Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN “ISI PIRINGKU” PADA BALITA DI DESA BEJATEN UNTUK MENCEGAH STUNTING oktianti, dian; Mariatun, Mariatun; Erika, Nurlia
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i2.20368

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan gangguan pada tumbuh kembang oleh anak yang diakibatkan karena gizi buruk, kejadian infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Stunting adalah salah satu permasalahan gizi yang menjadi fokus Pemerintah Indonesia. Di Desa Bejaten berdasarkan observasi awal, terdapat 15 balita yang akan dilakukan skrining stunting, pengukuran dilakukan pada saat pelaksanaan Posyandu. Kondisi ini yang mendorong tim pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan pemberian makanan tambahan kepada para balita tersebut. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kejadian stunting, sehingga pertumbuhannya tidak akan mengalami gangguan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah dengan melakukan skrining, pemberian makanan tambahan serta memberikan edukasi terkait stunting. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 7-25 Agustus. Hasil skrining menunjukkan 4(28,57%) balita masuk dalam kategori stunting, sedangkan 11(78,57%) tidak mengalami stunting. Untuk balita yang masuk dalam kategori stunting kemudian diberikan makanan tambahan sebanyak tiga kali. Setelah mendapatkan makanan tambahan dilakukan penimbangan berat badan, dan diperoleh hasil mengalami kenaikan berat badan. Para ibu juga diberikan edukasi mengenai bahaya stunting dan resep serta variasi menu makanan. Dengan adanya edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas ibu, sehingga nafsu makan balita naik karena adanya variasi makanan sehari-hari. Hasil akhir yang diharapkan adalah tidak adal lagi balita yang mengalami stunting. Kata kunci: balita; stunting; pemberian makanan tambahan; berat badan ABSTRACT Stunting is a developmental disorder in children caused by poor nutrition, repeated infections and inadequate psychosocial stimulation. Stunting is one of the nutritional problems that the Indonesian Government focuses on. In Bejaten Village based on initial observations, there are 15 toddlers who will be screened for stunting, measurements are taken during the implementation of Posyandu. This condition encouraged the community service team to carry out additional feeding activities for these toddlers. This is expected to reduce the incidence of stunting, so that their growth will not be impaired. The method of implementing community service activities is by screening, providing additional food and providing education related to stunting. This activity was carried out from August 7-25. The screening results showed that 4 (28.57%) toddlers fell into the stunting category, while 11 (78.57%) did not experience stunting. For toddlers who fall into the stunting category then given additional food three times. After getting additional food, weight weighing was carried out, and the results obtained had increased weight. Mothers are also given education about the dangers of stunting and recipes and variations of the food menu. With this education, it is hoped that it can increase the creativity of mothers, so that the toddler's appetite increases due to the variety of daily food. The expected end result is that there are no more stunted toddlers. Keywords: under-five; stunting; supplementary feeding; body weight.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU-IBU PKK DALAM SWAMEDIKASI DAN ASUHAN KEPERAWATAN MANDIRI Karminingtyas, Sikni Retno; Oktianti, Dian; Haryani, Siti
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24833

Abstract

Self-medication is an action taken by a person to treat a disease without a doctor's prescription. Apart from self-medicating with drugs, people often treat illnesses with non-pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy such as lifestyle modification which includes various actions that can support healing such as fever, pain and others. The aim of this service is to provide knowledge to PKK mothers in carrying out self-medication, using medication and treating minor illnesses appropriately independently, such as treating high fever in children with tepid sponges. The service activity was carried out in Siroto RT 3 RW 1, Candirejo Village and was carried out with a target group of 25 PKK women. Before counseling is carried out, screening or data collection is carried out using a questionnaire regarding knowledge of self-medication, introduction to drugs and examples as well as independent nursing care as pre-test data. After that, education was provided and data collection continued as a post-test. After obtaining the pre and post test data, proceed with data processing. Based on the evaluation before being given education, PKK mothers' understanding was in the poor category as many as 4 respondents (16.00%), sufficient as many as 14 respondents (56.00%) and good as many as 7 respondents (28.00%). Evaluation after being given education, the understanding of PKK mothers has increased, namely in the very good category of 25 respondents (100.00%).
BRANDING PROFESI APOTEKER SEJAK DINI DENGAN PELATIHAN APOTEKER CILIK UNTUK DI SD CANDIREJO 02 UNGARAN Zaskia, Annisa Vera; De Cruz Poety, Cresensia Apolonia; Oktianti, Dian; Hati, Anita Kumala
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.28035

