Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan dan Prosentase Molting pada Kepiting Bakau (Scylla serrata Forsskäl,1775) dengan Pemberian Stimulasi Molting Berbeda Ali Djunaedi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 1 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.523 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i1.597

Abstract

Produksi kepiting bakau (S. serratta Forsskäl, 1775) sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan, tingkat kelulushidupan dan prosentase moulting. Studi tentang pengaruh metode perangsangan moulting kepiting bakau merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai metode perangsangan moulting terhadap prosentase moulting, kelulushidupan dan pertumbuhan. Penelitian menggunakan metode eksperimental  dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian menggunakan biota uji 120 ekor kepiting bakau (S. serrata Forsskäl, 1775) betina. Perlakuan metode perangsangan moulting yaitu, ablasi, autotomi dan penyuntikan hormon ovaprim dan kontrol, masing-masing diulang 3 kali. Pengamatan dilakukan pada, persentase moulting, kelulushidupan, pertumbuhan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaaan sangat nyata (p>0,01) pada berbagai perlakuan metode perangsangan moulting terhadap persentase moulting, kelulushidupan dan pertumbuhan. Perlakuan metode ablasi menunjukkan hasil  paling tinggi, dengan persentase moulting 80 ± 10%, kelulushidupan 83,34 ± 5,78% dan laju pertumbuhan spesifik harian 5,36 ± 0,34%/hari. Sedangkan hasil terendah dicapai oleh perlakuan metode autotomi  dengan persentase moulting 13,33 ± 5,78%, kelulushidupan 16,67 ± 5,7% dan laju pertumbuhan spesifik harian 1,81 ± 0,22%/hari. Metode ablasi mata baik untuk diterapkan dalam merangsang moulting di dalam pemeliharaan kepiting bakau guna menunjang peningkatan produksi. 
Kualitas Air Media Pemeliharaan Benih Udang Windu (Penaeus monodon Fabricius) dengan Sistem Budidaya yang Berbeda Ali Djunaedi; Heri Susilo; Sunaryo Sunaryo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 2 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.115 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i2.846

Abstract

 Medium rearing of the P. monodon Fabricius seed at the hatcheries usually used closed system and without water changes during culture period, until certain time the water quality could deterioted. The purpose of this research was to understand the effects of recirculation system on the water qualities (total suspended solids, ammonia, ammonium, nitrite and dissolved oxygen) of tiger shrimp (P. monodon Fabricius) seed medium. This research was conducted in the hatchery of Marine Science of Diponegoro University at Teluk Awur. The research used experimental method with two treatments, recirculation and non-recirculation system. Concentrations of total suspended solids (TSS), ammonia, nitrite and dissolved oxygen (DO) were descriptive analyzed. Average concentration on recirculation system of  TSS was 0,570 mg/L, ammonia was 0,039 mg/L, nitrite was 0,076 mg/L and DO was 6,00 mg/L. Average concentration on without recirculation system of TSS was 0,983 mg/L, ammonia was 0,09 mg/L, nitrite was 0,2 mg/L and DO was 3,86 mg/L. The resirculation rearing system was improve water quality on tiger shrimp seed medium.  Budidaya benih udang windu (P.  monodon  Fabricius) pada bak pembenihan umumnya menggunakan sistem tertutup dan air media tidak diganti, sehingga dalam waktu tertentu dapat terjadi penurunan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kualitas air (MPT, amonia, amonium, nitrit dan DO) pada pemeliharaan benih udang windu (P.  monodon  Fabricius) dengan sistem resirkulasi dan tanpa resirkulasi. Penelitian dilakukan di Marine Center, Jurusan Ilmu Kelautan, Teluk Awur, Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan dua perlakuan yaitu penggunaan sistem resirkulasi dan tanpa resirkulasi. Data konsentrasi material padatan tersuspensi (MPT), amonia, nitrit, oksigen terlarut (DO), pH dan suhu selama penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sistem resirkulasi konsentrasi rata – rata MPT 0,570 mg/L, amonia 0,039 mg/L, nitrit 0,076 mg/L dan DO 6,00 mg/L, sedangkan pada bak tanpa sistem resirkulasi konsentrasi rata – rata MPT 0,983 mg/L, amonia 0,09 mg/L, nitrit 0,2 mg/L dan DO 3,86 mg/L. Sistem resirkulasi mampu memperbaiki kualitas air media pemeliharaan benih udang windu.
Ekologi Perairan Semarang – Demak : Inventarisasi Jenis Kerang yang Ditemukan di Dasar Perairan Chrisna Adhi Suryono; Ita Riniatsih; Ria Azizah; Ali Djunaedi; Baskoro Rochaddi; Subagiyo Subagiyo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.378 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1700

