Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kontribusi Kuat Lentur Polikarbonat Pada Pelat Beton Berpori (The Contribution of Polycarbonate Flexural Strength into Porous Concrete Slab) Nurtanto, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPolycarbonate is thermoplastic polymer group. It is easily formed using heat. Plastic has many advatages, namely thermal resistance compared to other types of plastic, resistant to impact, and very clear.The purpose of this research is to replace steel in reinforced concrete with polycarbonate and it is expected to contribute a good flexural strength on the porous concrete slab. The test specimen is 40x40x5 cm and the variation widths of polycarbonate are 2 cm, 4 cm, and 6 cm. Polycarbonates are arranged in the x direction and y direction, such as the reinforcement in concrete slab. The distance between the pores in concrete slab is 8 cm. Once the concrete aged 28 days, the next step is testing the flexural strength. The results show the concrete compressive strength is 24.699 MPa. The biggest average flexural test is in porous concrete slab with diameter of reinforcement is 6 mm. Meanwhile, for porous concrete slab without reinforcement and porous concrete slab with polycarbonate have flexural strength which is almost the same. This is because there is no bond between polycarbonate and concrete, so that the adhesion between them is very small and virtually non-existent. In addition, the results show that there is no contribution of polycarbonate flexural strength in concrete slab.Keywords: polycarbonate, flexural strength, porous concrete, plate, contribution AbstrakPolikarbonat adalah suatu kelompok polimer termoplastik yang mudah dibentuk dengan menggunakan panas. Plastik ini memiliki banyak keunggulan, yaitu ketahanan termal dibandingkan dengan plastik jenis lain, tahan terhadap benturan, dan sangat bening. Tujuan penelitian ini adalah mengganti material baja pada beton bertulang dengan polikarbonat dan diharapkan dapat memberikan kontribusi kuat lentur yang baik pada pelat beton berpori. Ukuran benda uji adalah 40x40x5 cm, dimana variasi ukuran lebar polikarbonat adalah 2 cm, 4 cm dan 6 cm. Polikarbonat disusun dalam arah x dan arah y, seperti penulangan pada pelat beton. Selanjutnya dilakukan pengecoran. Jarak antar pori pada pelat beton adalah 8 cm. Setelah beton berumur 28 hari maka dilakukan pengujian kuat lentur. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan karakteristik beton adalah sebesar 24.699 MPa. Hasil kuat lentur rata-rata yang paling besar terjadi pada pelat beton berpori dengan tulangan diameter 6 mm, sedangkan untuk plat beton berpori tanpa tulangan dan dengan polikarbonat hasil kuat lenturnya hampir sama. Hal ini dikarenakan tidak adanya lekatan antara lembaran polikarbonat dan beton, sehingga daya lekat polikarbonat terhadap beton sangat kecil dan bisa dikatakan tidak ada. Selain itu, hasil menunjukkan bahwa tidak adanya kontribusi kuat lentur polikarbonat pada beton berpori.Kata kunci: polikarbonat, kuat lentur, beton berpori, pelat, kontribusi
DESAIN PELAT BETON BERPORI DENGAN POLIKARBONAT Nurtanto, Dwi; Hasanuddin, Akhmad
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 2 No 2 (2015): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porous concrete which became one of the solutions in pavement construction and is a product that can be said to be successful in meeting the expectations as environmentally friendly construction. Polycarbonate is a thermoplastic polymer group, is formed by applying heat. This type of plastic is used widely in the chemical industry today. Plastic has many advantages, namely thermal resistance compared with other types of plastic, resistant to impact, and very clear. Research "Design of Porous Slab Concrete with Polycarbonate" as a solution in the construction of permeable pavement or impervious to the reservoir and is a product that can be expected as environmentally friendly construction. Examples of permeable pavement is existing streets in residential areas, sidewalks, parking lots, and park area. In this study will be made slab with thickness of 5 cm, width 40 cm length 40 cm of porous concrete which is used in making sheets of polycarbonate  pores and porous concrete slab is expected to have a compressive strength and flexural high enough and friendly environment. As an outcome of this study is expected porous slab is used for road pavement, parking lot, residential or rural road vehicle load is not heavy intensity. The results of the study with a polycarbonate porous concrete slab can be summarized as follows: Plates are ideal for porous plate is polycarbonate plate with a distance of 8 cm, which is similar to the strong bending without polycarbonate slab and permeability is also good.
INSPEKSI KESELAMATAN JALAN PADA LOKASI RAWAN KECELAKAAN JALURPROBOLINGGO-LUMAJANG (KM SBY 82+650-KM SBY 118) Reggar, Rossy Marcianus; Hasanuddin, Akhmad; Nurtanto, Dwi
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 2 No 2 (2015): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalur Probolinggo-Lumajang adalah jalur yang menghubungkan Jawa Timur bagian selatan dengan bagian barat. Jalur tersebut dibagi menjadi dua ruas, yaitu ruas Pasuruan-Probolinggo (82+650 Km Sby-104 Km Sby) dan ruas Probolinggo-Lumajang (104 Km Sby-118 Km Sby). Jalur tersebut dilalui oleh berbagai macam jenis kendaraan sehingga memiliki potensi terjadinya kecelakaan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mencari daerah rawan kecelakaan di jalur Probolinggo-Lumajang, kemudian melakukan inspeksi terhadap jalur tersebut dan memaparkan hasilnya berdasarkan penilaian defisiensi keselamatan pada lokasi penelitian. Hasil inspeksi keselamatan jalan dihitung dengan indikator nilai resiko penanganan defisiensi keselamatan. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan inspeksi keselamatan jalan yaitu: aspek geometrik jalan yang meliputi posisi elevasi bahu jalan terhadap elevasi tepi perkerasan, lebar bahu jalan; aspek perkerasan yang meliputi kerusakan berupa lubang, amblas, gelombang, dan genangan air; aspek harmonisasi rambu, marka,dan sinyal; serta aspek penerangan jalan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan ruas jalur Pasuruan-Probolinggo memiliki nilai R sebesar 1322 poin dan ruas Probolinggo-Lumajang memiliki nilai R sebesar 990 poin. Hasilnya menunjukkan bahwa defisiensi penerangan memiliki nilai defisiensi yang paling tinggi, sehingga harus segera di atasi untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan.
PENGARUH VARIASI PROSENTASE SUPERPLASTICIZER TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN POROSITAS BETON BERPORI Tyas, Yulia Wahyuning; Nurtanto, Dwi; Krisnamurti, Krisnamurti
Media Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i2.11053

