Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDEKATAN PSIKOEDUKASI TERHADAP PENCEGAHAN TINDAKAN BULLIYING DI SDN 2 KEMBANG SARI: IMPLEMENTASI PENDEKATAN PSIKOEDUKASI TERHADAP PENCEGAHAN TINDAKAN BULLIYING DI SDN 2 KEMBANG SARI farida, lasmi; Muspita, Zalia; Sulastri, Andi; Arif Rahman Hakim
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Pendekatan Psikoedukasi dalam mencegah tindakan Bullying di Sekolah Dasar Negeri 2 Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Fokus penelitian meliputi: (1) implementasi Pendekatan Psikoedukasi oleh guru, (2) hambatan yang dihadapi guru dalam pengimplementasiannya, dan (3) keterlibatan siswa dalam kegiatan psikoedukasi yang diarahkan untuk mencegah bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian yaitu guru kelas IV, V, dan VI serta siswa dari masing-masing kelas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendekatan Psikoedukasi telah diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran melalui metode diskusi kelompok, permainan peran, dan kampanye anti-bullying. Guru secara aktif menyampaikan materi terkait bullying melalui integrasi ke dalam mata pelajaran seperti PPKn dan Bahasa Indonesia. Hambatan yang dialami guru antara lain kurangnya alokasi waktu, keterbatasan fasilitas pendukung, serta belum tersedianya guru Bimbingan Konseling (BK). Meskipun demikian, siswa menunjukkan keterlibatan yang positif dan antusias dalam kegiatan psikoedukatif, serta menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik dalam berinteraksi sosial di sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pendekatan Psikoedukasi berkontribusi signifikan dalam membentuk kesadaran siswa tentang bahaya bullying dan membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah dasar. Kata Kunci: Implementasi, Psikoedukasi, Bullying, Pencegahan, Sekolah Dasar
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Berbantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas IV di SD Negeri 1 Sapit Kecamatan Suela Tahun Pelajaran 2025/2026 Rukhwatul Ulfah; Zohrani; Zalia Muspita; Muhammad Husni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33301

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the influence of the cooperative learning model type make a match assisted by picture media on the Civics learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 1 Sapit, Suela District, in the academic year 2025/2026. The type of research used is quantitative experimental with a pre-experimental design, specifically the one-group pretest-posttest type. The research sample consisted of 21 fourth-grade students. The data collection techniques used were multiple-choice tests and observation. Based on the results of the study, the average pretest score was 56.71 and the posttest score was 74.67. The Shapiro-Wilk normality test showed that T₃ > P-Value for both the pretest and posttest, indicating that both data sets were normally distributed. The hypothesis test was calculated using the paired sample t-test, which yielded a t-count of 10.15 and a t-table of 2.086, obtained from df = n - 1 = 21 – 1 = 20 with a significance level of 0.05. Since t-count = 10.15 > t-table = 2.086, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that the cooperative learning model type make a match assisted by picture media has a significant effect on Civics learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 1 Sapit, Suela District, Academic Year 2025/2026.
A ANALISIS NILAI-NILAI SOSIAL DALAM KEGIATAN SABTU BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGRI 1 MASBAGIK TIMUR KECAMATAN MASBAGIK LOMBOK TIMUR Nurmayanti; Zalia Muspita; Andi Sulastri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33574

