Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Tata Kelola Rantai Nilai Jagung Di Indonesia Syachbudy, Qiki Qilang; Hidayat, Nia Kurniawati
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 1 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i1.8348

Abstract

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar dalam hal pengembangan komoditas jagung. Hal ini juga didorong oleh kebutuhan jagung di dalam negeri yang tinggi. Meskipun secara umum Indonesia masih termasuk ke dalam negara pengimpor jagung, namun masih memiliki potensi untuk menjadi pemain global di dalam komoditas jagung. Penelitian ini menggunakan analisis tata kelola rantai nilai yang dipadukan dengan metode Export Product Dynamics (EPD) dan Revealed Comparative Advantage (RCA). Penelitian ini menemukan bahwa masih relatif rendahnya ekspor Indonesia disebabkan oleh tata kelola rantai nilai pada komoditas jagung yang kurang baik. Tipe tata kelola rantai nilai komoditas jagung Indonesia secara umum adalah tipe captive dengan ciri-ciri karakteristik kompleksitas yang tinggi (high), karakteristik kodifikasi yang tinggi (high), dan karakteristik kapabilitas yang rendah (low). Sementara itu, menurut analisis RCA, Indonesia memiliki keunggulan komparatif terhadap negara Singapura dan Philipina. Sementara itu menurut analisis EPD, pasar komoditas jagung Indonesia berada pada posisi Rising Stars di negara Philipina dan India. Negara-negara tersebut dapat menjadi target pasar ekspor, sejalan dengan usaha dalam proses peningkatan produksi dan produktivitas jagung di Indonesia.
Analisis Komparasi Daya Saing Ekspor Arang Tempurung Kelapa ASEAN di Pasar Jepang: Analysis of the Competitiveness of ASEAN Coconut Shell Charcoal Exports in the Japanese Market Putri, Lovina Aresta; Hidayat, Nia Kurniawati
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i1.50008

Abstract

Jepang merupakan negara tujuan ekspor arang tempurung kelapa (HS 440290) dariASEAN, dimana ekspor Indonesia untuk produk tersebut di pasar Jepang berfluktuasi selama periode 2010-2021. Hal ini menunjukkan ekspor arang tempurung kelapa Indonesia di pasar Jepang belum optimal akibat kelangkaan bahan baku dan adanya potensi nilai ekspor yang belum dimanfaatkan (untapped potential). Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis daya saing komparatif ekspor produk arang tempurung kelapa negara ASEAN termasuk Indonesia di pasar Jepang periode 2010-2021; (2) menganalisis daya saing kompetitif ekspor produk arang tempurung kelapa negara ASEAN termasuk Indonesia di pasar Jepang periode 2010-2021; (3) menganalisis potensi pengembangan pasar ekspor produk arang tempurung kelapa Indonesia dibandingkan negara ASEAN lainnya di pasar Jepang. Penelitian ini menggunakan metode analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Export Product Dynamic (EPD), dan X-Model. Hasil analisis RCA, dan RSCA menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya saing komparatif di pasar Jepang bersamaan dengan Laos dan Malaysia. Sementara itu, dilihat dari sisi EPD dan X-Model, arang tempurung kelapa Indonesia didominasi posisi retreat dan pasar kurang potensial di bawah Laos, Filipina, dan juga Vietnam. Implikasi kebijakan dalam penelitian ini adalah arang tempurung kelapa Indonesia masih berorientasi ekspor dengan produk berkualitas rendah, sehingga dalam rangka peningkatan daya saing ekspor pemerintah Indonesia dapat mengadaptasi strategi ekspor yang diberlakukan oleh Laos, Filipina, dan Vietnam. Japan is the largest importer of coconut shell charcoal products (HS 440290) globally, mainly sourced from the ASEAN region. Despite being the foremost exporter of coconut shell charcoal, Indonesia faces fluctuating export values to the Japanese market. This variability indicates suboptimal export of Indonesian coconut shell charcoal due to scarcity of raw material and unrealized export potential. This study aims to (1) analyze the comparative competitiveness of coconut shell charcoal exports from ASEAN nations, including Indonesia, in the Japanese market from 2010 to 2021, (2) assess the competitiveness of coconut shell charcoal exports from ASEAN countries, including Indonesia, during the 2010-2021 period, (3) examine the potential for developing the Indonesian coconut shell charcoal export market compared to other ASEAN nations in Japan. The research employs the Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Export Product Dynamic (EPD), and X-Model analysis methods. RCA and RSCA analyses reveal Indonesia's comparative competitiveness in the Japanese market, alongside Laos and Malaysia. However, EPD and X-Model perspectives indicate that Indonesian coconut shell charcoal is positioned behind Laos, the Philippines, and Vietnam, signifying lower market potential. The policy implication underscores Indonesia's export reliance on lower-quality coconut shell charcoal. The Indonesian government might consider adopting strategies akin to Laos, the Philippines, and Vietnam to enhance export competitiveness.
ANALISIS EKONOMI DAN STRATEGI USAHA TERNAK PENERIMA PROGRAM 1000 DESA SAPI POTONG (Studi kasus: Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur): Financial Analysis and Sustainability Strategy for Livestock Businesses Recipients of the 1000 Cow Village Program (Case Study: Ngadiluwih District, Kediri Regency) Hidayat, Nia Kurniawati; Rahila, Aisna; Raswatie, Fitria Dewi
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i2.53320