Abstract

Penggunaan beton berpori sebagai penutup lahan merupakan inovasi dan terobosan untuk memecahkan masalah limpasan permukaan pada musim penghujan. Beton berpori merupakan beton ramah lingkungan yang dapat meningkatkan muka air tanah. Namun, beton berpori memiliki nilai kuat tekan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi beton berpori dengan mengamati  pengaruh penggunaan superplasticizer terhadap sifat mekanik beton berpori. Pembuatan beton berpori menggunakan nilai fas yang terkecil, agar didapat peningkatan daya lekat antara semen dengan agregat lainnya. Hal ini membuat pengerjaan beton semakin sulit. Oleh karena itu, digunakan superplasticizer, untuk meningkatkan workability yang baik. Penelitian ini menggunakan variasi superplasticizer sebesar 0%, 0,3%, 0,6% dan 0,8%. Bahan campuran menggunakan agregat batu pecah dengan ukuran seragam 10 mm dan  pasir sebanyak 20%. Hasil pengujian slump dari keempat perlakuan tersebut didapatkan hasil 0 cm. Pada Pengujian kuat tekan, didapatkan nilai optimum pada prosentase superplasticizer 0,6%. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penambahan superplasticizer yang melebihi batas optimum menyebabkan kuat tekan beton menjadi turun.
Pemanfaatan Abu Ampas Tebu dan Abu Sekam Padi Sebagai Pozzolan dengan Agregat Kasar Batu Skoria pada Beton Ringan Struktural Nurtanto, Dwi; Kustantiyo, Muhammad Fahad; Utami, Nanin Meyfa; Suyoso, Hernu
Rekayasa Vol 13, No 2: August 2020
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.274 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v13i2.6246

