Claim Missing Document
Check
Articles

ASPEK KEPRIBADIAN TOKOH NOVEL CINTA DALAM DIAM KARYA SHINEEMINKA KAJIAN PSIKOLOGI HUMANISTIK Sri Wulandari; Sulastriningsih Djumingin
Titik Dua: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.541 KB) | DOI: 10.59562/titikdua.v1i1.23914

Abstract

\Aspek Kepribadian Tokoh Novel Cinta dalam Diam Karya Shineeminka Kajian Psikologi Humanistik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan aspek kepribadian tokoh utama dan tokoh pendukung pada novel Cinta dalam Diam Karya Shineeminka ditinjau dari psikologi humanistik teori Abraham Maslow. Penelitian tentang aspek kepribadian tokoh novel Cinta dalam Diam karya Shineeminka ini merupakan penelitian kualitatif. Masalah yang akan dianalisis adalah tokoh pada tokoh utama dan tokoh pendukung novel Cinta dalam Diam Karya Shineeminka.Dalam teknik pengumpulan data peneliti menggunakan dua langkah yaitu teknik baca dan pencatatan. Teknik baca dilakukan dengan cara membaca literatur dan sumber data utama penelitian, yakni novel Cinta dalam Diam karya Shineeminka secara seksama. Selanjutnya teknik pencatatan dilakukan dengan cara mencatat dalam kertas yang telah dipersiapkan tantang hasil penelitian dan pengamatan terhadap peristiwa penting dalam jalinan cerita serta faktor yang menyebabkan munculnya hal tersebut, baik yang tertuang dalam kata, frasa, kalimat, ataupun paragraf yang digunakan novel Cinta dalam Diam karya Shineeminka tersebut dicatat dalam kertas yang telah dipersiapkan. Data yang terkumpul akan disajikan dalam bentuk analisis pendeskripsian tokoh pada novel tersebut berdasarkan kajian psikologi humanistik Abraham Maslow.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM ACARA TALKSHOW HITAM PUTIH TRANS7 Suryanti Fajria Namsa; Sulastriningsih Djumingin; Muhammad Saleh
Titik Dua: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.388 KB) | DOI: 10.59562/titikdua.v2i3.24342

Abstract

Illocutionary Speech Acts in Trans7 Black and White Talkshow Events. This research is aimed at identifying and describing illocutionary speech acts contained in the trans7 black and white talkshow. This type of research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques used are documentation, observation, and recording techniques. Researcher’s data analysis technique is reducing data by classifying data based on problems, describing narrative, making conclusions, and describing the situation in the talkcshow until the data collection ends. The research results are as follows. The illocutionary speech acts that were found consecutively were assertive illocutionary speech acts with categories (stating, informing, concluding, affirming, informing, boasting, to brag, acknowledging, and complaining); directive by category (advise and ask); commissive by category (offers and promises); and expressive by category (thanking, mocking, greeting, joking, and apologizing). While the form of declarative illocutinary speech acts found only in the first video, namely in the category of dismissing. This is because in the black and white trans7 talkshow there were no speakers who took declarative actions such as imposing a sentence, giving names, baptizing, and resigning from the dsicusison.
Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray dalam Pembelajaran Menulis Cerpen Siswa Kelas XI MAN Pangkajene Kepulauan Tahir Danial; Sulastriningsih Djumingin; Ambo Dalle
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan keefektifan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dalam keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI MAN Pangkajene Kepulauan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang menjadikan model belajar dan hasil belajar sebagai variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI MAN Pangkajene Kepulauan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai pretes 41,87 menjadi 79,00 pada nilai postes.
Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia Secara Luring Pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo Sitti Hikmah Alimah; Sulastriningsih Djumingin; Idawati Garim
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan problematika yang bersifat metodologis pada pembelajaran bahasa Indonesia secara luring pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo; (2) mendeskripsikan problematika yang bersifat sosial pada pembelajaran bahasa Indonesia secara luring pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) Problematika yang bersifat metodologis pada pembelajaran bahasa Indonesia secara luring pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo yaitu problematika yang berkaitan dengan proses penyampaian materi ialah masih kurang dalam menguasai kelas dan peserta didik, kendala dalam melaksanakan penilaian autentik, kurangnya interaksi guru dengan siswa, serta mengenai pemberdayaan sarana dan elemen dalam pembelajaran terdiri dari kurangnya pemanfaatan media/sumber belajar dan kurangnya bahan belajar; (2) Problematika yang bersifat sosial pada pembelajaran bahasa Indonesia secara luring pascapandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Tanasitolo berkaitan dengan keharmonisan antar sesama siswa yakni kurangnya kerjasama ketika mengerjakan tugas secara berkelompok, peserta didik cenderung individu, dan pada keharmonisan antara guru dengan siswa kurangnya pemberian dukungan dan motivasi berupa penyampaian manfaat mempelajari materi yang akan dipelajari dan pemberian perhatian pada peserta didik.
Pengembangan Media Pembelajaran Literasi Ratulisa (Rajin Membaca dan Menulis) Berbasis Kewirausahaan Bagi Mahasiswa Djumingin, Sulastriningsih; Nurhusna, Nurhusna
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini mengembangkan produk media pembelajaran berbasis wirausaha untuk pembelajaran literasi RATULISA (rajin menulis dan membaca) bagi mahasiswa Data penelitian dan pengembangan ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Data dianalisis statistik dengan Uji-t (uji perbedaan) untuk melihat pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap kompetensi literasi membaca dan menulis mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji ahli terhadap media pembelajaran menunjukkan bahwa produk memenuhi unsur kelayakan. Hal ini diperoleh dari hasil penilaian ahli dengan rata-rata 3.67 dengn kategori (sangat layak). Hasil uji kepraktisan kepada calon pengguna yaitu dosen dan mahasiswa menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan sangat praktis dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran literasi membaca dan menulis. Hasil penilaian dosen terhadap produk media pembelajaran yaitu 3.88 (sangat baik) dan hasil penilaian mahasiswa yaitu 3,61 (sangat baik). Produk yang praktis selanjutnya diimplementasikan untuk melihat keefektifan produk. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran terhadap kompetensi literasi membaca dan menulis mahasiswa (Asymp. Sig.=0,00 < 0,05). Hasil uji efektivitas tersebut menunjukkan bahwa produk media dan perangkat pembelajaran literasi membaca dan menulis yang dikembangkan efektif untuk keterampilan literasi membaca dan menulis mahasiswa. Sejalan dengan hasil penelitian yang telah dipaparkan, produk penelitian pengembangan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, seperti dosen, mahasiswa, dan peneliti lanjutan.  Kata Kunci: Literasi, Membaca, Menulis, Kewirausahaan
DAMPAK SERIAL ANIMASI UPIN DAN IPIN PADA KOSAKATA DALAM PERCAKAPAN BAHASA INDONESIA Barung, Rachmat; Djumingin, Sulastriningsih; Daeng, Kembong
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 2, No 1 (2022): WAHANA LITERASI: Journal of Language, Literature, and Linguistics
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.753 KB) | DOI: 10.59562/wl.v2i1.35597

