Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Pijat Oksitosin Dan Pijat Oketani Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Arjasa Okla Nisa, Murni; Prasetyo, Hendro; Atik Maryanti, Syiska; Palupi, Jenie
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7984

Abstract

Latar belakang : ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktose dan garam organik yang disekresi oleh kedua belah payudara ibu, sebagai makanan utama bagi bayi. Ibu nifas sering mengalami masalah mengenai pengeluaran ASI saat menyusui sehingga kebutuhan bayi kurang tercukupi. Dari data Profil Kesehatan Indonesia cakupan bayi mendapatkan ASI Eksklusif pada tahun 2021 yaitu 40%. Berdasarkan data profil kesehatan Jawa Timur 2021 diketahui bahwa cakupan bayi yang mendapat ASI Eksklusif di Jawa Timur sebesar 51,0%. Cakupan pemberian ASI Eksklusif di wilayah Arjasa pada tahun 2021 presentasinya sebesar 9,60%. Dari hasil studi pendahuluan jumlah tafsiran persalinan dari bulan Januari sebanyak 35 orang ibu hamil. Tujuan : Menganalisis Efektivitas Pijat Oksitosin dan Pijat Oketani Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Arjasa. Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode studi komparatif, dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Sampel penelitian adalah 32 ibu nifas. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analis data yang digunakan uji chi square. Hasil : Terdapat efektivitas pijat oksitosin dan pijat oketani terhadap kelancaran ASI dengan hasil uji chi-square yang dilakukan diperoleh nilai p-value atau sig. sebesar 0.000 nilai p-value ≤ 0,05. Kesimpulan : Pijat oksitosin dan pijat oketani efektif terhadap kelancaran ASI sehingga pijat oksitosin dan oketani dapat dilakukan pada ibu nifas untuk meningkatkan kelancaran ASI dan kebutuhan bayi tercukupi.
Perbedaan Akurasi Taksiran Berat Badan Janin Menggunakan Rumus Johnson Toshack Dan Rumus Dare Terhadap Berat Badan Bayi Lahir di Puskesmas Rambipuji A.K.P.S, Arnesia; Prijatni, Ida; Palupi, Jenie
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8901

Abstract

Latar belakang : Taksiran Berat Janin merupakan salah satu komponen penting dalam asuhan antenatal yang dilakukan dalam proses kehamilan dan sebelum persalinan. Cara Perhitungan Taksiran Berat janin terdapat beberapa cara yaitu menggunakan rumus Jhonson Toshack dan rumus Dare. Tujuan : Menganalisis perbedaan akurasi taksiran berat badan janin menurut Jhonson Toshack dan menurut Dare. Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode studi komparatif, dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Populasinya adalah ibu bersalin Kala 1 di Puskesmas Rambipuji. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan One-way Anova. Hasil: Hasil analysis of variance (Anova) diperoleh nilai F-hitung sebesar 12,054 dengan signifikansi (p-value) sebesar 0,001. Nilai p-value lebih kecil dari α (0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara Taksiran Berat Lahir menggunakan rumus Jhonson Thosack dan Dare.Kesimpulan: Diperoleh hasil Rata – rata selisih Taksiran Berat Janin menurut Jhonson Toshack terhadap berat badan bayi lahir adalah 97,21 gram, sedangkan rata-rata selisih Taksiran Berat Janin menurut Dare terhadap berat badan bayi lahir adalah 141,74 gram. Disimpulkan Rumus Johnson Toshack lebih akurat dalam menentukan taksiran berat janin dibandingkan rumus Dare.
Hubungan Fatherless dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Putri di SMA “X” Prasiwi, Irene Dhesela Bintang; Jamhariyah, Jamhariyah; Palupi, Jenie
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18859

