Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis resiliensi rumah tangga petani ubi Cilembu dalam menghadapi serangan organisme pengganggu tanaman Siti Nuriyah Hasanah; Endah Mulyani; Novita Dyah Wulandari; Alya Fauzia; Nia Kurniawati Hidayat
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.7.2.105-117

Abstract

Cilembu sweet potato is a typical variety of Cilembu Village, Sumedang Regency. The pattern of continuous cultivation of Cilembu sweet potato can threaten the existence of local resources (ecological niche) so that Cilembu sweet potato is no longer a superior commodity typical of Sumedang Regency. The objectives of this research are (1) to identify the conditions of commercialization of Cilembu sweet potato; and (2) analyzing the condition of vulnerability and resilience efforts of Cilembu sweet potato farmers. The research was conducted in Cilembu Village as the origin of the Cilembu sweet potato variety. Determination of the sample was carried out through simple random sampling technique and obtained as many as 74 Cilembu sweet potato farmers who were still actively planting Cilembu sweet potato. Primary data was obtained through a direct survei for approximately two weeks in early July 2022. The results of the research are (1) as many as 68 farmers (92%) of Cilembu sweet potato farmers are commercial farmers and the other eight percent are preservation farmers; and (2) preservation farmers are able to prevent the impact of pest attacks compared to commercial farmers.
Tata Kelola Rantai Nilai Jagung Di Indonesia Qiki Qilang Syachbudy; Nia Kurniawati Hidayat
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 1 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i1.8348

Abstract

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar dalam hal pengembangan komoditas jagung. Hal ini juga didorong oleh kebutuhan jagung di dalam negeri yang tinggi. Meskipun secara umum Indonesia masih termasuk ke dalam negara pengimpor jagung, namun masih memiliki potensi untuk menjadi pemain global di dalam komoditas jagung. Penelitian ini menggunakan analisis tata kelola rantai nilai yang dipadukan dengan metode Export Product Dynamics (EPD) dan Revealed Comparative Advantage (RCA). Penelitian ini menemukan bahwa masih relatif rendahnya ekspor Indonesia disebabkan oleh tata kelola rantai nilai pada komoditas jagung yang kurang baik. Tipe tata kelola rantai nilai komoditas jagung Indonesia secara umum adalah tipe captive dengan ciri-ciri karakteristik kompleksitas yang tinggi (high), karakteristik kodifikasi yang tinggi (high), dan karakteristik kapabilitas yang rendah (low). Sementara itu, menurut analisis RCA, Indonesia memiliki keunggulan komparatif terhadap negara Singapura dan Philipina. Sementara itu menurut analisis EPD, pasar komoditas jagung Indonesia berada pada posisi Rising Stars di negara Philipina dan India. Negara-negara tersebut dapat menjadi target pasar ekspor, sejalan dengan usaha dalam proses peningkatan produksi dan produktivitas jagung di Indonesia.
Analisis Pendapatan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Wortel Pada Usahatani Pengguna IoT Dan Non-IoT (Studi Kasus: Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng, Bali) Hidayat, Nia Kurniawati; Hardjanto, Arini; Amanda, Dea; Nuva, Nuva; Koswara, Titin Suhartini
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.1.94-104

Abstract

Penurunan produksi pada berbagai komoditas pertanian salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim. Program mitigasi di sektor pertanian terus dilakukan baik oleh pemerintah maupun petani seperti memanfaatkan teknologi digital yang dikenal dengan Internet of Things (IoT). Penggunaan IoT memiliki tujuan untuk mempermudah pekerjaan petani serta mengefisienkan waktu dan tenaga kerja. Penggunaan IoT telah dilakukan oleh Kelompok Petani Muda Keren di Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali dengan membangun sebuah aplikasi bernama Blynk. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pendapatan petanian IoT dan non-IoT dengan R/C rasio dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi wortel dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani IoT lebih menguntungkan dibandingkan petani non-IoT dan faktor yang mempengaruhi produksi adalah benih, luas lahan dan adopsi teknologi IoT. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi IoT dapat meningkatkan pendapatan sehingga pemerintah dapat membuat kebijakan penggunaan teknologi berbasiskan internet kepada petani agar perubahan iklim dapat dimitigasi dan menjamin ketahanan pangan.
Dampak Variabilitas Cuaca terhadap Pendapatan Petani Garam Rakyat (Studi Kasus : Desa Rawa Urip, Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon): Dampak Variabilitas Cuaca terhadap Pendapatan Petani Garam Rakyat (Studi Kasus : Desa Rawa Urip, Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon) Wahyuni Ayuningsih, Heni; Hidayat, Nia Kurniawati; Nuva
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v4i1.58075