Abstract

ABSTRAK                                                                            Peran apoteker di masyarakat khususnya adalah hal yang  berkaitan dengan pengobatan.  Apoteker merupakan salah satu bagian dari tenaga kesehatan. Akan tetapi profesi ini masih kurang dikenal dikalangan masyarakat. Apoteker banyak dibutuhkan di Indonesia, mengingat sebaran apoteker di Indonesia tidak merata terutama di daerah terpencil, dan kebutuhan akan apoteker belum tercukupi.Sebelum melakukan kegiatan telah dilakukan observasi dan diskusi dengan pihak sekolah mengenai tema yang akan diangkat pada kegiatan pengabdian kali ini. Pihak sekolah menyatakan bahwa siswa SD belum mengenal mengenai profesi apoteker. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan jumlah apoteker di Indonesia, salah satunya dilakukan dengan mengenalkan profesi ini pada siswa SD. Tujuan dari kegiatan ini adalah  untuk tujuan: 1) untuk mengenalkan profesi apoteker kepada siswa SD, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai pilihan profesi kesehatan yang dapat dipilih dimasa depan 2) memberikan pengetahuan kepada para siswa mengenai proses peracikan obat sederhana yang sering mereka dapatkan. Kegiatan ini dilaksananan di SDN 02 Candirejo Ungaran, dengan sasaran siswa kelas 5, sejumlah 30 siswa. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah dengan ceramah dan praktek membuat sediaan obat sederhana. Hasil kegiatan ini adalah siswa dapat lebih mengenal mengenai profesi apoteker, dapat menjelaskan tempat kerja apoteker serta tugas dari apoteker. Siswa juga diminta melakukan praktek peracikan sediaan obat sederhana (puyer) dan sediaan cair menggunakan alat-alat sederhana seperti mortir, stamper, gelas ukur, pipet tetes. Hal ini ini diharapakan agar siswa dapat tertarik menjadi apoteker, sehingga kebutuhan akan apoteker dimasa yang akan datang dapat tercukupi. Kata kunci: Profesi, Apoteker, Obat, Edukasi ABSTRACT The role of pharmacists in society, in particular, is related to medicine.  Pharmacists are one part of the health workforce. However, this profession is still not well known among the public. Pharmacists are much needed in Indonesia, considering that the distribution of pharmacists in Indonesia is uneven, especially in remote areas, and the need for pharmacists has not been fulfilled.Before carrying out the activity, observations and discussions were made with the school regarding the theme to be raised in this service activity. The school stated that elementary school students were not familiar with the pharmacist profession. Therefore, to increase the number of pharmacists in Indonesia, one of them is done by introducing this profession to elementary school students. The objectives of this activity are: 1) to introduce the pharmacist profession to elementary school students, so that it can provide an overview of the health profession options that can be chosen in the future 2) provide knowledge to students about the simple drug compounding process that they often get. This activity was carried out at SDN 02 Candirejo Ungaran, targeting 5th grade students, a total of 30 students. The method of implementing the activities carried out was by lecturing and practicing making simple drug preparations. The results of this activity are that students can get to know more about the pharmacist profession, can explain the workplace of pharmacists and the duties of pharmacists. Students were also asked to practice compounding simple drug preparations (puffers) and liquid preparations using simple tools such as mortars, stampers, measuring cups, drop pipettes. It is hoped that students will be interested in becoming pharmacists, so that the need for pharmacists in the future can be fulfilled. Keywords: Pharmacist ; Little Pharmacist; Medicine; Education
PENGENALAN KOSMETIKA AMAN UNTUK KULIT SEHAT TERAWAT PADA IBU PKK RT 04/RW2 DESA KARANGDUWET SALATIGA Oktianti, Dian; Cholisoh, Zakky; Karuniawati, Hidayah
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32303