Abstract

Kehamilan remaja merupakan masalah yang terjadi karena terdapat aktivitas seksual yang diakibatkan perubahan fisik yang menyebabkan adanya dorongan seksual. Di Indonesia mencapai 1,71 juta kasus sedangkan di Jawa Timur 10,44 %, dengan dispensasi perkawinan anak sebanyak 29,4% yang 80% disebabkan hamil di luar nikah. Hasil studi pendahuluan dari 10 siswi dengan keluarga utuh serta memiliki pacar, 20% siswi dekat dengan ayahnya dan 80% tidak dekat dengan ayahnya. 50% siswi pernah bergandengan tangan dengan pacarnya, 30% pernah dirangkul dan 20% pernah dicium pipinya. Tujuannya adalah untuk memastikan hubungan antara perilaku seksual pranikah remaja putri di SMA "X" dan tidak memiliki ayah. Metode: Pendekatan cross-sectional dikombinasikan dengan desain penelitian survei analitis. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling, dan total responden berjumlah 78 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner perilaku seksual remaja (Junita, 2018) dan kuesioner FPQ (Krampe & Newton, 2006). Teknik Chi-Square digunakan untuk menganalisis data. Temuan: Mayoritas memiliki perilaku seksual ringan (66,7%), sisanya memiliki perilaku seksual berat (33,3%), dan mayoritas memiliki tingkat tidak memiliki ayah yang tinggi (60,3%) dan sisanya memiliki tingkat tidak memiliki ayah yang rendah (39,7%). Uji Chi-Square menghasilkan hasil positif (p<0,05, r=0,332), menolak H0 dan menerima Ha. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara remaja putri SMA "X" yang tidak memiliki ayah dengan perilaku seksual pranikah mereka. Sebagai kesimpulan, perilaku seksual pranikah remaja putri meningkat seiring dengan meningkatnya persentase remaja putri yang tidak memiliki ayah. Untuk menghentikan perilaku seksual pranikah, diharapkan remaja putri selalu menjaga dan memperkuat hubungan yang kuat dengan orang tua mereka dan mencari informasi seksual yang dapat dipercaya.  
Hubungan Dukungan Suami Dengan Sikap Ibu Hamil Trimester I Dalam Mengatasi Emesis Gravidarum Di Wilayah Kerja Puskesmas Kasiyan Deviyanti, Serly; Bachri, Syaiful; Palupi, Jenie
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 6 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i6.21291

Abstract

Latar Belakang : Emesis Gravidarum pada kehamilan merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil trimester 1. Emesis garvidarum dapat diatasi antara lain dengan mengkonsumsi makan, minuman dengan cara yang tepat sesuai dengan anjuran, dan ini dipengaruhi salah satunya di pengaruhi oleh sikap. Dukungan suami memberikan peran penting dalam membentuk sikap ibu hamil. Tujuan Penelitian : menganalisis hubungan dukungan suami dengan sikap ibu hamil trimester I dalam mengatasi emesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas Kasiyan. Metode: Desain penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi sebanyak 40 ibu dengan sampel sebanyak 36 ibu dengan teknik pengambilan sample yaitu proportionate random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu kuisioner. Hasil : dari perhitungan hampir seluruh ibu hamil mendapatkan dukungan suami sebanyak 55.56% dan sebagian besar ibu hamil trimester I memiliki sikap positif dalam mengatasi emesis gravidarum sebanyak 55.56%. Kesimpulan : Hasil uji Chi Square didapatkan p value 0,009 < 0,05 artinya ada hubungan dukungan suami dengan sikap ibu hamil trimester I dalam mengatasi emesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas Kasiyan dengan keeratan hubungan cukup kuat. Saran : Bidan wilayah perlu memberikan informasi dan edukasi kepada suami untuk selalu memberikan dukungan terutama dukungan emosional.
Digital Madrasah and Student Mental Health: Exploring the Psychological Impacts of E-Learning in Islamic Schools Chyono, Intim; Palupi, Jenie; Maryanti, Syiska Atik; Setyorini, Dhiana
Darussalam: Journal of Psychology and Educational Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Minang Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70363/djpe.v4i2.342

Abstract

This study explores the psychological impacts of e-learning on student mental health in digital madrasahs (Islamic schools). With the rapid integration of digital platforms in education, particularly in religious settings, the study examines how the shift from traditional face-to-face learning to digital learning environments has influenced students' emotional well-being, stress levels, and overall mental health. The research focuses on the unique challenges faced by students in madrasahs, where religious and academic education are blended with digital tools and online resources. Using a mixed-methods approach, both qualitative and quantitative data were collected through surveys, interviews, and psychological assessments of students. The findings reveal that while e-learning offers flexibility and accessibility, it also presents significant challenges, including increased screen time, social isolation, and difficulty in maintaining focus, all of which negatively affect students' mental health. Additionally, the study identifies coping mechanisms adopted by students and the role of teachers and school administrators in mitigating mental health risks. This research contributes to the growing body of literature on digital education and mental health, particularly in the context of Islamic education, and offers recommendations for creating supportive digital learning environments in madrasahs.
Profile of Drug Use in Outpatients with Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR TB) at RSD dr. Soebandi Jember Nindri Lusiana Safana; Sholihatil Hidayati; Jenie Palupi
Indonesian Pharmacopeia Journal Vol. 1 No. 2 (2024): July
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/ipj.v1i2.22

