Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PERBEDAAN PRODUKSI COLOSTRUM YANG DILAKUKAN PIJAT OKSITOSIN DENGAN YANG DIBERIKAN AROMATERAPY LAVENDER PADA IBU NIFAS DI RUANG DAHLIA RS dr. SOEBANDI JEMBER Wahyuningsih, Erna; Susilawati, Susilawati; Palupi, Jenie
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i4.7171

Abstract

The exclusive breastfeeding coverage in Jember in 2021 was only 63.3%, which is below the national target of 80% (Jember Health Profile 2021). One of the barriers is the anxiety experienced by postpartum mothers after cesarean delivery, which can hinder colostrum production. Non-pharmacological interventions, such as oxytocin massage and lavender aromatherapy, can enhance colostrum production and improve maternal emotional well-being. This study aims to compare the effectiveness of these two interventions at RSD dr. Soebandi Jember. This quasi-experimental study employed a Post-Test Only Non-Equivalent Two Experimental Groups Design. Using accidental sampling, 40 postpartum mothers after cesarean section were recruited, with 20 mothers receiving oxytocin massage and 20 receiving lavender aromatherapy. Data were analyzed using an independent t-test. The oxytocin massage group had an average breast milk production of 8.90 ml, which was higher than the lavender aromatherapy group (7.10 ml). An independent t-test showed a significant difference (p < 0.05). Oxytocin massage produced more colostrum compared to lavender aromatherapy. All postpartum mothers should receive oxytocin massage to help increase colostrum production. ABSTRAKCakupan ASI eksklusif di Jember pada 2021 hanya 63,3%, masih di bawah target nasional 80% (Profil Kesehatan Kabupaten Jember 2021). Salah satu hambatan adalah kecemasan ibu nifas pasca operasi caesar yang dapat menghambat produksi colostrum. Intervensi nonfarmakologis, seperti pijat oksitosin dan aromaterapi lavender, dapat meningkatkan produksi colostrum dan kesejahteraan emosional ibu. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas kedua intervensi tersebut di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian Quasi Experimental dengan desain Post-Test Only Non-Equivalent Two Experimental Groups Design dan tekhnik sampling dengan Accidental Sampling yang melibatkan 40 ibu nifas pasca operasi caesar dibagi menjadi 20 yang diberikan pijat oksitosin dan 20 yang diberikan aromateraphy lavender. Data dianalisis menggunakan uji independent t-test. Kelompok pijat oksitosin memiliki rata-rata produksi ASI 8,90 ml, lebih tinggi dari kelompok aromaterapi lavender (7,10 ml). Uji independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05). Pijat oksitosin lebih banyak memproduksi colostrum daripada produksi colostrum yang diberikan aromateraphy lavender. Semua ibu nifas sebaiknya diberikan pijat oksitosin untuk membantu meningkatkan produksi colostrum.
HUBUNGAN DUKUNGAN KADER DENGAN PENDAMPINGAN K1 DI DESA GARAHAN WILAYAH PUSKESMAS SILO 1 KABUPATEN JEMBER Agustini, Devi Ika; Palupi, Jenie; Umami, Riza
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i4.7172

