Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN SOFT SKILLINTRAPERSONAL DAN INTERPERSONAL MAHASISWA YANG MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) Muhammad " Abrar; Ari Pristiana Dewi; Sofiana " Nurchayati
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): WISUDA OKTOBER 2017
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract A nurse is inseparable from a quality and standardized health service process. Its existence requires nurses to be able to have competence in providing nursing care. Changing global progress and competitiveness demands Higher Education (University) to produce graduates who are competent, able to meet work ethics, communication skills and have emotional intelligence. The competency standard is contained in the curriculum of college learning system in the form of Competency Based Curriculum (CBC). CBC has a purpose to graduate from university have the ability in the aspects of cognitive, affective and psychomotor so that soft skill become an important indicator to be developed on the lecturing. The purpose of this research is to identify soft skill for student of School of Nursing Riau University (SN UR). This research was conducted at University of Riau, nursing campus during May - June 2017 by using simple descriptive method. Sample selection method used in this study is proportional random sampling with a total sample of 175 respondents. Data collection is done by using questionnaires and data processing is done by computerization process which is displayed in the form of frequency distribution and percentage. The results showed that the soft skill form of students School of Nursing Riau University with the highest score in the good category was Tactfull (76.6%). Soft skill with the lowest score in the good category owned by School of Nursing Riau University is Communication ability (26,9%). It is suggested to students of School of Nursing Riau University to maintain and improve soft skill so that later nursing graduates can provide comprehensive and holistic nursing care to clients. Keywords: soft skill, Curriculum Based Competence (CBC), students
Pelaksanaan Keselamatan Pasien Dalam Identifikasi Pasien Di Rumah Sakit: Literature Review Nia Fadhilah; Wan Nishfa Dewi; Ari Pristiana Dewi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 1 No 2 (2022): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan pasien merupakan suatu penghindaran, pencegahan dan perbaikan dari hasil tindakan yang buruk atau injury yang dapat berasal dari proses perawatan kesehatan. Keselamatan pasien dimulai dari ketepatan identifikasi pasien. Identifikasi pasien bertujuan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan standard pengobatan yang benar dan tepat sesuai dengan kebutuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan keselamatan pasien dalam identifikasi pasien di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Penelusuran artikel menggunakan Google Scholar, PubMed dan Researchgate. Berdasarkan lima artikel penelitian yang ada di Google Scholar, PubMed, dan Researchgate menyatakan bahwa pelaksanaan identifikasi pasien terkait dengan pemasangan gelang identitas terdapat 15,7% tidak menggunakan gelang, 2,2% menyatakan bahwa bahwa kelengkapan nama yang terdapat dalam gelang identitas tidak sesuai dengan kartu identitas, pelaksanaan identifikasi sebelum pemberian obat oral dengan prinsip tujuh benar 100% sudah tepat, namun terkait komponen “benar informasi” masih 80%, serta didapatkan bahwa banyak pasien dan keluarga yang tidak mendapatkan penjelasan terkait dengan pentingnya gelang identifikasi dan proses identifikasi pasien. Penelitian ini berharap kepada pihak rumah sakit agar lebih mengoptimalkan monitoring serta evaluasi dalam proses pelaksanaan identifikasi pasien.
PEMBERDAYAAN KADER DAN LANSIA DALAM MENGONTROL HIPERTENSI MELALUI PEMBENTUKAN KELOMPOK SEHATI (SEHAT ATASI HIPERTENSI) Zulfitri, Reni; Dewi, Ari Pristiana; Dianti, Puteri; Rendi, Gusti; Asmarani, Mita; Lestari, Tarisa; Rif'at, Aldis Nazarianti; Rahmadania, Nazhifah Hawadya; Rizalti, Alvia Annisa; Ardilawati, Syava; Febriani, Firli; Maitullah, Fauzia; Wesita; Aisyah, Kuntum Rihadatul; Fajarwati, Pazmi; Magdalena, Melly
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat dan menjadi faktor risiko utama terjadinya stroke, gagal jantung, serta penyakit jantung koroner. Berdasarkan hasil pengkajian di RW 13 Kelurahan Sri Meranti, hipertensi menempati proporsi tertinggi yaitu 53,6%, dengan 33,3% di antaranya masih belum terkontrol. Kurangnya kepatuhan minum obat serta rendahnya partisipasi penderita hipertensi dalam kegiatan posyandu memperburuk kondisi ini. Kegiatan edukasi kesehatan “Hidup Sehat, Atasi Hipertensi” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan penderita hipertensi terkait pencegahan dan pengendalian tekanan darah tinggi. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi terapi rendam kaki dengan air serai, diskusi, serta pembentukan kelompok SEHATI sebagai wadah dukungan sosial. Sebanyak 19 peserta penderita hipertensi mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 87,9 (pre-test) menjadi 92,6 (post-test). Seluruh peserta (100%) mencapai kategori nilai baik setelah edukasi. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran penderita hipertensi tentang pengendalian penyakitnya. Namun demikian, perubahan perilaku jangka panjang masih memerlukan edukasi berkelanjutan serta dukungan keluarga dan lingkungan.
Hubungan Self Efficacy dengan Tindakan Kekerasan Seksual pada Remaja Ningrum, Yulan Dwi; Dewi, Ari Pristiana; Arneliwati, Arneliwati
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3819

