Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Status Gizi Dan Sarapan Pagi Terhadap Konsentrasi Belajar Pada Anak Usia Sekolah Dismawati Dismawati; Herlina Herlina; Ari Pristiana Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.680

Abstract

Status gizi dan kebiasaan sarapan pagi memiliki peran penting dalam mendukung konsentrasi belajar pada anak usia sekolah. Konsentrasi yang rendah dapat menghambat kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran serta berdampak pada menurunnya prestasi akademik. Asupan gizi yang cukup berkontribusi terhadap optimalisasi fungsi otak, sedangkan sarapan pagi menyediakan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan proses kognitif, terutama pada saat kegiatan belajar di pagi hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar anak usia sekolah di SD Negeri 66 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa kelas VI yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) berdasarkan nilai Z-score yang disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin. Kebiasaan sarapan pagi diukur menggunakan kuesioner, sedangkan konsentrasi belajar dinilai menggunakan Grid Concentration Test. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 12 tahun (64,0%) dan berjenis kelamin perempuan (56,0%). Distribusi status gizi menunjukkan 42,0% gizi kurang, 42,0% gizi baik, dan 16,0% gizi lebih. Kebiasaan sarapan pagi menunjukkan 38,0% responden jarang sarapan, 32,0% tidak pernah sarapan, dan 30,0% selalu sarapan. Tingkat konsentrasi belajar terbagi menjadi kategori rendah (34,0%), sedang (34,0%), dan tinggi (32,0%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan konsentrasi belajar (p>0,05), namun terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar (p<0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa status gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan konsentrasi belajar, sedangkan kebiasaan sarapan pagi memiliki hubungan yang signifikan dengan konsentrasi belajar pada anak usia sekolah. Temuan ini menunjukkan pentingnya pembiasaan sarapan pagi secara rutin dalam mendukung kesiapan belajar dan fungsi kognitif siswa di sekolah.
The The Experiences of Community Health Center Nurses in Providing Health Services to Obese Adolescent For Depression Prevention Ari Pristiana Dewi; Nur Indrawati Lipoeto; Adang Bachtiar; Amel Yanis
AACENDIKIA: Journal of Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): AACENDIKIA: Journal of Nursing
Publisher : Althar Cendikia Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/aacendikiajon.v4i2.73

Abstract

Depression among adolescent girls with obesity is a significant health concern that adversely impacts behavioral, emotional, and cognitive development. Addressing this condition necessitates the robust involvement of primary healthcare services; thus, understanding the lived experiences of community health center (Puskesmas) nurses in caring for this demographic is essential. This study aimed to explore the experiences of Puskesmas nurses in Pekanbaru City to identify practical barriers and inform the development of intervention strategies that are more responsive to adolescents’ psychological needs. A qualitative study utilizing an interpretive phenomenological design was conducted. Nine nurses from five Puskesmas were selected via purposive sampling. Data were gathered through 45-60 minute semi-structured in-depth interviews, transcribed verbatim, and analyzed using the Colaizzi method. The analysis revealed three core themes: (1) the utilization of adolescent health services, (2) the accessibility of healthcare delivery, and (3) specific service requirements for obese adolescent girls in depression prevention. While services were implemented through school outreach, screening, and counseling, their utilization for psychological issues remained suboptimal. Service delivery was further constrained by inconsistent participation, limited personnel, restricted service hours, and promotive-preventive programs that lacked obesity-specific targeting. Identified needs included enhanced information dissemination, strengthened cross-sectoral coordination, and the development of specialized educational media for obesity. Although adolescent health services are available at Puskesmas, they are not yet optimized for preventing depression among adolescents with obesity. This study recommends strengthening targeted programs, enhancing school-level collaboration, and developing structured educational and counseling interventions.
PEMBERDAYAAN KADER DAN LANSIA DALAM MENGONTROL HIPERTENSI MELALUI PEMBENTUKAN KELOMPOK SEHATI (SEHAT ATASI HIPERTENSI) Reni Zulfitri; Ari Pristiana Dewi; Puteri Dianti; Gusti Rendi; Mita Asmarani; Tarisa Lestari; Aldis Nazarianti Rif'at; Nazhifah Hawadya Rahmadania; Alvia Annisa Rizalti; Syava Ardilawati; Firli Febriani; Fauzia Maitullah; Wesita; Kuntum Rihadatul Aisyah; Pazmi Fajarwati; Melly Magdalena
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat dan menjadi faktor risiko utama terjadinya stroke, gagal jantung, serta penyakit jantung koroner. Berdasarkan hasil pengkajian di RW 13 Kelurahan Sri Meranti, hipertensi menempati proporsi tertinggi yaitu 53,6%, dengan 33,3% di antaranya masih belum terkontrol. Kurangnya kepatuhan minum obat serta rendahnya partisipasi penderita hipertensi dalam kegiatan posyandu memperburuk kondisi ini. Kegiatan edukasi kesehatan “Hidup Sehat, Atasi Hipertensi” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan penderita hipertensi terkait pencegahan dan pengendalian tekanan darah tinggi. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi terapi rendam kaki dengan air serai, diskusi, serta pembentukan kelompok SEHATI sebagai wadah dukungan sosial. Sebanyak 19 peserta penderita hipertensi mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 87,9 (pre-test) menjadi 92,6 (post-test). Seluruh peserta (100%) mencapai kategori nilai baik setelah edukasi. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran penderita hipertensi tentang pengendalian penyakitnya. Namun demikian, perubahan perilaku jangka panjang masih memerlukan edukasi berkelanjutan serta dukungan keluarga dan lingkungan.
Experiences of Obese Adolescent Girls in Depression Prevention Ari Pristiana Dewi; Nur Indrawati Lipoeto; Adang Bachtiar; Amel Yanis
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 1 (2026): January 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf170101