Abstract

This study aims to analyze social values ​​in cultural Saturday activities to enhance student creativity at SDN 1 Masbagik Timur for the 2024/2025 Academic Year. This study employed qualitative research, employing descriptive qualitative methods. Data sources were collected from the principal, teachers, and students of SDN 1 Masbagik Timur. The researcher analyzed data using three data collection techniques: observation, interviews, and documentation. Based on the results of the study, the analysis of social values ​​in cultural Saturday activities to enhance student creativity at SDN 1 Masbagik Timur. 1) Demonstrates the social values ​​developed through cultural Saturday activities. Cultural Saturday activities at SDN 1 Masbagik Timur play an important role in instilling and developing social values ​​in students from an early age. Values ​​such as mutual cooperation, cooperation, tolerance, discipline, responsibility, honesty, and empathy can be developed through various activities carried out, such as making crafts, maintaining environmental cleanliness, preparing art performances, to wearing regional clothing. 2) Social values ​​in cultural Saturday activities towards increasing student creativity that Cultural Saturday activities at SDN 1 Masbagik Timur play an important role in integrating the development of social values ​​with increasing student creativity. Values ​​such as cooperation, responsibility, and mutual respect are proven to encourage students to be more confident, active, and brave in expressing ideas in the form of works of art, performances, and other creative activities. School support through the provision of facilities, teacher mentoring, and freedom of expression creates a positive atmosphere that fosters student collaboration and innovation. 3) Supporting and inhibiting factors in the application of social values ​​through Cultural Saturday activities. Based on the results of the study, supporting factors for the implementation of Cultural Saturday activities at SDN 1 Masbagik Timur include full support from the principal and teachers, student enthusiasm, and active participation of parents in preparing activity needs. The availability of facilities such as art equipment, costumes, and open spaces, as well as a school environment that respects cultural diversity, contributed to the success of this activity. However, several inhibiting factors remained, including limited practice time, a lack of equipment and costumes, a lack of understanding of the activity's objectives on the part of some students, low self-confidence, and a lack of cooperation among some students, all of which hindered the smooth running of the practice process.
ANALISIS KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Zalia Muspita; Warni; Muchamad Triyanto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.34041

Abstract

This study discusses the Storytelling Strategy to Develop Students’ Speaking Skillsat SDN 4 Gereneng. This study aims to determine how students’ speaking skills canbe developed through storytelling. This qualitative research used data collectioninstruments such as observation, interviews, data presentation, and conclusiondrawing. The subjects of this study were 22 people, including twenty second-gradestudents, one principal, and one scond-grade homeroom teacher. The findingsreveal that storytelling as a preparation, implementation, and evaluation. Thisapproach has proven effective in improving students’ speaking fluency, vocabularymastery, intonation, expression, courage, and confidence in public speaking. Thestudy also highlights supporting and inhibiting factors in the implementation process.Therefore, storytelling can be recommended as an effective pedagogical strategyfor imroving speaking skills in elementary school students.
Implementasi Program Asistensi Mengajar Melalui Pendampingan Pembuatan Modul Ajar Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di SD Negeri 2 Paok Lombok Ulfiii, Ulfiana Baqiatul; Zalia Muspita; Anis Oktavia; Intan Asma Whanifa; Zunnuraeni; Umar Saputra
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): December
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v5i3.1953

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut guru mampu mengintegrasikan teknologi dan pendekatan pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kualitas belajar. Namun, di SD Negeri 2 Paok Lombok masih ditemukan kendala dalam penyusunan modul ajar yang inovatif dan berbasis teknologi. Program Asistensi Mengajar melalui Pendampingan Pembuatan Modul Ajar Berbasis Deep Learning dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dan mewujudkan pembelajaran berpusat pada siswa. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning System (PALS) melalui kegiatan lokakarya pengimbasan, pendampingan individual, serta evaluasi dan refleksi kolaboratif antara guru, mahasiswa, dan dosen pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep Deep Learning, kemampuan merancang modul ajar berbasis HOTS, serta penerapan strategi pembelajaran kontekstual di kelas. Terbentuk pula komunitas praktisi pembelajaran mendalam di Gugus Tebaban sebagai wadah kolaborasi dan berbagi praktik baik antar sekolah. Program ini berimplikasi pada penguatan transformasi digital pendidikan dasar serta sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar. Dengan demikian, pendampingan berbasis Deep Learning efektif meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran, serta layak direplikasi di satuan pendidikan lain.
Dampak Media Sosial Tiktok Pada Perilaku Bullying Siswa di SDN 6 Selong Lombok Timur Nadia, Zalwa; Habibuddin; Muspita, Zalia; Burhanuddin
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17889