Abstract

Background: A drug use profile is a description of a drug that can be identified through its characteristics. Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR TB) is a tuberculosis disease caused by Myrobacterium Tuberculosis bacteria against two types of OAT drugs, namely rifampicin and isoniazid. Objective:The aim of this study was to determine the profile of drug use in outpatients with Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR TB) at RSD dr. Soebandi Jember for the 2023 period. Method:This research is descriptive research with one variable. The research sample was 70 MDR TB outpatients using a random sampling technique. Results: In the results for gender characteristics, the number of male patients was 46 (62%), female 28 (38%). Ages 17-25 years amounted to 10 (13%), ages 26-45 years 31 (42%), ages > 46 years 33 (45%). Length of treatment in initial stage 18 (24%), advanced stage 56 (76%). Combination of 3 drugs bedaquiline - linezoid - cycloserine 14 (31%), bedaquiline - ethambutol - cycloserine 1 (2%), clofazimine - linezoid - bedaquiline 1 (2%), bedaquiline - levofloxacin - ethambutol 14 (31%), ethambutol - levofloxacin - cycloserine 13 (30%), bedaquiline - cycloserine - linezoid 2 (4%), combination of 4 drugs levofloxacin - bedaquiline - ethambutol - clofazimine 10 (34%), clofazimine - ethambutol - bedaquiline cycloserine 12 (42%), clofazimine - bedaquiline - ethambutol - ethionamide 7 (24%). The drug use profile contained 7 types of drugs, namely lefoxloxacin 36 (14%), bedaqualin 60 (24%), Ethambutol 57 (23%), Clofazimine 31 (12%), cycloserine 42 (17%), Linezolid 17 (7%), Ethionamide 8 (3%). Conclusion:In the results, the highest number of male gender characteristics was 46 people (62%), the highest age characteristic was >46 years, 33 people (45%), the highest length of treatment characteristic was the advanced stage, namely the advanced stage, 56 people (67%) , the characteristics of the combination of drugs that are widely used are a combination of 3 drugs, there are 2 groups, including 14 people (31%) of bedaquiline - lienezoid - cycloserine and 14 people (31%) of bequiline - levofloxacin - ethambutol, the profile of the most widely used drug is bedaquiline 60 people (24%).
The Factors Affecting Post Date Pregnancy in Third Trimester Pregnant Women at Balung Regional Hospital Jember District in 2019 Jenie Palupi; Yuniasih; Purwaningrum; Siska Atik Maryanti; Bethari Anindito A
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v10i1.324

Abstract

Introduction: An overdue pregnancy or post date pregnancy is one that lasts between 40 and 42 weeks. Late pregnancy can be caused by several factors, including age, gravida, fetal location, and post date history. Objective: The purpose of this study was to identify and analyze the Factors Affecting Post Date Pregnancy at Balung Regional hospital in 2019. Post date can increase the risk of perinatal mortality and morbidity Methods: The design in this study is a descriptive analytic method with a cross sectional approach, using simple random sampling consisting of 620 pregnant women in the third trimester. Data were analyzed by chi-square test. The results of this study were 53.5% of pregnant women in the third trimester aged 20-34 years, 52.49% of multigravida mothers, 74.5% of mothers with normal fetal position and 73.7% of mothers without post-date history.). Results: The results of bivariate analysis showed that the age factor indicated (p = 0.000), gravida (p = 0.000), fetal location (p = 0.000), post date history (p = 0.000). Significance value showed 0.000 < 0.050. Thus (X2 Count > X2 table) it is concluded that H0 is rejected. Conclusion: It is hoped that the results of community research are more selective in planning pregnancy programs and increasing the role of families in actively participating in the welfare of pregnant women and fetuses.
Shift In Menarche Age Among Generations X, Y, Z, And Alpha In Jember District 2023: Pergeseran Menarch Antar Generasi X, Y, Z, Dan Alpha Di Kabupaten Jember 2023 Lulut Sasmito; Luthfi Eka; Kiswati; Jenie Palupi
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v11i2.491