Abstract

This research is a qualitative research using the animated series Upin and Ipin which aims to describe the intensity of watching, frequent vocabulary, and the impact caused by frequent viewing of the use of vocabulary in Indonesian conversation for students of SD Negeri 121 Tangsa, Baroko District, Enrekang Regency. The data of this research is the result of vocabulary imitated by students in conversation. Sources of data are 21 students as SD Negeri 121 Tangsa. Data collection techniques used are observation, documentation, interviews, and recording techniques. The results showed that; (1) there are two categories of students watching the animated series Upin Ipin, namely light and heavy viewers; (2) vocabulary that is often imitated by students, namely; (a) it's true, it's true, (b) teacher, (c) it's okay, (d) I like it, I like it, (e) various kinds of things, and (f) two singgit, two singgit, two singgit; and (3) the impact of using imitated vocabulary on students' Indonesian learning, namely; first, students can use the Malaysian language; second, students are skilled in speaking the vocabulary they have learned; third, it can improve students' social skills; and fourth, students are able to develop themselves in communicating.
KEEFEKTIFAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN MEDIA GOOGLE EARTH DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI Nurkhalis, Muhammad; Djumingin, Sulastriningsih; Dalle, Ambo
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 3, No 2 (2023): WAHANA LITERASI: Journal of Language, Literature, and Linguistics
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v3i2.47790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil pembelajaran menulis teks deskripsi dengan menggunakan media audio visual pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Mamasa, (2) mendeskripsikan hasil pembelajaran menulis teks deskripsi dengan menggunakan media google earth pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Mamasa, (3) membuktikan tentang keefektifan penggunaan media audio visual dan media google earth dalam pembelajaran menulis teks deskripsi siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Mamasa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumalah 286 siswa. Sampel menggunakan random sampling berjumlah 56 siswa. Selanjutnya penentuan sampel sesuai langkah-langkah yang sudah ditetapkan melalui teknik random sampling dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas VIII A dan kelas VIII D. Kelas A berjumlah 28 siswa dan kelas D berjumlah 28 siswa. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan dua jenis analisis yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial meliputi uji normalitas data, uji homogenitas data, dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS for windows 26.0. Hasil penelitian ini menunjukkan melalui uji SPSS dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran media audio visual dan media google earth. Terbukti dari hasil uji t diperoleh t tabel 2,056 > (-11,169). Hipotesis penelitian diperoleh nilai sig (0,001) < α (0,05), hal ini berarti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis teks deskripsi peserta didik pada kelas yang diajar dengan menggunakan media audio visual dan media google earth.
KEEFEKTIFAN MODEL GORDON DAN MOODY PADA PEMBELAJARAN MEMBACA PUISI SISWA SMP COBIG ISLAMIC SCHOOL MAKASSAR Rosdiana, Rosdiana; Rapi, Muhammad; Djumingin, Sulastriningsih
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 3, No 1 (2023): WAHANA LITERASI: Journal of Language, Literature, and Linguistics
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v3i1.50351

