dan Revealed Comparative Advantage (RCA). Penelitian ini menemukan bahwa masih relatif rendahnya ekspor Indonesia disebabkan oleh tata kelola rantai nilai pada komoditas jagung yang kurang baik. Tipe tata kelola rantai nilai komoditas jagung Indonesia secara umum adalah tipe captive dengan ciri-ciri karakteristik kompleksitas yang tinggi (high), karakteristik kodifikasi yang tinggi (high), dan karakteristik kapabilitas yang rendah (low). Sementara itu, menurut analisis RCA, Indonesia memiliki keunggulan komparatif terhadap negara Singapura dan Philipina. Sementara itu menurut analisis EPD, pasar komoditas jagung Indonesia berada pada posisi Rising Stars di negara Philipina dan India. Negara-negara tersebut dapat menjadi target pasar ekspor, sejalan dengan usaha dalam proses peningkatan produksi dan produktivitas jagung di Indonesia.
Dampak Variabilitas Cuaca terhadap Pendapatan Petani Garam Rakyat (Studi Kasus : Desa Rawa Urip, Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon): Dampak Variabilitas Cuaca terhadap Pendapatan Petani Garam Rakyat (Studi Kasus : Desa Rawa Urip, Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon) Wahyuni Ayuningsih, Heni; Hidayat, Nia Kurniawati; Nuva
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v4i1.58075

Abstract

Weather variability has adversely impacted the agricultural and marine sectors. In Cirebon Regency, especially Rawa Urip Village, extreme rainfall illustrates this variability and is suspected to reduce salt production, which heavily depends on weather conditions. Consequently, salt production and business revenues have declined, prompting farmers to adapt. Data were collected through purposive interviews with 52 smallholder salt farmers meeting predefined criteria. The study applied income analysis, paired t-tests, and quantitative descriptive analysis. Results showed significant differences in farmers’ income between normal and variable weather conditions. The most common adaptation strategies involved social coping mechanisms, including borrowing from relatives, receiving remittances, and taking loans from neighbours and farmer group members. Variabilitas cuaca telah memberikan pengaruh negatif terhadap sektor pertanian dan kelautan. Kejadian cuaca ekstrim berupa curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Cirebon terutama di Desa Rawa Urip merupakan wujud dari adanya variabilitas cuaca. Variabilitas cuaca yang terjadi diduga berdampak pada proses produksi garam karena garam merupakan komoditas yang sangat tergantung terhadap kondisi cuaca. Produksi garam menurun karena variabilitas cuaca yang berimbas pada penurunan pendapatan usaha tambak garam. Variabilitas cuaca juga mendorong petani garam untuk mampu beradaptasi. Adaptasi yang dilakukan petani garam bervariasi dan kemampuan adaptasi tersebut berpengaruh terhadap keberlanjutan penghidupan petani garam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pendapatan, uji t berpasangan, serta analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan petani garam saat kondisi normal dan saat kondisi variabilitas cuaca. Adaptasi yang banyak dilakukan petani garam dalam menghadapi variabilitas cuaca berupa adaptasi sosial dengan mengandalkan pinjaman kepada kerabat, mengandalkan kiriman keluarga, meminjam uang ke anggota kelompok tani, serta mengandalkan pinjaman ke tetangga.
Integrasi Pasar Tandan Buah Segar (TBS) Petani Swadaya Kelapa Sawit Provinsi Jambi-Indonesia dengan Crude Palm Oil (CPO) Internasional Varwasih, Mia Wananda; Darjanto, Arief; Hidayat, Nia Kurniawati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1461

