Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Korelasi Kuat Tekan Beton Dan Ketahanan Sulfat Pada Beton Normal Dengan Penambahan Kaolin Sebagai Subtitusi Parsial Semen Utami, Nanin Meyfa; Baihaki, Muhammad Atiqurrohman; Nurtanto, Dwi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.807

Abstract

Abstrak Komposisi campuran dalam pembuatan beton dapat divariasikan dengan menambahkan bahan lain yang disebut pozzolan dengan tujuan untuk mengurangi penggunaan semen, memperbaiki sifat beton dan meningkatkan kekuatan beton. Salah satu material pozzolan tersebut yang bisa digunakan adalah kaolin. Pada penelitian ini dilakukan uji kuat tekan beton pada umur 7 dan 28 hari pada beton dengan penambahan kaolin sebagai subtitusi semen sebesar 0%, 5%, 10% dan 15% dan dilakukan uji ketahanan beton terhadap serangan kimia yaitu asam sulfat (H2SO4) dengan konsentrasi 98%. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm dengan dua metode perawatan yaitu perendaman sulfat dan perawatan suhu ruangan. Mutu beton yang direncanakan adalah 30 MPa dengan FAS sebesar 0,5. Hasil pengujian kuat tekan rata-rata beton umur 28 hari dengan metode perawatan suhu ruangan pada beton normal (BN) adalah sebesar 24,77 MPa, pada beton kaolin 5% (BK5) adalah 19,54 MPa, pada beton kaolin 10% (BK10) adalah 16,91 MPa, dan pada beton dengan kaolin 15% (BK15) adalah sebesar 15,46 MPa. Sedangkan hasil kuat tekan beton rata-rata dengan variasi kaolin pada subtitusi semen  sebesar 0% (BN), 5% (BK5), 10% (BK10) dan 15% (BK15) dengan metode perawatan perendaman sulfat adalah sebesar 21,59 MPa, 18,15 MPa, 15,83 MPa, dan 14,53 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bawha perendaman sulfat dapat membuat beton mengalami kerusakan, mengalami penurunan berat dan dapat membuat beton mengalami penurunan kuat tekan terbesar hingga 12,86% pada variasi 0%. Kata kunci: Kaolin, asam sulfat, ketahanan sulfat.  Abstract The composition of the mixture in the manufacture of concrete can be varied by adding another material called pozzolan with the aim of reducing cement consumption, improving concrete properties and increasing concrete strength. One of the pozzolanic materials that can be used is kaolin. Because the purpose of this study was to test the strength of concrete at the age of 7 and 28 days with or without kaolin mixture with variations in cement substitution of 0%, 5%, 10% and 15% in a corrosive environment for the compressive strength and durability of concrete against chemical attack, namely sulfuric acid (H2SO4) with a concentration of 98%. The test object used is cylindrical with a diameter of 10 cm and a height of 20 cm with two treatment methods, namely treatment with sulfate immersion and room temperature treatment. The planned concrete quality is 30 MPa with a FAS of 0.5. The results of testing the average compressive strength of concrete aged 28 days with the room temperature treatment method on normal concrete (BN) is 24.77 MPa, on 5% kaolin concrete (BK5) is 19.54 MPa, on 10% kaolin concrete (BK10 ) is 16.91 MPa, and in concrete with 15% kaolin (BK15) it is 15.46 MPa. While the results of the average compressive strength of concrete with variations of kaolin in cement substitution are 0% (BN), 5% (BK5), 10% (BK10) and 15% (BK15) with the sulfate immersion treatment method is 21.59 MPa, 18.15 MPa, 15.83 MPa, and 14.53 MPa. The results showed that sulphate immersion can cause concrete damage, decrease in weight and can make concrete experience the greatest decrease in compressive strength up to 12.86% at 0% variation. Keywords: Kaolin, sulfuric acid, sulfate resistance.
Pelatihan Pengolahan Bonggol Jagung Menjadi Agregat Kasar Buatan Sebagai Pemanfaatan Limbah di PT. Benih Citra Asia Rahmadina, Annisa; Nurtanto, Dwi; Pranadiarso, Tedy; Putri, Fidyasari; Supriono, Lyya; Rahman, Ricky; Oktavia, Reny
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1752

