Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

TINJAUAN SEMIOTIK NOVEL HIDAYAH DALAM CINTA KARYA ROHMAT NURHADI ALKASTANI DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA Rita Nilawijaya; Emilia Contessa; M. Rama Sanjaya; M Doni Sanjaya
Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021): BASTRANDO
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.443 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan struktur pembangun pada novel Hidayah dalam Cinta karya Rohmat Nurhadi Alkastani, (2) menganalisis nilai-nilai religius yang terkandung dalam novel Hidayah dalam Cinta karya Rohmat Nurhadi Alkastani dengan tinjauan semiotik, (3) mengimplementasikan hasil penelitian dalam pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah nilai religius dalam novel Hidayah dalam Cinta karya Rohmat Nurhadi Alkastani tinjauan semiotik. Data dalam penelitian ini adalah data yang berwujud kata, kalimat, dan paragraf yang mengandung nilai religius dalam novel Hidayah dalam Cinta. Sumber data primer penelitian ini adalah novel Hidayah dalam Cinta karya Rohmat Nurhadi Alkastani. Sumber data sekunder penelitian ini berupa skripsi, biografi pengarang, dan internet. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan teknik pustaka dan simak-catat. Teknik validitas data penelitian ini menggunakan triangulasi teori. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model pembacaan semiotik yang meliputi pembacaan heuristik dan hermeneutik. Berdasarkan analisis struktural, tema dalam novel Hidayah dalam Cinta karya Rohamat Nurhadi Alkastani tentang keberhasilan yang diperoleh karena beriman. Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur maju. Tokoh-tokoh yang dianalisis adalah Zein, Zakki, Uswah, Syakila, Maulida, Pak Budi Setyadi, Pak Kiai, Pak Mandor, Pak Tedy, Simbok, Melly, dan Billy. Latar pada novel meliputi latar tempat, waktu, dan sosial. Sudut pandang pada novel menggunakan sudut pandang orang pertama. Gaya bahasa yang digunakan adalah majas personifikasi dan simile. Hasil analisis religius dalam penelitian ini adalah terdapat dua nilai utama yang terkandung di dalam novel, yaitu akidah yang meliputi enam rukun iman (iman kepada Allah, malaikat, kitab, Rasul, hari akhir, takdir) dan ketetapan hati. Akhlak merupakan nilai yang meliputi: hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan alam, manusia dengan sesama manusia. Selain itu, akhlak juga dibedakan menjadi dua, yaitu akhlak baik (dipercaya, pemaaf, sabar, merasa cukup, dan kebersihan) dan akhlak buruk (egoistis, berdusta, pemarah, dengki, sombong, berlebih-lebihan, berbuat kerusakan, mengadu domba, dan mengolok-olok). Implementasi hasil penelitian novel Hidayah dalam Cinta sebagai bahan ajar sastra di SMA sesuai dan relevan untuk dijadikan bahan materi pembelajaran sastra. Novel Hidayah dalam Cinta mengandung unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik diimplementasikan pada siswa untuk menemukan tema, fakta cerita, serta sarana cerita. Unsur ekstrinsik pada novel diimplementasikan untuk menemukan nilai religius yang terdapat dalam novel tersebut.
ANALISIS PENGGUNAAN MAKSIM CARA GRICE DALAM NOVEL MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT KARYA MIRA W Emilia Contessa; Erwanto Erwanto; Rita Nilawijaya
Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2022): BASTRANDO
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.291 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan maksim cara dalam novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat karya Mira W Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dan pengamatan langsung dengan teknik analisis isi teks. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat karya Mira W. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam novel Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat karya Mira W secara keseluruhan terdapat 61 maksim cara, dengan rincian 33 penyimpangan maksim cara dan 28 maksim cara yang sesuai dengan prinsip kerja sama Grice. Beberapa faktor yang menyebabkan penyimpangan maksim cara dalam novel dapat terjadi dikarenakan banyak hal diantaranya dalam dialog tokoh terdapat kesopansantunan berbahasa pada orang yang lebih tua, suasana, budaya, situasi, waktu dan tempat saat percakapan berlangsung juga mampu menyebabkan penyimpangan maksim cara terjadi. Penggunaan maksim cara dan penyimpangan maksim cara pada dialog tokoh memang dapat memperkuat maksud dan tujuan dari percakapan yang ada, sehingga pembaca dapat lebih mudah mengerti maksud yang ingin disampaikan pengarang melalui karyanya.
“DI ATAS MAHLIGAI CINTA”: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DALAM SEBUAH NOVEL KARYA SRI ROKHATI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Rita Nilawijaya; Awalludin Awalludin; Tri Riya Anggraini
Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022): BASTRANDO
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.684 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur yang membangun novel DMC karya Sri Rokhati dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi tindakan kriminalitas dalam novel DMC karya Sri Rokhati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak, catat, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik dialektika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis struktural yaitu tema utama tentang kisah percintaan yang tulus, murni, dan suci, tidak akan pernah luntur dan hilang sampai maut memisahkan. Amanat yang disampaikan adalah bahwa aparat penegak hukum harus memiliki prinsip jujur, adil, dan bijaksana. Alur yang digunakan dalam novel DMC adalah alur maju. Tokoh-tokohnya Airin, Zakaria, Budiarso, Bunda, Ety, Aminah, Ucok, Erika, Tarjo, dan Parno. Latar dibagi menjadi tiga, yaitu latar lempat, latar waktu, dan latar sosial. Selanjutnya, Hasil penelitian tentang unsur-unsur kriminalitas dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra ditemukan dua faktor penyebab kriminalitas, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern yang menonjol adalah daya emosional pelaku kriminalitas yang tidak bisa terkontrol karena telah dibutakan oleh materi. Faktor ekstern penyebab kriminalitas yaitu faktor ekonomi yang selalu menimbulkan ketidakpuasan, faktor perkawinan yang tidak harmonis, dan faktor dorongan nafsu. Sikap budaya pengarang yag terdapat dalam novel DMC karya Sri Rokhati sehubungan dengan masalah kriminalitas yaitu tokoh jahat selalu mendapat hukuman dan tidak mendapatkan kebahagiaan diakhir cerita. Implementasi unsur kriminalitas dalam pembelajaran di SMA adalah menekankan kegiatan apresiasif sebagai usaha untuk membentuk pribadi yang imajinatif agar siswa dapat membuat karya-karya yang unik.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas IV SD Negeri 155 OKU Menulis Pengumuman Resmi Dengan Menerapkan Teknik Copy the Master Modification Rita Nilawijaya
Journal of Language Education (JoLE) Vol 2 No 1 (2018): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.422 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrifsikan upaya meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri 155 OKU menulis pengumuman resmi dengan menerapkan teknik Copy The Master Modification. Subjek penelitian ini siswa kelas IV SD Negeri 155 OKU tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 26 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Teknik penelitian yang dilakukan meliputi teknik pengumpulan data, yaitu dengan observasi dan tes, dan teknik penganalisisan datanya adalah dengan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik pembelajaran Copy The Master Modification pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 155 OKU. Hal ini ditandai dengan meningkatnya hasil rata-rata belajar siswa. Peningkatan hasil rata-rata siswa pada prasiklus, yaitu 57,84 menjadi 63,61 pada siklus I, 69,46 pada siklus II. Artinya, pada siklus II seluruh siswa sudah mencapai nilai KKM , yaitu 65. Dengan demikian target penelitian telah tercapai. Berdasarkan perhitungan, maka hipotesis tindakannya yaitu “ penggunaan teknik pembelajaran Copy The Master Modification dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri 155 OKU menulis pengumuman resmi” diterima. Oleh sebab itu disarankan agar ada usaha penelitian lebih lanjut dengan menjadikan penelitian ini sebagai bahan perbandingan.
Kemampuan dan Kesulitan Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Baturaja Memahami Unsur-Unsur Intrinsik Cerpen Awalludin Awalludin; Rita Nilawijaya; Aryanti Agustina
Jurnal Lentera Pedagogi Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Lentera Pedagogi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.403 KB) | DOI: 10.54895/lentera.v6i1.1406