Abstract

Provinsi Jambi berada diurutan enam sebagai provinsi dengan produksi kelapa sawit terbesar di Indonesia, dari total tiga juta ton produksi kelapa sawit Jambi pada tahun 2021 sebanyak satu juta di ekspor dalam bentuk CPO. Perubahan harga TBS di Jambi umumnya mengikuti perubahan harga CPO Internasional namun pada waktu tertentu juga terjadi perbedaan pergerakan antara harga CPO Internasional dan TBS Jambi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui saluran pemasaran TBS dan CPO Provinsi Jambi dan menganalisis integrasi pasar antara pasar CPO Internasional dengan pasar TBS petani swadaya Provinsi Jambi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series bulanan dengan periode data dari Januari 2010 – Desember 2021. Metode penelitian adalah VAR/VECM. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat empat saluran pemasaran TBS di Provinsi Jambi dan tiga saluran pemasaran CPO dengan tujuan dalam dan ekspor. Terdapat integrasi pasar jangka panjang antara pasar TBS petani swadaya Provinsi Jambi, TBS domestik, CPO domestik dan pasar CPO internasional. Sementara pada jangka pendek tidak terjadi integrasi antara pasar TBS petani swadaya Provinsi Jambi, TBS domestik, CPO domestik dan pasar CPO Internasional. Hal ini mengindikasikan bahwa integrasi pasar TBS petani swadaya Provinsi Jambi, TBS domestik, CPO domestik dan pasar CPO Internasional masih lemah.
Dampak Impor Input Kapas dan Tenaga Kerja terhadap Daya Saing Pakaian Jadi Indonesia di Negara Tujuan Utama Azizah, Irma Novita Nur; Syaukat, Yusman; Hidayat, Nia Kurniawati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1503

Abstract

Tekstil dan produk tekstil (TPT) telah menjadi komoditas ekspor utama Indonesia selama bertahun-tahun. Industri TPT Indonesia khususnya industri pakaian jadi masih memiliki beberapa permasalahan yang dapat mempengaruhi daya saingnya. Industri pakaian jadi Indonesia masih mengandalkan kapas impor sebagai input utamanya karena produksi kapas domestik belum mampu menutupi kebutuhan kapas dalam negeri. Masalah produktivitas tenaga kerja juga menjadi kendala peningkatan daya saing pakaian jadi Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian adalah: 1) Menganalisis daya saing pakaian jadi Indonesia di pasar tujuan utama, 2) Menganalisis pengaruh impor kapas dan tenaga kerja serta faktor lainnya terhadap kinerja ekspor pakaian jadi Indonesia ke negara tujuan utama. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari website data resmi berbasis internasional dan nasional. Negara tujuan yang digunakan pada penelitian adalah enam negara importir terbesar pakaian jadi indonesia. Penelitian Menggunakan metode analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamic (EPD) untuk menganalisis daya saing pakaian jadi Indonesia. Selanjutnya Regresi data panel digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing pakaian jadi Indonesia. Studi ini menemukan bahwa pada periode 2007-2021 Indonesia memiliki keunggulan komparatif tertinggi di Kanada dan terendah di Jepang. Indonesia memiliki keunggulan kompetitif untuk komoditas pakaian jadi di AS, Kanada, dan Inggris. sementara hasil regresi data panel diketahui bahwa rasio harga kapas impor terhadap produksi kapas dalam negeri dan nilai tukar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap daya saing. Variabel GDP Indonesia dan GDP negara importir berpengaruh positif dan signifikan sedangkan variabel rasio produktivitas terhadap jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap daya saing.
Daya Saing dan Determinan Ekspor Bawang Merah Indonesia: Sebuah Bukti di Kawasan ASEAN Haryati, Wiwi; Novianti, Tanti; Hidayat, Nia Kurniawati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1732

Abstract

Hortikultura sebagai subsektor pertanian menjadi salah satu penyumbang peningkatan devisa negara devisa negara, salah satunya adalah komoditas bawang merah. Jumlah produksi bawang merah mencapai 2 juta ton pada tahun 2021 lebih tinggi jika dibandingkan dengan komoditas hortikultura lainnya seperti cabai merah besar yang hanya mencapai 1,2 juta ton dan cabai rawit sebesar 1,3 juta ton. Hal tersebut berdampak positif terhadap ekspor sehingga volume ekspor bawang merah mengalami peningkatan. Sebagai komoditas musiman, Produksi bawang merah seringkali mengalami fluktuasi sehingga berdampak pada harga bawang merah yang juga berfluktuasi baik di pasar dalam negeri maupun bawang merah yang diperdagangkan di luar negeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis daya saing bawang merah Indonesia di pasar negara ASEAN, dan faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor bawang merah Indonesia ke negara ASEAN. Penelitiannini menggunakan analisissRCA (Revealed Comparative Advantage), EPD (Export Product Dynamic), potensi X-Model ekspor, dan regresi data panel dengan data observasi sebanyak 15 tahun. Hasil penelitian menunjukkan Indonesia mempunyai keunggulan komparatif berdasarkan analisis RCA tahun 2007-2021 di pasar Thailand dan Vietnam, sedangkan Indonesia hanya memiliki keunggulan kompetitif di pasar Thailand serta memiliki potensi pengembangan pasar optimis di pasar Thailand. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan volume ekspor bawang merah Indonesia adalah GDP riil negara ASEAN sedangkan yang dapat menurunkan volume ekspor bawang merah Indonesia ke pasar ASEAN adalah nilai tukar, populasi, harga ekspor dan jumlah produksi bawang merah negara ASEAN. 
Struktur Biaya dan Pendapatan Usaha Ternak Ayam Ras Pedaging Pola Kemitraan di Provinsi Jambi Akbar, Wahyu; Hidayat, Nia Kurniawati; Sehabudin, Ujang
Ekonomis: Journal of Economics and Business Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/ekonomis.v8i2.2118