Abstract

Study ini membandingkan kuat hancur, berat volume antara beton ringan dengan beton dengan mengganti sebagian semen (PC) dengan limbah pertanian.  Limbah pertanian yang dimaksud adalah sekam padi dan ampas tebu. Penggunaan limbah pertanian tersebut sebaga material pengganti semen dikarenakan mempunyai sifat pozzolan yang cukup tinggi.  Pemakaian limbah pertanian ini dengan membakar ampas tebu dan sekam padi dengan suhu tertentu sehingga menjadi abu. Limbah tebu diambil dari Pabrik Gula Prajekan Bondowoso, dibakar dengan suhu 8000C  selama 8 jam. Limbah Padi diambil dari limbah Pabrik Padi di Kalisat Jember, dibakar dengan suhu 8500C selama 45 menit. Kandungan silika dari hasil pembakaran tersebut masing-masing sebesar 59,5% dan 79,5% . Prosentase pengganti sebagian PC sebesar 5%, 10%, 15% dan 20%, dengan perbandingan campuran abu ampas tebu (AAT) dan abu sekam padi (ASP) adalah 1:1. Pengujian dilakukan pada umur 28 hari dengan bentuk benda uji silender berukuran 10x20 cm. Hasil kuat hancur tertinggi pada benda uji dengan subsitusi PC sebesar 5% dan berat volume yang terendah pada benda uji dengan pengantian semen sebesar 20%. Effect of Cement Substitution with Agricultural Waste on Lightweight Structural ConcreteThis study compares the shattering strength, volume weight between lightweight concrete and concrete by replacing part of the Portland cement (PC) with agricultural waste. The agricultural waste in question is rice husk and sugarcane bagasse. The use of agricultural waste is as a substitute for cement because it has quite high pozzolanic properties. Use of this agricultural waste by burning sugarcane bagasse and rice husk with a certain temperature so that it becomes ash. Sugarcane waste is taken from Bondowoso Prajekan Sugar Mill, burned at 8000C for 8 hours. Rice waste is taken from the rice factory waste in Kalisat Jember, burned at 8500C for 45 minutes. The silica content of the combustion products was 59.5% and 79.5%, respectively. The percentage of partial PC replacement is 5%, 10%, 15%, and 20%, with a ratio of bagasse ash (BA) to rice husk ash (RHA) is 1: 1. The test was carried out at 28 days in the form of a 10 x 20 cm slender test object. The highest yield of crushing strength in specimens with PC substitution of 5% and the lowest volume weight in specimens with cement replacement of 20%.
Kontribusi Kuat Lentur Self Compacting Concrete (SCC) dengan Menggunakan Gypsum, Fiberglass, dan Tulangan Baja sebagai Perkerasan Kaku Suyoso, Hernu; Nurtanto, Dwi; Widiarti, Wiwik Yunarni; Ratnaningsih, Anik; Hasanuddin, Ahmad
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.193 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.4691