Abstract

Kecamatan Ngadiluwih merupakan salah satu daerah penerima Program 1000 Desa Sapi potong, dimana terdapat lima kelompok ternak penerima program. Selama menjalankan usaha, peternak belum pernah menghitung nilai ekonomi usaha yang dilakukan. Disisi lain, peternak membutuhkan informasi apakah usaha yang dijalankan saat ini menguntungkan atau rugi karena modal dan sumber pembiayaan terbatas. Tujuan penelitian adalah menganalisis biaya dan manfaat dari aspek ekonomi dan merumuskan strategi usaha ternak penerima program 1000 desa sapi potong. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2023 dengan menggunakan metoda wawancara yang dilakukan kepada lima pengelola kelompok peternak yang menjadi penerima program serta penanggung jawab program dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kediri. Data primer dan data sekunder dianalisis secara deskriptif kuantitatif, analisis cashflow dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan, pada skenario I nilai NPV sebesar Rp14,230,336,015, Net B/C sebesar 4.266, IRR sebesar 33% dan Payback Period selama 9 tahun 10 bulan 23 hari. Adapun pada skenario II memiliki hasil NPV sebesar Rp24,835,126,149, Net B/C sebesar 9.380, IRR sebesar 49% dan Payback Period > 9 tahun. secara ekonomi usaha sapi potong melalui program 1000 desa sapi potong layak dilanjutkan karena nilai B/C >1. Analisis SWOT berada pada kuadran V (hold and maintain), sehingga strategi yang tepat untuk dilakukan adalah strategi pemasaran produk dan penetrasi pasar.
Effects of Supply and Commodity Substitution on Chili Price Volatility at Kramat Jati Wholesale Market, Jakarta, Indonesia Wasita, Rendra; Hidayat, Nia Kurniawati; Suprehatin, Suprehatin
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i3.2244

Abstract

Chili commodity production has been rising and falling over the years. In contrast, prices for chili experience extreme variability. A price fluctuation of more than 40% indicates that something is wrong with supply management. Chili price volatility poses significant challenges for food security and inflation control in Indonesia. This study investigates the factors influencing cayenne pepper prices using daily data from January 2023 to September 2024 at the Kramat Jati Wholesale Market. An Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model was applied to estimate the dynamic relationship between prices and supplies of cayenne and curly red chili. The results indicate that previous prices, substitution effects with curly red chili, and supply shocks have a significant influence on cayenne pepper prices. These findings underscore the importance of real-time supply monitoring, market integration, and strategic distribution planning in mitigating price spikes. The study offers empirical evidence to support more responsive government interventions in stabilizing chili prices and reducing inflationary pressure in perishable food markets.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Willingness to Pay Peternak atas Kenaikan Premi Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K): Analysis of Farmers' Willingness to Pay (WTP) for the Increase in Premium of Cattle / Buffalo Farming Insurance (AUTS / K) Mulyani, Endah; Hidayat, Nia Kurniawati
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/pmvx4x39

