Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Unsur Elemen tak Tereduksi (Irreducible Element) Realisme Magis Dalam Novel Bumi Karya Tere Liye Ananda Farah Salsabila; Karkono Karkono
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.982 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i12021p49-61

Abstract

Abstract: Magical realism is a theory by Wendy B. Faris that tells about a narrative that combines the elements of fantasy and reality. The term magical realism was created in 1925 throughout the world of painting and was introduced by Franz Roh, a German art critic. The novel Bumi by Tere Liye that was published in 2014 has the concept of magical realism in it. The writing in this novel contains an imaginary adventure where the main characters are trying to find their true self until they reach the parallel universe. This qualitative research uses a library research method. The data collected were verbal and linguistic data that contains an irreducible element in the data source that is the novel Bumi by Tere Liye. Irreducible element contained in the narrative includes the magical abilities of the main characters, such as Raib who can turn invisible, Seli who can radiate blue lightning, and Ali who can transform into a giant bear. There are also magical objects in this novel, such as the moving alley, The Book of Life, The Sun gloves, and others. The existence of a parallel universe is also a factor that strengthens the irreducible element in this novel. Keywords: magical realism, irreducible element, Bumi novel Abstrak: Realisme magis adalah sebuah teori yang dirumuskan oleh Wendy B. Faris mengenai narasi yang memadukan unsur fantasi dan realita. Istilah realisme magis lahir pada 1925 melalui dunia lukis dan diperkenalkan oleh Franz Roh, seorang kritikus seni Jerman. Novel Bumi karya Tere Liye yang terbit pada tahun 2014 mengangkat konsep realisme magis. Penulisan dalam novel ini mengandung petualangan imajinasi dimana para tokoh-tokoh utamanya dikisahkan bahwa mereka sedang berada dalam petualangan mencari jati diri mereka dan pencarian itu mereka lakukan hingga ke dunia paralel. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan kepustakaan. Data yang dikumpulkan berupa data verbal dan kebahasaan yang mengandung unsur Irreducible Element dalam sumber data berupa novel Bumi karya Tere Liye. Unsur Irreducible Element yang terdapat dalam narasi meliputi kemampuan magis tokoh-tokoh utama, seperti Raib yang dapat berubah menjadi tak kasat mata, Seli yang dapat memancarkan petir biru, dan Ali yang dapat berubah menjadi beruang raksasa. Dalam novel ini juga terdapat objek-objek magis seperti lorong berpindah, Buku Kehidupan, sarung tangan Klan Matahari, dan lain sebagainya. Keberadaan Dunia Paralel juga merupakan faktor yang memperkuat unsur Irreducible Element dalam novel ini. Kata kunci: realisme magis, irreducible element, novel Bumi
Patologi Sosial dalam Novel Dua Garis Biru Karya Lucia Priandarini Yosy Kusuma Wardani; Karkono Karkono
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1837.162 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i32021p343-355

Abstract

Abstract: This study focused on forms of social pathology. Dua Garis Biru's novel tells a story about teenage life who commit deviation. The deviations committed by teenagers in Dua Garis Biru's novel are juvenile delinquency, dating, sexual relations before marriage, and early-age marriage. The deviant actions will give knowledge about the importance of sex education and the importance of communication between parents so that it can increase the discussion about sexuality to the children who are already teenagers. The method of the study was qualitative descriptive. The data collection technique was a literature study by collecting books and other sources related to the problems of the study. The results of the study show that Dua Garis Biru's novel show several forms of social pathology: Bima, who likes to skip school; Dara and Bima, who have dating until they have sexual relations before marriage; and Dara, who attempts to abort the fetus. Based on the results of the study, some suggestions are delivered to the readers and further researchers. For readers, they can take positive values from Dua Garis Biru's novel. For further researchers, it is expected that it can be used as a reference for the description of social pathology in Indonesian literary works. Keywords: pathology, Dua Garis Biru Novel, juvenile delinquency Abstrak: Penelitian ini fokus pada bentuk patologi sosial. Novel Dua Garis Biru mengangkat cerita mengenai kehidupan remaja yang melakukan penyimpangan. Penyimpangan yang dilakukan oleh remaja pada novel Dua Garis Biru ini adalah juvenile delinquency, pacaran, hubungan seksual di luar nikah, dan pernikahan dini. perbuatan-perbuatan menyimpang ini akan memberikan pengetahuan mengenai pentingnya edukasi seks dan pentingnya komunikasi antara orangtua agar dapat meningkatkan diskusi mengenai seksualitas kepada anak-anak yang sudah beranjak remaja. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, dengan cara mengumpulkan buku-buku dan sumber-sumber lain yang terkait dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Dua Garis Biru menempatkan beberapa bentuk patologi sosial, seperti: Bima yang suka membolos, Dara dan Bima yang berpacaran sampai melakukan hubungan seksual di luar nikah, dan percobaan Dara untuk menggugurkan janin yang dikandungnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran disampaikan kepada pembaca dan peneliti selanjutnya. Bagi pembaca agar bisa mengambil pelajaran nilai-nilai positif dari novel Dua Garis Biru. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat digunakan sebagai referensi mengenai gambaran patologi sosial dalam karya sastra Indonesia. Kata kunci: patologi, Novel Dua Garis Biru, juvenile delinquency
MEDIA KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN POTENSI ENTREPRENEURSHIP Heny Kusdiyanti; Karkono Karkono; Sopingi Sopingi; Indra Febrianto; Robby Wijaya
Manis: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 5 No 1 (2021): MANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/manis.5.1.15-24

