Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Respon Pengamat terhadap Berbagai Jenis Kekerasan Anak: Sebuah Studi Eksperimental tentang Intensi Menolong Rizkika, Haressa Lintang; Uktubara, Ade Lily Reakid Arin; Hendariyanto, Vendy Ichwan; Chusairi, Achmad
卷 7 编号 2 (2024): Journal of Correctional Issues (JCI)
Publisher : Polteknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jci.v7i2.508

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan masalah dengan dampak mendalam bagi para penyintas. Tetangga adalah salah satu dari sedikit pengamat potensial dalam kasus kekerasan terhadap anak. Kehadiran dan respons pengamat sangat penting dalam upaya mencegah atau menghentikan episode kekerasan terhadap anak. Dari penelitian-penelitian sebelumnya, setiap jenis kekerasan memiliki bobot yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana berbagai jenis kekerasan terhadap anak dapat mempengaruhi respons yang diberikan oleh pengamat. Menggunakan empat vignette dimana masing-masing menggambarkan satu dari empat jenis kekerasan terhadap anak, subjek secara acak ditugaskan ke salah satunya. Mereka kemudian diberikan serangkaian pertanyaan mengenai skenario yang diberikan dan intensi mereka untuk melakukan intervensi. Data menunjukkan bahwa 1 dari setiap 5 orang pernah mengalami kekerasan terhadap anak dalam hidup mereka. Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara jenis kekerasan dan intensi pengamat untuk membantu tidak signifikan. Penelitian lanjutan disarankan untuk meningkatkan jumlah sampel guna memastikan distribusi data lebih representatif.
Development of a mindful parenting model for mothers with children in early childhood Hidayati, Fina; Hartini, Nurul; Chusairi, Achmad
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/pjpp.v9i2.22805

Abstract

Mothers’ care of young children determines their well-being physically, emotionally and cognitively. It is important to practice effective parenting with affection, unconditional acceptance and care, an approach known as mindful parenting. This study aims to develop a mindful parenting model based on perceived social support, self-compassion, confidence in parenting, and gratitude as mediator variables in mothers of young children. A quantitative approach is taken, with purposive sampling employed. The study respondents were 303 mothers with children in early childhood (3-6 years), aged 20-36, living at home with their children, and residing in cities/districts in East Java province, Indonesia. The instruments used to measure mindful parenting were the Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ), Self-compassion with Skala Welas Diri (SWD), Parental Self-efficacy with Self-Efficacy Parental Task Index (SEPTI); and Perceived Social Support with Interpersonal Survey Evaluation List (ISEL) Analysis was conducted using the path analysis technique. The study results indicate that a mindful parenting model can be built based on the perceived social support of mothers, self-compassion, and mothers’ perceptions of self-efficacy in parenting, which are fully mediated by the gratitude of mothers for their young children, with a value of Q² = .274 or 27.4%. This finding suggests that gratitude is a major factor that enables mothers to practice mindful parenting. The research findings can be used to help develop intervention programs for parents, specifically mothers of young children, and related stakeholders, and can also be developed in future research.
Hubungan Health Belief Model pada Perilaku Prevensi saat Pandemi Covid-19 di Kalangan Dewasa Awal Wahyusantoso, Seno; Chusairi, Achmad
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 1 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.232 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i1.24706

Abstract

Pandemi COVID-19 di Indonesia terus berkembang, dengan 79,6% dari total kasus terdiri dari 18-45 tahun (per 20 Agustus 2020). Berbagai cara terus dikembangkan oleh ahli kesehatan untuk menekan angka penularan, salah satunya melalui pencegahan. HBM merupakan model yang kerap digunakan untuk memahami persepsi individu terkait perilaku kesehatan, termasuk prevensi. Penelitian dilakukan dengan survei online sebesar 231 responden, menggunakan alat ukur yang disusun dari awal untuk HBM serta alat ukur adaptasi untuk perilaku preventif. Studi menunjukkan hubungan signifikan HBM dengan perilaku preventif. Pada dimensi perceived susceptibility, perceived severity dan perceived benefit menunjukkan hubungan positif dengan perilaku preventif, sedangkan perceived barriers menunjukkan hubungan negatif dengan perilaku preventif. Ditemukan bahwa HBM adalah salah satu model yang dapat menggambarkan perilaku preventif saat pandemi, namun terdapat hal lain berupa tingkat pendidikan, selfefficacy, serta pengetahuan terhadap kondisi kesehatan tersebut. Penelitian memiliki berbagai kelemahan, yaitu sebaran kelompok usia yang tidak merata, serta kuesioner self-report yang rawan bias.
Hubungan antara Dukungan Sosial dan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Universitas Airlangga Rasyid, Harun Al; Chusairi, Achmad
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 2 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.079 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i2.28617

