Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Specific Species DNA Amplification as a Halal Authentication Method in Sausage Based on Genetic Markers Purnomo, Nurul; Mansur, Musdalifa; Nugraha, Angga; Dagong, Muh. Ihsan A.; Natsir, Asmuddin
Jurnal Agripet Vol 23, No 2 (2023): Volume 23, No. 2, Oktober 2023
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v23i2.26595

Abstract

ABSTRACT. Sausage is a processed meat food that is susceptible to counterfeiting by mixing non-halal meat, so a valid, fast and cheap halal authentication method is needed for sausages. This study aims to determine the specific species genes of Cytochrome-b in target DNA amplification as a halal authentication method in sausages. In this study, the samples used were beef sausage, chicken sausage, and pork sausage. The stages of this research consisted of DNA purification, measuring DNA quality, amplifying object DNA using Cytochrome-b, electrophoresis, and visualization of the gel documentation. The DNA purification results from beef sausage, chicken sausage, and pork sausage respectively obtained concentrations of 3 (ng/l), 2.6 (ng/l), and 2.8 (ng/l), and purity of 1.15, 0.76, and 0.88. Meanwhile, DNA amplification produced fragments with lengths for beef sausage, chicken sausage, and pork sausage, namely the Cytochrome-b gene 274 bp, 227 bp, and 398 bp. Based on this study, it's concluded that the Cytochrome-b genes could amplify target DNA from beef sausage, chicken sausage, and pork sausage so that they could be used as gene markers for authenticating halal sausages.(Amplifikasi DNA Spesifik Spesies sebagai metode autentikasi halal pada sosis berdasarkan penanda genetic)ABSTRAK. Sosis merupakan makanan olahan daging yang rentan terhadap pemalsuan dengan mencampurkan daging non halal, sehingga diperlukan metode autentikasi halal yang valid, cepat dan murah untuk sosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gen spesies spesifik Cytochrome-b pada amplifikasi DNA target sebagai metode autentikasi halal pada sosis. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah sosis sapi, sosis ayam, dan sosis babi. Tahapan penelitian ini terdiri dari pemurnian DNA menggunakan Quick-DNA Plus Kits, Zymo Research, pengukuran kualitas DNA, amplifikasi pada DNA target menggunakan gen Cytochrome-b, elektroforesis, dan visualisasi pada gel dokumentasi. Hasil pemurnian DNA sosis sapi, sosis ayam, dan sosis babi masing-masing diperoleh konsentrasi 3 (ng/l), 2,6 (ng/l), dan 2,8 (ng/l), dan kemurnian 1,15, 0,76, dan 0,88. Sedangkan amplifikasi DNA menghasilkan fragmen dengan panjang untuk sosis sapi, sosis ayam, dan sosis babi yaitu gen Cytochrome-b 274 bp, 227 bp, dan 398 bp. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa gen Cytochrome-b dapat mengamplifikasi DNA target dari sosis sapi, sosis ayam, dan sosis babi sehingga dapat digunakan sebagai penanda gen untuk autentikasi sosis halal.
Respon Pertumbuhan Rumput Zanzibar Terhadap Pupuk Urea Level Berbeda Suardi Suardi; Muh. Irwan; Nurul Purnomo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6067

Abstract

Rumput Zanzibar merupakan rumput introduksi asal Afrika yang memiliki banyak keunggulan. Namun demikian respon pertumbuhanya terhadap pemberian pupuk urea di Kabupaten Sidrap belum diketahui. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pupuk urea dengan level berbeda terhadap pertumbuhan rumput Zanzibar. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang pada bulan April-Juli 2025. Penelitian dilaksanakan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P0 (tanpa pupuk), P1 (urea 25 g), P2 (urea 30 g), dan P3 (urea 45 g). Parameter penelitian terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk urea tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tinggi tanaman, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah daun dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah anakan. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 30 g urea (P2) dan dosis 45 gram (P3) yang menghasilkan jumlah daun dan anakan tertinggi. Disimpulkan bahwa pemberian pupuk urea berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput Zanzibar. Pemberian pupuk urea pada level P2 (30 gram) dan P3(45 gram) menghasilkan respon pertumbuhan terbaik pada rumput Zanzibar.
Perubahan Dimensi Tubuh Kambing Kacang yang Diberi Pakan Silase Tanaman Jagung Varietas Berbeda Novly Novly; Nurul Purnomo; Angga Nugraha; Andi Tenri Bau Astuti Mahmud
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 2, NOVEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i2.5545