Abstract

Abstract: This study aims to describe teachers’ perceptions of TikTok use at SD Negeri 6 Selong, explain the forms of bullying that occur, and analyze their impacts on students. The background of this research arises from the increasing use of TikTok among elementary school students without adequate supervision, which may influence their social behavior, including bullying. This study employed a qualitative descriptive approach conducted at SD Negeri 6 Selong, East Lombok Regency, for two months (July–August 2025). Data were collected through observation, interviews, and documentation, involving teachers and students as participants. The findings reveal that teachers perceive TikTok as having both positive and negative aspects: it can be educational and entertaining, yet also introduces inappropriate language and behavioral trends. The most common forms of bullying are verbal bullying (mocking, name-calling, laughing at peers) and social bullying (exclusion from groups). The impacts on victims include decreased self-confidence, fear of interaction, and reduced learning concentration. The study concludes that unsupervised use of TikTok tends to strengthen verbal and social bullying behaviors among elementary school students. Thus, active supervision from teachers and parents, digital literacy programs, and character education are crucial to ensure responsible use of social media. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap penggunaan media sosial TikTok di SD Negeri 6 Selong, menjelaskan bentuk-bentuk perilaku bullying yang terjadi, serta menganalisis dampak yang ditimbulkan terhadap siswa. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya penggunaan TikTok di kalangan siswa sekolah dasar tanpa pengawasan yang memadai, yang berpotensi memengaruhi perilaku sosial mereka, termasuk munculnya tindakan bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SD Negeri 6 Selong, Kabupaten Lombok Timur, selama dua bulan (Juli–Agustus 2025). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan sumber data guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menilai TikTok memiliki dua sisi: positif sebagai media hiburan dan edukatif, serta negatif karena memunculkan perilaku meniru tren yang tidak pantas bagi usia anak, seperti ejekan dan penggunaan bahasa kasar. Bentuk bullying yang dominan ialah bullying verbal (ejekan, julukan, tertawaan) dan bullying sosial (pengucilan). Dampak yang dialami korban meliputi penurunan kepercayaan diri, ketakutan berinteraksi, dan gangguan konsentrasi belajar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan TikTok tanpa pengawasan dapat memperkuat kecenderungan bullying verbal dan sosial di kalangan siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif guru dan orang tua dalam melakukan pengawasan, literasi digital, serta pembinaan karakter agar media sosial digunakan secara bijak.
Analisis Nilai-Nilai Sosial Tradisi Begawe dalam Membangun Sikap Solidaritas Sosial Peserta Didik di SD Negeri 1 Gereneng Timur Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur Mulyana, Asri; Habibuddin; Muspita, Zalia
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18011

Abstract

Abstract: The Begawe tradition, as a cultural heritage of the Lombok people, plays an important role in shaping social attitudes, yet its relationship to primary education is rarely studied. This study aims to (1) describe the school community's perceptions of the Begawe tradition, (2) identify the social values ​​contained within the Begawe tradition, and (3) analyze the implementation of the Begawe tradition's social values ​​in building social solidarity among students at SD Negeri 1 Gereneng Timur, Sakra Timur District, East Lombok Regency. This study used a qualitative approach with a descriptive research type. The research subjects consisted of the principal, teachers, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles & Huberman interactive model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was achieved using source triangulation techniques.The results of the study indicate that: (1) the school community's perception of the Begawe tradition is very positive, where the principal views it as a cultural heritage, teachers consider it a means of character education and solidarity, while students consider it a collective activity that strengthens social relationships; (2) the Begawe tradition contains social values ​​such as mutual cooperation, mutual assistance, friendship, empathy, and sympathy that are able to build social solidarity in students; (3) the implementation of the social values ​​of the Begawe tradition is seen through group work activities, community service, collaborative learning, and student involvement in local culture-based activities, even though they are still faced with the challenges of modernization and a lack of routine habits. Abstrak: Tradisi begawe sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Lombok memiliki peran penting dalam membentuk sikap sosial, namun keterkaitannya dengan pendidikan dasar masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan persepsi warga sekolah mengenai tradisi begawe, (2) mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tradisi begawe, dan (3) menganalisis implementasi nilai-nilai sosial tradisi begawe dalam membentuk solidaritas sosial peserta didik di SD Negeri 1 Gereneng Timur Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi warga sekolah terhadap tradisi begawe sangat positif, di mana kepala sekolah memandangnya sebagai warisan budaya, guru menilainya sebagai sarana pendidikan karakter dan solidaritas, sedangkan siswa menganggapnya sebagai kegiatan kebersamaan yang mempererat hubungan sosial; (2) tradisi begawe mengandung nilai-nilai sosial seperti gotong royong, tolong-menolong, silaturahmi, empati, dan simpati yang mampu membentuk solidaritas sosial siswa; (3) implementasi nilai-nilai sosial tradisi begawe tampak melalui kegiatan kerja kelompok, kerja bakti, pembelajaran kolaboratif, serta keterlibatan siswa dalam aktivitas berbasis budaya lokal, meskipun masih dihadapkan pada tantangan modernisasi dan kurangnya pembiasaan rutin.