Abstract

Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya didapatkan, penelitian ini akan membuktikan bahwa adanya hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri. Variabel dukungan sosial mengacu pada teori Zimet dkk. dan variabel penyesuaian diri mengacu pada teori Baker & Siryk. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pengumpulan data survei. Partisipan adalah Mahasiswa Universitas Airlangga yang sedang menempuh perkuliahan. Instrumen dari penelitian ini menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan Student Adaptation to College Questionnaire. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri (r = 0,486; p = 0,000). Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial dan penyesuaian diri memiliki hubungan yang positif sebesar 23,6% (r = 0,486). Artinya apabila dukungan sosial mengalami peningkatan, maka penyesuaian diri juga akan mengalami peningkatan.
Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Tingkat Stres Mahasiswa yang Mengerjakan Skripsi Rahadiansyah, Muhammad Rafi; Chusairi, Achmad
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 2 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.364 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i2.29077

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa yang mengerjakan skripsi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilakukan kepada 164 orang mahasiswa yang sedang menulis skripsi. Pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial teman sebaya untuk mengukur seberapa besar dukungan sosial teman sebaya yang dimiliki seorang mahasiswa dan menggunakan skala tingkat stres untuk mengukur tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Hasil analisis data dengan regresi linear sederhana menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi (R2=0,019; F(164)=3,171; p>0,05).  
Hubungan antara Celebrity Worship dan Kesejahteraan Psikologis Remaja Penggemar K-Pop Fauziah, Dita Nabila; Chusairi, Achmad
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.815 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34636

Abstract

Pengidolaan terhadap selebriti K-Pop yang marak dijumpai pada kalangan remaja berhasil menarik perhatian banyak pihak untuk mempelajari kaitan fenomena tersebut dengan kesejahteraan psikologis penggandrungnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara celebrity worship dan kesejahteraan psikologis remaja penggemar K-Pop. Penelitian korelasional yang menggunakan instrumen celebrity attitude scale dan Ryff's psychological well-being scale ini melibatkan 702 partisipan berusia 13-19 tahun (43 laki-laki; 659 perempuan). Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan, dengan kekuatan cukup antara celebrity worship dan kesejahteraan psikologis pada remaja penggemar K-Pop (r=-0,344; p<0,001). Temuan ini dapat dimaknai bahwa semakin tinggi tingkat celebrity worship pada remaja penggemar K-Pop, kesejahteraan psikologisnya justru semakin menurun, dan begitupun sebaliknya.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Tingkat Stres Pada Karyawan Kontrak Di Masa Pandemi Covid-19 Julius Johanesa Aji Atmaja; Achmad Chusairi
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stres pada karyawan kontrak di masa pandemi Covid-19. Tingkat stres dapat diartikan sejauh mana individu kuat merasakan tekanan karena adanya tuntutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan kontrak dengan rentang usia 21-40 tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 112 orang, meliputi 52 laki-laki dan 60 perempuan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner via Google Forms. Skala yang digunakan adalah Interpersonal Support Evaluation List (ISEL) dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang berkorelasi negatif dan tinggi, artinya ketika dukungan sosial mengalami peningkatan, maka tingkat stres mengalami penurunan dan begitu pula sebaliknya. Selain itu ditemukan bahwa partisipan penelitian didominasi oleh tingkat stres sedang sebanyak 73 orang (65%) dan 57 orang memiliki dukungan sosial tingkat sedang dari total 112 orang.
Peran Dukungan Sosial Dalam Meningkatkan Resiliensi Pada Mahasiswa Penerima KIP (Kartu Indonesia Pintar) Dengan Self-Disclosure Sebagai Variabel Moderator Prahessa Ibnu Alhafiz; Achmad Chusairi
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i24
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan sosial terhadap resiliensi pada mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), dengan self-disclosure sebagai variabel moderator. Resiliensi dianggap penting untuk membantu mahasiswa menghadapi tantangan akademik dan sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring dengan 249 responden, menggunakan alat ukur Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan Self-Disclosure Questionnaire. Analisis data menggunakan SmartPLS 4 menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh positif signifikan terhadap resiliensi. Mahasiswa yang menerima lebih banyak dukungan dari keluarga, teman, dan orang signifikan menunjukkan tingkat resiliensi lebih tinggi. Selain itu, self-disclosure memperkuat hubungan ini dengan memungkinkan mahasiswa memanfaatkan dukungan sosial secara lebih efektif. Penelitian ini menggaris bawahi pentingnya intervensi yang mendorong keterbukaan diri dan dukungan sosial dalam meningkatkan resiliensi, terutama bagi mahasiswa dari latar belakang sosial ekonomi rendah.
PENGARUH ACADEMIC SELF-EFFICACY DAN STUDENT ENGAGEMENT TERHADAP ACADEMIC BURNOUT MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING: The Effect of Academic Self-Efficacy and Student Engagement on Student Academic Burnout in Online Learning Dessy Puspa Anggraini; Achmad Chusairi
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 4 No. 2 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v4i2.70

