Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PELATIHAN PERCAKAPAN ANTARA IBU DAN ANAK DALAM BAHASA LOKAL: BERKONTRIBUSI PADA PEMBENTUKAN KARAKTER POSITIF ANAK Ypsi Soeria Soemantri; Ekaning Krisnawati; Eko Wahyu Koeshandoyo
Dharmakarya Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i4.26050

Abstract

Ketika seorang anak masih balita, ia akan  mendapat pendidikan  karakter dari orang tuanya. Setelahmasuk sekolah, anak tersebut akan mendapatkan pendidikan formal mengenai pendidikan karakter. Sebetulnya, seorang ibu mempunyai andil yang cukup besardalammembentuk perilakuanak, supayamenjadi anak yang “berkarakter”. Anak berkarakter adalah anak yang memiliki karakter positif, yaituanak yang berperilaku baik dan kuat secara mental dan tidak cepat berputus asa, dan anak yang cerdas secara emosional dan kognisi. Percakapan yang baik dan penuh kasih saying dari seorang ibu kepada anakanya memberikan dampak yang sangat positif. Dalam PengabdianKepada Masyarakat diadakan pelatihancara berkomunikasi ibu  dengan anaknya dalam membantu membentuk karakter positif anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teori diambil dari Sibarani (2015) dan Ratna (2014). Hasil yang diperoleh adalah sebaiknya percakapanibu dan anak dilakukan dengan santai, ibu bertanya mengenai kegiatanan, ajukan pertanyaan dengan nada yang ramah, berikan pujian, berbicara mengenaitopik yang menarik bagianak, berdoa bersama-sama dan memberikan nasihat tanpa disadari oleh anak.
REPRESENTASI WANITA DALAM POSTER IKLAN PENGHARUM PAKAIAN “DOWNY”: KAJIAN SEMIOTIKA PEIRCE Shifa Nur Zakiyah; Dian Indira; Riza Lupi Ardiati; Ypsi Soeria Soemantri
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1401.649 KB) | DOI: 10.23917/kls.v6i2.15055

Abstract

This research is motivated by the researcher's interest in the "Downy" clothing fragrance advertisement poster which has a variety of different themes so that they want to find out more about the meaning of the depiction on the advertisement poster. The purpose of this study is to describe the representation of women on the "Downy" branded clothing fragrance advertisement poster. This study uses a descriptive qualitative method. The data collection method used in this research is the referential method. The technique used to analyze the data is the matching technique with the informal presentation method. The data is taken from the advertisement poster for the clothing fragrance "Downy" with the theme of women with a different appearance taken from the Facebook "Downy Indonesia". The theory used in this study is the semiotic theory of Charles Sander Peirce to examine icons, indexes,  and symbols or commonly known as trichotomy theory. The results of the analysis show that the advertising poster for "Downy" clothing fragrances represents women as innocent, beautiful and feminine. Women also appear elegant, luxurious and confident with expensive fragrances. In addition, a woman when she becomes a mother will protect her family from everything, including everything that will be used by the family. Through the representation of women on each advertising poster, the product has succeeded in introducing and influencing consumers, especially women, to use “Downy” clothing fragrance.Keywords: semiotics, Peirce, Downy advertising, representation, women.
Place-Naming (Toponymy) of Kecamatan in Bandung: A Morphological Study Intan Siti Nugraha; Lia Maulia Indrayani; Ypsi Soeria Soemantri
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol 8, No 1 (2020): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Litera
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v8i1.1325

