Claim Missing Document
Check
Articles

Stress merupakan motivasi yang dibutuhkan oleh individu untuk bergerak dan merupakan suatu energi yang dapat digunakan secara efektif. stress yang bersifat ringan dapat merupakan tantangan dan motivasi bagi seseorang untuk bergerak ke arah yang lebih baik Delvia; Kadrianti, Erna; Alam, Arham
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i2.846

Abstract

Stress merupakan motivasi yang dibutuhkan oleh individu untuk bergerak dan merupakan suatu energi yang dapat digunakan secara efektif. stress yang bersifat ringan dapat merupakan tantangan dan motivasi bagi seseorang untuk bergerak ke arah yang lebih baik. Tujuan penelitian Untuk mengetahui hubungan antara manajemen diri dengan stress pada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir di STIKES Nani Hasanuddin Makassar. Jenis penelitian ini yang digunakan untuk meneliti yaitu cross sectional (potong lintang), dimana cross sectional adalah desain penelitian analitik yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel independen dan variabel dependen. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir di STIKES Nani Hasanuddin Makassar. Jadi besar sampel pada dalam penelitian ini yaitu 61 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode kuesioner. dengan cara membagikan link kuesioner pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas. Hasil Penelitian ini nilai probability nilai p = 0,003 < α = 0,05 menunjukan kekuatan atau nilai kemaknaannya. Kesimpulannya ada hubungan antara manajemen diri dengan stress. Semakin baik manajemen diri dari seorang mahasiswa hal terbut dapat mengurangi stress mahasiswa tersebut.
Pengaruh Resistance Training terhadap Body mass Indeks (BMI) dan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Type II di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar Arya Wijaya, M. Rudi; Haskas, Yusran; Kadrianti, Erna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i4.938

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein akibat dari kekurangan fungsi insulin. Penyakit diabetes melitus adalah penyakit tidak dapat disembuhkan, akan tetapi penderita diabetes melitus dapat hidup sehat apabila dapat mengontrol gula darah dengan baik. Salah satu penyebab penderita diabetes kesulitan dalam mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil yaitu kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga serta pola makan yang tidak dijaga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh resistance training terhadap Body Mass Index (BMI) pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pre-experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Postest Design. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 pasien. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dianalisa menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh resistance training terhadap Body Mass Index (BMI) pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 dengan nilai Z sebesar -3,204 dan nilai ρ=0,001. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh resistance training terhadap Body Mass Index (BMI) pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar.
PENGARUH SELF INSTRUCTIONAL TRAINING TERHADAP QUALITY OF LIFE PENDERITA DIABETES MELITUS Ludia Wally, Martina; Haskas, Yusran; Kadrianti, Erna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 2 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v2i3.940

Abstract

Diabetes Melitus (DM) masih menjadi masalah penyakit yang memiliki kepentingan kesehatan masyarakat global terkait dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Diabetes Melitus secara tidak langsung mempengaruhi kelangsungan hidup pasien, kualitas hidup, perkembangan degenerasi sistem organ dan secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan kematian. Edukasi merupakan bagian upaya pencegahan dan yang sangat penting dari pengelolaan diabetes melitus secara holistik meliputi edukasi tentang pola makan, pola aktivitas fisik, keteraturan mengkonsumsi OAD/insulin dan perawatan kaki. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh self instructional training terhadap Quality of Life penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pre-experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Postest Design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 82 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh self instructional training terhadap Quality of Life penderita Diabetes Melitus tipe II dengan nilai Ztabel sebesar 8,195 > Zhitung sebesar 1,645 dan nilai ρ=0,000 < α=0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh self instructional training terhadap Quality of Life penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar.
HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR Tenripada, Dita Amalia; Syaifuddin, Syaifuddin; Kadrianti, Erna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i1.1268

Abstract

Lingkungan fisik tempat seseorang tidur berpengaruh pada kualitas tidur. Kondisi seperti adanya suara bising dan aktifitas orang lain disekitar dapat menganggu tidur. Suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin, pencahayaan yang terlalu terang tergolong sebagai gangguan tidur yang akhirnya menurunkan kualitas tidur. Gangguan tidur yang sering dikeluhkan oleh penderita diabetes mellitus adalah sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil, hal inilah yang menurunkan jumlah waktu tidur pasien diabtes mellitus dan mencoba untuk tidur kembali menjadi sulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan fisik terhadap kualitas tidur pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di ruang rawat inap rumah sakit Ibnu Sina Makassar. Desain penelitian ini menggunakan desain cross-secsional dengan metode survey analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus tipe 2 di ruang rawat inap rumah sakit Ibnu Sina Makassar sebanyak 52 pasien. Jadi jumlah sampel yang diteliti sebanyak 34 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner yang berisi beberapa item pertanyaan yang dibuat berdasarkan indikator suatu variabel. Hasil uji analisis Chi-square diperoleh p value 0,006 < 0,05, sehingga peneliti berasumsi bahwa ada hubungan lingkungan fisik terhadap kualitas tidur pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di ruang rawat inap rumah sakit Ibnu Sina Makassar. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan lingkungan fisik terhadap kualitas tidur pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di ruang rawat inap rumah sakit Ibnu Sina Makassar.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Bahar, Kurnia; Syaifuddin, Syaifuddin; Kadrianti, Erna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v3i1.1269

