Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Edukasi Pentingnya SI GIGIS (Suplemen Kalsium dan Higienitas Gigi Susu) pada Siswa TK Nurul Izzah Karminingtyas, Sikni Retno; Dian Oktianti; Siti Haryani
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Desember
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v4i3.975

Abstract

Balita pendek di Indonesia masih tinggi dan merupakan masalah kesehatan yang harus ditanggulangi. Zat gizi mikro seperti kalsium sangat penting perannya dalam pertumbuhan linier anak. Pertumbuhan yang optimal, terutama memanjangnya tulang, membutuhkan asupan protein dan kalsium dalam jumlah yang cukup. Kalsium berperan penting dalam proses pertumbuhan seseorang terutama pada anak. Kalsium merupakan unsur utama dari tulang dan gigi. Berdasarkan survei yang telah dilakukan perlu adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang edukasi pentingnya suplemen kalsium dan higienitas pada gigi susu di TK Nurul Izzah Candirejo. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi pengetahuan arti penting kalsium dan kebersihan pada gigi susu anak. Kegiatan ini dilakukan pada siswa TK Nurul Izzah, Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang pada awal bulan Februari 2024 dengan tema edukasi Pentingnya Si Gigis (Suplemen Kalsium dan Higienitas Gigi Susu) pada Siswa. Materi yang akan diberikan pada siswa tersebut mencakup pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya kalsium bagi anak, sumber makanan yang mengandung kalsium dan perilaku gosok gigi yang benar. Berdasarkan materi yang sudah disampaikan, para siswa semakin tahu akan pentingnya kebutuhan kalsium dalam makanan dan minuman, contoh sumber kalsium serta cara merawat dan membersihkan gigi yang benar. Hal ini terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat bahwa mereka bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim. Harapan dari kegiatan ini kedepannya para orang tua beserta guru akan lebih selalu memperhatikan dan mengingatkan terkait dengan pentingnya kalsium dan cara merawat gigi yang benar.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Menggosok Gigi Dan Mencuci Tangan Lutviana Sari, Anggun Dwi; Octaviana, Almira Sekar; Fabiola, Nadia; Karminingtyas, Sikni Retno; Roni, Abdul; Pratiwi, Neli Diah
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Desember
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v4i3.1080

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat tentang “Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Menggosok Gigi Dan Mencuci Tangan Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Candirejo” yang berada di SDN 1 Candirejo, Ngablak, Candirejo, Kec. Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menyebarkan pengalaman tentang perilaku hidup bersih dan sehat serta mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari–hari kepada masyarakat luas termasuk pada anak-anak Sekolah Dasar. Pemberian edukasi ini dengan menggunakan metode edukasi / penyuluhan kepada siswa kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar. Pertama siswa diberikan pretest untuk melihat pengetahuan siswa tentang materi yang akan disampaikan kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai cara menggosok gigi dengan benar dan edukasi 6 langkah cara mencuci tangan. Setelah pemaparan materi, kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan tanya jawab dan posttest kepada seluruh siswa kelas 1 dan 2 untuk melihat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi. Hasil pada siswa kelas 1 dan 2 sebelum edukasi mendapatkan tingkat pengetahuan baik 84,62%, pengetahuan cukup 7,69%, dan pengetahuan kurang 7,69%, namun setelah edukasi mendapatkan tingkat pengetahuan baik 96,15% dan pengetahuan cukup 3,85%. Dalam hal ini siswa mampu memahami materi apa yang telah sampaikan dan meningkatnya pengetahuan siswa SDN Candirejo 1 tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan menggosok gigi dan cuci tangan.
Correlation between Medication Adherence to Clinical Outcome of Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at Permata Hati Clinic, Sukoharjo Dhuhania, Dinda Nur; Karminingtyas, Sikni Retno
Jurnal Surya Vol 15 No 1 (2023): VOL 15 NO 01 APRIL 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v15i01.669

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a disease characterized by increased blood glycemic levels which can cause blindness, heart disease and kidney failure. One of the factors that contribute to the failure to control blood glycemic levels in patients with diabetes mellitus is patient non-adherence in treatment.Objectives: This study aims to analyze the relationship between medication adherence and clinical outcomes of type 2 diabetes mellitus patients at the Permata Hati Clinic in SukoharjoDesign: This research is a correlation descriptive study with a cross sectional approach. The research sample was prolanis patients and suffering from type 2 diabetes mellitus who were more than 26 years old, namely 38 patients. The sampling technique uses total sampling. Compliance with patient treatment was assessed using the MMAS-8 questionnaire. The patient's clinical outcome was assessed by achieving fasting blood sugar levels. The data were analyzed using the Spearman rank test with a 95% confidence level (a = 0.05).Results: The level of adherence to taking medication for diabetes mellitus patients was at a moderate level of adherence in 17 patients (44.74%). Analysis with the Spearman rank test obtained a significance value of 0.000 with a correlation coefficient value of -0.801. This shows that there is a significant relationship between medication adherence in diabetes mellitus patients with fasting blood sugar levels.Conclusions: There is a relationship between medication adherence and clinical outcomes of diabetes mellitus patients at the Permata Hati Primary Clinic, Sukoharjo Regency
EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DAN HASIL TERAPI PASIEN PROLANIS DI KABUPATEN SEMARANG Prama, Galih Adi; Karminingtyas, Sikni Retno; Ariyanto, Fajar Agus; Saputri, Novita Eka
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v1i2.117