Abstract

Ante Natal Care (ANC) is the service received by mothers during pregnancy, ANC is important in ensuring that both the mother and the fetus are healthy. The coverage of K1 for pregnant women visiting healthcare providers in Garahan Village, under the Puskesmas Silo 1 work area, is still low at 63%. This is far from the K1 target in Jember Regency, which is 100%. Various efforts have been made by the government to increase K1 coverage. The purpose of the research is to determine the relationship between cadre support and K1 assistance in Garahan Village, Silo 1 Health Center area, Jember Regency. This research is a quantitative study. The research design uses correlation analysis with a cross- sectional approach with a population of 60 respondents. The sampling technique used was probability sampling with simple random sampling, data collection was conducted using a questionnaire, and data analysis was performed using the Chi- square test. The sample consisted of 38 respondents. This study shows that the majority of cadres support and assist pregnant women in performing K1 (94.7%). The p-value analysis is 0.001 < ? 0.05. The contingency coefficient of 0.308 indicates a weak relationship between cadre support and K1 assistance in Garahan Village, Silo 1 Health Center area, Jember Regency. Cadres can provide support and K1 assistance as recipients, providers, and in the composition and structure of social networks. ABSTRAKAnte Natal Care (ANC) adalah pelayanan yang diterima ibu selama kehamilan, ANC penting dalam memastikan bahwa ibu dan janin dalam keadaan sehat. Cakupan K1 ibu hamil periksa kehamilan ke tenaga kesehatan di Desa Garahan wilayah kerja Puskesmas Silo 1, cakupan kunjungan ibu hamil (K1) masih rendah, yaitu 63%, ini terpaut jauh dengan target K1 di Kabupaten Jember yaitu sebesar 100%. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk meningkatkan cakupan K1. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan kader dengan pendampingan K1 di Desa Garahan wilayah Puskesmas Silo 1 Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 60 responden. Teknik sample menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling, data penelitian dikumpulkan dengan kuesioner, analisis data menggunakan uji Chi square. Sample yang diambil sejumlah 38 responden. Penelitian ini menunjukkan sebagian besar kader mendukung dan mendampingi ibu hamil melakukan K1 (94.7%). Nilai analisis p-value 0.001< ? 0.05 Koefisien kontingensinya 0.308 mengartikan hubungan lemah antara dukungan kader dengan pendampingan K1 di Desa Garahan Wilayah Puskesmas Silo 1 Kabupaten Jember Kader dapat memberikan dukungan dan pendampingan K1 sebagai recipients, providers, komposisi dan struktur jaringan sosial.
Efektivitas Pijat Oksitosin Dan Pijat Oketani Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Arjasa Okla Nisa, Murni; Prasetyo, Hendro; Atik Maryanti, Syiska; Palupi, Jenie
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7984

Abstract

Latar belakang : ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktose dan garam organik yang disekresi oleh kedua belah payudara ibu, sebagai makanan utama bagi bayi. Ibu nifas sering mengalami masalah mengenai pengeluaran ASI saat menyusui sehingga kebutuhan bayi kurang tercukupi. Dari data Profil Kesehatan Indonesia cakupan bayi mendapatkan ASI Eksklusif pada tahun 2021 yaitu 40%. Berdasarkan data profil kesehatan Jawa Timur 2021 diketahui bahwa cakupan bayi yang mendapat ASI Eksklusif di Jawa Timur sebesar 51,0%. Cakupan pemberian ASI Eksklusif di wilayah Arjasa pada tahun 2021 presentasinya sebesar 9,60%. Dari hasil studi pendahuluan jumlah tafsiran persalinan dari bulan Januari sebanyak 35 orang ibu hamil. Tujuan : Menganalisis Efektivitas Pijat Oksitosin dan Pijat Oketani Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Arjasa. Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode studi komparatif, dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Sampel penelitian adalah 32 ibu nifas. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analis data yang digunakan uji chi square. Hasil : Terdapat efektivitas pijat oksitosin dan pijat oketani terhadap kelancaran ASI dengan hasil uji chi-square yang dilakukan diperoleh nilai p-value atau sig. sebesar 0.000 nilai p-value ≤ 0,05. Kesimpulan : Pijat oksitosin dan pijat oketani efektif terhadap kelancaran ASI sehingga pijat oksitosin dan oketani dapat dilakukan pada ibu nifas untuk meningkatkan kelancaran ASI dan kebutuhan bayi tercukupi.
Perbedaan Akurasi Taksiran Berat Badan Janin Menggunakan Rumus Johnson Toshack Dan Rumus Dare Terhadap Berat Badan Bayi Lahir di Puskesmas Rambipuji A.K.P.S, Arnesia; Prijatni, Ida; Palupi, Jenie
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8901

