Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ipssj

DINAMIKA PERKEMBANGAN TRADISI BANTEN BEBANGKIT DI PURA DESA SIBANG GEDE KECAMATAN ABIANSEMAL, KABUPATEN BADUNG Ni Kadek Lala Krisdiari, I Wayan Suwadnyana, Anggara Putu Dharma Putra
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 05 Mei (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika perkembangan tradisi Banten Bebangkit di Pura Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk, proses persembahan, serta perubahan pelaksanaan tradisi Banten Bebangkit dalam kehidupan masyarakat adat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Banten Bebangkit memiliki makna simbolik sebagai representasi keharmonisan hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, alam semesta, dan leluhur. Dinamika perkembangan tradisi terlihat melalui perubahan sistem pelaksanaan odalan setelah pandemi Covid-19, terutama pada pengelolaan pendanaan dan frekuensi penggunaan Banten Bebangkit. Tradisi tersebut tetap dipertahankan masyarakat Desa Sibang Gede sebagai bentuk pelestarian budaya dan spiritual Hindu Bali. Keberadaan Banten Bebangkit juga mencerminkan nilai pendidikan religius, solidaritas sosial, dan identitas budaya masyarakat adat Bali.
KOMUNIKASI INTRABUDAYA TRADISI MANTU KUCING MASYARAKAT HINDU DESA GRAJAGAN KECAMATAN PURWOHARJO KABUPATEN BANYUWANGI JAWA TIMUR Weda Dewi Parwati; Anggara Putu Dharma Putra; Diah Nirmala Dewi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Komunikasi Intrabudaya dalam Tradisi Mantu Kucing pada masyarakat Hindu Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Permasalahan karena kurangnya pemahaman generasi muda terhadap arti dan nilai dari tradisi tersebut. Terdapat tiga rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana Pola komunikasi intrabudaya dalam pelaksanaan Tradisi Mantu Kucing pada masyarakat Hindu di Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, (2) Bagaimana Hambatan Komunikasi Intrabudaya dalam Tradisi Mantu Kucing di Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi?, (3) Bagaimana Implikasi komunikasi intrabudaya melalui pelaksanaan Tradisi Mantu Kucing pada Masyarakat Hindu di Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur? Metode yang diterapkan bersifat kualitatif dengan pendekatan yang deskriptif, menggunakan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, dan pengumpulan dokumen dari narasumber. Data diperoleh dari proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan menggunakan teori komunikasi budaya, teori nilai, teori fungsional struktural. Tujuan penelitian untuk memahami komunikasi intrabudaya dan bagaimana fungsinya dalam menjaga nilai sosial serta religius masyarakat Hindu di Desa Grajagan. Hasil penelitian bahwa komunikasi intrabudaya dalam Tradisi Mantu Kucing berlangsung melalui interaksi verbal, nonverbal, serta simbolik yang melibatkan seluruh masyarakat dalam menyampaikan nilai budaya dan religius. Namun, terdapat hambatan dalam komunikasi seperti (1) Kurangnya pemahaman dikalangan generasi muda, (2) Keterbatasan penyampaian makna dari sesepuh lebih fokus pelaksanaan ritual, (3) Dampak perkembangan zaman modern menyebabkan perubahan nilai budaya. Dampak komunikasi intrabudaya mencakup nilai religius, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, komunikasi intrabudaya memiliki peranan penting untuk meningkatkan komunikasi yang efektif dan efisien agar generasi muda lebih paham nilai tradisi ini.