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di PT Benih Citra Asia (BCA) Jember. PT BCA bergerak di bidang produksi benih tanaman pangan dan holtikultura. Dalam proses produksinya, Perusahaan menghasilkan limbah organik berupa bonggol jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian dalam bentuk pelatihan pengolahan bonggol jagung menjadi agregat kasar buatan sebagai upaya pemanfaatan limbah pertanian yang ada di PT BCA dan penerapan konsep green materials di lingkungan industri benih. Metode pelaksanaan meliputi tahap survei lapangan, studi pustaka, pembuatan prototype agregat buatan, pembuatan materi pelatihan dan pelaksaan pelatihan. Peserta berasal dari karyawan PT BCA yang sekaligus masyarakat di sekitar PT. Pelatihan difokuskan pada penyampaian materi dan praktik langsung dalam pengolahan bonggol jagung yang akan menjadi agregat kasar buatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah limbah bonggol jagung menjadi agregat kasar buatan. Selain itu, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah pertanian bernilai guna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan menjadi model penerapan teknologi berbasis limbah organik di industri dan mendukung Pembangunan berkelanjutan yang ramah akan lingkungan.
INOVASI DESAIN RUMAH MODULAR-TUMBUH BERBASIS SISTEM RISHA OLEH PRODI D4 TEKNOLOGI REKAYASA BANGUNAN GEDUNG UNIVERSITAS JEMBER Yanuar, Setiyo Ferdi; Dwisad, Rino; Khaulan, Dian Wahyu; Nurtanto, Dwi; Subchan, Bagas Rahmandita; Arifin, Syamsul; Junaidi, Imam; Prasetyo, Slamet Budi
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v9i2.7651

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain rumah modular-tumbuh berbasis sistem Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) sebagai inovasi arsitektur yang efisien, sehat, dan kontekstual bagi keluarga muda. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan model eksperimen desain (design experiment), yang mengintegrasikan kajian literatur, eksplorasi desain, dan simulasi spasial. Lahan perancangan berukuran 12 × 11 meter, dengan empat tipe rumah yang dikembangkan secara bertahap: RISHA Start (18+3,5 m²), Grow (27+3,5 m²), Life (36+3,5 m²), dan Bloom (54+5,4 m²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem panel modular 3×3 meter mampu menghasilkan tata ruang yang efisien dan mudah dikembangkan tanpa mengubah struktur utama. Prinsip rumah sehat diterapkan melalui ventilasi silang, pencahayaan alami, dan pemisahan zona basah. Gaya industrial minimalis memperkuat identitas visual rumah modular agar tetap estetis dan modern. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa sistem RISHA dapat menjadi model arsitektur adaptif dan berkelanjutan, sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi pracetak dalam pendidikan vokasi dan pembangunan perumahan masa depan di Indonesia.
PERBANDINGAN MIX DESIGN SNI 03-2834-2000 DAN SNI 7656:2012 DITINJAU DARI PROSES PENGECORAN BETON NORMAL Foulhudan, Joerda; Nurtanto, Dwi; Krisnamurti, Krisnamurti
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.834 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i2.48172