Abstract

Kecemasan berlebihan pada seseorang akan membuat seseorang kesulitan dalam memulai tidur, sehingga dapat menyebabkan kebiasaan tidur buruk. Tingkat kecemasan yang terjadi pada pasien diabetes mellitus tipe 2 ditimbulkan oleh ketakutan terhadap komplikasi yang timbul dari penyakit yang dialami, adanya perasaan yang tidak yakin, putus asa, tertekan, dan gugup. Gangguan tidur yang sering dikeluhkan pada penderita diabetes seperti sering berkemih di malam hari (nokturia), haus (polidipsi) dan keluhan lapar (polifagia). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di ruang rawat inap rumah sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini menggunakan desain cross-secsional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 (p=0,001). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di ruang rawat inap rumah Sakit Ibnu Sina Makassar.
Hubungan Antara Adiksi Medsos Terhadap Konsep Diri Pada Remaja Perempuan Di Smk Laniang Makassar Handini, Sri wahida; Azniah; Erna Kadrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i1.1386

Abstract

Menurut Nasrullah (2021) menyatakan bahwa media social adalah platfrom media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktifitas maupun berkolaborasi .karena itu media sangat berperan aktif di alternatif sebagai medium (fasilitator) online yang mengunakan hubungan antara pengguna sekaligus sebuah ikatan social.(ginting et al., 2021). Konsep diri adalah persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri yang terbentuk melalui pengalaman dan interpretasi terhadap lingkungannya. Berdasarkan data yang dirilis. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional study. Yaitu bertujuan untuk melihat beberapa faktor yang dipertimbangkan sebagai factor potensi konsep diri pada remaja perempuan di SMK Laniang Makassar. Hasil penelitian yang peneliti dapatkan untuk Uji korelasi pearson antara adiksi media social dengan konsep diri menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan 0.001<0.05. Ini berarti bahwa ada peran adiksi media social terhadap konsep diri yang dimiliki oleh remaja perempuan di SMK Laniang Makassar tahun 2023. Hasil penelitian ini menguatkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Muraina & Popoola (2022) dimana penelitian ini menegaskan adanya hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan adiksi medsos (r=0.66;p<0.05). Kesimpulan bahwa Penelitian ini menunjukkan dari mayoritas responden pada remaja perempuan di SMK Lanaing Makassar, yang mengalami adiksi medsos terbanyak ini cenderung tinggi dengan nilai p 0.001<0.05.
Faktor Determinan Quality Of Life Pada Lansia Dengan Penyakit Comorbid Di Wilayah Kerja Puskesmas Taraweang Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep Nurmalida, Nurmalida; Azniah; Kadrianti, Erna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i1.1389

Abstract

Lansia yang menderita penyakit kronis lebih dari satu disebut comorbid, Sementara focus pemenuhan kebutuhan lansia akan kualitas hidup dengan berbagai dimensi termasuk keuangan, fungsi fisik, psikologis, perubahan kognitif serta dukungan social adalah hal yang tidak mudah, dengan adanya beban comorbid kemandirian ini menjadi jauh lebih berat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingnkan QoL antara lansia penderita comorbid dan tanpa comorbid. Menggunakan pendekatan cross sectional study, pada 67 lansia yang dipilih secara cluster di Puskesmas Taraweang Kabupaten Pangkep tahun 2023. Pengukuran variable QoL menggunakan WHO-QoL, dan ADL menggunakan Katz Indeks. Hasil penelitian menunjukkan hubungan kualitas hidup lansia dengan kemampuan lansia memiliki penyakit comorbid dan tanpa comorbid menggunakan uji statistic chi square ketika dianalisi secara terpisah , di rentang usia tertentu dan pendidikan dengan nilai p usia 0.036 < 0.05, ini menguatkan penelitian Budiono & Rivai, nilai p pendidikan ꞊ 0.01 < 0.05 ini menguatkan penelitian Lawrence, yang artinya penyakit comorbid adalah variable yang bisa memodifikasi hubungan antara kualitas hidup dengan kemandirian. Oleh karena itu lansia dengan penyakit comorbid perlu mengetahui bagaimana cara mengelola penyakit dengan baik sehingga harapan hidupnya semakin panjang dan bisa menjalani kehidupanya dengan berkualitas. Kebutuhan ini dapat difasilitasi oleh perawat gerontik melalui peningkatan kualitas asuhan keperawatan gerontik
Hubungan Antara Adiksi Digital Dengan Potensi Gangguan Mental Pada Remaja Di Smp Negeri 2 Labakang, Pangkep Daepawala, Nurlela Rahim; Azniah; Kadrianti, Erna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i1.1500