Abstract

This research aims to determine the cost structure, revenue, income and R/C ratio of broiler chicken farming businesses. The analysis method used is quantitative (cost structure analysis, income, R/C ratio and difference test). The research results show that PT X shows better cost efficiency than PT Y, this is reflected in the higher R/C ratio. This indicates that PT X is able to manage production costs more effectively, through negotiating better prices for feed or using more efficient technology. PT X results of the difference test using the Mann Whitney Test show that the two companies have significantly different revenues. PT X and PT Y still have the potential to improve performance. PT Y can learn from PT X best practices in managing costs and increasing revenue.
Tata Kelola Rantai Nilai Jagung Di Indonesia Syachbudy, Qiki Qilang; Hidayat, Nia Kurniawati
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 1 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i1.8348

Abstract

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar dalam hal pengembangan komoditas jagung. Hal ini juga didorong oleh kebutuhan jagung di dalam negeri yang tinggi. Meskipun secara umum Indonesia masih termasuk ke dalam negara pengimpor jagung, namun masih memiliki potensi untuk menjadi pemain global di dalam komoditas jagung. Penelitian ini menggunakan analisis tata kelola rantai nilai yang dipadukan dengan metode Export Product Dynamics (EPD) dan Revealed Comparative Advantage (RCA). Penelitian ini menemukan bahwa masih relatif rendahnya ekspor Indonesia disebabkan oleh tata kelola rantai nilai pada komoditas jagung yang kurang baik. Tipe tata kelola rantai nilai komoditas jagung Indonesia secara umum adalah tipe captive dengan ciri-ciri karakteristik kompleksitas yang tinggi (high), karakteristik kodifikasi yang tinggi (high), dan karakteristik kapabilitas yang rendah (low). Sementara itu, menurut analisis RCA, Indonesia memiliki keunggulan komparatif terhadap negara Singapura dan Philipina. Sementara itu menurut analisis EPD, pasar komoditas jagung Indonesia berada pada posisi Rising Stars di negara Philipina dan India. Negara-negara tersebut dapat menjadi target pasar ekspor, sejalan dengan usaha dalam proses peningkatan produksi dan produktivitas jagung di Indonesia.
Analisis Komparasi Daya Saing Ekspor Arang Tempurung Kelapa ASEAN di Pasar Jepang: Analysis of the Competitiveness of ASEAN Coconut Shell Charcoal Exports in the Japanese Market Putri, Lovina Aresta; Hidayat, Nia Kurniawati
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i1.50008