Abstract

Beton merupakan material yang hampir 60% digunakan dalam pekerjaan konstruksi dan dipadukan dengan baja. Agregat halus, agregat kasar, semen, dan air merupakan material dari beton. Mix design dan proses pengecoran sangat menentukan mutu beton. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan mix design dan proses pengecoran yang tepat untuk mendapatkan kuat tekan optimum. Mix design pada penelitian ini menggunakan SNI 03-2834-2000 dan SNI 7656:2012 kemudian dikombinasi dengan tiga variasi urutan pemasukan material (agregat kasar - agregat halus - semen) dan ada dua metode pemasukan air yaitu, pemasukan air di akhir langkah (dry mixing) dan  pemasukan air pada setiap langkah pemasukan material (wet mixing). Sehingga terdapat 12 variasi penelitian. Berdasarkan hasil pengujian, kuat tekan optimum yang dihasilkan adalah 43,52 MPa pada variasi penelitian P2M12 dengan proses pelaksanaan pengecoran yaitu, kerikil, semen, pasir, dan ditambahkan air pada akhir proses pengecoran (dry mixing) dan mix design yang digunakan adalah SNI 7656:2012. Jika dilihat dari nilai standar deviasi yang kecil maka dapat dikatakan hasil kuat tekan valid karena interval data tidak terlalu jauh. Namun, nilai kuat tarik yang dihasilkan tidak optimum yaitu sebesar 3,29 MPa meskipun nilai standar deviasinya kecil dan terbilang valid sedangkan untuk nilai modulus elastisitas adalah 10991,89 MPa dan nilai standar deviasi nya tinggi.
Perkuatan Lereng pada Sempadan Sungai Jl. Sultan Agung Kabupaten Jember dengan Dinding Penahan Tanah Kantilever Luqman Hakim; Paksitya Purnama Putra; Dwi Nurtanto
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 9 No 2 (2021): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v9i2.2864

Abstract

The land collapsed on Jl. Sultan Agung, Jompo, Jember Regency was reported. A team from the Regional Disaster Management Agency (BPBD) found cracks in the ground under a shop since February 2019. This incident resulted in a landslide of a road with approximately 45 meters long and 10 meters wide that it blocked the river flow, and nine shophouses, which are the assets of the Jember Regency government, collapsed as deep as approximately 4 meters. The cantilever type retaining wall is designed in the landslide area as an effort to revitalize the banks of Jompo river on Jalan Sultan Agung. Cantilever wall design stability refers to SNI 8460: 2017 and was assisted by using the GEO 5 program. The stability of cantilever walls against overturning shows a safety factor value of 3.72 that greater than 2 (safe condition), whereas the stability of cantilever walls against sliding was 1.61 that greater than 1.5 (safe condition), and the stability of the bearing capacity was 8.18 that greater than 3 (safe condition). Cantilever wall structure using concrete quality (Fc ') 40 MPa, and reinforcement quality (Fy) 420 Mpa, with a diameter and a distance of 25 mm and 125 mm respectively. Additional reinforcement was given to the Cantilever Wall, i.e. a bore-pile with a diameter of 60 cm which was fixed to a depth of 6 meters.
Perencanaan Perkuatan Lereng Menggunakan Geoframe di Jalan Raya Dampit-Lumajang Lafridha Alyazahari; Luthfi Amri Wicaksono; Dwi Nurtanto
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 10 No 1 (2022): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v10i1.2933

Abstract

A Landslide is the movement of soil mass or rock constituents down the slope due to disturbance of soil stability. One of the factors that affect soil stability is the rainy season as happened in Sumberwuluh Village, Candipuro District, Lumajang Regency. The alternative used to stabilize the slope is by changing the slope geometry, then adding geoframe reinforcement. This study aims to determine the value of the factor of safety (SF) of unreinforced slopes, after changing the slope geometry, and after being given geoframe reinforcement. The method used in analyzing slope stability is the Ordinary/Fellenius method. The results of the calculation of slope stability without reinforcement using the Rocscience Slide software obtained a SF of 0.719, while the manual calculation obtained a SF of 0.7191. The two values ​​of the safety factor are less than 1.25, which means that landslides often occur. The results of the calculation of slope stability after changing the geometry of the slopes obtained a SF of 0.828 where the value is less than 1.25 which means that landslides often occur. The slopes that have been changed geometry are added with geoframe reinforcement. The results of the calculation of slope stability using geoframe reinforcement obtained a SF of 1.315 where the value is more than 1.25 which means that landslides are rare or slope in a safe condition.