Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Krim Perona Pipi dari Ekstrak Bunga Rosela (Hibiscuss sabdariffa L.) sebagai Pewarna Alami Ajeng Retno Ningsih; Dina Trianggaluh Fauziah; Lindawati Setyaningrum; Jenie Palupi
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/gzbqnr42

Abstract

Perona pipi ialah sediaan kosmetik yang digunakan untuk memberikan warna pada pipi dengan pilihan warna yang beragam. Bahan alami yang digunakan sebagai pewarna alami adalah bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.). Tujuan daripada penelitian ini guna mengidentifikasi senyawa antosianin pada penggunaan ekstrak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) kosentrasi 5%, 10%, dan 15% pada krim perona pipi. Serta mengidentifikasi uji evaluasi krim perona pipi melalui uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, iritasi, serta hedonik. Penelitian ini menerapkan metode eksperimental laboratorium dengan melakukan skrining antosianin, dan melakukan uji evaluasi berupa uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, iritasi serta hedonik. Hasil dari penelitian ini yaitu ekstrak bunga rosela positif mengandung senyawa antosianin. Hasil evaluasi uji organoleptik krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5%, 10 % dan 15% memiliki tekstur semi padat dengan aroma khas bunga rosela dan memiliki warna pada kosentrasi 5% putih sedikit pink, 10% pink muda, 15% pink gelap. pH krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5% yaitu 6.73, 10%  6.53, 15% 5.63. Uji homogenitas krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15% yaitu homogen. Uji daya sebar krim perona pipi  kosentrasi ekstrak 5% yaitu 5.3 cm, 10% 6.3 cm dan 15% 5.7 cm. Uji daya lekat krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5% yaitu 7.07 detik, 10% 6.53 detik. dan 15% 6.77 detik. Uji iritasi krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5%, 10% dan 15% yaitu tidak menimbulkan iritasi. Uji hedonik krim perona pipi kosentrasi ekstrak 15% banyak disukai responden dalam segi tekstur, warna dan aroma.
Hubungan Status Gizi dan Anemia selama Kehamilan dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Sukowono Laila Nur Istighfarin; Gumiarti Gumiarti; Jenie Palupi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 1 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v6i1.21450

Abstract

Abstrak Status gizi ibu hamil merupakan faktor prenatal yang sangat menentukan status gizi bayi yang dilahirkan, selain itu ibu yang anemia menyebabkan volume darah dalam tubuh ibu menurun meyebabkan adanya penurunan aliran darah serta pasokan oksigen ke plasenta sehingga terjadi BBLR. Berat bayi lahir rendah (BBLR) merupakan berat bayi yang kurang dari 2500 gram yang ditimbang 1 jam setelah bayi lahir Pada tahun 2023 dipuskesmas Sukowono terdapat 87 dari 796 ibu bersalin yang melahirkan BBLR. Desain penelitian menggunakan survei analitik pendekatan crosssectional. Populasi penelitian ibu bersalin di Puskesmas Sukowono Jember periode Januari-Desember 2023 berjumlah 573 ibu yang memenuhi kriteria inklusi, sampel menggunakan proportionate stratified random sampling yaitu 236 responden dengan 200 ibu melahirkan bayi tidak BBLR dan 36 ibu melahirkan bayi BBLR . Alat ukurnya kuesioner dan uji analisisnya Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Status gizi normal 48,3%, anemia 24,2%, BBLR 15,3%, ada hubungan antara status gizi selama kehamilan dengan kejadian BBLR dengan ρ-value=0,00<α0,05, terdapat hubungan antara anemia TM III dengan kejadian BBLR dengan ρ-value=0,00< α0,05. Status gizi kurang selama kehamilan menyebabkan terjadinya BBLR, anemia menyebabkan terjadinya BBLR sehingga diharapkan ibu mampu mencukupi asupan nutrisi dan mengkonsumsi tablet FE secara rutin agar tidak terjadi gizi kurang dan anemia selama kehamilan sehingga tidak melahirkan bayi BBLR. Kata kunci: Status Gizi, Anemia, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), Kehamilan