Abstract

Sarana transportsi terus mengalami kemajuan, hal ini karena meningkatnya mobilitas masyarakat yang berimbas pada sarana transportasi darat. Pembangunan infrastruktur transporatasi jalan menggunakan beton mutu tinggi sebagai pengganti aspal atau perkerasan kaku. Beton mutu tinggi memiliki fas yang kecil sehingga dibutuhkan semen yang banyak dalam pembuatannnya, hal ini dapat berakibat pada workabilty dimana mempersulit pekerjaan untuk proses perataan dan pemadatan beton tersebut. Self Compacting Concret (SCC) adalah beton yang memiliki tingkat workability tinggi sehingga dapat mengalir dan memenuhi seisi bekisting dengan beratnya sendiri tanpa adanya getaran. Penggunaan beton SCC dalam perkerasan kaku dapat mempermudah pekerjaan, namun beton SCC memiliki sifat getas yang dimiliki oleh beton lain pada umumnya, sementara dalam perkerasan kaku lebih mengutamakan kuat lentur. Serat dapat menambah kuat tarik, lentur dan dektalitas beton sehingga menambah keawetan perkerasan kaku sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya retak, dalam penelitian ini menggunaka serat gypsum, fiberglass dan tulangan baja
Pengaruh Perawatan Air Laut dan Air Tawar terhadap Kuat Tekan Beton Geopolymer yang Memadat Sendiri Nurtanto, Dwi; Rahayu, Adelia Adyb; Wahyuningtyas, Winda Tri
Rekayasa Vol 14, No 1: April 2021
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v14i1.8375

Abstract

The replacement of 10% cement as pozzolan material with cementitious materials such as fly ash and rice husk ash aims to improve the quality and durability of concrete to aggressive environments, under normal environmental conditions fly ash and rice husk ash are able to improve the quality of concrete. Based on the review was conducted research on the influence of curing sea water and fresh water to strong press self-compacting concrete with fly ash and rice husk ash as a substitute for cement. Cylindrical test objects measuring 10 x 20 cm with strong concrete press testing at the age of 28 and 56 days to determine the durability of concrete to aggressive environments. The process of curing sea water affects the compressive strength as well as the durability of concrete at the age of 28 and 56 days. The highest average compressive strength increases by 19-24% from normal concrete.
Perbandingan Metode Pembuatan Beton Geopolymer Terhadap Sifat Mekanik dan Porositas Rizky Miftahul; Ketut Aswatama Wiswamitra; Dwi Nurtanto
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v8i1.9250

Abstract

Penggunaan semen sebagai bahan konstruksi dinilai kurang ramah lingkungan karena pada proses pembuatan semen menghasilkan karbon dioksida CO2. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan maka dibutuhkan alternatif bahan pengganti semen yakni beton geopolymer. Beton geopolymer tersusun atas prekursor fly ash dan alkali aktivator (NaOH dan Na2SiO3). Selain prekursor dan alkali aktivator bahan campuran dalam beton geopolymer adalah zeolit. Geopolymer memiliki struktur yang mirip dengan zeolit. Penggunaan zeolit dapat mempercepat reaksi pengerasan beton dan meningkatkan kuat tekan. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan metode pembuatan beton geopolymer terhadap sifat mekanik dan porositas. prosedur yang digunakan adalah metode pembuatan langsung, metode pembuatan terpisah dan metode penuangan langsung. Hasil yang diperoleh kuat tekan dan kuat tarik belah beton geopolymer tertinggi pada metode pembuatan terpisah yakni 40,89 MPa untuk kuat tekan dan 3,30 MPa untuk kuat tarik belah beton, sedangkan pada metode pembuatan langsung diperoleh kuat tekan sebesar 37,76 MPa dan kuat tarik belah sebesar 3,18 MPa, lalu untuk metode penuangan langsung diperoleh kuat tekan sebesar 36,08 MPa dan kuat tarik belah sebesar 2,62 MPa. Selain itu pada pengujian porositas metode pembuatan terpisah memiliki persentase porositas terkecil yakni 9,37%, dan untuk metode pembuatan langsung dan penuangan langsung berturut-turut sebesar 10,73% dan 11,79%.
Pengaruh Variasi Prosentase Superplasticizer terhadap Sifat Mekanik dan Porositas Beton Berpori Yulia Wahyuning Tyas; Dwi Nurtanto; Krisnamurti Krisnamurti
Media Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i2.11053