Abstract

ABSTRAK                                                                            Saat ini penggunaan kosmetik oleh remaja dan ibu-ibu mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Salah satu hal yang menyebabkan peningkatan ini adalah adanya media sosial yang dengan sangat mudah menyebarkan informasi. Akan tetapi remaja putri dan ibu-ibu ini kurang mengetahui mengenai cara pemilihan kosmetika yang aman. Sehingga perlu dilakukan suatu edukasi untuk meningkatkan pengetahuannya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK RT.04/ RW.02 Desa Karangduwet untuk dapat memilih kosmetika yang aman. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan penyuluhan, dengan sasaran adalah ibu-ibu peserta PKK sebanyak 40 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK telah mengetahui definisi kosmetika, jenis kosmetik, zat yang tidak boleh digunakan dalam kosmetika dan cara memilih kosmetika yang aman. Hal ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan mengenai zat-zat apa saja yang harus dihindari dan efek samping yang dapat dialami. Diharapkan dengan kegiatan ini ibu-ibu PKK RT.04/ RW.02 Desa Karangduwet dapat membagikan informasi yang telah diperoleh kepada lingkungan terdekatnya sehingga dapat memilih kosmetika yang aman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: kosmetika; aman; ibu-ibu PKK; pengetahuan ABSTRACTCurrently, the use of cosmetics by teenagers and mothers has increased significantly. One of the reasons for this increase is the existence of social media, which can spread information very easily. However, these teenage girls and mothers lack knowledge about how to choose safe cosmetics. Therefore, education is needed to increase their knowledge. The objective of this community service activity is to enhance the knowledge of PKK mothers in RT.04/RW.02, Karangduwet Village, so they can select safe cosmetics. The method used is through an educational session, targeting 40 PKK participants. The outcome of this activity is that the PKK mothers now understand the definition of cosmetics, types of cosmetics, substances that should not be used in cosmetics, and how to choose safe cosmetics. This was evident from the numerous questions asked about which substances to avoid and the potential side effects. It is hoped that through this activity, the PKK mothers of RT.04/RW.02 Karangduwet Village will share the information they have gained with their immediate surroundings, enabling them to choose safe cosmetics for daily use.  Keywords: cosmetics; safe; PKK women; knowledge
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL KEPADA REMAJA DI DESA TLOGOMULYO oktianti, dian; Siswati, Siswati
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i1.14774