Abstract

Kementerian Pertanian Republik Indonesia berkolaborasi dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) telah membentuk program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) sejak tahun 2016. Tujuan penyelenggaraan AUTS/K adalah memberikan perlindungan kepada usaha peternak jika terjadi kematian dan/atau kehilangan ternak. Penelitian dilaksanakan bulan Februari – Mei 2024 di Provinsi Lampung, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan sebagai perwakilan provinsi di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis besaran Willingness to Pay (WTP) terhadap kenaikan premi beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Pengumpulan data dilakukan dengan  wawancara secara online kepada 67 peternak. Metode analisis yang digunakan meliputi Contingent Valuation Method (CVM) dan Maximum Likelihood Estimator (MLE). Rataan kesanggupan peternak dalam membayar kenaikan premi  asuransi ternak senilai Rp106.250,00 per ekor per tahun. Adapun faktor yang memengaruhi WTP meliputi pendapatan, pendidikan, dan penilaian kepuasan peternak. 
THE IMPACT OF CPO DOWNSTREAM POLICY IN THE DOWNSTREAM COOKING OIL INDUSTRY ON INDONESIAN EXPORT FOREIGN CHANGE Asifa, Asifa; Hidayat, Nia Kurniawati; Novindra, Novindra
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 10, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v10i1.27040

Abstract

Cooking oil is one of the derivatives of Crude Palm Oil (CPO) food products, which plays an important role in life and the economy. Government policies downstream, such as changes in export taxes and increasing the production capacity of the downstream cooking oil industry, are designed to encourage the development of cooking oil production. This study employs an econometric equation model with simultaneous equations to: (1) analyze the factors affecting CPO demand by the cooking oil industry; demand and supply, as well as palm cooking oil exports (2) analyze the impact of changes in export taxes; increasing CPO production capacity and the combination of these policies on foreign exchange earnings from cooking oil exports. The findings indicated that changes in Indonesia’s CPO export tax reduced the volume of CPO exports globally but increased domestic CPO supply. Consequently, CPO prices declined, leading to higher demand from the downstream industry. Increased demand for CPO and higher production capacity in the downstream industry were expected to boost cooking oil production further.
Dampak Kebijakan Hilirisasi CPO pada Industri Hilir Margarin terhadap Penerimaan Devisa Ekspor Indonesia Asifa, Asifa; Hidayat, Nia Kurniawati; Novindra, Novindra
Ekonomis: Journal of Economics and Business Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/ekonomis.v10i1.2443

Abstract

Downstream programs in various fields have given birth to several policies, including policies in downstream Crude Palm Oil (CPO) which encourages an increase in foreign exchange or labor absorption. One of the downstream CPO products in high-value-added ceramics is margarine. The demand for margarine products has been increasing every year because margarine is used as a food ingredient. This study used dynamic simultaneous equations spanning the last 25 years (1998-2022) and was processed using SAS software. In this study, an analysis was carried out on what factors affect the demand for CPO by the downstream margarine industry, the demand and supply of domestic margarine products, and the export of Indonesian margarine products. This study also analyzes the impact of downstream policies on the margarine industry, including increasing the export tax on CPO as a raw material for margarine, increasing the production capacity of the downstream margarine industry, or a combination of the two policies. The research concluded that increasing the CPO export tax led to a decrease in CPO export volume, which led to an increase in CPO supply and CPO demand by the margarine downstream industry while increasing production capacity encouraged an increase in demand for CPO by the margarine industry and an increase in CPO prices, then affected in increasing in palm oil productivity. The combination of these two policies has a positive impact on increasing the downstream of CPO into marginal, but they need to be encouraged by the government in the future, therefore it can generate a higher export foreign exchange value.
Dari Regulasi ke Realitas: Menjembatani Kesenjangan Implementasi Good Agricultural Practices di ASEAN Danendra, Daffa Ibra; Novianti, Tanti; Hidayat, Nia Kurniawati
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 1 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0801.1502-1507