Abstract

The needs of students in growing the potential of entrepreneurship must adjust these needs individualized students themselves. Current circumstances show that entrepreneurial education is only textbook in nature without providing experiential learning to students. The current solution has not been able to accommodate the needs of students, especially in the era of industrial revolution 4.0. Teachers only as facilitators that become business simulation mentors further aggravate the problems in entrepreneurial education today. So there needs to be a solution that can provide experimental learning and increase teacher participation in fostering the entrepreneurial spirit of students. This research aims to develop gamification-based edukit learning media that will be implemented in high school students to develop students' entrepreneurial potential. This type of research is development research using the ADDIE method (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) by using questionnaires to collect research data. Once implemented, this research succeeded in increasing students' interest in entrepreneurial education as a provision for the growth of entrepreneurship potential in shiva. This learning medium also succeeds in improving the activeness of teachers and students in the learning process that provides experimental learning to students. Collaboration between gamification models and edukit learning media in accordance with the needs of students' competencies in the current industrial revolution 4.0. Follow-up research is needed to be done that focuses on digitizing media developed without eliminating the activeness of teachers and students in learning.
Modul Elektronik Menulis Skenario Film Bertema Kewirausahaan dengan Perspektif Penyelesaian Ganda Holy Fikriya Luqis; Yuni Pratiwi; Karkono Karkono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3129

Abstract

Menulis skenario film merupakan praproduksi film. Baik atau tidaknya film bergantung kualitas skenario filmnya. Hal ini karena skenario film menjadi pedoman kru dalam memproduksi film. Film yang menarik dilihat dari ide ceritanya dan alur cerita yang membuat penonton terus menyimak. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan modul elektronik penulisan naskah film bertema kewirausahaan dengan perspektif penyelesaian ganda. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D. Subjek uji coba terdiri dari 24 mahasiswa peminatan sinematografi. Pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli, angket respon mahasiswa, dan tes. Teknik analisis data menggunakan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan modul elektronik penulisan skenario film menurut ahli sinematografi, ahli film, dan ahli bahan ajar digital berada pada kategori sangat layak. Selain itu, modul ini mendapat respon positif dari mahasiswa. Penggunaan modul elektronik dapat meningkatkan keterampilan menulis skenario film yang ditunjukkan dengan rata-rata skor pretest 61,5 dan skor posttest 76,1.
Fungsi Tindak Tutur Ilokusi dalam Proses Lamaran Adat Perkawinan Suku Bugis di Sulawesi Tengah Nurhalima Nurhalima; Karkono Karkono; Nita Widiatai
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3137

