Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS KESIAPSIAGAAN SISWA SMK MUHAMMADIYAH 01 SUKOHARJO DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KABUPATEN SUKOHARJO Kurniaaji, Bayu; Rahman, MS Khabibur; Wijayanti, Ary
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.46947

Abstract

Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana adalah suatu kondisi baik secara individu maupun kelompok memiliki kemampuan secara fisik dan psikis dalam menghadapi bencana. Kesiapsiagaan merupakan bentuk apabila terjadi suatu bencana maka cara yang terbaik adalah menghindari resiko tempat terjadinya bencana, tempat tinggal, seperti jauh dari jangkauan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan siswa SMK Muhammadiyah 01 Sukoharjo menghadapi bencana banjir yang sering terjadi di sekitar sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif serta pengumpulan data menggunakan angket yang disebarkan dengan memanfaatkan google form. Populasi seluruh Siswa SMK Muhammadiyah 01 Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Berdasarkan hasil pengolahan data angket menunjukkan bahwa kesiapsiagaan siswa SMK Muhammadiyah 01 Sukoharjo menghadapi bencana banjir masuk dalam kategori kurang siap dengan nilai indeks sebesar 54. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan yang rendah berpotensi meningkatkan kerentanan siswa terhadap dampak bencana. Dalam konteks banjir, hal ini bisa berupa terlambatnya proses evakuasi, tidak mengetahui langkah pertolongan pertama, hingga meningkatkan risiko trauma atau korban jiwa. Sekolah sebagai institusi pendidikan formal memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik siswa, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan hidup, termasuk dalam menghadapi bencana alam.
PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK DETEKSI PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2005 – 2020 DI KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO Rahman, MS Khabibur; Kusuma Wardana, Bagaskara Fajareto; Rahmawati, Talitha; Kurniaaji, Bayu
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i1.8328

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian mengetahui perubahan penggunaan lahan pada tahun 2005 - 2020 di Kecamatam Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Metode penelitian menggunakan studi kasus di Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo dengan analisis spasial menggunakan data citra satelit Landsat 5 LTM dan Sentinel 2 LA yang diperoleh dari Google Earth Engine. Data diproses menggunakan ArcGIS Pro untuk mendapatkan jenis dan luas penggunaan lahan. Validasi dilanjutkan dengan survey udara menggunakan pesawat tanpa awak pada daerah yang memiliki perubahan lahan yang signifikan. Hasil penelitian terjadi pengalihan, perubahan maupun penambahan di Kecamatan Mojolaban pada rentang tahun 2005 – 2020 berupa jumlah bangunan (permukiman dan industri) seluas 42,74 ha serta terjadi penurunan atau pengurangan pada lahan sawah seluas 229,37 ha dan lahan tutupan vegetasi seluas 42,74 ha.Abstract:  The purpose of the study was to determine changes in land use in 2005 - 2020 in Mojolaban Sub-district, Sukoharjo Regency. The research method uses a case study in Mojolaban District, Sukoharjo Regency with spatial analysis using Landsat 5 LTM and Sentinel 2 LA satellite image data obtained from Google Earth Engine. The data is processed using ArcGIS Pro to get the type and area of land use. Validation continued with aerial surveys using unmanned aircraft in areas that have significant land changes. The results of the study showed that there were transfers, changes, or additions in Mojolaban District in the range of 2005 - 2020 in the form of the number of buildings (residential and industrial) covering an area of 42.74 ha and a decrease or reduction in rice fields covering an area of 229.37 ha and vegetation cover area of 42, 74 ha.
Environmental Education Implementation Analysis by Social Studies Teacher at Junior High School Sukoharjo Regency, Indonesia Wijayanti, Ary; Rohsulina, Pranichayudha; Ali, M.; Kurniaaji, Bayu
International Journal of Social Learning (IJSL) Vol. 4 No. 3 (2024): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher in cooperation with Indonesian Social Studies Association (APRIPSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijsl.v4i3.248

Abstract

Environmental problems pose serious challenges, necessitating urgent action to prevent further damage. Implementing environmental education in junior high schools can engage students in maintaining and preventing environmental harm both within schools and communities. This study aims to evaluate how social studies teachers in Junior High Schools in Sukoharjo Regency implement environmental education and identify their obstacles. Employing a qualitative approach, the research describes data obtained through triangulation techniques, with analysis based on the Miles and Huberman model. Findings reveal that, as of 2022, 36 junior high schools in Sukoharjo Regency have been awarded the Adiwiyata program, categorized into four levels: 33 district-level, 21 provincial-level, four national-level, and four independent-level schools. Positive environmental impacts include maintained cleanliness, reduced pollution, and minimized environmental damage. However, challenges persist, such as limited funding, insufficient quality of human resources, and constrained space. These obstacles hinder the effective implementation of environmental education, underscoring the need for targeted support and resources to enhance program effectiveness.
EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Nur Rahmawati, Aulia; Firdaus, Dzaki Fikri; Kurniaaji, Bayu; Rachmawati, Anggita; Prastika, Cahya Harum; Mulyani, Indah Tri
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 5 No. 3 (2025): Batara Wisnu | September - Desember 2025
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v5i3.463

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) are plants that can be cultivated in the yard and used for traditional medicine, as a eradication, prevention and self-treatment. Knowledge related to TOGA needs to be trained as early as possible to support National Drug Security. Therefore, early education is necessary to instill awareness and understanding of the importance of TOGA in everyday life. The situation that occurred at SDN Alasombo 3 is that SDN Alasombo 3 must take a local content of Agriculture, but knowledge related to medicinal plants (TOGA) is still not taught. Through Community Service (PkM) activities, the team can contribute to improving health literacy of elementary school students through educational and participatory methods. PkM activities are carried out by providing education related to TOGA, providing assistance related to TOGA planting in the schoolyard, and handing over TOGA posters to be displayed in each classroom. PkM activities provide increased student knowledge based on pretest and posttest results with statistically significant results (p = 0.0034 < 0.005). The activity also received a response of "Very Satisfied" with a score of 93.1%.
In House Training: Pelatihan Edukator untuk Petani Jambu dalam Mendukung Pengembangan Agroeduwisata Terintegrasi Masyarakat di Jatirejo, Ngargoyoso, Karanganyar Kurniaaji, Bayu; Rohsulina, Pranichayudha; Rahmawati, Aulia Nur; Putri, Ardita Widya; Saputro, Bagas Ibnu
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1222

Abstract

Jatirejo merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Ngargoyoso yang menjadi tempat produksi buah jambu biji merah. Hal tersebut didukung oleh keberadaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) yang membawahi petani buah jambu biji merah di Jatirejo. P4S Putra Jambu sudah mampu berinovasi menghasilkan diversifikasi produk olahan buah jambu, hingga menciptakan paket wisata. Namun, keterlibatan petani dalam pelaksanaan wisata masih belum optimal. Sejauh ini, petani hanya terlibat dalam proses pertanian dan produksi olahan, namun tidak secara optimal terlibat untuk menjadi edukator selama kegiatan wisata dilaksanakan. Hal tersebut sangat disayangkan, karena sebagian besar petani memiliki pengetahuan praktis yang sangat kuat, tetapi belum mampu mengartikulasikannya dalam bentuk penjelasan yang sistematis, komunikatif, dan informatif. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan untuk mengukur dan meningkatkan keterampilan petani sebagai edukator wisata untuk mendukung pengembangan agroeduwisata jambu biji merah di Jatirejo, Ngargoyoso, Karanganyar.