Abstract

Latar belakang : Taksiran Berat Janin merupakan salah satu komponen penting dalam asuhan antenatal yang dilakukan dalam proses kehamilan dan sebelum persalinan. Cara Perhitungan Taksiran Berat janin terdapat beberapa cara yaitu menggunakan rumus Jhonson Toshack dan rumus Dare. Tujuan : Menganalisis perbedaan akurasi taksiran berat badan janin menurut Jhonson Toshack dan menurut Dare. Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode studi komparatif, dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Populasinya adalah ibu bersalin Kala 1 di Puskesmas Rambipuji. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan One-way Anova. Hasil: Hasil analysis of variance (Anova) diperoleh nilai F-hitung sebesar 12,054 dengan signifikansi (p-value) sebesar 0,001. Nilai p-value lebih kecil dari α (0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara Taksiran Berat Lahir menggunakan rumus Jhonson Thosack dan Dare.Kesimpulan: Diperoleh hasil Rata – rata selisih Taksiran Berat Janin menurut Jhonson Toshack terhadap berat badan bayi lahir adalah 97,21 gram, sedangkan rata-rata selisih Taksiran Berat Janin menurut Dare terhadap berat badan bayi lahir adalah 141,74 gram. Disimpulkan Rumus Johnson Toshack lebih akurat dalam menentukan taksiran berat janin dibandingkan rumus Dare.
Hubungan Fatherless dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Putri di SMA “X” Prasiwi, Irene Dhesela Bintang; Jamhariyah, Jamhariyah; Palupi, Jenie
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18859

Abstract

Kehamilan remaja merupakan masalah yang terjadi karena terdapat aktivitas seksual yang diakibatkan perubahan fisik yang menyebabkan adanya dorongan seksual. Di Indonesia mencapai 1,71 juta kasus sedangkan di Jawa Timur 10,44 %, dengan dispensasi perkawinan anak sebanyak 29,4% yang 80% disebabkan hamil di luar nikah. Hasil studi pendahuluan dari 10 siswi dengan keluarga utuh serta memiliki pacar, 20% siswi dekat dengan ayahnya dan 80% tidak dekat dengan ayahnya. 50% siswi pernah bergandengan tangan dengan pacarnya, 30% pernah dirangkul dan 20% pernah dicium pipinya. Tujuannya adalah untuk memastikan hubungan antara perilaku seksual pranikah remaja putri di SMA "X" dan tidak memiliki ayah. Metode: Pendekatan cross-sectional dikombinasikan dengan desain penelitian survei analitis. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling, dan total responden berjumlah 78 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner perilaku seksual remaja (Junita, 2018) dan kuesioner FPQ (Krampe & Newton, 2006). Teknik Chi-Square digunakan untuk menganalisis data. Temuan: Mayoritas memiliki perilaku seksual ringan (66,7%), sisanya memiliki perilaku seksual berat (33,3%), dan mayoritas memiliki tingkat tidak memiliki ayah yang tinggi (60,3%) dan sisanya memiliki tingkat tidak memiliki ayah yang rendah (39,7%). Uji Chi-Square menghasilkan hasil positif (p<0,05, r=0,332), menolak H0 dan menerima Ha. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara remaja putri SMA "X" yang tidak memiliki ayah dengan perilaku seksual pranikah mereka. Sebagai kesimpulan, perilaku seksual pranikah remaja putri meningkat seiring dengan meningkatnya persentase remaja putri yang tidak memiliki ayah. Untuk menghentikan perilaku seksual pranikah, diharapkan remaja putri selalu menjaga dan memperkuat hubungan yang kuat dengan orang tua mereka dan mencari informasi seksual yang dapat dipercaya.  
Hubungan Dukungan Suami Dengan Sikap Ibu Hamil Trimester I Dalam Mengatasi Emesis Gravidarum Di Wilayah Kerja Puskesmas Kasiyan Deviyanti, Serly; Bachri, Syaiful; Palupi, Jenie
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 6 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i6.21291