Abstract

This study aims to analyze the morphological processes occupied in place-naming of Kecamatan in Bandung and attempts to classify the place-naming of Kecamatan in Bandung based on toponymy rules by Nash (2015). Descriptive qualitative research design was employed in this study. The investigation of thirty names of Kecamatan in Bandung shows that there are only three types of morphological process in naming Kecamatan in Bandung. They are compounding, borrowing and blending. In term of toponymy rules, the patterns are various in each morphological process: (1) A Single (Proper) Noun; (2) Two Nouns: (Generic) Noun + (Proper) Noun; and (3) (Proper) Noun + Adjective.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI Ypsi Soeria Soemantri
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam era globalisasi ini, media sosial di dunia berkembang dengan sangat pesat, informasi dari dunia global sangat mudah ditangkap oleh media sosial di dalam negeri. Pelajar-pelajar Indonesia akan menerima informasi global dari berbagai media,terutama dari internet dan televisi. Masuknya film-film dari budaya asing seperti Jepang, Korea, Amerika Serikat, Rusia dan lain-lain akan memberikan dampak negatif pada pelajar-pelajar Indonesia. Pembentukan karakter pelajar-pelajar Indonesia selayaknya diperoleh dari karya-karya yang diciptakan oleh pengarang Indonesia dengan budaya Indonesia, sehingga anak-anak Indonesia menghargai budaya dan karakter bangsanya. Para pelajar Indonesia, terutama di sekolah menengah mendapatkan pelajaran kesusastraan Bahasa Indonesia, namun apakah cukup seimbang dengan budaya asing yang masuk melalui media sosial. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan ciri-ciri pendidikan karakter melalui karya sastra yang perlu diterapkan di Indonesia di era globalisasi ini dan mendeskripsikan strategi yang digunakan dalam mengajarkan pendidikan karakter pada pelajar di Indonesia. Teori yang digunakan adalah teori dari Prof Nyoman Kutha Ratna (2014) dan Rahyono (2015). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analisis. Sumber data diambil dari buku-buku Sastra Indonesia yang digunakan di sekolah menengah dan dari internet. Kata-kata Kunci: pendidikan karakter, sastra indonesia, media sosial, pelajar, era globalisasi
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI Ypsi Soeria Soemantri
FKIP e-PROCEEDING 2017: SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi ini, media sosial di dunia berkembang dengan sangat pesat, informasi dari dunia global sangat mudah ditangkap oleh media sosial di dalam negeri. Pelajar-pelajar Indonesia akan menerima informasi global dari berbagai media,terutama dari internet dan televisi. Masuknya film-film dari budaya asing seperti Jepang, Korea, Amerika Serikat, Rusia dan lain-lain akan memberikan dampak negatif pada pelajar-pelajar Indonesia. Pembentukan karakter pelajar-pelajar Indonesia selayaknya diperoleh dari karya-karya yang diciptakan oleh pengarang Indonesia dengan budaya Indonesia, sehingga anak-anak Indonesia menghargai budaya dan karakter bangsanya. Para pelajar Indonesia, terutama di sekolah menengah mendapatkan pelajaran kesusastraan Bahasa Indonesia, namun apakah cukup seimbang dengan budaya asing yang masuk melalui media sosial. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan ciri-ciri pendidikan karakter melalui karya sastra yang perlu diterapkan di Indonesia di era globalisasi ini dan mendeskripsikan strategi yang digunakan dalam mengajarkan pendidikan karakter pada pelajar di Indonesia. Teori yang digunakan adalah teori dari Prof Nyoman Kutha Ratna (2014) dan Rahyono (2015). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analisis. Sumber data diambil dari buku-buku Sastra Indonesia yang digunakan di sekolah menengah dan dari internet.Kata Kunci: Pendidikan karakter, Sastra Indonesia, Media Sosial, Pelajar, Era Globalisasi
The Production of Interdental Fricatives by English as a Foreign Language Students in English Course Bandung Salwa Fadila Firdaus; Lia Maulia Indrayani; Ypsi Soeria Soemantri
Linguistics and ELT Journal Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.183 KB) | DOI: 10.31764/leltj.v8i1.2546