Abstract

Kekerasan seksual merupakan suatu tindakan seksual yang terjadi secara paksa dan tanpa persetujuan dengan kasus yang meningkat setiap tahunnya. Kasus ini berdampak pada fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu yang berperan penting sebesar 86% untuk mempengaruhi perilaku masalah kesehatan pada manusia termasuk tindakan kekerasan seksual adalah self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan tindakan kekerasan seksual pada remaja. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 238 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling, dengan instrumen Generalized Self-Efficacy Scale dan kuesioner kekerasan seksual yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian di SMA N 7 Kota Pekanbaru menunjukkan self efficacy tinggi sebanyak 177 responden (74,4%), self efficacy rendah sebanyak 61 responden (25,6%), yang mengalami adanya kekerasan seksual sebanyak 66 responden (27,7%), tidak mengalami adanya kekerasan seksual sebanyak 172 responden (72,3%). Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan adanya hubungan antara self efficacy dengan tindakan kekerasan seksual pada remaja dengan p value (0,000) < α (0,05). Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan tindakan kekerasan seksual pada remaja, semakin tinggi self efficacy remaja maka semakin besar kemampuan mereka untuk menghindari, menolak, dan melaporkan kekerasan seksual.
Gambaran Self-Efficacy Ibu dalam Merawat Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Arifin Achmad Manullang, Tricia; Lestari, Widia; Dewi, Ari Pristiana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.3867

Abstract

Bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan sehingga memerlukan perhatian dan perawatan khusus, baik di rumah sakit maupun di rumah. Dalam situasi ini, peran ibu menjadi sangat penting, namun tidak semua ibu memiliki keyakinan terhadap kemampuan dirinya (self-efficacy). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran self-efficacy ibu dalam merawat bayi dengan berat badan lahir rendah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah sampel 31 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Perceived Maternal Parenting Self-Efficacy (PMP S-E) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas berada pada rentang usia 21-35 tahun sebanyak 77,4%, pendidikan terakhir SMA/sederajat sebanyak 54,8%, status pekerjaan tidak bekerja sebanyak 67,7%, paritas multipara sebanyak 48,4%, dan jenis persalinan melalui operasi sebanyak 54,8%. Mayoritas responden memiliki tingkat self-efficacy tinggi yaitu sebanyak 87,1%, sisanya sebanyak 12,9% berada pada tingkat sedang. Analisis komponen menunjukkan bahwa komponen pembentukan perilaku memiliki nilai rata-rata tertinggi, sedangkan keyakinan situasional terendah. Kesimpulannya, mayoritas ibu memiliki tingkat Self-Efficacy yang tinggi dalam merawat bayi BBLR. Namun, keyakinan situasional masih lebih rendah dibandingkan komponen lainnya sehingga ibu memerlukan edukasi tambahan agar lebih siap menghadapi situasi tidak terduga saat merawat bayi.
Hubungan Usia Saat Menikah Dan Status Sosial Ekonomi Terhadap Kejadian Stunting Di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Dwi Oktavia Anggraini; Agrina; Ari Pristiana Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.380