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan memahami unsur intrinsik cerpen siswa kelas X SMA Muhammadiyah Baturaja dan untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan siswa kelas X SMA Muhammadiyah Baturaja dalam memahami unsur intrinsik cerpen. Populasinya adalah seluruh siswa kelas X SMA Muhammadiyah Baturaja yang berjumlah tiga kelas dengan 73 orang siswa, sampelnya 23 siswa. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Pendekatan strukturalisme. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis karya dengan cara melakukan penyelidikan terhadap unsur-unsur intrinsik cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 14 siswa (60,86%) dikategorikan tuntas dan sebanyak 9 orang (39,13%) dikategorikan tidak tuntas. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 75,34. Selanjutnya, hasil angket menunjukkan bahwa ada beberapa kesulitan siswa dalam memahami unsur intrinsik cerpen yaitu: kesulitan dalam menentukan tema dalam cerpen, kesulitan dalam mengidentifikasi penokohan dalam cerpen, kesulitan dalam menemukan amanat dalam cerpen, dan kesulitan dalam menemukan amanat dalam cerpen. Secara umum, berdasarkan analisis tes angket, siswa tertarik dalam pembelajaran memahami unsur intrinsik cerpen. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas X SMA Muhammadiyah Baturaja mampu memahami unsur intrinsik cerpen.
Kemampuan Siswa Kelas X SMA Sentosa Bhakti Baturaja Menentukan Frasa Adjektival dalam Paragraf Deskriptif Rita Nilawijaya; Awalludin Awalludin; Henny Nopriani
Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/bastrando.v3i1.2122