Abstract

Every language has its characteristics in the production of sound. When learning a new language, one probably encountered unfamiliar sounds. For EFL students in Indonesia, they will find it hard to pronounce interdental fricative sound like [θ] and [ð] because, in Indonesian pronunciation, there are no interdental fricative sounds. Therefore, the limited consonant sounds in Indonesian that is not similar become one of the barriers for the students to pronounce the words in English properly. For instance, the words that contain interdental fricative sounds in word-initial position as in 'this' and 'thin', medial as in ‘father’ and ‘authority’, and final part as in ‘booth’ and ‘truth’. Based on this problem, this research attempts to find out and analyze the production of voiceless and voiced interdental fricatives by EFL students in Bandung using the help of software Praat (Boersma, 2001). The data were collected from four students with their voice recordings in pronouncing the words in English that contain an initial, medial and final position of interdental fricative. The result shows that the voiceless interdental fricative [θ] is produced as [d],[t],[th] and elimination of [θ] sound, while the voiced interdental fricative sound [ð] is produced as [d], [t] sounds.
FAIRCLOUGH’S THREE DIMENSION FRAMEWORK USED ON TRUMP’S POLITICAL SPEECH: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS (A CASE STUDY OF HISTORIC SPEECH RELATED TO JERUSSALEM AS ISRAEL’S CAPITAL) Dian Handayani; Heriyanto Heriyanto; Ypsi Soeria Soemantri
AICLL: ANNUAL INTERNATIONAL CONFERENCE ON LANGUAGE AND LITERATURE Vol 1, No 1: AICLL April 2018
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.88 KB) | DOI: 10.30743/aicll.v1i1.42

Abstract

The aim of this research is to analyze and find out the ways used by Trump in delivering his political speech, based on Fairclough’s three dimension framework (1995). The method applied in this research is descriptive qualitative method. The data in this research is a set of transcription extracted from Trump’s speech published on December 8th, 2017 on youtube, which theme of the speech is Trump’s statement about Jerussalem being the capital of Israel. The research uses Fairclough theory. Since there are three dimension frameworks of the critical discourse analysis; first, a text or description (speech, writing, vicual images or a combination of these). Second, a discursive pratice or interpretation which involves the production and consumption of the texts. Third, a social practice or explanation of the discourse. Based on the theory, this research found some results that had been gained from Trump political speech; The ways of delivering this speech were vocabulary, voice, mood and transitivity.  This speech conveyed meaning as persuading, criticism, constrastive participant, power, authority, allusion, claim, that were implicitly contained in this speech
PELATIHAN BAHASA RUSIA BAGI ANGGOTA PUSAT PENERBANGAN TNI AD SKADRON 31 PENYERBU DI PUSAT PENDIDIKAN MILITER CIMAHI Susi Machdalena; Anggraeni Purnama Dewi; Ypsi Soeria Soemantri; Nany Ismail
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.107 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i1.744

Abstract

Kegiatan ini terselenggara karena permintaan Pusat Pendidikan Pendidikan Militer dan Umum (PUSDIKPENGMULIM) TNI AD kepada pihak Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. PUSDIKPENGMULIM TNI AD memerlukan ahli bahasa Rusia untuk melatih para pilot, co-pilot dan para teknisi yang bekerja di bidang helikopter seri Mi -17 buatan Rusia. Semua buku manual dan tombol dalam helikopter menggunakan bahasa Rusia. Oleh sebab itu, pihak TNI memerlukan para pengajar dari Universitas Padjadjaran untuk memberikan pelatihan bahasa Rusia tingkat dasar. Mereka yang ditugaskan untuk belajar bahasa Rusia adalah anggota TNI AD yang bekerja di Penerbad Skadron 31/ Serbu yang berkedudukan di Semarang. Pelatihan bahasa Rusia ini diselenggarakan di Cimahi karena Cimahi merupakan pusat pelatihan dari berbagai bidang yang ada di TNI AD. Pelatihan dilakukan selama 4 bulan. Materi-materi yang diajarkan adalah materi-materi bahasa Rusia Dasar. Tujuan pelatihan ini agar mitra dapat berkomunikasi dalam bahasa Rusia dengan penutur asli dan mitra dapat membaca buku-buku manual tentang helikopter seri Mi-17 ini. Metode yang digunakan adalah metode pengajaran secara luring dan daring dengan jumlah peserta 12 orang. Hasil yang diperoleh adalah mitra dapat berbicara dalam bahasa Rusia sehari-hari, dan mereka bisa memahami buku-buku manual tentang helikopter seri Mi -17 dalam bahasa Rusia, mereka mampu mepresentasikan kemampuan helikopter ini dalam bahasa Rusia
A corpus-based study of self-mention markers in English research articles Salwa Fadila Firdaus; Ypsi Soeria Soemantri; Susi Yuliawati
International Journal of Language Teaching and Education Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, Issue 2, December 2021
Publisher : Universitas Jambi, Magister Program of English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ijolte.v5i2.15695