Abstract

The present study was conducted to inventory the cockles (bivalve) in coastal waters between Semarang to Demak.  The samples were collected by bottom trawl modification (dragger) around those areas.  The results were found ten various cockles there were Anadara granosa, A. pilula, A. gubernaculum, A. inaequivalvis, Pharella javanica, Paphia undulate, Marcia hiantina, Harvella plicataria, Mactra violacea, and Placuna placenta.  Meanwhile the waters quality in the in this areas still support to organisms to survive based on the standard water quality from Indonesian Ministry of Environmental.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi jenis jenis kerang yang ada di perairan antara Semarang dan Demak.  Sampel diambil dengan trawl dasar modivikasi (dragger) sekitar perairan tersebut.  Hasil penelitian menunjukakan beberapa jenis kerang didapat seperti: Anadara granosa, A. pilula, A. gubernaculum, A. inaequivalvis, Pharella javanica, Paphia undulate, Marcia hiantina, Harvella plicataria, Mactra violacea, and Placuna placenta. Berdasar Kepmen Lingkungan Hidup kualitas perairan yang ada di daerah tersebut dapat dikatakan masih mendukung untuk kehidupan organisme.
Logam berat Pb, Cr dan Cd dalam Perairan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang Chrisna Adhi Suryono; Ali Djunaedi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 1 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.036 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i1.1350

Abstract

The concentrations of metals in the marine waters were found in water pound of Tannjung Mas Semarang Harbour.  Three metals (Pb, Cr, and Cd) have found in that research areas.  Majority of heavy metal have found during research was undetected / below detected.  However Cr was increasing that concentration during on July and Cd was increase on September and November.  The higher Cr concentration was found in station 1 and Cd found in station 1 and 4  Konsentrasi logam berat telah ditemukan dalam air laut kolam pelabuhan asedimen Tanjung Mas Semarang. Tiga logam berat seperti (Pb, Cr, dan Cd) telah ditemukan di lokasi penelitian.  Konsentrasi logam berat yang ditemukan selama penelitian kebanyak tidak terditeksi/ below detected.  Namun logam Cr meningkat pada bulan Juli dan logam Cd meningkat pada bulan September dan Nopember.  Konsentrasi Cr ditemukan pada stasiun 1 sedang Cd tertinggi ditemukan pada stasiun 1 dan 4.  
Pertumbuhan ikan Nila Larasati (Oreochromis niloticus) di Tambak dengan Pemberian Ransum Pakan dan Padat Penebaran yang Berbeda Ali Djunaedi; Rudhi Pribadi; Retno Hartati; Sri Redjeki; Retno W. Astuti; Bintang Septiarani
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 2 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.261 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i2.840