Abstract

Disparitas implementasi Good Agricultural Practices (GAP) di kawasan ASEAN mencerminkan perbedaan mendasar dalam kapasitas kelembagaan, kualitas sumber daya manusia petani, serta kesiapan sistem produksi domestik antar negara anggota. Meskipun hampir seluruh negara ASEAN telah mengadopsi standar GAP secara formal, efektivitas implementasinya sangat bervariasi dan umumnya bersifat parsial, terutama di negara berpendapatan rendah hingga menengah bawah. Kesenjangan ini menyebabkan GAP belum berfungsi sebagai instrumen transformasi produktivitas dan efisiensi sektoral secara merata. Di sisi lain, integrasi perdagangan pertanian dan ekspansi ekspor berlangsung lebih cepat dibandingkan penguatan fondasi produksi domestik. Ketidakterpaduan antara GAP, kebijakan input produksi, pengawasan lapang, serta hilirisasi menyebabkan peningkatan perdagangan tidak selalu diikuti oleh peningkatan efisiensi teknis dan efisiensi lingkungan. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut justru memicu inefisiensi penggunaan input dan degradasi lingkungan. Policy brief ini menekankan bahwa harmonisasi standar GAP di tingkat regional perlu disertai dengan penguatan kapasitas implementasi nasional, integrasi insentif pasar, serta sinkronisasi dengan kebijakan lingkungan agar GAP dapat berkontribusi nyata terhadap kinerja pertanian ASEAN yang berkelanjutan.
Pengenalan Pencatatan Keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menegah Berbasis Digital di Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor Raganata, Gusti; Hidayat, Nia Kurniawati
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2022): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.8.3.356-367

Abstract

Limitations of financial record system imply a difficulty for MSME actors in executing the right decisions in their business and accessing credit. This community service activity aims to provide awareness about the importance of financial records for MSMEs, an introduction to digital-based financial recording and financial recording practices for MSMEs. This training which is carried out offline and is attended by MSMEs in Situ Gede Village, West Bogor District, Bogor. This training begins with facilitating a participants’ discussion to gain an initial understanding of digital-based financial reports, then continues with the delivery of material and evaluation in the form of joint practice of making daily financial records of each participants’ businesses using digital application. Achievement on learning outcomes is measured by increasing participants’ skills in using digital financial recording applications (BukuWarung) to carry out financial records. The various features that exist in BukuWarung's digital financial records potentially support MSME actors to arrange their financial reports. Obstacles in implementing activities arise from the level of knowledge on basic accounting and proficiency in using digital technology. Around 80% of participants were able to make financial records using the application, while about 20% were unable to apply or partly due to application installation problems and unsupported devices. For the sustainability of the program, a dialogue platform that facilitates users exchange experiences and information regarding digital financial applications and continuous coaching is important to reduce obstacles that may occur in the future.
Analisis Pendapatan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Wortel Pada Usahatani Pengguna IoT Dan Non-IoT (Studi Kasus: Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng, Bali) Hidayat, Nia Kurniawati; Hardjanto, Arini; Amanda, Dea; Nuva, Nuva; Koswara, Titin Suhartini
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.1.94-104

Abstract

Penurunan produksi pada berbagai komoditas pertanian salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim. Program mitigasi di sektor pertanian terus dilakukan baik oleh pemerintah maupun petani seperti memanfaatkan teknologi digital yang dikenal dengan Internet of Things (IoT). Penggunaan IoT memiliki tujuan untuk mempermudah pekerjaan petani serta mengefisienkan waktu dan tenaga kerja. Penggunaan IoT telah dilakukan oleh Kelompok Petani Muda Keren di Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali dengan membangun sebuah aplikasi bernama Blynk. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pendapatan petanian IoT dan non-IoT dengan R/C rasio dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi wortel dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani IoT lebih menguntungkan dibandingkan petani non-IoT dan faktor yang mempengaruhi produksi adalah benih, luas lahan dan adopsi teknologi IoT. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi IoT dapat meningkatkan pendapatan sehingga pemerintah dapat membuat kebijakan penggunaan teknologi berbasiskan internet kepada petani agar perubahan iklim dapat dimitigasi dan menjamin ketahanan pangan.