Claim Missing Document
Check
Articles

Emosi Tokoh Utama dalam Novel Sheiland Karya Bayu Permana dan Korelasinya dalam Pembelajaran Sosial Emosional Piska, Piska; Djumingin, Sulastriningsih; Baharman, Baharman
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v6i1.805

Abstract

This study aims to: 1) describe the form of emotions of the main character reflected through id in the novel Sheiland by Bayu Permana; 2) describe the emotional form of the main character reflected through the ego in the novel Sheiland by Bayu Permana; 3) describe the form of the main character's emotions reflected through the superego in the novel Sheiland by Bayu Permana; and 4) describe the correlation between the emotional forms of the characters contained in the novel Sheiland by Bayu Permana and social-emotional learning. This research is a qualitative descriptive research using Freud's theory of personality structure, namely id, ego, and superego. Research data in the form of citations in the form of sentences or paragraphs. The source of the data comes from the novel Sheiland by Bayu Permana. The data collection technique is carried out by reading and recording techniques. Data analysis uses the Miles & Huberman model which includes data collection, data reduction, and conclusion drawn. The results of the study show that the various forms of emotions of the main characters reflected through the dynamics of id, ego, and superego show complex patterns of emotion management. Although each personality structure displays a different variety of emotions, there is generally a shift from spontaneous emotional impulses to more mature moral control and judgment. The correlation between the main character's emotional dynamics and social-emotional learning is seen through the way the main character expresses, understands, and manages his emotions in various situations. These emotional experiences reflect the process of developing self-awareness, social awareness, self-management, relational skills, and responsible decision-making. This research provides a scientific contribution by presenting a new perspective on the integration of literary psychoanalysis studies and social-emotional learning, thus opening up opportunities for the use of literary work analysis as a medium to strengthen students' social-emotional competence.
PERSEPSI GENERASI MUDA KALLAN BARU TERHADAP PENGGUNAAN PANTUN DALAM UPACARA PANGAKKASAN ADAT MAKKI: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Natasia, Rosma; Djumingin, Sulastriningsih; Wijayanti, Tuti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40361

Abstract

This study used a descriptive qualitative method with the researcher as the main instrument and interviews as the data collection technique. The results of the study showed that the younger generation had a positive perception of the use of pantun in traditional ceremonies. This perception is reflected in two main findings, namely (a) pantun as a cultural identity, (b) a medium of traditional communication, and (c) pantun as a source of moral and educational values. The sociolinguistic study in this research also reveals the important role of language in the sustainability of the pantun tradition in the Pangakkasan Adat Makki ceremony. There are two main phenomena, namely language maintenance and language shift, which influence the level of understanding and involvement of the younger generation.
PENGARUH MEDIA ANIMASI DAN VIDEO DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERITA FANTASI PADA SISWA KELAS VII SMP KATOLIK RAJAWALI MAKASSAR Priskilia Ratu Maraya; Ramly; Sulastriningsih Djumingin
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/hdff7n36

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan hasil belajar menulis teks cerita fantasi siswa kelas VII SMP Katolik Rajawali dengan memanfaatkan media animasi. (2) Mendeskripsikan hasil pembelajaran menulis teks cerita fantasi siswa kelas VII SMP Katolik Rajawali dengan memanfaatkan media video. (3) Membuktikan ada atau tidaknya pengaruh media animasi atau video terhadap pembelajaran menulis teks cerita fantasi siswa kelas VII SMP Katolik Rajawali. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII SMP Katolik Rajawali yang berjumlah 246 siswa yang tersebar ke dalam enam kelas. Mulai dari kelas VII S, VII T, VII U, VII V, VII W, VII X. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas eksperimen pada kelas VII V dan kelas kontrol pada VII U yang dipilih secara random atau acak. Instrumen yang digunakan yaitu instrument tes. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran menulis cerita fantasi kelas VII V SMP Katolik Rajawali dengan menggunakan media animasi termasuk kategori sangat tinggi pengaruhnya dengan nilai rata-rata 87; (2) pembelajaran menulis cerita fantasi kelas VII U SMP Katolik Rajawali dengan menggunakan media video termasuk kategori sangat berpengaruh dengan nilai rata-rata 87; (3) media animasi dan video sangat berpengaruh dalam pembelajaran menulis cerita fantasi kelas VII SMP Katolik Rajawali. Hal ini dibuktikan dengan uji-t pada kelas eksperimen nilai signifikansi adalah 14,678 > ttabel = 1,99. Jadi, H1 diterima dan H0 ditolak, ada perbedaan yang signifikan posttest pada kelas eksperimen. Pada kelas kontrol diperoleh thitung = 14,238 > ttabel = 1,99. Jadi, H1 diterima dan H0 ditolak.
Analisis Tindak Tutur Asertif dalam Kolom Komentar Youtube "Lapor Pak": Analysis of Assertive Speech Acts in the YouTube Comment Column "Lapor Pak" Jelin Agrini Sari; Sulastriningsih Djumingin; Hajrah Hajrah
Journal Studies in Indonesian Language and Literature Vol. 2 No. 3 (2026): Journal Studies in Indonesian Language and Literature
Publisher : Journal Studies in Indonesian Language and Literature