Abstract

Red Nile Tilapia  of Larasati strain (Oreochromis niloticus)have capability to digest feed quite efficient, able to grow faster and diseases resistant.  They are also tolerant to high salinity and more resilent to environmental change, therefore very prospecytive to be cultivated in tambaks (brackishwater pond).  The objective of present work was to determine the effect of larvae stocking density and feed ration on the growth and survival rate of Nile Tilapia in brackishwater pond. The larvae was hacthed in freshwater and acclimatized gradually in brackishwater media and then reared ini cage size of 1x1x1,5meter3with different food ration (3, 5 and 7% body weight)andstocking density of 10, 15, 20 indv./m2).The result showed that the more food ration gave the better growth rate of larvae in stocking density of 10 and 15 indv./m2, the best food ration in 20 indv./m2 was 5% body weight. Upon that result it is recommended to  stock the alvae at level of 20 indv./meter and gave food of 5% per body weight.  The treatments was not influenced the survival rate of fish cultured.   Ikan Nila Larasati memiliki kemampuan mencerna makanan secara efisien, memiliki pertumbuhan yang cepat serta lebih resisten terhadap penyakit, daya adaptasi luas dan toleransinya yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan sehingga prospektif dibudidaya di tambak.  Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian tentang pengaruh padat tebar dan ransum pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan Nila Larasati yang dipelihara pada tambak air payau.  Ikan Nila Larasati dibenihkan di lingkungan air tawar dan diaklimatisasi secara bertahap di media air payau sebelum digunakan dalam penelitian ini. Percobaan pemeliharaan ikan Nila Larasati dilakukan pada karamba berukuran 1x1x1,5meter3dengan ransum pakan(3, 5 dan 7% bobot biomasa ikan) dan padat penebaran yang berbeda (10, 15, 20 ekor/m2).Hasil penelitian menunjukkan pemberian ransum pakan harian baik 3, 5 dan 7% perhari pada ikan nila dengan kepadatan 5, 10 dan 20 ekor/meter menunjukkan hasil pertumbuhan berat mutlak yang relatif baik, namun untuk efisiensi pakan disarankan untuk melakukan penebaran 20 ekor/meter dengan ransum 5% berat biomasa ikan perhari. Kelulushidupan ikan Nila Larasati tidak dipengaruhi oleh perlakuan.     
Mortalitas Larva Litopenaeus vannamei Pada Penerapan Perbedaan Sistem Filtrasi Air Media Pemeliharaan Sunaryo Sunaryo; I Nyoman Widiasa; Ali Djunaedi; Priyo Sasmoko
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 2 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.771 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i2.3089

Abstract

Mortality of Litopenaeus vannamei larvae with the different filtration system of seawater as media for rearingMortality of Litopenaeus vannamei larvae in shrimp hatcheries centers is commonly high. Therefore, innovation to solve the problem through water quality management improvement in necessary by applying ultrafiltration system to shrimp hatchery. This experiment aims to determine larval mortality rate in response to the application of different filtration systems. Experiments were conducted using 4 milions larvae of L. vannamei shrimp. Shrimp larvae were kept in 4 tanks, each volume was 8 m3. Two reservoirs tank were equipped with ultrafiltration and other systems used sand-filter as controls. Implementation of experimental activities used action research method with two repetitions. Observation were conducted on mortality of shrimp larvae and water quality, i.e., temperature, salinity, pH, TSS, dissolved O2, NH3 and NO3-2. The result showed the shrimp larvae reared with the application of ultrafiltration system had significantly lower percentage of mortality (55,02 %) compared with filtering using sand-filter (59,58 %). Concentrations of Ammonia (NH3-N) and TSS content increased along with longer period of larval rearing.Mortalitas  larva udang Litopenaeus vannamei di sentra pembenihan masih tinggi. Inovasi sistem pengendalian kualitas air pada media pembenihan udang perlu dilakukan. Percobaan dilakukan untuk mengetahui respon tingkat mortalitas larva Litopenaeus vannamei denan penerapan perbedaan sistim filtrasi. Pelaksanaan percobaan menggunakan metode action research dengan pengulangan 2 kali. Percobaan dilakukan dengan menggunakan larva Udang Litopenaeus vannamei stadia larva sebanyak 4 juta ekor. Larva Udang dipelihara dalam 4 buah bak. Dua buah bak  dilengkapi dengan sistem ultrafiltrasi dan bak lainnya menggunakan sandfilter sebagai kontrol. Pengamatan dilakukan terhadap mortalitas larva udang, suhu, salinitas, pH, MPT, O2 terlarut, NH3 dan NO3-2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata mortalitas Larva udang Vannamei yang dipelihara dengan pola pemeliharaan dengan penerapan sistim ultrafiltrasi adalah 55.02% yang berbeda sangat nyata (p>0,01) dibandingkan dengan penerapan pola pemeliharaan menggunakan sandfilter yaitu 59,58% . Kualitas air media pemeliharaan larva udang Vannamei, terutama: kandungan Ammoniak (NH3-N) dan MPT menunjukkan semakin meningkat dengan semakin lamanya waktu pemeliharaan.
Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata Forsskål, 1775) dengan Ukuran Pakan Berbeda pada Budidaya dengan Sistem Baterai Ali Djunaedi; Sunaryo Sunaryo; Bagus Pitra Aditya
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 1 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.503 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i1.513