PEMANFAATAN TALKBACK DALAM KEGIATAN PASANTIAN PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK NETRA DI SANGGAR SENI RWA BHINEDA DENPASAR Arya Mahesa Ardana, I Ketut; Anggara Putu Dharma Putra; Made Ika Kusuma Dewi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disabilitas adalah kondisi yang membuat seseorang mengalami keterbatasan dalam hal fisik, berpikir, atau mental sehingga mengalami kesulitas dalam berinteraksi dengan lingkungan sehari-hari secara mandiri. Keterbatasan sensorik adalah kondisi ketika seseorang mengalami gangguan dalam fungsi salah satu atau lebih dari panca inderanya, seperti penglihatan (tunanetra). Media asistif adalah alat, perangkat keras/lunak, yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas agar dapat belajar, berkomunikasi, atau melakukan aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri. Salah satu bentuk media asistif yang sangat berdampak pada kehidupan para penyandang disabilitas netra adalah aplikasi Talkback. Sejurus dengan hal tersebut maka penelitian ini ditetapkan dengan judul “Pemanfaatan Talkback Dalam Kegiatan Pasantian Penyandang Disabilitas Sensorik Netra di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasar”. Berorientasi pada latar belakang tersebut, peneliti merumuskan tiga permasalahan yaitu sebagai berikut: 1.Bagaimana proses komunikasi pembelajaran melalui Talkback dalam kegiatan Pasantian penyandang disabilitas netra? 2.Apa hambatan penggunaan Talkback dalam kegiatan Pasantian penyandang disabilitas netra? 3.Bagaimana implikasi penggunaan Talkback terhadap efektivitas pembelajaran Pasantian dan kemandirian komunikasi penyandang disabilitas netra di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasar?. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran, pengetahuan, pemahaman serta informasi yang jelas dan akurat mengenai penggunaan Talkback dalam kegiatan Pasantian penyandang disabilitas di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; (1) Jenis penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan sosial humanities, (2) Lokasi Penelitian yakni dilaksanakan di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasar, (3) Jenis data yaitu kualitatif yang bersumber dari data primer dan juga data sekunder, (4) Penentuan Informan yaitu menggunakan teknik purposif sampling (5), Instrumen Penelitian menggunakan alat perekam, buku catatan dan alat tulis (6) Metode Pengumpulan Data tehnik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan, (7) Teknik Analisis Data reduksi, klasivikasi, interpretasi, dan menarik kesimpulan, (8) Teknik Penyajian Analisis Data dengan menggunakan logika deduktif dan induktif. Hasil penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut: Proses komunikasi pembelajaran melalui Talkback dalam kegiatan Pasantian penyandang disabilitas sensorik netra di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasar meliputi tiga tahapan yaki pemilihan dan digitalisasi teks kakawin, pindai data melalui Talkback oleh anggota sanggar, dan pelatihan makakawin oleh pengurus dan guru sanggar. Hambatan penggunaan Talkback dalam kegiatan Pasantian penyandang disabilitas sensorik Netra di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasar meliputi hambatan mekanis dan hambatan kesenjangan generasi. Implikasi penggunaan Talkback terhadap efektivitas pembelajaran Pasantian dan kemandirian komunikasi penyandang disabilitas Netra di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasa meliputi Aksesibilitas Universal, Peningkatan Kualitas Hidup, dan Integrasi Sosial.
KOMUNIKASI INTRAPERSONAL PELUKIS MUSNAWI DALAM PEMERTAHANAN IDEALISME SENI KONVENSIONAL DITENGAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL I Gusti Ngurah Ketut Yoga Sentanu; I Wayan Wirta; Anggara Putu Dharma Putra
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelukis Musnawi merupakan seniman yang tetap mempertahankan seni lukis konvensional di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Karya melukisnya dilakukan di kawasan Sukawati, Gianyar, dengan menjadikan proses refleksi diri sebagai bagian penting dari komunikasi intrapersonal yang membentuk idealismenya dalam berkesenian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Musnawi tidak hanya menolak integrasi teknologi digital dalam pemasaran karya, tetapi juga menerapkan strategi yang berorientasi pada nilai spiritual dan pendekatan interaktif sebagai bentuk pemasaran berbasis budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi intrapersonal berperan penting dalam membentuk keteguhan sikap seniman tradisional dalam menghadapi tantangan era digital.