Abstract

Weather variability has adversely impacted the agricultural and marine sectors. In Cirebon Regency, especially Rawa Urip Village, extreme rainfall illustrates this variability and is suspected to reduce salt production, which heavily depends on weather conditions. Consequently, salt production and business revenues have declined, prompting farmers to adapt. Data were collected through purposive interviews with 52 smallholder salt farmers meeting predefined criteria. The study applied income analysis, paired t-tests, and quantitative descriptive analysis. Results showed significant differences in farmers’ income between normal and variable weather conditions. The most common adaptation strategies involved social coping mechanisms, including borrowing from relatives, receiving remittances, and taking loans from neighbours and farmer group members. Variabilitas cuaca telah memberikan pengaruh negatif terhadap sektor pertanian dan kelautan. Kejadian cuaca ekstrim berupa curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Cirebon terutama di Desa Rawa Urip merupakan wujud dari adanya variabilitas cuaca. Variabilitas cuaca yang terjadi diduga berdampak pada proses produksi garam karena garam merupakan komoditas yang sangat tergantung terhadap kondisi cuaca. Produksi garam menurun karena variabilitas cuaca yang berimbas pada penurunan pendapatan usaha tambak garam. Variabilitas cuaca juga mendorong petani garam untuk mampu beradaptasi. Adaptasi yang dilakukan petani garam bervariasi dan kemampuan adaptasi tersebut berpengaruh terhadap keberlanjutan penghidupan petani garam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pendapatan, uji t berpasangan, serta analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan petani garam saat kondisi normal dan saat kondisi variabilitas cuaca. Adaptasi yang banyak dilakukan petani garam dalam menghadapi variabilitas cuaca berupa adaptasi sosial dengan mengandalkan pinjaman kepada kerabat, mengandalkan kiriman keluarga, meminjam uang ke anggota kelompok tani, serta mengandalkan pinjaman ke tetangga.
Factors Determining the Performance of the Indonesian Agricultural Sector in the Era of Climate Change Syachbudy, Qiki Qilang; Syaukat, Yusman; Achsani, Noer Azam; Hidayat, Nia Kurniawati
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.30.3.490

Abstract

The agricultural sector plays a crucial role in Indonesia, serving as both a provider of food and a key driver of economic growth. This study aims to analyze the factors influencing Indonesia’s agricultural sector from 1981 to 2021, focusing on agricultural production and its economic value. Climate change has emerged as a critical issue affecting agriculture, with greenhouse gas emissions serving as proxies for measuring its impact. This study employs the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model to examine both short- and long-term relationships. The findings indicate that, in the long run, agricultural land area and economic growth significantly affect the agricultural sector. In the short term, agricultural land area, economic growth, and fertilizer usage are the key factors. However, climate change did not have a significant negative impact on agricultural decline. In contrast, fertilizer usage was positively correlated with agricultural production. These findings highlight the essential role of government policy in fostering agricultural sector development in Indonesia. Strategic initiatives should focus on ensuring an adequate fertilizer supply, expanding agricultural land, and promoting key economic sectors that drive growth and support agricultural sustainability. Keywords: agricultural sector, ARDL model, climate change, Indonesia
Analysis of the Competitiveness of Indonesian Clove Exports to the Main Destination Barus, Rusyqy Fuad Arsa; Rachmina, Dwi; Hidayat, Nia Kurniawati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i2.2268