Abstract

The purpose of this study was to describe the ability of students of class X SMA Sentosa Bhakti Baturaja determine adjective phrases in the descriptive paragraphs. The population in this study were all students of class X SMA Sentosa Bhakti Baturaja by the number of 39 students, the sample size of 39 students. The method used in this research is descriptive method. Data collection techniques are objective testing and data analysis techniques are descriptive qualitative data analysis techniques. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that Traditionally, the average percentage of high school students' skills class X SMA Sentosa Bhakti Baturaja in determining phrase descriptive adjectives in the paragraph above the 66 scored as many as 23 people or 74.36%. Meanwhile, students who receive an excellent rating categories as many as 12 people or 30.77%, well as many as 17 people or 43.59%, quite as much as 3 or 7.69%, much less 4 people or 10.26%, and very less as much as 3 or 7.69%. Thus, it can be concluded that the students of class X SMA Sentosa Bhakti Baturaja was able to determine the adjective phrase descriptive paragraphs well. Therefore, it is recommended that no further research effort to make this study for comparison.
Kemampuan Menulis Paragraf Deskriptif Siswa Kelas V SD Negeri 6 OKU Menggunakan Model Pembelajaran Inquiri Based Learning Awalludin Awalludin; Rita Nilawijaya; Tri Riya Anggraini
Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/bastrando.v3i1.2124

Abstract

The purpose of this study was to determine the learning of Indonesian with using learning model inquiri Based Learning in Class V SD Negeri 6 OKU, and to investigate the increase in students' ability in writing descriptive paragraphs using learning model inquiri Based Learning. The method used in this study is an action research methods class. Data collection techniques, namely tests and observation techniques, and techniques of analyzing data is done by analyzing test data and observations data. Based on the entire population and sample 25 students, through writing test descriptive paragraphs in the first cycle increased, ie 61.32 during the pre cycle and increased to 74, 64 in the first cycle, and 1, 76 in cycle II. Based on the results of the second cycle all students have reached the standard overall KKM. Based on the result of test can be concluded that the students of Class V SD Negeri 6 OKU were able to write descriptive paragraph by using learning model of Inquiry Based Learning. As for advice to Indonesian teachers in general, it is advisable to try to apply this learning inquiri Based Learning in learning Indonesian.
Kemampuan Siswa Sekolah Dasar Menulis Puisi Menggunakan Media Lagu Awalludin Awalludin; Rita Nilawijaya; Emilia Contessa
Jurnal Lentera Pedagogi Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Lentera Pedagogi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/lentera.v7i1.1846