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan penyebab 73 persen kematian di dunia. Hipertensi dan Diabetes melitus termasuk dalam kategori penyakit tidak menular yang banyak menyebabkan kematian. Dengan adanya prolanis pemerintah berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat terutama untuk penderita penyakit kronis salah satu peran prolanis adalah memberikan pengetahuan terhadap anggotanya guna meningkatkan pengetahuan terhadap penyakit serta terapi yang dilakukan. Olehsebab itu perlu adanya evaluasi terhadap keberhasilan program tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data pada rekam medis dan pengukuran kepatuhan pasien menggunakan kuesioner MMAS-8 yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Data yang diperolah dianalisis menggunakan analisis chi-square guna mengetahui hubungan antar variable. Hasil yang didapatkan 59,3% pasien memiliki kepattuhan rendah dan 53,1% pasien dengan hasil terapi tidak sesuai target. Adanya pengaruh pendidikan terhadap tingkat kepatuhan dan keberhasilan terapi. Tingkat kepatuhan mempengaruhi keberhasilan terapi pasien.
EVALUASI RASIONALITAS PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK KARUNIA SEHAT BARU Iskandar, Billy; Ni’mah, Zaidatun; Fitriani, Nur; Karminingtyas, Sikni Retno; Suyudi, Salsabiela Dwiyudrisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.51714

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia serta berkontribusi besar terhadap kematian akibat penyakit kardiovaskular secara global. Penelitian ini difokuskan untuk menelaah tingkat rasionalitas peresepan obat antihipertensi di Apotek Karunia Sehat Baru selama periode Oktober 2024 hingga Maret 2025. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan desain retrospektif terhadap 166 resep pasien dewasa yang memuat setidaknya satu obat antihipertensi. Penilaian rasionalitas dilakukan berdasarkan kesesuaian indikasi, ketepatan dosis, serta potensi interaksi obat dengan mengacu pada pedoman WHO, JNC 8, PERHI, ESC/ESH, dan AHA/ACC. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh resep telah memenuhi kriteria tepat indikasi dengan persentase 100%. Ketepatan dosis tercapai pada 96,99% resep, sedangkan evaluasi interaksi obat menunjukkan 98,19% resep berada pada kategori aman, dengan interaksi yang bersifat ringan. Pola terapi yang dominan adalah penggunaan kombinasi obat, terutama ARB dan CCB, yaitu amlodipin dan valsartan, yang sejalan dengan rekomendasi terkini untuk pengendalian tekanan darah yang optimal. Sebagian besar pasien menerima terapi kombinasi atau politerapi (71,1%), mencerminkan kebutuhan pengendalian hipertensi yang lebih intensif. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa praktik peresepan obat antihipertensi di Apotek Karunia Sehat Baru telah menunjukkan tingkat rasionalitas yang sangat baik dan konsisten dengan prinsip penggunaan obat secara rasional sesuai pedoman klinis yang berlaku.
Optimalisasi Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Harian Secara Aman di Desa Candirejo Ungaran Barat Dea Ayu Vidina; Ibnu Nugroho Saputra; Dimas Adam Asrori; Sikni Retno Karminingtyas
JPMNT JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT NIAN TANA Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/jpmnt.v4i3.1386

Abstract

Irrational drug use remains a common health problem in the community, including the use of medications without following dosage instructions, discontinuation of treatment before completion, the use of antibiotics without prescriptions, and improper drug storage. These problems were also identified among residents of Candirejo Village, West Ungaran District, who still have limited knowledge regarding the safe use of daily medications. This community service activity aimed to improve public knowledge and awareness regarding rational and safe medication use. The implementation methods included program socialization, health education sessions, distribution of educational media in the form of leaflets and posters, and evaluation through question-and-answer sessions and simple quizzes. Educational materials covered how to read medication labels, proper dosage and duration of use, differences between over-the-counter drugs and prescription drugs, risks of antibiotic misuse, and proper medication storage methods. The results of the activity showed an increase in community understanding regarding medication use instructions, the importance of reading labels, the dangers of using antibiotics without prescriptions, and correct drug storage practices. Participants also demonstrated high enthusiasm and active participation during the activities. This program is expected to improve community health literacy and encourage more appropriate, safe, and responsible medication use behavior in daily life.
Kenali dan Kendalikan Hipertensi: Edukasi Kesehatan Untuk Masyarakat di Alun-Alun Bung Karno Niken Dyahariesti; Sikni Retno Karminingtyas; Dian Oktianti
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i2.740