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh mengetahui pengaruh pemberian pakan silase tanaman jagung terhadap perubahan dimensi tubuh dan estimasi berat badan kambing kacang Jantan dan pengaruh varietas tanaman jagung sebagai bahan silase terhadap pertambahan dimensi tubuh dan estimasi pertambahan berat badan kambing Kacang Jantan. Penelitian ini menggunakan 10 ekor kambing Kacang Jantan berumur 10-16 bulan. Bahan pakan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu silase tanaman jagung varietas Pioneer P32 (P1), silase tanaman jagung varietas Lamuru (P2), dedak, jagung giling, bungkil kedelai, bungkil sawit dan mineral mix. Kandungan nutrisi P1 yaitu Bahan Kering 59,40%, Protein Kasar 13,01%, Lemak Kasar 4,98%, Serat Kasar 18,95%, BETN 59,40% dan Abu 4,35%, dan kandungan nutrisi P2 Bahan Kering 59,91%, Protein Kasar 12,99%, Lemak Kasar 4,94%, Serat Kasar 21,32%, BETN 56,24% dan Abu 4,49%. Hasil penelitian menunjukkan tinggi badan awal penelitian 54,45 cm sedangkan pada akhir penelitian 57,10 cm, panjang badan awal penelitian 54,90 cm sedangkan pada akhir penelitian 58,55 cm, lingkar dada awal penelitian 58,65 cm sedangkan pada akhir penelitian 62,55 cm, dan setimasi berat badan awal penelitian 17,60 kg sedangkan pada akhir penelitian 21,42 kg. Hasil analisis statistik tinggi badan dan panjang badan awal dan akhir penelitian tidak berbeda nyata P>0,05), sedangkan lingkar dada dan estimasi berat badan berbeda nyata (P≤ 0,05). Hasil penelitian pengaruh varietas tanaman jagung sebagai bahan silase terhadap pertambahan dimensi tubuh dan estimasi pertambahan berat badan yaitu tinggi badan P1 3,0 cm sedangkan P2 2,7 cm, panjang badan P1 3,70 cm sedangkan P2 3,60 cm, lingkar dada P1 4,10 cm sedangkan P2 3,70 cm, estimasi pertambahan berat badan P1 3,80 kg sedangkan P2 3,85 kg, dan estimasi pertambahan berat badan harian P1 63 g/h sedangkan P2 64,22 g/h. Hasil analisis statistik menunjukkan varietas tanaman jagung sebagai bahan silase tidak berpengaruh terhadap pertambahan tinggi badan, panjang badan, lingkar dada, estimasi PBB dan estimasi PBB harian (P>0,05). Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa pemberian pakan silase tanaman jagung tidak berpengaruh nyata terhadap ukuran tinggi badan dan panjang badan, tetapi berpengaruh nyata terhadap lingkar dada dan estimasi berat badan kambing kacang jantan. Varietas tanaman jagung sebagai bahan silase tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi badan, panjang badan, lingkar dada, estimasi pertambahan berat badan dan estimasi pertambahan berat badan harian kambing kacang jantan.
Potensi Jerami Jagung Pulut (Zea mays var. Ceratini) sebagai Pakan Ternak Ruminansia Aldi Wijaya; Armayani M.; Nurul Purnomo; Andi Tenri Bau Astuti Mahmud
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi produktivitas dan carying capacity jerami jagung pulut (Zea mays var. Ceratin) yang dihasilkan dari dua lokasi lahan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari dua perlakuan, yaitu Lautang Salo (P1) dan Maroangin (P2). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis proksimat untuk mengukur komposisi nutrisi, meliputi bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, abu, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Hasil analisis menunjukkan bahwa jerami jagung pulut dari lokasi P1 memiliki kadar protein kasar (12,33%), lemak kasar (2,78%), dan abu (16,54%) lebih tinggi dibandingkan dengan P2. Sebaliknya, jerami jagung pulut dari P2 memiliki kandungan bahan kering (53,60%), serat kasar (28,47%), dan BETN (56,24%) yang lebih dominan. Hasil pengukuran biomassa memperlihatkan bahwa jerami jagung pulut dari P1 lebih unggul sebagai sumber protein dan mineral, sementara jerami jagung pulut dari P2 lebih sesuai sebagai sumber energi dan memiliki produktivitas bahan kering yang lebih tinggi. Meskipun terdapat perbedaan signifikan pada beberapa unsur nutrisi, daya tampung hijauan dari kedua lokasi tergolong serupa dan tetap layak dijadikan sebagai pakan dasar. Dengan demikian, jerami jagung pulut dari kedua lokasi tersebut dapat digunakan secara saling melengkapi dalam penyusunan ransum pakan ruminansia yang seimbang dan ekonomis.
Public Perception of Laying Hen Fecal Waste in Tanete Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency Agustan Saini; Angga Nugraha; Nurul Purnomo; Muh. Irwan; Musdalifa Mansur; Armayani M.
INFLUENCE: INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE REVIEW Vol. 8 No. 2 (2026): INFLUENCE: International Journal of Science Review
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/influencejournal.v8i2.361