Abstract

Penggunaan beton berpori sebagai penutup lahan merupakan inovasi dan terobosan untuk memecahkan masalah limpasan permukaan pada musim penghujan. Beton berpori merupakan beton ramah lingkungan yang dapat meningkatkan muka air tanah. Namun, beton berpori memiliki nilai kuat tekan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi beton berpori dengan mengamati  pengaruh penggunaan superplasticizer terhadap sifat mekanik beton berpori. Pembuatan beton berpori menggunakan nilai fas yang terkecil membuat pengerjaan beton semakin sulit. Oleh karena itu, digunakan superplasticizer, untuk meningkatkan workability. Penelitian ini menggunakan variasi superplasticizer sebesar 0%, 0,3%, 0,6% dan 0,8%. Bahan campuran menggunakan agregat batu pecah dengan ukuran seragam 10 mm dan  pasir sebanyak 20%. Hasil pengujian slump dari keempat perlakuan tersebut didapatkan hasil 0 cm. Pada Pengujian kuat tekan, didapatkan nilai optimum pada prosentase superplasticizer 0,6%. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penambahan superplasticizer dapat meningkatkan kuat tekan dan mempermudah pengerjaan. Namun penambahan superplasticizer yang melebihi batas optimum menyebabkan kuat tekan beton menjadi turun.
THE ANALYSIS OF RECTANGULAR COLUMN PERFORMANCE TOWARDS STRUCTURAL REINFORCED CONCRATE ELEMENTS BEHAVIOR Celica Amira; Dwi Nurtanto; Nanin Meyfa Utami
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2019): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.579 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v3i2.11273

Abstract

The column has a different cross-sectional capacity based on the direction of the X and Y moments based from the cross section. This research analyzes the performance of reinforced concrete by transformis the square column that already exists into a rectangular column with the function of the building is apartment. The result of this research was to find out performance of rectangular column on the behavior of high building structure. This Research analyzes two shapes of column rectangular and Square with the same area of concrete and reinforcement with all sides equal. Structure will be modeled by structural analysis program. Analyze using interaction diagram by structural analysis program. to find out the collapse of the column. The results of this Research indicates that axial load in any cross section has the same values, as long as the column has the same cross-sectional area and total of reinforcement area. Moment and shear loads with rectangular have a smaller Force on the strong axis X, while in weak axis Y have a greater Force. The displacement on the strong axis X with Square column have a smaller deviations of 10,81%, while on the weak axis Y have a greater deviations of 12,05%. Kolom memiliki kapasitas penampang yang berbeda berdasarkan arah momen X dan Y jika dilihat dari sisi penampangnya. Penelitian ini menganalisis kinerja struktur beton bertulang dengan merubah bentuk persegi sama sisi menjadi bentuk persegi panjang dengan fungsi bangunan sebagai apartemen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja kolom dengan bentuk persegi panjang terhadap perilaku struktur gedung seperti simpangan dan gaya dalam pada gedung dalam menerima beban gempa. Penelitian ini dilakukan dengan dua bentuk penampang, yaitu persegi sama sisi dan persegi panjang dengan luas penampang beton serta luas tulangan sama dengan tulangan merata. Struktur dimodelkan menggunakan program bantu struktur. Menganalisis kolom menggunakan diagram interaksi dengan program bantu struktur untuk mengetahui letak keruntuhan kolom. Hasil analisis menunjukkan gaya aksial dalam bentuk penampang apapun memiliki hasil yang sama, selama memiliki luas penampang kolom dan luas tulangan total yang sama. Gaya momen dan gaya geser kolom persegi panjang menghasilkan gaya yang lebih kecil pada sumbu kuat X, sedangkan pada sumbu lemah Y menghasilkan gaya yang lebih besar. Simpangan struktur antar lantai pada sumbu kuat X dengan penampang kolom persegi sama sisi menghasilkan simpangan yang lebih kecil 10,81%, sedangkan pada sumbu lemahnya menghasilkan simpangan lebih besar yaitu 12,05%.