Abstract

ABSTRACTChanges in learning methods have the potential to cause psychological effects on students. The impact of these changes puts students at risk of mental health problems, one of which is stress. The research method used in this research is quantitative. This research was conducted on students in the city of Surabaya who underwent online learning, the number of respondents was 153 people. The data collection technique of this research is a survey using a questionnaire. The academic self-efficacy variable in this study was measured using the academic self-efficacy scale, the student engagement variable using the Online Student Engagement Scale (OSE), and the academic burnout variable using Maslach Burnout. Inventory-Student Survey (MBI-SS). Data analysis used stepwise regression using SPSS for windows application. Based on the research data analysis, the regression of the academic self-efficacy variable on academic burnout showed significant results with p = 0.000 and R2 = 0.092. The regression results of academic self-efficacy and student engagement variables on academic burnout showed significant results with p = 0.000, R2 = 0.023. There is a significant negative effect between academic self-efficacy on academic burnout. Then in this study, the results also show that there is a significant negative effect between student engagement on academic burnout, so it can be concluded that there is a significant simultaneous or joint effect between academic self-efficacy and student engagement variables on academic burnout. ABSTRAKPerubahan metode pembelajaran berpotensi menimbulkan efek psikologis bagi siswa. Dampak dari perubahan tersebut menempatkan siswa pada risiko masalah kesehatan mental, salah satunya adalah stres. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa di Kota Surabaya yang menjalani pembelajaran daring, jumlah responden 153 orang. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah survei menggunakan kuesioner. Variabel academic self-efficacy dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala academic self-efficacy, variabel student engagement menggunakan Online Student Engagement Scale (OSE), dan variabel academic burnout menggunakan Maslach Burnout. Inventory Student Survey (MBI-SS). Analisis data yang digunakan stepwise regression dengan menggunakan aplikasi SPSS for windows. Berdasarkan analisis data penelitian, regresi variabel academic self-efficacy terhadap academic burnout menunjukkan hasil yang signifikan dengan p = 0,000 dan R2 = 0,092. Hasil regresi variabel academic self-efficacy dan student engagement terhadap academic burnout menunjukkan hasil yang signifikan dengan p = 0,000, R2 = 0,023. Terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara academic self-efficacy terhadap academic burnout. Kemudian pada penelitian ini hasil juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara student engagement terhadap academic burnout, sehingga dapat disimpulkan bahwa adapengaruh simultan atau bersama yang signifikan antara variabel academic self-efficacy dan student engangement terhadap academic burnout.
Alasan Individu Melajang: Sebuah Studi Literatur Annisa, Romadoni Kun; Azmi, Belladiena; Chusairi, Achmad
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 5 No 1 (2025): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/brpkm.v5i1.71080

Abstract

Staying single (unmarried) become common option in today worlds. Being single is a complex phenomenon influenced by many factors. This study conducts a systematic literature review (SLR) method to identify the determinants of decision for staying single. A comprehensive search was conducted among four databases, such as ScienceDirect, JStor, SAGE, and Scopus for articles published between 2012 and 2022 using keywords “singlehood” OR “singleness” OR “celibacy” AND “reasons” OR “determinants”. The systematic literature review identifies five major themes: sociodemographic factors, beliefs in marriage and romantic relationships, career orientation, traits and personality, and biological factors.