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi tindak tutur ilokusi dalam proses lamaran adat perkawinan suku Bugis di Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mendeskripsikan fungsi tindak tutur ilokusi dalam proses lamaran adat perkawinan suku Bugis di Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam rangka mencapai tujuan penelitian yaitu, pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi, orientasi penelitian pragmatik. Pengumpulan penelitian ini berfokus pada hasil observasi atau pengamatan langsung dilakukan dengan menggunakan teknik rekam, simak catat serta ditunjang dengan wawancara terhadap tuturan lamaran adat perkawinan suku Bugis di Sulawesi Tengah. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini,telah ditemukan fungsi tindak tutur ilokusi pada proses lamaran adat perkawinan suku Bugis di Sulawesi Tengah. terdapat empat fungsi tindak tutur yaitu represntatif atau asertif fungsi tuturan menyatakan, memberitahukan, menyebutkan, kemudian tindak tutur direktif meminta, menyarankan, menasehati, selanjutnya tindak tutur ekspresif dengan fungsi berterima kasih, selamat datang dan yang terakhir tindak tutur deklaratif tuturan memutuskan. Tindak tutur direktif teridentifikasi paling banyak digunakan dalam lamaran perkawinan.
Representasi Unsur Multikultural dalam Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi Lafif Ahmad Rofid Al Azmi; Karkono Karkono; Azizatuz Zahro’
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3191

Abstract

Penelitian ini membahas representasi multikulturalisme dalam novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi yang membahas tentang unsur-unsur multikultiral yang meliputi solidaritas dan persaudaraan, kesetaraan gender, perdagangan terbuka, nilai kekeluargaan, penghormatan terhadap tata susila, merasa cukup dalam hidup, serta berbagi dan kontrol kekuasaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan multikulturalisme dalam novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi dengan menggunakan teori multikultural dari Nurgiantoro dan Thobroni. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi teks dan dokumentasi dengan pendekatan kualitatif. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan cara, (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi mengekspresikan tujuh unsur multikultural, yaitu solidaritas dan persaudaraan, kesetaraan gender, perdagangan terbuka, nilai kekeluargaan, penghormatan terhadap tata susila, merasa cukup dalam hidup, serta berbagi dan kontrol kekuasaan. Unsur multikulturalisme yang paling banyak dalam novel novel Negeri 5 Menara adalah solidaritas dan persaudaraan. Sehubungan dengan itu, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan dan media untuk pembelajaran bahasa dan sastra di sekolah.
Penerapan Metode Brainwriting terhadap Gambar Berantai pada Keterampilan Menulis Puisi Kelas VIII-A SMP Laboratorium UM Adiningsih, Aisyah; Karkono, Karkono
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i12024p52-60

Abstract

This study explores the implementation of brainwriting to chain images as a method to enhance poetry writing skills. Employing a descriptive qualitative approach, the research applies the STAR method (Situation, Task, Action, and Result) to analyze the effectiveness of this approach. Data collection methods include observation, questionnaire administration, testing, and document analysis. The study focuses on students in class VIII-A of UM Laboratory Middle School, comprising 32 students, with 14 male and 18 female participants. By utilizing the brainwriting technique to generate and connect ideas for image chaining, students' engagement and motivation in learning are expected to increase. The subsequent discussion sessions following brainwriting activities facilitate the exchange of perspectives and emotions among students regarding the chained images, fostering empathy and deeper understanding. The collaborative nature of the padlet platform enhances communication and interaction among students, creating a conducive environment for exploring and expressing ideas. Through this process, students not only improve their poetry writing skills but also develop their ability to interpret and convey emotions through visual imagery. Overall, the findings suggest that incorporating brainwriting into poetry writing sessions can be an effective strategy to stimulate creativity and enhance students' learning experience in poetry composition.
EKSPRESI CINTA REMAJA DALAM NOVEL TEENLIT JINGGA DAN SENJA KARYA ESTI KINASIH Sumandari, Sumandari; Dermawan, Taufik; Karkono, Karkono
Metahumaniora Vol 13, No 3 (2023): METAHUMANIORA, DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v13i3.48120

