Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kematian Sebagai Transisi Spritual: Telaah Psikologi Islam terhadap Proses Menuju Kematian Nabila Atika Ajra; Adhelia Husnainy Zaen; Vivik Shofiah; Khairunnas Rajab
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana Islam memandang persiapan menghadapi kematian dengan menggunakan pendekatan studi literatur. Kematian merupakan suatu kepastian yang tidak bisa dihindari oleh setiap makhluk hidup, termasuk manusia, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Dalam perspektif psikologi dan Islam, persiapan kematian dipandang sebagai bagian penting dari perjalanan hidup, yang mencakup dimensi spiritual, moral, dan sosial. Pada aspek spiritual, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, memohon ampunan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai wujud kesiapan menghadapi akhir hayat. Dari sisi moral, persiapan kematian tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti menjaga amanah, berbuat kebajikan, serta meninggalkan teladan moral yang baik. Sementara itu, aspek sosial menekankan pentingnya menunaikan wasiat, melunasi utang, dan membagikan harta warisan sesuai tuntunan syariat. Penelitian ini dilakukan melalui kajian literatur atau studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi kematian dalam psikologi dan Islam mampu menghadirkan ketenangan batin, memberikan kepastian, serta memengaruhi cara seorang Muslim menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia.
Perspektif Psikologi Islam tentang Perilaku Bullying: Analisis Literatur Rahma Suryani; Jeri Candra; Khairunnas Rajab; Vivik Shofiah
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v3i2.1421

Abstract

Fenomena bullying saat ini menjadi salah satu bentuk deviasi sosial yang kian marak terjadi, baik di lingkungan pendidikan, pertemanan, maupun media sosial. Perilaku ini tidak hanya merusak hubungan antar individu, tetapi juga mengganggu tatanan kehidupan masyarakat secara luas. Melalui metode penelitian library research, kajian ini menelaah teori-teori psikologi modern seperti teori belajar sosial dan psikoanalisis serta landasan normatif dalam al-qur’an dan hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying merupakan perilaku agresif yang disengaja, dilakukan berulang, dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan antara pelaku dan korban. Dalam islam, bullying dipandang sebagai bentuk kezaliman yang bertentangan dengan prinsip akhlak mulia dan larangan merendahkan martabat sesama. Faktor penyebab bullying mencakup karakter individu, pola asuh keluarga, pengaruh media, teman sebaya, serta perbedaan status sosial. Dampaknya meliputi gangguan psikologis, sosial, dan akademik, baik bagi korban maupun pelaku. Pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan, komunikasi keluarga, pembentukan budaya anti-bullying di sekolah, intervensi psikologis seperti Cognitive Behaviour Therapy (CBT), serta kebijakan represif yang tegas. Kajian ini menegaskan pentingnya sinergi pendekatan psikologi dan nilai spiritual Islam dalam membangun strategi komprehensif untuk meminimalisasi praktik bullying.
ORIENTASI DAN EPISTEMOLOGI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PADA LEVEL DOKTORAL Roby Setyawan; Khairunnas Rajab
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39608

Abstract

This study examines the orientation and epistemology of Islamic educational thought at the doctoral level, emphasizing the essential integration of revelation and reason as both sources and tools for acquiring knowledge. Unlike Western epistemology, which mainly emphasizes rationalism and empiricism, Islamic epistemology acknowledges revelation as the primary source alongside rational and experiential knowledge. This holistic framework underpins the philosophy and methodology of Islamic education, aiming to develop scholars who are not only intellectually proficient but also spiritually grounded according to the paradigm of tauhid. The research discusses the distinctiveness and profundity of doctoral-level Islamic education, which requires a balanced blend of traditional Islamic scientific methods and modern academic rigor. It further addresses the implications of this epistemological foundation on curriculum development, teaching methods, and educational policy in Islamic higher education. The study also explores the challenges posed by secular paradigms and the necessity for innovative, interdisciplinary, and technology-integrated approaches to foster the development of authentic Islamic knowledge and leadership. Ultimately, this study contributes to building an epistemological framework that nurtures intellectual excellence and moral integrity in Islamic education in contemporary global contexts.