Abstract

ABSTRAKRemaja rentan mengalami permasalahan kesehatan reproduksi yang disebabkan karena kurangnya informasi yang diterima. Saat ini jumlah remaja yang mengalami permasalahan kesehatan reproduksi dan menderita infeksi menular seksual mengalami peningkatan. Tujuan Kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi pada remaja, melalui kelompok remaja di Desa Tlogomuyo mengenai kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual sehingga akan mengurangi permasalahan terkait dengan kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan kepada kelompok remaja Desa Tlogomulyo yang berjumlah 16 orang. Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan, maka dilakukan pretes dan postes, sebelum dan sesudah pemberian materi edukasi. Hasil rata-rata pretes adalah 58,75 dan rata-rata postes meningkat menjadi 90. Hal ini menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan infeksi menular sesksual, terjadi peningkatan pengetahuan peserta. Diharapakan setelah kelompok remaja mengetahui mengenai informasi ini, dapat memberikan informasi yang tepat kepada remaja lain di lingkungannya sehingga akan menurunkan permasalahan mengenai kesehatan repoduksi pada remaja. Kata kunci: remaja; edukasi; kesehatan reproduksi; infeksi menular seksual ABSTRACTAdolescents are vulnerable to reproductive problems caused by a lack of information received. Currently, the number of adolescents experiencing reproductive health problems and suffering from sexually transmitted infections has increased. This service activity aims to provide education to adolescents, through youth groups in Tlogomuyo Village regarding reproductive health and sexually transmitted infections so that it will reduce problems related to adolescent reproductive health. The method used in this activity was to provide counseling to a group of 16 youths in Tlogomulyo Village. To determine the effect of counseling on the level of knowledge, pretest and posttest were carried out, before and after the provision of educational materials. The average pre-test result was 58.75 and the post-test average increased to 90. This shows that after being given education about reproductive health and sexually transmitted infections, participants' knowledge increased. It is hoped that after the youth group knows about this information, it can provide appropriate information to other adolescents in their environment so that it will reduce problems regarding reproductive health in adolescents. 
Co-Authors Abririn, Martina Lestiana Ade Pratama admin, Yulistiawan Ardita Agitya Resti Erwiyani Al Hajar Fuadatus Zurroh Ambarsari, Utami Angelica, Dita Aprilliana R, Melati Azahra, Intan Cholisoh, Zakky Chotifah, Tila Noer Coreira, Lidya Coreira De Cruz Poety, Cresensia Apolonia Devia, Uci Asna Dewi, Nurul Fitria Dina Sihot Rejeki Gultom Dini Otavianingsih Dita Angelica Djoko Wahyono Djoko Wahyono Elvansi, M. Eningsari, Luh Putu Mahatrianti erika, nurlia Erna Kustiyaningsih Eunike Panjaitan Fajriani, Windha Novia Fiki Wijayanti Galih Y, Yunita Hasani Furdianti, Nova Hati, Anita Kumala Hidayah Karuniawati I Dewa Putu Pramantara I Dewa Putu Pramantara Istianatus Sunnah Janah, Aprinda Nurul Jatmiko Rahmat Jatmiko Susilo Jaya Ramadey Bangsa Karina Febrianti Karminingtyas, Sikni Kusuma, Arinda Maya Layyinatunnisa, Dinda Frieska Lidya Coreira Coreira Luh Putu Indah Arviani Luhurningtyas, Fania Putri Lutfia Nur Latifah M. Elvansi Mahyuni, Ni Luh Ayu Mariatun, Mariatun Martina Lestiana Abririn Maulida Hayati Meiji Pujiawati Melati Aprilliana Ramadhani, Melati Aprilliana Muhammad Alim Nabila Ghassani Adani Nabila Hi Daud Nanda Ariyanto Putri Niken Dyah Ariesti Niken Dyaharesti Nova Hasani Furdiyanti Nova Hasani Furdiyanti Nova Hasani Furdiyanti Nova Hasani Furdiyanti, Nova Hasani Novanita Puspa Kencana Nur Hasanah Nurul Fitria Dewi Nurul Huda Setiawan Nurul Maulidya Otavianingsih, Dini Poety, Cresensia Apolonia Da Cruz Pujiawati, Meiji Putri, Erly Hersina Putri, Nanda Ariyanto Putu Ayu Danung Ningrat Ragil Setia Dianingati Ragil Setia Dianingati Rahmadi, Romi Rahmadi Rahmawati, Lili Richa Yuswantina Rina Suryati Riska Aninda Putri Romi Rahmadi Rahmadi Rozalia Sandriana, Mira Saviana, Nur Winda Septina Widyadewi, Putu Putri Sikni Retno Karminingtyas Silva Hati Nurani Sismawati Siswati Siswati Siti Haryani Sugeng Maryanto Thalia Dwi Septiyawati Utami Ambarsari Wati, Dian Retno Windha Novia Fajriani Windy Harly Yolanda Listyana Basuki Yunita Galih Y Zaskia, Annisa Vera