Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Specific Species DNA Amplification as a Halal Authentication Method in Sausage Based on Genetic Markers Purnomo, Nurul; Mansur, Musdalifa; Nugraha, Angga; Dagong, Muh. Ihsan A.; Natsir, Asmuddin
Jurnal Agripet Vol 23, No 2 (2023): Volume 23, No. 2, Oktober 2023
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v23i2.26595

Abstract

ABSTRACT. Sausage is a processed meat food that is susceptible to counterfeiting by mixing non-halal meat, so a valid, fast and cheap halal authentication method is needed for sausages. This study aims to determine the specific species genes of Cytochrome-b in target DNA amplification as a halal authentication method in sausages. In this study, the samples used were beef sausage, chicken sausage, and pork sausage. The stages of this research consisted of DNA purification, measuring DNA quality, amplifying object DNA using Cytochrome-b, electrophoresis, and visualization of the gel documentation. The DNA purification results from beef sausage, chicken sausage, and pork sausage respectively obtained concentrations of 3 (ng/l), 2.6 (ng/l), and 2.8 (ng/l), and purity of 1.15, 0.76, and 0.88. Meanwhile, DNA amplification produced fragments with lengths for beef sausage, chicken sausage, and pork sausage, namely the Cytochrome-b gene 274 bp, 227 bp, and 398 bp. Based on this study, it's concluded that the Cytochrome-b genes could amplify target DNA from beef sausage, chicken sausage, and pork sausage so that they could be used as gene markers for authenticating halal sausages.(Amplifikasi DNA Spesifik Spesies sebagai metode autentikasi halal pada sosis berdasarkan penanda genetic)ABSTRAK. Sosis merupakan makanan olahan daging yang rentan terhadap pemalsuan dengan mencampurkan daging non halal, sehingga diperlukan metode autentikasi halal yang valid, cepat dan murah untuk sosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gen spesies spesifik Cytochrome-b pada amplifikasi DNA target sebagai metode autentikasi halal pada sosis. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah sosis sapi, sosis ayam, dan sosis babi. Tahapan penelitian ini terdiri dari pemurnian DNA menggunakan Quick-DNA Plus Kits, Zymo Research, pengukuran kualitas DNA, amplifikasi pada DNA target menggunakan gen Cytochrome-b, elektroforesis, dan visualisasi pada gel dokumentasi. Hasil pemurnian DNA sosis sapi, sosis ayam, dan sosis babi masing-masing diperoleh konsentrasi 3 (ng/l), 2,6 (ng/l), dan 2,8 (ng/l), dan kemurnian 1,15, 0,76, dan 0,88. Sedangkan amplifikasi DNA menghasilkan fragmen dengan panjang untuk sosis sapi, sosis ayam, dan sosis babi yaitu gen Cytochrome-b 274 bp, 227 bp, dan 398 bp. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa gen Cytochrome-b dapat mengamplifikasi DNA target dari sosis sapi, sosis ayam, dan sosis babi sehingga dapat digunakan sebagai penanda gen untuk autentikasi sosis halal.
Respon Pertumbuhan Rumput Zanzibar Terhadap Pupuk Urea Level Berbeda Suardi Suardi; Muh. Irwan; Nurul Purnomo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6067

Abstract

Rumput Zanzibar merupakan rumput introduksi asal Afrika yang memiliki banyak keunggulan. Namun demikian respon pertumbuhanya terhadap pemberian pupuk urea di Kabupaten Sidrap belum diketahui. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pupuk urea dengan level berbeda terhadap pertumbuhan rumput Zanzibar. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang pada bulan April-Juli 2025. Penelitian dilaksanakan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P0 (tanpa pupuk), P1 (urea 25 g), P2 (urea 30 g), dan P3 (urea 45 g). Parameter penelitian terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk urea tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tinggi tanaman, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah daun dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah anakan. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 30 g urea (P2) dan dosis 45 gram (P3) yang menghasilkan jumlah daun dan anakan tertinggi. Disimpulkan bahwa pemberian pupuk urea berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput Zanzibar. Pemberian pupuk urea pada level P2 (30 gram) dan P3(45 gram) menghasilkan respon pertumbuhan terbaik pada rumput Zanzibar.
Public Perception of Laying Hen Fecal Waste in Tanete Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency Agustan Saini; Angga Nugraha; Nurul Purnomo; Muh. Irwan; Musdalifa Mansur; Armayani M.
INFLUENCE: INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE REVIEW Vol. 8 No. 2 (2026): INFLUENCE: International Journal of Science Review
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/influencejournal.v8i2.361

Abstract

This study aims to determine public perceptions of laying hen feces and the impacts felt by the community in Tanete Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. The study involved 36 respondents selected by purposive sampling from 203 residents living within a 500-meter radius of the farm. Data were collected through observation, interviews, and Likert-scale questionnaires, then analyzed using descriptive statistics. The results showed that public perception of laying hen feces was in the sufficient category (42%). The community is aware of the environmental impacts caused, but still accepts the existence of the farm because it provides economic benefits. The most perceived impacts include unpleasant odors (42%), disturbances in environmental cleanliness (47%), and an increase in the presence of flies (38%). In addition, waste also affects the comfort and daily activities of the community. In general, laying hen feces still cause environmental and social disturbances, so better waste management is needed to reduce the negative impacts felt by the community.
PENGUATAN UMKM DESA BILA MELALUI SEMINAR BRANDING DAN PEMASARAN DIGITAL Muhammad Rusdi; Ahmad Mustanir; Sunandar Said; Haslinda Haslinda; Angga Nugraha; Nurul Purnomo; Mardatillah Mardatillah; Andi Nurwida; Afrilia Cahyani; Muh. Tamrin; Suleha Suleha
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas dasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa dalam membangun identitas produk dan memanfaatkan media digital untuk promosi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk seminar interaktif dan praktik terbimbing dengan tema “Penguatan UMKM Desa melalui Branding dan Pemasaran Digital”. Pendekatan edukatif-partisipatif diterapkan melalui tahapan persiapan dan orientasi kebutuhan, penyampaian konsep branding, demonstrasi promosi digital sederhana, praktik menggunakan telepon pintar, diskusi, dan evaluasi kualitatif. Materi meliputi identitas merek, diferensiasi produk, konsistensi visual, kemasan, konten promosi, komunikasi pelanggan, dan pemanfaatan media sosial sebagai kanal pemasaran. Dokumentasi kegiatan menunjukkan keterlibatan peserta selama sesi pemaparan dan praktik. Sejumlah peserta mampu menampilkan konten digital melalui telepon pintar sebagai indikasi kesiapan awal dalam menerapkan materi. Kegiatan juga mempertemukan unsur pemerintah desa, masyarakat, mahasiswa, dan pelaku UMKM dalam forum belajar kolaboratif. Karena evaluasi dilakukan secara deskriptif dan belum tersedia data pre-test serta post-test terstandar, hasil kegiatan dimaknai sebagai capaian awal penguatan kapasitas, bukan dampak bisnis yang telah terukur. Pendampingan lanjutan diperlukan agar identitas merek, produksi konten, dan pengelolaan akun digital dapat diterapkan secara konsisten dan mandiri.