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat serius karena berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Dua faktor yang sering dikaitkan dengan kejadian stunting adalah usia saat menikah dan status sosial ekonomi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia saat menikah dan status sosial ekonomi terhadap kejadian stunting pada balita di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross- sectional. Sampel sebanyak 98 ibu yang memiliki balita dipilih dengan teknik insidental. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Fisher’s exact test karena uji Chi- square tidak memenuhi syarat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang menikah pada usia < 19 tahun sebanyak 24 orang (24,5%), dengan 13 anak (52,2%) mengalami stunting dan 11 anak (47,8%) tidak mengalami stunting. Responden dengan status sosial ekonomi rendah berjumlah 34 orang (34,7%), dengan 17 anak (50,0%) mengalami stunting dan 17 anak (50,0%) tidak mengalami stunting. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara usia saat menikah dengan kejadian stunting pada balita (p-value < 0,05) dan terdapat hubungan antara status sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada balita (p-value < 0,05). usia saat menikah dan status sosial ekonomi yang rendah berkontribusi terhadap peningkatan risiko stunting pada balita.
Hubungan Gaya Hidup Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Wilayah Pesisir Kelurahan Meranti Pandak Alisia Oktaviani Marito Siahaan; Reni Zulfitri; Ari Pristiana Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.456

Abstract

Pendahuluan: Lansia mengalami proses penuaan yang berdampak pada perubahan biologis, psikologis, sosial, dan spiritual, sehingga memengaruhi kualitas hidup. Gaya hidup menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kualitas hidup yang baik. Tujuan: Mengetahui hubungan gaya hidup dengan kualitas hidup lansia di Wilayah Pesisir Kelurahan Meranti Pandak. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 93 responden lansia yang dipilih dengan teknik Slovin. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner gaya hidup dan kualitas hidup lansia WHOQOL-OLD. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Mayoritas responden termasuk kategori usia elderly (60–74 tahun) sebesar 78,5%, berjenis kelamin perempuan 66,7%, lulusan pendidikan dasar 36,6%, dan tidak bekerja 46,2%. Sebanyak 54,8% lansia memiliki gaya hidup sehat, sementara 45,2% menjalani gaya hidup tidak sehat. Kualitas hidup lansia dikategorikan rendah (33,3%), sedang (22,6%), dan tinggi (44,1%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup dengan kualitas hidup lansia (p value = 0,001). Kesimpulan: Lansia dengan gaya hidup sehat cenderung memiliki kualitas hidup tinggi, sementara lansia dengan gaya hidup tidak sehat lebih banyak berada pada kualitas hidup rendah. Hasil ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam memberikan edukasi dan pendampingan berkelanjutan terkait penerapan gaya hidup sehat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, khususnya di wilayah pesisir.
Tingkat Pengetahuan Atlet Kempo Riau Dalam Penanganan Cedera Berbasis Metode Rice Ova Tsabita; Ari Pristiana Dewi; Herlina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.458

