Dede Suprayitno
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kerjasama Selatan Selatan dan Triangular Sebagai Sarana Diplomasi Indonesia Secara Global Jerry Indrawan; Ganis Purnaningtyas; Dede Suprayitno
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5144

Abstract

Since the 1955 Asian-African Conference (AAC), Indonesia has been actively involved in South South Triangular Cooperation (SSTC) which serves as a catalyst for political movements in international cooperation because it helps exchange resources and knowledge according to the needs of developing countries. Indonesia has a dual role as a recipient and giver of assistance in SSTC. This study aims to answer issues related to the implementation of SSTC in the Indonesian context. The research method used is descriptive research with a qualitative approach and the data collected by literature study. The results showed that in terms of Indonesia's interests, SSTC helps achieve utilization in bilateral trade and becomes a forum for sharing experiences and encouraging other countries to apply democratic principles. Indonesia provides financial and non-financial support, but is more likely to be in non-financial form. Relevance in this era, the impact of SSTC will be a powerful instrument to reduce dependence on superpowers. SSTC is considered suitable and beneficial for sustainable development, both from an economic, socio-cultural, and political security perspective. Limited capital is the biggest obstacle for SSTC member countries, especially during the outbreak of the Covid-19 pandemic. Keywords: SSTC, Development, G-20 Forum, International Relations
Konstruksi Identitas dalam Film ‘My Name is Khan’ Nuril Ashivah Misbah; Anindita Lintangdesi Afriani; Dede Suprayitno
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5196

Abstract

Abstrak Konstruksi identitas dalam teks media kerap ditampilkan dalam konteks sarat relasi kuasa yang mendudukkan posisi antartokoh secara timpang. Identitas tersebut mewakili realita dan isu sosial kontemporer, sekaligus menunjukkan sifat identitas yang cair, selalu berubah, dan dinamis. Artikel ini mengkaji bagaimana konstruksi tokoh dalam film My Name is Khan yang mengisahkan kehidupan imigran Muslim pascaperistiwa 9/11 di Amerika Serikat. Studi ini menggunakan analisis tekstual dengan konsep identitas kultural, diaspora, dan politik representasi sebagai pisau analisisnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa konstruksi identitas dalam film My Name is Khan didominasi oleh identitas Muslim, yang dikonstruksi sebagai identitas yang rentan, powerless, selalu dikambinghitamkan, dan membawa banyak kerugian (disadvantageous). Kata Kunci: identitas, konstruksi, film, My Name is Khan, 9/11 Abstract The construction of identity in media texts is often presented in a context of power relations that position characters unequally. These identities represent contemporary social realities and issues, while showing the fluid, ever-changing and dynamic nature of identity. This article examines the construction of characters in the movie My Name is Khan, which tells the life of Muslim immigrants after 9/11 in the United States. This study uses textual analysis with the concepts of cultural identity, diaspora, and politics of representation as its analytical tools. The analysis shows that the construction of identity in My Name is Khan is dominated by Muslim identity, which is constructed as vulnerable, powerless, always scapegoated, and disadvantageous. Keywords: identity, construction, film, My Name is Khan, 9/11
INDEPENDENSI MEDIA MASSA DI INDONESIA PADA TAHUN POLITIK 2024: STUDI KASUS PADA KOMPAS.COM Dede Suprayitno; Khairun Alfisyahri MJ
Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KOMUNIKASI DAN KAJIAN MEDIA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jkkm.v9i2.1930

Abstract

Indonesia memasuki pemilihan umum pada 2024. Momentum ini menjadi pesta demokrasi rakyat memilih pemimpin baru. Pada masa ini, media memiliki peran penting dalam memublikasikan berita kepada publik, termasuk menciptakan isu-isu kepada publik. Tahun ini, sekaligus menjadi tahun yang penuh ujian bagi media massa. Terutama dalam memegang prinsip independensi, keberimbangan dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada Kompas.com dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori Agenda Setting yang dikembangkan Maxwell McCombs dan Donald Shaw, untuk memeriksa bagaimana media menciptakan isu yang diberitakan. Peneliti mengupas sejauh mana independensi media terhadap isu-isu politik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam (indept interview) dan studi dokumen. Hasil penelitian yang digali melalui cara pandang induktif menunjukkan bahwa Kompas.com menghadirkan pemberitaan yang independen. Sikap itu dibangun dari kerangka berpikir para editor sejak dalam ruang redaksi. Ada kebebasan yang ditawarkan oleh redaksi kepada jurnalis dalam meliput isu-isu politik. Terkait pemilihan isu berita politik, redaksi juga mengambil sikap keberimbangan dalam menyajikan berita. Mulai dari ruang berita, intensitas hingga nada dalam pemberitaan. Redaksi juga berhati-hati dalam pemilihan narasumber, karena dapat menentukan arah pemberitaan yang cenderung bersifat politis. Penggunaan data dalam proses jurnalistik, membantu Kompas.com dalam menghadirkan berita yang lebih berkualitas.