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang tinggi dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan hipertensi, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, penerapan pola hidup sehat, serta pemanfaatan terapi pendukung masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi melalui kegiatan edukasi kesehatan di ruang publik. Kegiatan dilaksanakan di Alun-Alun Bung Karno Ungaran dengan sasaran masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi tersebut. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan awal, persiapan materi edukasi, serta pelaksanaan edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan respons masyarakat yang sangat positif, yang ditandai dengan tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan edukasi serta keaktifan dalam mengajukan pertanyaan terkait penyebab, pengobatan, dan pencegahan hipertensi. Ditemukan bahwa cukup banyak masyarakat yang menderita hipertensi, namun sebagian besar belum memahami pentingnya kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur dan masih menerapkan pola hidup berisiko tinggi, seperti konsumsi makanan tinggi lemak dan gula serta kurangnya aktivitas fisik. Selain itu, pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat herbal sebagai terapi pendukung hipertensi masih terbatas. Edukasi yang diberikan terbukti mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan hipertensi serta mendorong upaya pencegahan bagi diri sendiri dan anggota keluarga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan di ruang publik merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta mendukung upaya promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi.
Evaluasi Penggunaan Antidiabetes pada Pasien Rawat Jalan di RST Bhakti Wira Tamtama Semarang Sikni Retno Karminingtyas
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9984

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by persistent hyperglycemia exceeding normal values of 126 mg/dl due to impaired insulin production in the human body. The purpose of this study was to evaluate the appropriateness of antidiabetic medication use in outpatients with type 2 diabetes mellitus at Bhakti Wira Tamtama Hospital for the period January–June 2024. This study was a descriptive study with a retrospective approach. The sampling technique used a purposive sampling method, with 100 patients. Data were analyzed based on the 2021 PERKENI and 2021 edition of DIH guidelines. The majority of type 2 diabetes mellitus patients at Bhakti Wira Tamtama Hospital were female (56%) and aged 56–65 years (66%). The most commonly used single antidiabetic medication was glimepiride (20%), a combination of two drugs glimepiride and metformin (16%), and a combination of three drugs acarbose + gliclazide + metformin (5%). The evaluation of antidiabetic medication use included 100% accuracy in indications, 100% accuracy in patients, 61% accuracy in drugs, and 100% accuracy in doses. Overall, the evaluation of antidiabetic medication use at Bhakti Wira Tamtama Hospital averaged 90.25%.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU-IBU PKK DALAM SWAMEDIKASI DAN ASUHAN KEPERAWATAN MANDIRI Sikni Retno Karminingtyas; Dian Oktianti; Siti Haryani
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24833

Abstract

Self-medication is an action taken by a person to treat a disease without a doctor's prescription. Apart from self-medicating with drugs, people often treat illnesses with non-pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy such as lifestyle modification which includes various actions that can support healing such as fever, pain and others. The aim of this service is to provide knowledge to PKK mothers in carrying out self-medication, using medication and treating minor illnesses appropriately independently, such as treating high fever in children with tepid sponges. The service activity was carried out in Siroto RT 3 RW 1, Candirejo Village and was carried out with a target group of 25 PKK women. Before counseling is carried out, screening or data collection is carried out using a questionnaire regarding knowledge of self-medication, introduction to drugs and examples as well as independent nursing care as pre-test data. After that, education was provided and data collection continued as a post-test. After obtaining the pre and post test data, proceed with data processing. Based on the evaluation before being given education, PKK mothers' understanding was in the poor category as many as 4 respondents (16.00%), sufficient as many as 14 respondents (56.00%) and good as many as 7 respondents (28.00%). Evaluation after being given education, the understanding of PKK mothers has increased, namely in the very good category of 25 respondents (100.00%).
Pengaruh Pemberian Edukasi Dagusibu Obat Terhadap Tingkat Pengetahuan Menggunakan Media Video Sikni Retno Karminingtyas; Dian Oktianti; Luh Putu Mahatrianti Eningsari; Ni Luh Ayu Mahyuni
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.20751

Abstract

Pemakaian obat secara mandiri menduduki angka yang cukup tinggi. Reaksi obat yang tidak diinginkan bisa muncul karena ketidaktepatan dalam penggunaan obat, efek samping obat, penyimpanan dan pembuangan obat. Tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan pengaruh pemberian edukasi tentang DAGUSIBU obat melalui video dalam meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK di Banjar Kori dan Banjar Tengah. Penelitian menggunakan rancangan one group pre and posttest design dan menggunakan kuesioner yang berisikan 17 pertanyaan tentang DAGUSIBU obat. Data penelitian dianalisis dengan uji paired t-test untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi DAGUSIBU terhadap pengetahuan ibu-ibu PKK. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden di Banjar Kori dan Banjar Tengah mayoritas berusia 26-35 tahun sebanyak 63,00% dan 50,00% responden, pendidikan terakhir mayoritas perguruan tinggi sebanyak 70% dan SMA 44% responden, pekerjaan mayoritas swasta masing-masing 37,00% dan 40,00% responden. Tingkat pengetahuan ibu-ibu PKK di Banjar Kori dan Banjar Tengah sebelum diberi edukasi kategori kurang sebanyak 55,00% dan 77% responden. Tingkat pengetahuan setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan yaitu kategori baik masing-masing 96,00% responden. Hasil uji paired t-test didapatkan masing-masing dengan signifikansi 0,000. Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi DAGUSIBU obat melalui video terhadap tingkat pengetahuan ibu-ibu PKK.