Abstract

The current research aimed at investigating the authorial identity through explicit self-mention markers (I, me, my, we, us, and our) in English research articles written by Indonesian authors. For this purpose, we employed a mix-methods research design consisting of two analysis phases. First, the quantitative analysis was represented by analyzing the frequency of self-mention markers in the corpus of 200 linguistics and applied linguistics research articles using the corpus tool AntConc ver. 3.9.5 (Anthony, 2020). The corpus was compiled from ten journals indexed in SINTA 1 and 2 in the latest five years (2017-2021). Second, the qualitative phase was represented by concordance analysis to interpret the discourse function of self-mention markers in use. We refer to Hyland's taxonomy (Hyland, 2002). Our findings have discovered that Indonesian authors use self-mention in various functions. This research shows the novice authors the extent to which authors can exploit self-mention markers in English research articles and how expert authors in reputable national journals use self mention markers to obtain essential functions to mark their authorial identity. Thus, this research is expected to add insight to EAP/ESL courses to encourage novice writers to construct and represent their identity in conveying their arguments firmly using these self-mentions markers. 
KOMPOSITUM KOPULATIF DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA (COPULATIVE COMPOUNDS IN ENGLISH AND INDONESIAN LANGUAGE) Ypsi Soeria Soemantri
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 18, No 2 (2020): METALINGUA EDISI DESEMBER 2020
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v18i2.551

Abstract

Copulative compound word is a type of compound words that both elementssemantically are equals. Many of the researchers have observed compounds words but English and Indonesian compounds words have not been observed, especially copulative compound. The writing uses a quantitative approach and a descriptive analyses method. The objectives are to describe the construction of the copulative compound in English and Indonesian and to describe the similarities and differences of the copulative compounds. The theories are the compound word theories from Plagg (2002), Katamba (1993) and Kridalaksana (1996). The English data are taken from the online materials of The Jakarta Post and the Indonesian data are taken from Tribunnews in November 2019.The results are English copulative compoundwords are divided into two types, namely the appositive and coordinative, whereas Indonesian has only coordination compound words which has seven types. English Coordination compound word is a complex compound word.AbstrakKompositum atau kata majemuk kopulatif adalah konstruksi kompositum yang kedua komponennya, secara semantis, sejajar, tetapi kompositum kopulatif belum banyak dibicarakan dengan lebih dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konstruksi kompositum kopulatif bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Data bahasa Inggris diambil secara daring dari surat kabar The Jakarta Post dan materi bahasa Indonesia dari surat kabar Tribunews yang diambil pada bulan November 2019. Teori yang digunakan adalah teori Plagg (2002), Katamba (1993), dan Kridalaksana(1996). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompositum kopulatif bahasa Inggris dan kompositum koordinatif Bahasa Indonesia memiliki deskripsi yang sama, yaitu kompositum yang komponen-komponennya sejajar (equal). Kompositum kopulatif bahasa Inggris terbagi atas dua kompositum, yaitu apositif dan koordinatif. Kompositum bahasa Indonesia tidak mendeskripsikan tentang kompositum kopulatif, tetapi mendeskripsikan kompositum koordinatif yang terbagi atas tujuh tipe kompositum. Kompositum koordinatif bahasa Inggris adalah kompositum kompleks yang terdiri atas beberapa leksem.