Abstract

Pendahuluan: Atlet Kempo sering mengalami cedera, sehingga penting bagi atlet untuk memiliki pengetahuan yang memadai dalam melakukan penanganan awal cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan atlet Kempo Riau terkait penanganan cedera berbasis metode RICE. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan 62 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dianalisis menggunakan metode statistik univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan atlet Kempo terkait metode RICE berada di kategori baik, dimana 56 atlet (90,3%) memiliki pengetahuan yang baik, 5 atlet (8,1%) memiliki pengetahuan sedang, dan hanya 1 atlet (1,6%) yang memiliki pengetahuan kurang terkait metode RICE. Spesifiknya, pada kategori Rest, 85,5% atlet berpengetahuan baik dan 14,5% atlet berpengetahuan cukup. Pada kategori Ice, 82,3% atlet berpengetahuan baik, 16,1% atlet berpengetahuan cukup dan 1,6% atlet berpengetahuan kurang.  Selanjutnya pada kategori Compression, 75,8% atlet berpengetahuan baik, 19,4% atlet berpengetahuan cukup dan 4,8% atlet berpengetahuan kurang. Pada kategori Elevation, 80,6% atlet berpengetahuan baik, 14,5% atlet berpengetahuan cukup dan 4,8% atlet berpengetahuan kurang. Kesimpulan: Mayoritas tingkat pengetahuan atlet Kempo di Riau mengenai metode RICE dalam penanganan cedera berkategori baik. Disarankan keterlibatan dari perawat tim medis atlet atau perawat kegawat daruratan untuk bisa lebih memberi pemahaman lagi terkait dengan penanganan cedera berbasis metode RICE.
Hubungan Pengetahuan Variasi Pengenalan Makanan Dan Pola Asuh Ibu Terhadap Perilaku Picky Eater Pada Toddler Afni Ramadhani; Herlina Herlina; Ari Pristiana Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.597

Abstract

Pendahuluan: Perilaku picky eater pada toddler merupakan masalah umum yang muncul selama proses pemberian makan dan dapat memengaruhi keseimbangan asupan nutrisi serta tumbuh kembang anak. Dua faktor yang dianggap berperan dalam munculnya perilaku ini adalah pengetahuan ibu mengenai variasi pengenalan makanan dan pola asuh yang diterapkan dalam keseharian. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan variasi pengenalan makanan dan pola asuh ibu terhadap perilaku picky eater pada toddler. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan korelasional. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan variasi pengenalan makanan, kuesioner pola asuh ibu, serta kuesioner perilaku picky eater (CEBQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Usia ibu terbanyak pada usia dewasa awal 26–35 tahun, pendidikan terakhir terbanyak pada SMA, pekerjaan ibu terbanyak sebagai IRT, dan berpendapatan < UMR Pekanbaru. Anak yang diteliti didominasi perempuan, sebagian besar berusia 12–24 bulan. Sebanyak 45 responden (45,9%) memiliki pengetahuan baik tentang variasi pengenalan makanan, dan pola asuh yang paling banyak diterapkan adalah pola asuh demokratis 41 responden (41,8%). Secara keseluruhan, 53,1% anak termasuk dalam kategori picky eater. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan variasi pengenalan makanan dengan perilaku picky eater (p = 0,010). Pola asuh ibu dengan perilaku picky eater juga berhubungan signifikan (p = 0,015). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan variasi pengenalan makanan dan pola asuh ibu memiliki hubungan dengan perilaku picky eater pada toddler.
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru Kuntum Rihadatul Aisyah; Arneliwati Arneliwati; Ari Pristiana Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.656

