Claim Missing Document
Check
Articles

Shift In Menarche Age Among Generations X, Y, Z, And Alpha In Jember District 2023: Pergeseran Menarch Antar Generasi X, Y, Z, Dan Alpha Di Kabupaten Jember 2023 Lulut Sasmito; Luthfi Eka; Kiswati; Jenie Palupi
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v11i2.491

Abstract

Introduction: Menarche is defined as the first menstrual period in a female adolescent.This study aims to evaluate the shift in the age of menarche among four generations: Generation X, Y, Z, and Alpha in Jember Regency. Methods: The research design used a quantitative approach with survey methode. This study used nonprobability sampling, consecutive sampling which divided the responden on 274 female adolescent of different numbers in each generation studied. Data were collected through questionnaires and analyzed using One way Anova. Results: The results showed that the age of menarche shifted among the generations studied. Generation Alpha had an earlier age of menarche than the previous generation. Additionally, there was a significant difference in the age of menarche between Generation X and Y, and Generation Y and Z, with Generation X experiencing a delay in the age of menarche compared to Generation Y, and Generation Z experiencing an acceleration in the age of menarche compared to Generation Y. Conclusion: This study concludes that a shift in the age of menarche occurs among Generation X, Y, Z, and Alpha in Jember Regency. This indicates a change in environmental and lifestyle factors that affect the age of menarche. Discussion: The results of this study are expected to be a reference for further research on factors influencing the shift in the age of menarche and health implications related to this shift. Keywords: Menarche, shift, Generation X, Y, Z, and Alpha.
PENGETAHUAN IBU TENTANG SWAMEDIKASI DAN HUBUNGAN DENGAN KEBERHASILAN PENGELOLAAN DIARE   PADA ANAK BALITA Amita, Shela Nur; Palupi, Jenie; Isnawati, Nafisah
The Health Researcher's Journal Vol. 3 No. 1 (2026): The Health Researchers Journal
Publisher : The SDGS Forum Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.00000/f2693g40

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi yang berpotensi fatal apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penanganan yang efektif di tingkat rumah tangga menjadi aspek penting dalam pencegahan komplikasi. Salah satu pendekatan yang umum dilakukan masyarakat adalah swamedikasi, yaitu upaya pengobatan sendiri tanpa resep dokter, yang dilakukan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya. Pengetahuan ibu sebagai pengasuh utama balita memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan swamedikasi, karena ketepatan pemilihan obat, dosis, frekuensi pemberian, serta pengenalan tanda bahaya sangat bergantung pada pemahaman mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang swamedikasi diare pada balita, menilai keberhasilan penanganan diare, serta menganalisis hubungan antara keduanya. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 47 ibu yang memiliki anak balita pernah mengalami diare, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner tertutup telah teruji validitas (0,926) dan reliabilitas (0,813), dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan cukup (85,6%) dan keberhasilan penanganan diare tergolong tinggi (31,9%). Uji Chi-Square menghasilkan p-value 0,000 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang swamedikasi dan keberhasilan penanganan diare pada balita. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lanjutan agar ibu dapat melakukan penanganan awal diare secara tepat.
Perbedaan Pengambilan Keputusan Imunisasi Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Metode Fgd (Focus Group Discussion) Tentang KIPI Di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi Maulidia Putri Anggraini; Jenie Palupi; Susilawati Susilawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kelompok anak balita (12–59 balita) penyebab kematian terbanyak adalah diare. Penyebab kematian lain di antaranya pneumonia, kelainan kongenital jantung, kecelakaan lalu lintas, tenggelam, infeksi parasite. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengambilan keputusan imunisasi sebelum dan sesudah dilakukan metode fgd (focus group discussion) tentang KIPI Di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi. Desain penelitian pada penelitian ini merupakan Pra-Eksperiment, dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi Seluruh orang tua baduta di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi sebanyak 50 responden dengan 44 responden sebagai sampel. Yang diambil menggunakan tehnik purposive sampling. Instrument dalam penelitian ini menggunakan pernyataan pengambilan Keputusan. Variable dalam penelitian ini adalah variabel independent atau variabel bebas yaitu FGD (Focus Group Discussion). Variabel dependen atau variabel terikat yaitu Pengambilan Keputusan Imunisasi. Analisa data yang digunakan adalah wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil menunjukkan bahwa dari 44 responden di dapatkan sebagian besar (63,7%) tidak mendukung pengambilan keputusan imunisasi sebelum diberikan intervensi dan hampir seluruhnya (81,8%) mendukung pengambilan keputusan imunisasi setelah diberikan intervensi. Berdasarkan Uji Wilcoxon Test didapatkan nilai P = 0,00 dan nilai α = 0,05 berarti P < α maka H0 ditolak, artinya ada Perbedaan Pengambilan Keputusan Imunisasi Sebelum dan Sesudah Dilakukan Metode FGD (Focus Group Discussion) tentang KIPI di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi. Diharapkan keaktifan orang tua dalam mengikuti kegiatan posyandu di daerah tempat tinggalnya, karena ketika orang tua aktif dalam kegiatan posyandu, maka orang tua akan lebih tau bagaimana status kesehatan anaknya dan cara untuk menjaga kesehatan anak agar tetap baik dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh anak.