Abstract

Penggunaan gadget di kalangan remaja merupakan fenomena yang sering terjadi akhir-akhir ini. Setidaknya ada enam alasan utama yang mendorong individu menggunakan gadget dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencari informasi, berhubungan dengan orang lain, hasil kasih sayang, bagian dari gaya, mobilitas, dan aksesibilitas yang tinggi. Kesehatan mental adalah kesejahteraan yang diwakili oleh kebahagiaan, keseimbangan, kepuasan, pencapaian diri, dan optimisme. Menurut ICD yang diterbitkan oleh WHO adiksi digital didefinisikan sebagai gangguan mental yang terkait dengan penggunaan berlebihan dan tidak terkontrol terhadap perangkat digital. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional study. Hasil penelitian didapatkan hubungan antara adiksi digital dengan potensi gangguan mental didapatkan hasil bahwa depresi, kecemasan dan stres memiliki hubungan yang signifikan dengan adiksi digital pada remaja di SMP Negeri 2 Labakkang, Pangkep dengan nilai p depresi 0.003 < 0.05, nilai p kecemasan 0.028<0.05 dan nilai p stres 0.001<0.05. Hasil penelitian ini menguatkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sakia dkk. Kesimpulan Siswa dengan angka kecanduan media digital yang lebih tinggi memiliki resiko lebih besar untuk mengalami gangguan mental. Saran terhadap pihak sekolah yaitu untuk remaja-remaja yang mengalami stres,depresi dan kecemasan sebaiknya digali apa penyebab stres, depresi dan kecemasannya.
Pengaruh Self Management Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Rsup Dr Tadjuddin Chalid Makassar Rantetondok, Elga theofani; zainal, syaipuddin; kadrianti, erna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v4i1.1512

Abstract

Hipertensi adalah penyakit gangguan pembuluh darah yang menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi terhambat untuk mencapai jaringan yang membutuhkan. Hal ini terjadi karena perilaku yang buruk, kurangnya motivasi mengenai perawatan diri untuk mengontrol tekanan darah maka diperlukan motivasi untuk meningkatkan self-management pada pasien hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh self-management terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUP dr Tadjuddin Chalid Makassar. Metode jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskripstif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 83 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara self management terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Hasil uji statistic chi-square menunjukkan bahwa nilai p value=0,0001 (<0,05). Kesimpulan yang didapatkan adalah ada pengaruh self-management terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUP dr Tadjuddin Chalid Makassar.
Stigmatization and the Impacts for Indigenous People with HIV/AIDS: A Scoping Review Suarnianti, Suarnianti; BN, Indah Restika; Suhartatik, Suhartatik; Kadrianti, Erna
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4933

Abstract

The global substantial evidence highlights that HIV/AIDS-related stigma is a barrier to HIV prevention programs, treatment, and support services. Overcoming stigma and discrimination is the main guiding principle in HIV prevention and control programs. Such overcoming is crucial, especially for indigenous people with HIV/AIDS because they are often marginalized. Based on this background, this scoping review aims to explore the HIV/AIDS stigma and its impact, especially experienced by indigenous people. : This scoping review was conducted from November 2022 to March 2023 by searching for manuscripts on PubMed, Science Direct, Cochrane Library, Wiley, Directory of Open Access Journals, ProQuest, GARUDA, and Gray Literature databases to identify HIV/AIDS stigma and its impact in indigenous people. Three reviewers independently screened the results. The extracted data were then mapped, categorized, and summarized. This study has identified that HIV/AIDS stigma in indigenous people includes curses, divine vengeance, and infectious diseases. Various impacts arising from stigmatization include concealment, discrimination, powerlessness, unequal life opportunities, and social rejection/isolation. Moreover, the stigma impacts the service system and health service providers. It is necessary to have a complex strategy supported by the involvement of health authorities, health workers, and indigenous communities to overcome the problems of HIV/AIDS stigma and to understand the culture of indigenous people to prevent and treat HIV/AIDS.