Abstract

Depression in obese adolescent girls is a serious disorder that can affect their behavior, emotions, and thoughts. The purpose of this study was to explore the experiences of obese adolescent girls in preventing depression. This study used a qualitative approach, a phenomenological study. The participants were 11 obese adolescent girls in Pekanbaru City, selected using a purposive sampling technique. The data collection method used was in-depth interviews. Data were analyzed using the Colaizzi method. The results showed that there were four themes and 13 sub-themes. The first theme was the unpleasant experiences of obese adolescents, consisting of three sub-themes: body shaming, bullying, and discrimination. The second was the psychological impact, consisting of two sub-themes: intrapersonal and interpersonal impacts. The third was the internal factors determining depression prevention, consisting of four sub-themes: knowledge of depression, self-esteem, self-image, and coping mechanisms. The fourth was the external factors determining depression prevention, consisting of four sub-themes: peers, teachers, family, and health care workers. In conclusion, obese adolescent girls had unpleasant experiences, experienced psychological impacts, and were aware of the internal and external determinants of depression prevention. It is hoped that healthcare institutions will provide intensive nursing care for adolescents with obesity to prevent depression.Keywords: adolescent girls; obesity; depression; experience; prevention
Co-Authors ', Misrawati ' Abd. Rasyid Syamsuri Adang Bachtiar Adang Bachtiar Adelina Hazhiyah Saraya Afni Ramadhani Agrina Agrina Agrina Agrina, Agrina Agustina " " Aina " Handayani Aldis Nazarianti Rif'at Alex Brando Silalahi Alisia Oktaviani Marito Siahaan Alvia Annisa Rizalti Amel Yanis Amel Yanis Amir, Yufitriana Annisa " Mayanti ARIF HIDAYAT Arneliwati Ayu Restu Amalia Azzahra Jasmine Budiono Cavin Maulana Darwin - Karim Desma &#039; wati Desmawati &#039; &#039; Desti Ramatika Abadi Devi Afriza Dianti, Puteri Didi Kurniawan Dismawati Dismawati Dwi Oktavia Anggraini Elisia Elfina Elmia Sari Eni Angriani Erika Erika Erwin &#039; &#039; Erwin - - Erwin Erwin Erwin Erwin Etra Fianus Hendri Fajri &#039; Alfiannur Fakhmi - Murfikin Fathra Annis Nauli Fauzia Maitullah Febriana Sabrian Ferguson " " Firli Febriani Fitria Indah Sari Fudhla, Anifa Gamya Tri Utami Gita Kurnisa Indah Sari Gusti Rendi Hendra Taufik Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina, Ichwanul Alif Ramadhan Indriani, Reftesa Indriati, Ganis Ismalinda, Wan Ismalinda, Wan Jaka &#039; Sarfriyanda Jamin " " Jeli Jeli Jumaini - - Juniar Ernawati Juniar Ernawaty Kuntum Rihadatul Aisyah Lailatun Najmi Raihan Litria Suirvi Liza Imelda Hanafi Lyra - Sriminda Manullang, Tricia Maria Tobing, May Ave Marleni, Lela Melly Magdalena Mita Asmarani Muhammad " Abrar Mumtaz, Suci Hati Mustika " Riolita Nadila Mutiara Suci Nazhifah Hawadya Rahmadania Nia Fadhilah Ningrum, Yulan Dwi Nopri &#039; Afrila Nur " Rahmawati Nur Indrawati Lipoeto Nur Indrawati Lipoeto Nurfa Tiarana Anggraini Nurul " Amalliya Oswati &#039; Hasanah Oswati Hasanah &#039; Ova Tsabita Padillah Ramadhan Padrizal &#039; Lubis Pazmi Fajarwati Pramana Pramana Purnama " Pardede Rahma Rahma Raja Pieba Aguma Raju Rizqi Ananda Ramadhan, Padillah Refianti - Marsinta Remon &#039; &#039; Reni Zulfitri Reni Zulfitri Ria " Sugiarti Ricer &#039; Reflio Riri Novayelinda Rismadefi - Woferst Rosmalinda - - Safri " " Sherly - Fandri Silvia Elki Putri Siregar, Munawaroh Siti - Zuraida Siti Rahmalia Siti Rahmalia Hairani Damanik Siti Rahmalia HD Sofiana Nurchayati Sri " Utami Sri - Utami Sri Rahma Suciani SRI UTAMI Suci Amalia Amri Syava Ardilawati T. Syarifah Latifah Hanum Tarisa Lestari Veny Elita Wan Nishfa Dewi Warista, Ririn Wasisto &#039; Utomo Wasisto - Utomo Wasisto Utomo Wasisto Utomo Wesita Widia - Lestari Widia Lestari Winesha Meilandari Yesi " Hasneli Yesi - Hasneli Yessy - Yulistasari Yulia Irvani Dewi Yuni Elita Sari Yutifa, Hasli ' Zihni Sharfina Darmizah