Abstract

Kepiting bakau (S. serrata Forsskål, 1775) merupakan salah satu sumber daya perikanan bernilai ekonomis tinggi dan potensial untuk dibudidayakan. Pakan adalah faktor produksi yang penting dalam budidaya kepiting bakau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pelet yang berbeda ukuran bagi pertumbuhan kepiting bakau (S. serrata Forsskål, 1775). Metode penelitian ini menggunakkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 10 kali ulangan pada masing-masing perlakuan, yaitu: perlakuan A (diameter pelet + 10 mm), perlakuan B (diameter pelet + 5 mm) dan perlakuan C (diameter pelet + 1 mm). Data laju pertumbuhan spesifik (SGR) dianalisis dengan Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pelet yang berbeda ukuran berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap Laju Pertumbuhan Spesifik (SGR), Rasio Konversi Pakan (FCR) dan Rasio Efisiensi Protein (PER). Hal tersebut menunjukkan bahwa ukuran pellet sangat menentukan pertumbuhan Kepiting Bakau (S. serrata Forsskål, 1775).Kata Kunci : Ukuran Pelet, Kepiting Bakau (S. serrata Forsskål, 1775), Laju Pertumbuhan Spesifik (SGR) Mud crab (S. serrata Forsskål, 1775) is one of the fisheries resources that has high economic value and potential to be cultivated. Feed is one of important production factors on the mud crab farming. The purpose of this study is investigated the effect of different sizes pellets on the growth of mud crab (S. serrata Forsskål, 1775). The research method in this study was used experimental laboratory with completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 10 replications in each treatment. Specific growthrate (SGR) data was analyzed with anova. These results indicate that administration of treatment different size pellets effect is very significant (p<0,01) on Specifik Growthrate (SGR), Feed Conversion Ratio (FCR) and Protein Efiecient Ratio (PER). Its that suggest that pellet size affect on the growthrate of the mud crab (S. serrata Forsskål, 1775).Keywords: Pellet Size, Mud crab (S. serrata Forsskål, 1775), Specific growth rate (SGR)
Pertumbuhan Artemia sp. dengan Pemberian Ransum Pakan Buatan Berbeda Ali Djunaedi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 3 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.891 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i3.525

Abstract

Silase ikan sebagai pakan buatan Artemia sp mempunyai beberapa keunggulan diantaranya memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan kontinuitas ketersedian sebagai pakan dapat terpenuhi. Keunggulan yang dimiliki silase ikan ini sangat tepat diterapkan dalam menunjang pertumbuhan Artemia sp. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh berbagai dosis silase ikan terhadap pertumbuhan Artemia sp. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratories. Perlakuan yang diterapkan terdiri dari 4 perlakuan yaitu pemberian silase ikan A (10 mg/L), B (20 mg/L), C (30 mg/L) dan D (40 mg/L) dengan ulangan masing-masing 3 kali. Parameter ukur adalah Pertambahan berat mutlak, pertambahan panjang dan tingkat kelulushidupan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata pertambahan berat mutlak dan pertumbuhan panjang tertinggi diperoleh perlakuan D yaitu 7,99 ± 0,05 mg dan 8,8 ± 0,25 mm, terendah diperoleh perlakuan A yaitu 6,46 ± 0,27 mg dan 7,2 ± 0,32 mm serta untuk tingkat kelulushidupan tertinggi diperoleh perlakuan D yaitu 31,09 ± 1,29 %, terendah diperoleh perlakuan A yaitu 9,67 ± 2,96 %.Kata Kunci : Artemia sp. Silase, Laju Pertumbuhan, Tingkat KelulushidupanSilase is a liquid protein made from trash fish which is decomposed by enzims. Silase has some advantages ie, high nutrition value, easy to produce, economic value and could be produce easily. These could be aplied to support the growth of Artemia sp. The aim of this research is to investigate effect of the various dose of silase on the growth level of Artemia sp. These research was conducted at Laboratorium Pakan Alami Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau(BBPAP), Jepara. Experimental laboratories was used with completely randomized design. The treatments were doses of silase : A (10 mg/L); B (20 mg/L); C (30 mg/L) and D (40 mg/L). The individual weight, length and survival rate were measured. The result showed that the highest average of individual absolute growth (weight) was reached on treatment D (7,99 + 0,05 mg), while the lowest on treatment A (6,46 + 0,27 mg). The highest length growth was reached on treatment D (8,8 + 0,25 mm), while the lowest on theatment A (7,2 + 0,32 mm). The highest survival rate of Artemia sp was reached on treatment D (31,09 + 1,29%) and the lowest on treatment A (9,67 + 2,96%).Keywords : Artemia sp, Silase, Growth rate, Survival rate
Kandungan Pigmen Polar Dan Biomassa Pada Mikroalga Dunaliella Salina Dengan Salinitas Berbeda Ali Djunaedi; Chrisna Adi Suryono; Sardjito Sardjito
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 1 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.403 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i1.1347