Abstract

Jepang merupakan negara tujuan ekspor arang tempurung kelapa (HS 440290) dariASEAN, dimana ekspor Indonesia untuk produk tersebut di pasar Jepang berfluktuasi selama periode 2010-2021. Hal ini menunjukkan ekspor arang tempurung kelapa Indonesia di pasar Jepang belum optimal akibat kelangkaan bahan baku dan adanya potensi nilai ekspor yang belum dimanfaatkan (untapped potential). Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis daya saing komparatif ekspor produk arang tempurung kelapa negara ASEAN termasuk Indonesia di pasar Jepang periode 2010-2021; (2) menganalisis daya saing kompetitif ekspor produk arang tempurung kelapa negara ASEAN termasuk Indonesia di pasar Jepang periode 2010-2021; (3) menganalisis potensi pengembangan pasar ekspor produk arang tempurung kelapa Indonesia dibandingkan negara ASEAN lainnya di pasar Jepang. Penelitian ini menggunakan metode analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Export Product Dynamic (EPD), dan X-Model. Hasil analisis RCA, dan RSCA menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya saing komparatif di pasar Jepang bersamaan dengan Laos dan Malaysia. Sementara itu, dilihat dari sisi EPD dan X-Model, arang tempurung kelapa Indonesia didominasi posisi retreat dan pasar kurang potensial di bawah Laos, Filipina, dan juga Vietnam. Implikasi kebijakan dalam penelitian ini adalah arang tempurung kelapa Indonesia masih berorientasi ekspor dengan produk berkualitas rendah, sehingga dalam rangka peningkatan daya saing ekspor pemerintah Indonesia dapat mengadaptasi strategi ekspor yang diberlakukan oleh Laos, Filipina, dan Vietnam. Japan is the largest importer of coconut shell charcoal products (HS 440290) globally, mainly sourced from the ASEAN region. Despite being the foremost exporter of coconut shell charcoal, Indonesia faces fluctuating export values to the Japanese market. This variability indicates suboptimal export of Indonesian coconut shell charcoal due to scarcity of raw material and unrealized export potential. This study aims to (1) analyze the comparative competitiveness of coconut shell charcoal exports from ASEAN nations, including Indonesia, in the Japanese market from 2010 to 2021, (2) assess the competitiveness of coconut shell charcoal exports from ASEAN countries, including Indonesia, during the 2010-2021 period, (3) examine the potential for developing the Indonesian coconut shell charcoal export market compared to other ASEAN nations in Japan. The research employs the Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Export Product Dynamic (EPD), and X-Model analysis methods. RCA and RSCA analyses reveal Indonesia's comparative competitiveness in the Japanese market, alongside Laos and Malaysia. However, EPD and X-Model perspectives indicate that Indonesian coconut shell charcoal is positioned behind Laos, the Philippines, and Vietnam, signifying lower market potential. The policy implication underscores Indonesia's export reliance on lower-quality coconut shell charcoal. The Indonesian government might consider adopting strategies akin to Laos, the Philippines, and Vietnam to enhance export competitiveness.
ANALISIS EKONOMI DAN STRATEGI USAHA TERNAK PENERIMA PROGRAM 1000 DESA SAPI POTONG (Studi kasus: Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur): Financial Analysis and Sustainability Strategy for Livestock Businesses Recipients of the 1000 Cow Village Program (Case Study: Ngadiluwih District, Kediri Regency) Hidayat, Nia Kurniawati; Rahila, Aisna; Raswatie, Fitria Dewi
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i2.53320

Abstract

Kecamatan Ngadiluwih merupakan salah satu daerah penerima Program 1000 Desa Sapi potong, dimana terdapat lima kelompok ternak penerima program. Selama menjalankan usaha, peternak belum pernah menghitung nilai ekonomi usaha yang dilakukan. Disisi lain, peternak membutuhkan informasi apakah usaha yang dijalankan saat ini menguntungkan atau rugi karena modal dan sumber pembiayaan terbatas. Tujuan penelitian adalah menganalisis biaya dan manfaat dari aspek ekonomi dan merumuskan strategi usaha ternak penerima program 1000 desa sapi potong. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2023 dengan menggunakan metoda wawancara yang dilakukan kepada lima pengelola kelompok peternak yang menjadi penerima program serta penanggung jawab program dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kediri. Data primer dan data sekunder dianalisis secara deskriptif kuantitatif, analisis cashflow dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan, pada skenario I nilai NPV sebesar Rp14,230,336,015, Net B/C sebesar 4.266, IRR sebesar 33% dan Payback Period selama 9 tahun 10 bulan 23 hari. Adapun pada skenario II memiliki hasil NPV sebesar Rp24,835,126,149, Net B/C sebesar 9.380, IRR sebesar 49% dan Payback Period > 9 tahun. secara ekonomi usaha sapi potong melalui program 1000 desa sapi potong layak dilanjutkan karena nilai B/C >1. Analisis SWOT berada pada kuadran V (hold and maintain), sehingga strategi yang tepat untuk dilakukan adalah strategi pemasaran produk dan penetrasi pasar.