Abstract

Indonesia is the largest producer of cloves and one of the largest exporters of cloves in the world. In 2023, Indonesia's clove production reached 135,178 tons, with an export value of US$ 99,605,682. Indonesia's clove trade balance has been in surplus since 2017-2023. Between 2021 and 2022, there was a decrease in the export value of cloves to major destination countries. This was caused by Indonesia's high demand for cloves due to the presence of the kretek cigarette industry in the country. The aim of this research is to analyze the competitiveness of Indonesian cloves in its main export markets and examine the factors that influence the export of cloves to these key destination countries. This study uses Revealed Comparative Advantage (RCA) analysis, Export Product Dynamic (EPD), X-Model, and panel data regression. From 2011 to 2023, Indonesia had a comparative advantage in all destination countries. The highest comparative advantage was found in the United Arab Emirates, while the lowest was in Singapore. Indonesia has a competitive advantage in four countries: Bangladesh, India, Pakistan, and the United Arab Emirates, and these countries show optimism for the development of exports. The variables of Indonesian clove production and export prices have a positive and significant effect on the export value of Indonesian cloves.
Integrasi Pasar Tandan Buah Segar (TBS) Petani Swadaya Kelapa Sawit Provinsi Jambi-Indonesia dengan Crude Palm Oil (CPO) Internasional Varwasih, Mia Wananda; Darjanto, Arief; Hidayat, Nia Kurniawati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1461

Abstract

Provinsi Jambi berada diurutan enam sebagai provinsi dengan produksi kelapa sawit terbesar di Indonesia, dari total tiga juta ton produksi kelapa sawit Jambi pada tahun 2021 sebanyak satu juta di ekspor dalam bentuk CPO. Perubahan harga TBS di Jambi umumnya mengikuti perubahan harga CPO Internasional namun pada waktu tertentu juga terjadi perbedaan pergerakan antara harga CPO Internasional dan TBS Jambi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui saluran pemasaran TBS dan CPO Provinsi Jambi dan menganalisis integrasi pasar antara pasar CPO Internasional dengan pasar TBS petani swadaya Provinsi Jambi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series bulanan dengan periode data dari Januari 2010 – Desember 2021. Metode penelitian adalah VAR/VECM. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat empat saluran pemasaran TBS di Provinsi Jambi dan tiga saluran pemasaran CPO dengan tujuan dalam dan ekspor. Terdapat integrasi pasar jangka panjang antara pasar TBS petani swadaya Provinsi Jambi, TBS domestik, CPO domestik dan pasar CPO internasional. Sementara pada jangka pendek tidak terjadi integrasi antara pasar TBS petani swadaya Provinsi Jambi, TBS domestik, CPO domestik dan pasar CPO Internasional. Hal ini mengindikasikan bahwa integrasi pasar TBS petani swadaya Provinsi Jambi, TBS domestik, CPO domestik dan pasar CPO Internasional masih lemah.
Dampak Impor Input Kapas dan Tenaga Kerja terhadap Daya Saing Pakaian Jadi Indonesia di Negara Tujuan Utama Azizah, Irma Novita Nur; Syaukat, Yusman; Hidayat, Nia Kurniawati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1503