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan siswa sekolah dasar menulis puisi menggunakan media lagu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah esai dalam bentuk menulis puisi, selanjutnya, teknik penganalisisan datanya adalah teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mendapat nilai 80—100 dengan kategori mampu sekali sebanyak 3 orang atau 12,5%, yang mendapat nilai 66—79 dengan kategori mampu sebanyak 12 orang atau 50,0%, siswa yang mendapat nilai 56—65 dengan kategori cukup mampu sebanyak 9 orang atau 37,5%, siswa yang mendapat nilai 46—55 dengan kategori kurang mampu 0 orang atau 0% dan siswa yang mendapat nilai 45 ke bawah dengan kategori gagal 0 orang atau 0%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas V SD Negeri 6 Ogan Komering Ulu mampu menulis puisi dengan media lagu dengan baik. Selanjutnya, saran dalam penelitian adalah hendaknya guru mampu memilih dan menggunakan cara-cara yang tepat guna meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas V SD Negeri 6 Ogan Komering Ulu. Salah satu di antaranya adalah dengan menggunakan media lagu, untuk siswa agar dapat meningkatkan kemampuan dalam menulis puisi dengan sebanyak mungkin menyerap informasi yang berkaitan dengan hal itu dari berbagai sumber.
Struktur Dan Isi Mantra Lisan Masyarakat Desa Tanjung Kurung Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu: Sebuah Analisis Semiotik Tri Riya Anggraini; Awalludin Awalludin; Rita Nilawijaya
Jurnal Lentera Pedagogi Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Lentera Pedagogi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/lentera.v7i2.2313

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur dan isi mantra Lisan Masyarakat desa Tanjung Kurung kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu. Metode yang digumakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, teknik dan teknik rekam. Teknik penganalisisan data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif guna menjelaskan dan menganalisis Struktur dan Isi Mantra yang ada di Desa Tanjung Kurung. Hasil penelitian ini terlihat bahwa mantra yang terdapat pada mayarakat desa Tanjung Kurung yaitu mantra ketinggungan, mantra pergi ke hutan, mantra untuk berbedak, mantra untuk terkilir dan mantra untuk anak menangis malam. Dari mantra yang diperoleh akan dianalisis berdasarkan struktur mantra yaitu bunyi, kata, baris, bait, tipografi, dan isi mantra akan di analisis berdasarkan pembacaan semiotik yaitu pembacaan heuristik dan hermeneutik. Dengan demikian analisis mantra masyarakat desa Tanjung Kurung mempunyai struktur dan isi mantra. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disarankan bagi pengguna mantra agar bisa melestarikan mantra yang ada di daerah masing-masing dan informasi yang diperoleh dari ciri-ciri struktur dan isi mantra yang terdapat dalam mantra dapat dimanfaatkan bagi pengembangan dan perluasan wawasan dalam studi sastra yang bertolak dari fakta, serta dapat dijadikan ide untuk menciptakan karya yang modern.
Sikap Tokoh dalam Novel Burung-Burung Cahaya Karya Jusuf AN: Sebuah Analisis Psikologi Sastra Awalludin, Awalludin; Nilawijaya, Rita
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diksa.v7i1.10405

Abstract

The purpose of this study was to describe the attitudes of the characters in Jusuf AN novel Burung-Burung Cahaya through psychological analysis of literature. The method used in this research is descriptive method with literary psychology approach. The technique used to collect data is the literature study technique. After that, the data were analyzed using creation analysis techniques. Based on the results of the analysis and discussion, it shows that in the novel Burung-Burung Cahaya by Jusuf AN, there are several elements of attitude which include three components, namely cognitive, affective, and conative which are actualized with an attitude of compassion, obedience to the rules, attentiveness, and independence. The affective component is an emotional component related to a person's emotional life, such as pleasure, hate, bored, fear, or other feelings about something. The conative component is a behavior component which is a tendency to behave or act on certain objects. These three attitudes are shown by several characters including the characters Aku, Zulaikha, Shinta, and Sulam, because only these four characters can be identified in Jusuf AN's novel Burung-Burung Cahaya, while the other characters cannot be shown thoroughly because at a glance as a complement to the storyline. This made it difficult for researchers to determine the nature and attitudes in the characterization of Jusuf AN novel Burung-Burung Cahaya. Thus, the novel Burung-Burung Cahaya by Jusuf AN is a worthy and good novel to be read by all circles, because the novel contains many positive values and use values in social life.