Abstract

Polar pigments content and biomass of Dunaliella salina are affected by salinity related to osmotic pressure and density of media. This study was to determine the effect of salinity on pigment contents and dried biomass of microalgae D. salina. The cultivation used microalgae derived from Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Jepara. Research method was the Laboratory study with a Completely Randomized Design (CRD). Consisting of one treatment with five stages of salinity treatments: 20 ppt, 25 ppt, 30 ppt, 35 ppt, and 40 ppt and using three times of repetition. Analysis of pigments used UV-Vis spectrophotometric extracted with acetone as the solvent. Harvesting time was when it reached at the stationair phase using flocculation method. The results showed that salinity had the significant effect (P <0.05) on polar pigment and dry biomass. The treatments of 35 ppt showed that the highest content phycocyanin and allophycocyanin pigments were 11.341 mg/gram and 9.644 mg/gram respectively. The highest dry biomass was achieved at 35 ppt salinity treatment at 0.789 gram/L. Kandungan pigmen polar dan biomassa Dunaliella salina dipengaruhi oleh salinitas yang berkaitan dengan tekanan osmotik dan densitas media. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap kandungan pigmen polar dan biomassa kering D. salina. Biota uji diperoleh dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Jepara. Metode penelitian adalah eksperimen laboratoris dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 perlakuan dengan 5 taraf perlakuan salinitas, yaitu: 20 ppt, 25 ppt, 30 ppt, 35 ppt, dan 40 ppt dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Analisis pigmen dengan metode spektrofotometer UV-Vis yang diekstraksi menggunakan larutan aseton. Pemanenan biomassa pada fase stasioner dengan menggunakan metode flokulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh terhadap kandungan pigmen dan biomassa kering Dunaliella salina. Perlakuan salinitas 35 ppt menghasilkan kadar pigmen fikosianin dan allofikosianin tertinggi, yaitu 11,341 mg/gram, dan 9,644 mg/gram, serta  menghasilkan biomassa kering tertinggi, yaitu 0,789 gram/L. 
Gastropod Community Structure in Seagrass Waters in Panjang Island, Jepara, Central Java Tri Adi Nugroho; Ria Azizah; Ali Djunaedi; Delianis Pringgenies
Jurnal Moluska Indonesia Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Masyarakat Moluska Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54115/jmi.v4i2.19