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan menempati peringkat kedua tertinggi setelah India dalam jumlah kasus baru dan kematian. Keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien mengenai penyakitnya serta kepatuhan dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru yang menjalani pengobatan di Puskesmas Sidomulyo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 responden, diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan rumus slovin 10%. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan instrumen Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi setiap variabel. Hasil: Didapatkan hasil paling banyak responden berusia usia 19-35 tahun (dewasa awal) (44,2%), sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (55,8%), tingkat pendidikan paling banyak lulusan SMA (59,6%), memiliki pekerjaan yaitu wiraswasta (51,9%), mayoritas sudah menjalani pengobatan >2 bulan (73,1%), tingkat pengetahuan pada kategori cukup (53,8%), kepatuhan minum obat kategori tinggi (55,8%). Kesimpulan: Kesimpulan yang diambil bahwa Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Sidomulyo memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan kepatuhan minum obat tinggi terhadap pengobatan.
Co-Authors ', Misrawati ' Abd. Rasyid Syamsuri Adelina Hazhiyah Saraya Afni Ramadhani Agrina Agrina, Agrina Agustina " " Aina " Handayani Aisyah, Kuntum Rihadatul Alex Brando Silalahi Alisia Oktaviani Marito Siahaan Amir, Yufitriana Annisa " Mayanti Ardilawati, Syava ARIF HIDAYAT Arneliwati Asmarani, Mita Ayu Restu Amalia Cavin Maulana Darwin &#039; Karim Darwin - Karim Desma &#039; wati Desmawati &#039; &#039; Desti Ramatika Abadi Devi Afriza Dianti, Puteri Didi Kurniawan Dismawati Dismawati Dwi Oktavia Anggraini Elisia Elfina Elmia Sari Eni Angriani Erika Erika Erwin &#039; &#039; Erwin - - Erwin Erwin Erwin Erwin Etra Fianus Hendri Fajarwati, Pazmi Fajri &#039; Alfiannur Fakhmi - Murfikin Fathra Annis Nauli Febriana Sabrian Febriani, Firli Ferguson " " Fitria Indah Sari Fudhla, Anifa Gamya Tri Utami Ganis " Indriati Gita Kurnisa Indah Sari Hendra Taufik Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina, Indriani, Reftesa Indriati, Ganis Ismalinda, Wan Ismalinda, Wan Jaka &#039; Sarfriyanda Jamin " " Jumaini - - Juniar Ernawati Juniar Ernawaty Karim, Darwin Kuntum Rihadatul Aisyah Lailatun Najmi Raihan Lestari, Tarisa Litria Suirvi Liza Imelda Hanafi Lyra - Sriminda Magdalena, Melly Maitullah, Fauzia Manullang, Tricia Maria Tobing, May Ave Marleni, Lela Muhammad " Abrar Mumtaz, Suci Hati Mustika " Riolita Nadila Mutiara Suci Nia Fadhilah Ningrum, Yulan Dwi Nopri &#039; Afrila Nur " Rahmawati Nurfa Tiarana Anggraini Nurul " Amalliya Oswati &#039; Hasanah Oswati Hasanah &#039; Ova Tsabita Padillah Ramadhan Padrizal &#039; Lubis Pramana Pramana Purnama " Pardede Rahma Rahma Rahmadania, Nazhifah Hawadya Raja Pieba Aguma Raju Rizqi Ananda Ramadhan, Padillah Refianti - Marsinta Remon &#039; &#039; Rendi, Gusti Reni Zulfitri Ria " Sugiarti Ricer &#039; Reflio Rif'at, Aldis Nazarianti Riri Novayelinda Rismadefi - Woferst Rizalti, Alvia Annisa Rosmalinda - - Safri " " Sherly - Fandri Silvia Elki Putri Siregar, Munawaroh Siti - Zuraida Siti Rahmalia Siti Rahmalia Hairani Damanik Siti Rahmalia HD Sofiana " Nurchayati Sofiana &#039; Nurchayati Sofiana Nurchayati Sri " Utami Sri - Utami Sri Rahma Suciani SRI UTAMI Suci Amalia Amri T. Syarifah Latifah Hanum Veny Elita Wan Nishfa Dewi Warista, Ririn Wasisto &#039; Utomo Wasisto - Utomo Wasisto Utomo Wasisto Utomo Wesita Widia - Lestari Widia Lestari Winesha Meilandari Yesi " Hasneli Yesi - Hasneli Yessy - Yulistasari Yulia Irvani Dewi Yuni Elita Sari Yutifa, Hasli ' Zihni Sharfina Darmizah