Abstract

This research aimed to; (1) Revealing the ability to read poetry by applying Gordon model; (2) Revealing the ability to read poetry by applying the Moody model; and (3) Revealing whether learning to read poetry through the applying of the Gordon model is more effective than the Moody model. This research used a quasi-experimental design. The instrument was an assessment rubric. The results were; (l) The ability of students to read poetry by applying the Gordon model is in the fairly skilled category with an average score of 62.50; (2) The ability of students to read poetry by applying the Moody model is in the fairly skilled category with an average score of 64.25; and (3) The data analysis showed that, values are obtained sig. (2 tailed) of 0.431 > 0.05 then H0 is accepted and HA is rejected. It can be concluded that the application of the Gordon model is not more effective than the Moody model. Thus, both models are equally effective in learning to read poetry at class VIII junior high school students of COBIG ISLAMIC SCHOOL Makassar.
PENGARUH METODE PEER TUTORING DAN METODE STAD TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SISWA Sari, Nur Ainun; Djumingin, Sulastriningsih; Dalle, Ambo
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 5 Number 2 June 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v5i2.61917

Abstract

This study aims to compare the effect of Peer Tutoring method and STAD method on short story writing skills of XI UPT class students of SMA Negeri 11 Makassar. This research used quasi experimental design by using nonequivalent control group design. The population in this study were all students of class XI UPT SMA Negeri 11 Makassar. The data collection technique of this study with the results of writing short stories on the initial test before being given treatment and the final test after being given treatment. Data analysis techniques used in this study were analysed using two types of statistics, namely descriptive statistical analysis and inferential statistics. The results showed that based on the data analysis of the independent sample t test by comparing the tcount with the ttable, the tcount value was 0.564 and the ttable (α: 0.05; df = 58) was 2.002. Thus, tcount = 0.564 < ttable (α/2) = 2.002; then H0 is accepted which indicates that there is no significant difference in the comparison of the effect of Peer Tutoring method and STAD method on short story writing skills of class XI UPT students of SMA Negeri 11 Makassar.
Ekspresi Figuratif Metafora dalam Penerjemahan Bahasa Inggris Ke dalam Bahasa Indonesia pada Novel Karya Leigh St Nur Ichsani; Sulastriningsih Djumingin; Kembong Daeng
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) komponen metafora pada bahasa sumber (BSu) dan bahasa Sasaran (BSa), Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan data berupa kata, frasa, kalusa, dan kalimat yang memuat ekspresi figuratif metafora dalam sumber data berupa novel karya Leigh Bardugo baik dalam teks sumber yang berjudul “Six of Crows” maupun dalam teks sasaran yang berjudul “Enam Burung Gagak”. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yakni teknik dokumentasi, teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan peneliti sebagai intrumen utama dan korpus data sebagai instrumen pendukung dengan teknik analisis data melalui alur reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti mengelompokkan metafora berdasarkan kategorisasi metafora teori Stephen Ullman dengan komponen metafora dianalisis berdasarkan teori Black dan Richard dan terjemahannya dikelompokkan berdasarkan urutan prioritas gabungan teori strategi penerjemahan metafora Larson dan Newmark, hasilnya menunjukkan: (1) Komponen metafora yang ditemukan terdiri atas topik (tenor), citra (vehicle), dan titik kemiripan (ground), dengan tipe komponen berupa: topik (tenor) implisit-citra (vehicle) eksplisit, topik (tenor) eksplisit-citra (vehicle) implisit, topik (tenor) implisit-citra (vehicle) implisit, topik (tenor) eksplisit-citra (vehicle) eksplisit, sedangkan titik kemiripan (ground) sebagai poros dalam mengenali komponen lainnya, (2) terdapat 157 ekspresi figuratif metafora yang ditemukan dalam teks sumber “Six of Crows” dengan rincian 41 metafora antropomorfik, 26 metafora kehewanan, 58 metafora keabstrakan, dan 32 metafora sinestesia, proses penerjemahan yang menyesuaikan dengan kesepadanan makna menyebabkan beberapa metafora lebur menjadi ungkapan non figuratif dalam teks sasaran pada bentuk terjemahan “Enam Burung Gagak” sehingga tersisa 111 ungkapan figuratif metafora pada teks sasaran.