Abstract

Seagrass is a community that consists a large number of organisms which associated within. Organisms associated with seagrass are gastropods. The purpose of this research is to determine the structure of gastropods community at seagrass on Pulau Panjang, Jepara. Exploration methods was applied and data was analyzed descriptively. The location of research are divided into 3 locations based on 3 different densities of seagrass : sparse, medium and dense. Every location consists of 4 stations with 3 repetitions. The research was held during Desember 2014. Sampling using quadratic a frame size of 1x1 m. The result, there are were 15 genera gastropods of 8 families as followed Trochus (Ciridae), Strombus (Strombidae), Turbo, Astralium, Dentarene, Liotina (Turbinidae), Cantharus, Nassaria, Engina  (Buccinidae), Cerithium, Rhinoclavis, Clypeomorus (Cerithiidae), Morulla (Muricidae), Columbella (Columbellidae), and Neritodryas (Neritidae). The abundance in location I 108.75 ind/????2 with dense of seagrass density, location II 91 ind/m2 with medium of seagrass density, and location III 47,25 ind/m2 with rare of seagrass density. Index value of Gastropod diversity classified medium category, index value of gastropod similarity classified high category, it means abudance from each spesies can be said to be similar, and evenly distributed and not on domination by a specific species.  Community similarity index classified in the category of medium to very large 
Co-Authors A. Santoso Adi Santosa ADI SANTOSO Adi Santoso Adi Suryanto Adi Suryanto Agung Sudaryono Agus Sabdono Agus Trianto Ali Ridlo Alia Fatimah Azzahra Ambariyanto Ambariyanto Amelia, Aninda Putri Anggelina, Amelia Cahya Anggit Puji Muswantoro Anggit Puji Muswantoro Aninda Putri Amelia Apriliani, Seka Indah Ardi Ristiyanto Ayu Permana Sari Ayu Permana Sari Ayunda Ainun Nisa Ayuning Smita Rukmi Ayuning Smita Rukmi Bagus Pitra Aditya Bagus Pitra Aditya Bagus Pitra Aditya Bambang Sulardiono Bambang Yulianto Baskoro Rochaddi Bimo Saskiaoktavian Bintang Septiarani Br Ginting, Feny Amelia Chrisna Adhi Suryono Chrisna Adi Suryono Cinthya Ruhanto Putri Dafit Ariyanto Dea Shinta Kharisma Adziana Delianis Pringgenies Delianis Pringgenies Dwi Susilaningsih Dwicahyo Setiyo Wibowo Dyah Rahmawati Endang Supriyantini Endarwantti, Vionita Ervia Yudiati Ervia Yudiati Ester Tiurlan Farizan Adiya Pratama, Farizan Adiya Fauzi Anwar Fauzi Anwar Fauzia Farida Feny Amelia Br Ginting Gunawan Widi Santosa Hargo Seno Wahyu Edi Haryo Farras Raditya Hutama Hendrik Surya Bahar Heri Susilo Humairah Arifia Sabiladiyni I Nyoman Widiasa Ibnu Pratikto Ichsan Suryo Wibowo Irwani Irwani Ita Riniatsih Ivend Umbu Jawa Ivend Umbu Jawa, Ivend Umbu Jakfar Shodiq Panatar Jauharul Fadli Kharisma Firdaus Linggarjati Kharisma Firdaus Linggarjati Lestari, Raisha Fahmida Dwi Mega Fatimah Rosana Muhammad Eka Darmawan Rafsanjani Muhammad Fatoni Muhammad Syaifudien Bahry Ni’amillah Ni’amillah Ni’amillah Ni’amillah Norma Afiati Nur Taufiq Nur Taufiq S.P.J. Nuril Azhar Panatar, Jakfar Shodiq Petrus Subardjo Priyo Sasmoko Putri, Cinthya Ruhanto Rabia Alghazeer Rabia O. Alghazeer Raden Ario Radila Widya Shafiya Rafsanjani, Muhammad Eka Darmawan Raisha Fahmida Dwi Lestari Retno Hartati Retno Hartati Retno W. Astuti Reza Hafiz Pranajaya Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Richardus Mahatmada Indrajati Rini Pramesti Rini Widiyadmi Ristiyanto, Ardi Rizqina, Cahya Rudhi Pribadi Sabiladiyni, Humairah Arifia Safitri, Shofi Firda Sarah Pebriyani Turnip Sardjito Sardjito Sari Budi Moria Sarjito - Sarjito . Seka Indah Apriliani Setyati , Wilis Ari Shafiya, Radila Widya Shofi Firda Safitri Siti Aminah Siti Aminah Siti Rudiyanti Sri Redjeki Sri Redjeki Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagyo Subagyo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Suryono Suryono Tri Adi Nugroho Turnip, Sarah Pebriyani Ulfah Rahmayani Viny Ratnasari W. Widiatmoko Wahyu Febrianto Wibowo, Ichsan Suryo Widianingsih Widianingsih Widianingsih Widianingsih Wilis Ari Setyati Zaenal Arifin