Abstract

Introduction: Menarche is defined as the first menstrual period in a female adolescent.This study aims to evaluate the shift in the age of menarche among four generations: Generation X, Y, Z, and Alpha in Jember Regency. Methods: The research design used a quantitative approach with survey methode. This study used nonprobability sampling, consecutive sampling which divided the responden on 274 female adolescent of different numbers in each generation studied. Data were collected through questionnaires and analyzed using One way Anova. Results: The results showed that the age of menarche shifted among the generations studied. Generation Alpha had an earlier age of menarche than the previous generation. Additionally, there was a significant difference in the age of menarche between Generation X and Y, and Generation Y and Z, with Generation X experiencing a delay in the age of menarche compared to Generation Y, and Generation Z experiencing an acceleration in the age of menarche compared to Generation Y. Conclusion: This study concludes that a shift in the age of menarche occurs among Generation X, Y, Z, and Alpha in Jember Regency. This indicates a change in environmental and lifestyle factors that affect the age of menarche. Discussion: The results of this study are expected to be a reference for further research on factors influencing the shift in the age of menarche and health implications related to this shift. Keywords: Menarche, shift, Generation X, Y, Z, and Alpha.
Perbedaan Pengambilan Keputusan Imunisasi Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Metode Fgd (Focus Group Discussion) Tentang KIPI Di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi Maulidia Putri Anggraini; Jenie Palupi; Susilawati Susilawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v6i4.21497

Abstract

Pada kelompok anak balita (12–59 balita) penyebab kematian terbanyak adalah diare. Penyebab kematian lain di antaranya pneumonia, kelainan kongenital jantung, kecelakaan lalu lintas, tenggelam, infeksi parasite. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengambilan keputusan imunisasi sebelum dan sesudah dilakukan metode fgd (focus group discussion) tentang KIPI Di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi. Desain penelitian pada penelitian ini merupakan Pra-Eksperiment, dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi Seluruh orang tua baduta di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi sebanyak 50 responden dengan 44 responden sebagai sampel. Yang diambil menggunakan tehnik purposive sampling. Instrument dalam penelitian ini menggunakan pernyataan pengambilan Keputusan. Variable dalam penelitian ini adalah variabel independent atau variabel bebas yaitu FGD (Focus Group Discussion). Variabel dependen atau variabel terikat yaitu Pengambilan Keputusan Imunisasi. Analisa data yang digunakan adalah wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil menunjukkan bahwa dari 44 responden di dapatkan sebagian besar (63,7%) tidak mendukung pengambilan keputusan imunisasi sebelum diberikan intervensi dan hampir seluruhnya (81,8%) mendukung pengambilan keputusan imunisasi setelah diberikan intervensi. Berdasarkan Uji Wilcoxon Test didapatkan nilai P = 0,00 dan nilai α = 0,05 berarti P < α maka H0 ditolak, artinya ada Perbedaan Pengambilan Keputusan Imunisasi Sebelum dan Sesudah Dilakukan Metode FGD (Focus Group Discussion) tentang KIPI di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi. Diharapkan keaktifan orang tua dalam mengikuti kegiatan posyandu di daerah tempat tinggalnya, karena ketika orang tua aktif dalam kegiatan posyandu, maka orang tua akan lebih tau bagaimana status kesehatan anaknya dan cara untuk menjaga kesehatan anak agar tetap baik dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh anak.
Educational Programs on Mental Health: Impact on Stigma Reduction in Schools Intim Cahyono; Jenie Palupi; Syiska Atik Maryanti
Research Psychologie, Orientation et Conseil Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/rpoc.v1i4.1391

Abstract

Mental health stigma is a major barrier to seeking help in schools, often resulting in negative attitudes, misconceptions, and social exclusion, which can worsen mental health and academic outcomes. Educational programs aimed at raising awareness have been suggested as interventions to reduce stigma, but limited evidence exists on their effectiveness. This study evaluates the impact of educational programs on reducing mental health stigma in schools. A quasi-experimental design was used, involving 300 high school students. The experimental group (150 students) participated in a series of workshops and discussions focused on increasing knowledge and empathy toward mental health issues, while the control group (150 students) received no intervention. Data were collected using the Mental Health Knowledge Schedule (MAKS) and the Social Distance Scale (SDS) and analyzed through paired sample t-tests and ANCOVA. Results showed a 40% increase in knowledge scores and a 35% decrease in social distance scores in the experimental group, indicating improved attitudes and reduced discriminatory behaviors compared to the control group. Qualitative feedback revealed increased empathy and willingness to support peers with mental health challenges. The study concludes that structured mental health education programs effectively reduce stigma in schools, fostering a more supportive and inclusive environment.