Abstract

Cinta yang menggebu-gebu mulai dirasakan oleh individu ketika memasuki usia remaja. Hal itu disebabkan cinta memengaruhi segala aspek kehidupan remaja. Cinta yang diekspresikan oleh para remaja dilakukan dalam bentuk yang berbeda-beda. Novel teenlit Jingga dan Senja karya Esti Kinasih merupakan salah satu novel yang membahas tentang perilaku dan cara pandang remaja terhadap cinta. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian ini dengan empat tujuan ekspresi cinta, yaitu (1) mendeskripsikan ekspresi cinta dari segi perhatian, (2) mendeskripsikan ekspresi cinta dari segi tanggung jawab, (3) mendeskripsikan ekspresi cinta dari segi rasa hormat, dan (4) mendeskripsikan ekspresi cinta dari segi pengetahuan. Metode yang dimanfaatkan untuk mengkaji empat tujuan tersebut adalah metode kualitatif dengan pendekatan psikologi cinta Erich Fromm. Data penelitian ini berupa dialog dan narasi yang terdapat dalam novel teenlit Jingga dan Senja yang bersumber dari novel teenlit Jingga dan Senja karya Esti Kinasih. Teknik dokumentasi dimanfaatkan untuk pengumpulan data penelitian. Teori Milles dan Hubberman yang disebut model alir digunakan untuk menganalisis data. Penelitian ini menemukan empat hasil ekspresi cinta, yaitu (1) segi perhatian dieskpresikan dalam bentuk perlindungan dan pengorbanan, (2) segi tanggung jawab dieskpresikan dalam bentuk kebutuhan jasmani dan cinta erotis, (3) rasa hormat diekspresikan dalam bentuk mencintai keunikan atau menghargai keunikan, dan (4) segi pengetahuan diekspresikan dalam bentuk perasaan khawatir.
Resistensi dalam E-Cerpen Karya Muna Masyari dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Cindi, Dinda Triana; Karkono, Karkono; Zahro, Azizatuz
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2023: SPECIAL EDITION: LALONGET IV
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.11742

Abstract

Salah satu jenis karya sastra yang diterima keberadaannya dan cukup populer di masyarakat, yaitu cerpen. Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat cerpen yang awalnya hanya berbentuk cetak atau buku, saat ini sudah tersedia secara elektronik atau digital (E-Cerpen). Di dalam cerpen terkadang terdapat kritik yang ingin disampaikan pengarang dengan latar belakang permasalahan yang ada. Muna Masyari sebagai salah satu pengarang Madura, menghadirkan kritik dalam cerpen yang ditulisnya sebagai bentuk resistensi atas masalah-masalah yang terjadi dalam sistem kehidupan masyarakat Madura terutama dalam sistem kebudayaan. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan resistensi terbuka dan tertutup dalam E-Cerpen karya Muna Masyari dan relevansinya terhadap pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode deskriptif kualitatif. Data berupa kata, kalimat, serta paragraf yang berisi bentuk-bentuk resistensi terbuka dan tertutup dalam E-Cerpen karya Muna Masyari dan relevansinya terhadap pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Adapun, sumber data penelitian ini adalah E-Cerpen karya Muna Masyari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen. Lalu, teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif milik Miles&Huberman. Hasil penelitian menunjukkan ada 2 bentuk resistensi, yaitu resistensi terbuka dan tertutup dalam E-Cerpen karya Muna Masyari, serta karya yang diciptakan oleh pengarang relevan jika dijadikan sebagai konten pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.
Transformasi Nilai dan Pelestarian Budaya Melalui Filmsasi Cerita Anak Indonesia Karkono, Karkono
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v1i1.236

Abstract

Usaha untuk mempertahankan eksistensi cerita-cerita asli Indonesia  agar tidak kalah dengan cerita-cerita dari luar sangat perlu dilakukan. Di samping usaha dari sisi peningkatan kualitas isi dan format penyajian, usaha lain yang bisa dilakukan adalah mengangkat cerita-cerita tersebut ke film. Dengan media film, masyarakat beragam usia dan status sosial akan lebih dekat dengan cerita-cerita asli Indonesia tersebut karena bentuk penikmatannya berbeda. Menuangkan cerita tulisan ataupun lisan ke dalam film berarti melakukan inovasi agar transformasi nilai positif yang terdapat di dalam cerita tersebut dapat tersampaikan dengan efektif. Selain itu, alih wahana ini ikut serta memberi warna dalam dunia industri kreatif di Indonesia yang selama ini bisa dikatakan belum menjadikan cerita-cerita asli Indonesia sebagai materi utama cerita. Indonesia memiliki banyak cerita asli yang mengandung nilai-nilai edukatif yang mendesak untuk dikenalkan kepada pembaca kekinian, terutama anak-anak. Melesterikan cerita asli Indonesia berarti ikut dalam upaya pelestarian budaya. Kata-kata Kunci: Transformasi nilai, filmsasi, cerita anak, pelestarian budaya