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tindak tutur asertif menyatakan, menyarankan, membanggakan, mengeluh, melaporkan, menuntut, dan memberitahukan yang terdapat dalam kolom komentar YouTube acara “Lapor Pak”. Data dalam penelitian ini  berupa kalimat yang terdapat dalam kolom komentar “Lapor Pak” yang dianggap sebagai tindak tutur asertif. Data ini berupa kalimat. Sumber data dalam penelitian ini adalah video YouTube “Lapor Pak” yang diunggah oleh saluran Trans 7 yang memuat tindak tutur asertif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca dan catat. Teknik analisis data menggunakan analisis model Miles dan Huberman, yang meliputi proses pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kolom komentar YouTube Lapor Pak pada episode yang dianalisis, ditemukan berbagai bentuk tindak tutur asertif yang mencerminkan beragam ekspresi dan maksud penutur. Berdasarkan analisis data, tindak tutur asertif yang paling dominan adalah tindak tutur menyatakan, diikuti oleh tindak tutur mengeluh, menyarankan, dan membanggakan, sedangkan tindak tutur melaporkan, menuntut, dan memberitahukan muncul dengan frekuensi yang lebih rendah. Komentar-komentar tersebut menunjukkan bagaimana penonton menggunakan bahasa untuk mengungkapkan pendapat, memberikan kritik atau saran, mengekspresikan kebanggaan terhadap tokoh atau acara, serta menyampaikan pengalaman pribadi yang relevan dengan isi tayangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa ruang komentar YouTube tidak hanya berfungsi sebagai wadah interaksi digital, tetapi juga sebagai media komunikasi yang merepresentasikan sikap, emosi, dan keterlibatan penonton terhadap suatu program hiburan.
Tindak Tutur Ekspresif dalam Video Podcast pada Kanal YouTube Suara Berkelas Amalia, Andi; Asri, Aswati; Djumingin, Sulastriningsih
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2221

Abstract

Penelitian ini mengkaji tindak tutur ekspresif dalam video podcast pada Kanal YouTube Suara Berkelas sebagai salah satu bentuk komunikasi digital. Podcast memberikan ruang interaksi yang memungkinkan penutur mengekspresikan emosinya secara terbuka. Tujuan penelitian ialah mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dari pembawa acara maupun narasumber podcast dengan mengacu pada teori tindak tutur yang dikemukakan oleh Searle (1979). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data berupa dialog penutur berdasarkan video podcast. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam podcast Suara Berkelas memuat bentuk tindak tutur ekspresif ucapan selamat, terima kasih, minta maaf, pujian, kecaman, dan belasungkawa. Selanjutnya, tindak tutur ekspresif dalam podcast berfungsi mengekspresikan rasa senang, rasa syukur, rasa bersalah, rasa kagum, rasa tidak suka, dan rasa simpati. Hal ini menegaskan bahwa tindak tutur ekspresif berperan penting dalam komunikasi digital untuk mengungkapkan keadaan psikologis dan perasaan penutur. Penggunaan tindak tutur ekspresif membuat podcast menjadi lebih menarik dan bermakna sebab penonton tidak sekadar memperoleh informasi tapi juga melihat respon pembicara terhadap topik yang diangkat dalam podcast.
Narratives of speaking anxiety under evaluative pressure in students’ classroom presentations: A communication apprehension perspective by DeVito Baharman, Baharman; Djumingin, Sulastriningsih; Suriadi, Suriadi; Safitri, Nur Anita Syamsi
LITERA Vol. 25 No. 1: LITERA (MARCH 2026)
Publisher : Faculty of Languages, Arts, and Culture Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v25i1.96165

Abstract

Classroom presentations in higher education not only function as a means of developing students’ speaking skills but also frequently become evaluative situations that trigger speaking anxiety. This study focuses on students’ narratives of speaking anxiety under evaluative pressure in classroom presentations by employing DeVito’s concept of communication apprehension. This study aimed to explain how students narrate their experiences of speaking anxiety and identify the main categories that shape those experiences. This study employed a descriptive qualitative approach with a narrative analysis design. Data were collected through a Google Form containing open-ended questions distributed to all respondents and were then analyzed through the stages of data condensation, coding, categorization, data display, and conclusion drawing and verification. The findings show that students’ speaking anxiety is primarily shaped by fear of verbal/cognitive errors, fear of negative audience evaluation, performative/nonverbal symptoms, feelings of shame or lack of confidence, lack of experience and preparation, and previous negative experiences. The conclusion of this study confirms that communication apprehension in classroom presentations is not merely an individual feeling of nervousness but a communicative experience shaped by evaluative pressure and students’ meaning-making of errors, audience responses, and the social risks of speaking.