Abstract

Tekstil dan produk tekstil (TPT) telah menjadi komoditas ekspor utama Indonesia selama bertahun-tahun. Industri TPT Indonesia khususnya industri pakaian jadi masih memiliki beberapa permasalahan yang dapat mempengaruhi daya saingnya. Industri pakaian jadi Indonesia masih mengandalkan kapas impor sebagai input utamanya karena produksi kapas domestik belum mampu menutupi kebutuhan kapas dalam negeri. Masalah produktivitas tenaga kerja juga menjadi kendala peningkatan daya saing pakaian jadi Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian adalah: 1) Menganalisis daya saing pakaian jadi Indonesia di pasar tujuan utama, 2) Menganalisis pengaruh impor kapas dan tenaga kerja serta faktor lainnya terhadap kinerja ekspor pakaian jadi Indonesia ke negara tujuan utama. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari website data resmi berbasis internasional dan nasional. Negara tujuan yang digunakan pada penelitian adalah enam negara importir terbesar pakaian jadi indonesia. Penelitian Menggunakan metode analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamic (EPD) untuk menganalisis daya saing pakaian jadi Indonesia. Selanjutnya Regresi data panel digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing pakaian jadi Indonesia. Studi ini menemukan bahwa pada periode 2007-2021 Indonesia memiliki keunggulan komparatif tertinggi di Kanada dan terendah di Jepang. Indonesia memiliki keunggulan kompetitif untuk komoditas pakaian jadi di AS, Kanada, dan Inggris. sementara hasil regresi data panel diketahui bahwa rasio harga kapas impor terhadap produksi kapas dalam negeri dan nilai tukar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap daya saing. Variabel GDP Indonesia dan GDP negara importir berpengaruh positif dan signifikan sedangkan variabel rasio produktivitas terhadap jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap daya saing.
Daya Saing dan Determinan Ekspor Bawang Merah Indonesia: Sebuah Bukti di Kawasan ASEAN Haryati, Wiwi; Novianti, Tanti; Hidayat, Nia Kurniawati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1732

Abstract

Hortikultura sebagai subsektor pertanian menjadi salah satu penyumbang peningkatan devisa negara devisa negara, salah satunya adalah komoditas bawang merah. Jumlah produksi bawang merah mencapai 2 juta ton pada tahun 2021 lebih tinggi jika dibandingkan dengan komoditas hortikultura lainnya seperti cabai merah besar yang hanya mencapai 1,2 juta ton dan cabai rawit sebesar 1,3 juta ton. Hal tersebut berdampak positif terhadap ekspor sehingga volume ekspor bawang merah mengalami peningkatan. Sebagai komoditas musiman, Produksi bawang merah seringkali mengalami fluktuasi sehingga berdampak pada harga bawang merah yang juga berfluktuasi baik di pasar dalam negeri maupun bawang merah yang diperdagangkan di luar negeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis daya saing bawang merah Indonesia di pasar negara ASEAN, dan faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor bawang merah Indonesia ke negara ASEAN. Penelitiannini menggunakan analisissRCA (Revealed Comparative Advantage), EPD (Export Product Dynamic), potensi X-Model ekspor, dan regresi data panel dengan data observasi sebanyak 15 tahun. Hasil penelitian menunjukkan Indonesia mempunyai keunggulan komparatif berdasarkan analisis RCA tahun 2007-2021 di pasar Thailand dan Vietnam, sedangkan Indonesia hanya memiliki keunggulan kompetitif di pasar Thailand serta memiliki potensi pengembangan pasar optimis di pasar Thailand. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan volume ekspor bawang merah Indonesia adalah GDP riil negara ASEAN sedangkan yang dapat menurunkan volume ekspor bawang merah Indonesia ke pasar ASEAN adalah nilai tukar, populasi, harga ekspor dan jumlah produksi bawang merah negara ASEAN. 
Peningkatan Kapasitas Petani Closed-Loop Pangan (Beras) di Nusa Tenggara Timur Firdaus, Muhammad; Novianti, Tanti; Hidayat, Nia Kurniawati
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.2.250-258

Abstract

Capacity Development of Closed-Loop Food (Rice) Farmers in East Nusa Tenggara is a training that is carried out to increase the understanding of prospective farmers who implement the food closed-loop system (rice) in Nagekeo East Nusa Tenggara regarding the bookkeeping, access to financing and marketing. The training was held in Mbay, Nagekeo Regency. Participants are 14 partner farmers of Pandawa Agri Indonesia (PAI) who are currently or have implemented PAI Innovation. Activities are implemented in several stages from coordination, training, FGD, pre-test and post-test. Primary and secondary data were obtained and analyzed descriptively, quantitatively and qualitatively. There was an increase in farmers' knowledge about farming bookkeeping, access to financing and marketing strategies. Farmers are made aware of the importance of carrying out business bookkeeping and the essential steps for taking advantage of various agricultural financing schemes. Farmers also realized the importance of institutions, and together, the group determines targets, segments and current market positions for better marketing strategy design.