Abstract

Latar Belakang : Emesis Gravidarum pada kehamilan merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil trimester 1. Emesis garvidarum dapat diatasi antara lain dengan mengkonsumsi makan, minuman dengan cara yang tepat sesuai dengan anjuran, dan ini dipengaruhi salah satunya di pengaruhi oleh sikap. Dukungan suami memberikan peran penting dalam membentuk sikap ibu hamil. Tujuan Penelitian : menganalisis hubungan dukungan suami dengan sikap ibu hamil trimester I dalam mengatasi emesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas Kasiyan. Metode: Desain penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi sebanyak 40 ibu dengan sampel sebanyak 36 ibu dengan teknik pengambilan sample yaitu proportionate random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu kuisioner. Hasil : dari perhitungan hampir seluruh ibu hamil mendapatkan dukungan suami sebanyak 55.56% dan sebagian besar ibu hamil trimester I memiliki sikap positif dalam mengatasi emesis gravidarum sebanyak 55.56%. Kesimpulan : Hasil uji Chi Square didapatkan p value 0,009 < 0,05 artinya ada hubungan dukungan suami dengan sikap ibu hamil trimester I dalam mengatasi emesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas Kasiyan dengan keeratan hubungan cukup kuat. Saran : Bidan wilayah perlu memberikan informasi dan edukasi kepada suami untuk selalu memberikan dukungan terutama dukungan emosional.
Educational Programs on Mental Health: Impact on Stigma Reduction in Schools Cahyono, Intim; Palupi, Jenie; Maryanti, Syiska Atik
Research Psychologie, Orientation et Conseil Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/rpoc.v1i4.1391

Abstract

Mental health stigma is a major barrier to seeking help in schools, often resulting in negative attitudes, misconceptions, and social exclusion, which can worsen mental health and academic outcomes. Educational programs aimed at raising awareness have been suggested as interventions to reduce stigma, but limited evidence exists on their effectiveness. This study evaluates the impact of educational programs on reducing mental health stigma in schools. A quasi-experimental design was used, involving 300 high school students. The experimental group (150 students) participated in a series of workshops and discussions focused on increasing knowledge and empathy toward mental health issues, while the control group (150 students) received no intervention. Data were collected using the Mental Health Knowledge Schedule (MAKS) and the Social Distance Scale (SDS) and analyzed through paired sample t-tests and ANCOVA. Results showed a 40% increase in knowledge scores and a 35% decrease in social distance scores in the experimental group, indicating improved attitudes and reduced discriminatory behaviors compared to the control group. Qualitative feedback revealed increased empathy and willingness to support peers with mental health challenges. The study concludes that structured mental health education programs effectively reduce stigma in schools, fostering a more supportive and inclusive environment.  
Digital Madrasah and Student Mental Health: Exploring the Psychological Impacts of E-Learning in Islamic Schools Chyono, Intim; Palupi, Jenie; Maryanti, Syiska Atik; Setyorini, Dhiana
Darussalam: Journal of Psychology and Educational Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Minang Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70363/djpe.v4i2.342

Abstract

This study explores the psychological impacts of e-learning on student mental health in digital madrasahs (Islamic schools). With the rapid integration of digital platforms in education, particularly in religious settings, the study examines how the shift from traditional face-to-face learning to digital learning environments has influenced students' emotional well-being, stress levels, and overall mental health. The research focuses on the unique challenges faced by students in madrasahs, where religious and academic education are blended with digital tools and online resources. Using a mixed-methods approach, both qualitative and quantitative data were collected through surveys, interviews, and psychological assessments of students. The findings reveal that while e-learning offers flexibility and accessibility, it also presents significant challenges, including increased screen time, social isolation, and difficulty in maintaining focus, all of which negatively affect students' mental health. Additionally, the study identifies coping mechanisms adopted by students and the role of teachers and school administrators in mitigating mental health risks. This research contributes to the growing body of literature on digital education and mental health, particularly in the context of Islamic education, and offers recommendations for creating supportive digital learning environments in madrasahs.