Abstract

This study aims to determine public perceptions of laying hen feces and the impacts felt by the community in Tanete Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. The study involved 36 respondents selected by purposive sampling from 203 residents living within a 500-meter radius of the farm. Data were collected through observation, interviews, and Likert-scale questionnaires, then analyzed using descriptive statistics. The results showed that public perception of laying hen feces was in the sufficient category (42%). The community is aware of the environmental impacts caused, but still accepts the existence of the farm because it provides economic benefits. The most perceived impacts include unpleasant odors (42%), disturbances in environmental cleanliness (47%), and an increase in the presence of flies (38%). In addition, waste also affects the comfort and daily activities of the community. In general, laying hen feces still cause environmental and social disturbances, so better waste management is needed to reduce the negative impacts felt by the community.
PENGUATAN UMKM DESA BILA MELALUI SEMINAR BRANDING DAN PEMASARAN DIGITAL Muhammad Rusdi; Ahmad Mustanir; Sunandar Said; Haslinda Haslinda; Angga Nugraha; Nurul Purnomo; Mardatillah Mardatillah; Andi Nurwida; Afrilia Cahyani; Muh. Tamrin; Suleha Suleha
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas dasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa dalam membangun identitas produk dan memanfaatkan media digital untuk promosi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk seminar interaktif dan praktik terbimbing dengan tema “Penguatan UMKM Desa melalui Branding dan Pemasaran Digital”. Pendekatan edukatif-partisipatif diterapkan melalui tahapan persiapan dan orientasi kebutuhan, penyampaian konsep branding, demonstrasi promosi digital sederhana, praktik menggunakan telepon pintar, diskusi, dan evaluasi kualitatif. Materi meliputi identitas merek, diferensiasi produk, konsistensi visual, kemasan, konten promosi, komunikasi pelanggan, dan pemanfaatan media sosial sebagai kanal pemasaran. Dokumentasi kegiatan menunjukkan keterlibatan peserta selama sesi pemaparan dan praktik. Sejumlah peserta mampu menampilkan konten digital melalui telepon pintar sebagai indikasi kesiapan awal dalam menerapkan materi. Kegiatan juga mempertemukan unsur pemerintah desa, masyarakat, mahasiswa, dan pelaku UMKM dalam forum belajar kolaboratif. Karena evaluasi dilakukan secara deskriptif dan belum tersedia data pre-test serta post-test terstandar, hasil kegiatan dimaknai sebagai capaian awal penguatan kapasitas, bukan dampak bisnis yang telah terukur. Pendampingan lanjutan diperlukan agar identitas merek, produksi konten, dan pengelolaan akun digital dapat diterapkan secara konsisten dan mandiri.