Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 2-4 TAHUN Nabila, Faza; Munisah, Munisah; Handajani, Diani Octaviyanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45990

Abstract

Gadget merupakan salah satu perkembangan teknologi dan komunikasi yang tanpa disadari telah mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia, termasuk anak-anak. Ketika menggunakan gadget, anak menjadi kurang bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Hal tersebut menyebabkan anak kurang optimal mendapatkan stimulus yang tepat sehingga mengalami keterlambatan dalam aspek perkembangan bahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa pada anak usia 2-4 tahun. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 30 responden dimana keseluruhannya akan menjadi sampel penelitian (total sampling). Pengumpulan data dilakukan pada bulan januari-februari 2025 di puskesmas alun-alun. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penggunaan gadget dan KPSP. Data Yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dngan kriteria signifikan p-value< 0,05. Dari hasil analisis diperoleh nilai p-value 0,001 (p-value< 0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa pada anak usia 2-4 tahun. Hal ini mendasari bahwa pentingnya memberikan permainan edukatif kepada anak dan memberikan stimulasi selama mereka bermain.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Pada Prodi S1 Kebidanan Dalam Pembelajaran Daring Handajani, Diani Octaviyanti; Rachmawati, Aidha
IJMT : Indonesian Journal of Midwifery Today Vol. 2 No. 1 (2022): IJMT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijmt.v2i1.4871

Abstract

Dukungan keluarga merupakan dorongan yang dapat menimbulkan motivasi belajar. Bidan dituntut memiliki kemampuan dan kompetensi yang baik secara akademis maupun teknis, dalam mencapai hal tersebut mahasiswa harus memiliki motivasi belajar yang kuat apalagi pada masa pandemi Covid – 19 yang mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran daring. Oleh itu dibutuhkan dukungan keluarga untuk meningkatkan motivasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan keluarga dengan motivasi belajar mahasiswa pada program studi S1 kebidanan dalam pembelajaran daring . Penelitian ini penelitian Analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan sample 30 mahasiswa. Penelitian dilakukan di prigraam studi S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Gresik. Data diambil melalui kuisioner dan dianalisis dengan menggunakan uji staistik correlation rank spearman dengan bantuan aplikasi SPPS dengan α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan dukungan keluarga dengan motivasi belajar mahasiswa pada program studi S1 kebidanan dalam pembelajaran daring dengan hasil rank spearman correlation p = 0.001. Dukungan keluarga yang positif sangat penting untuk memotivasi belajar mahasiswa
Hubungan Paritas Dengan Kejadian Emesis Gravidarum Di PMB Nur Giarti Tulangan Sidoarjo Munisah, Munisah; Handajani, Diani Octaviyanti; Suprapti, Suprapti
IJMT : Indonesian Journal of Midwifery Today Vol. 2 No. 2 (2023): IJMT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijmt.v2i2.6158

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Semua perempuan yang sedang mengandung akan melalui tahap penyesuaian fisik dan psikologis terhadap kehamilannya, sesuai ditahap trimester yang sedang dilaluinya. Pada awal tiga bulan pertama keluhan yang dirasakan ibu hamil adalah timbulnya rasa nek dan ingin mengeluarkan isi perut yang disebut dengan emisis gravidarum, dimana keluhan tersebut dirasakan setelah bangun tidur saat matahari terbit, dikenal dengan morning sicknes, tetapi ada sebagian kecil ibu hamil mengalami keluhan itu pada malam hari. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya emisis gravidarum adalah dari dalam tubuh sendiri yaitu hormonal, psikologis, gizi, paritas, dan faktor dari luar adalah pekerjaan. Paritas adalah jumlah persalinan dan bayi yang dilahirkan hidup yang dialami oleh seorang perempuan. Metode: Karya ilmiah ini menggunakan desain penelitian analitik dan memakai sistem cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil di PMB Nur Giarti Tulangan Sidoarjo, yang berjumlah 50 ibu hamil. Alat yang dipakai untuk megumpulkan data berupa kuesioner yang harus diisi oleh ibu hamil yang menjadi obyek penelitian. Data penelitian ini dianalisa menggunakan uji statistik uji Chi Square dengan nilai siqnifikansi ɑ= 0,05. Setelah dianalisis hasil didapatkan adalah nilai p = 0, 304 > 0,05, artinya Ho diterima yang maksunya adalah tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian emisis gravidarum di PMB Nur Giarti Tulangan Sidoarjo. Simpulan: Hasil dari penelitian ini tidak sama dengan sumber dan literatur yang terdahulu, yaitu emisis gravidarum disebabkan berapa banyak ibu hamil pernah melahirkan.
Dampak Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Depresi Pascapersalinan Di Gresik Munisah, Munisah; Handajani, Diani Octaviyanti; Sukarsih, Rahmawati Ika; Wilujeng, Ayu Rosanti
IJMT : Indonesian Journal of Midwifery Today Vol. 3 No. 2 (2024): IJMT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijmt.v3i2.7937

Abstract

Pendapatan keluarga adalah sejumlah barang atau uang atau penghasilan riil yang diperoleh dan dipakai untuk keperluan seluruh anggota keluarga. Pen dapatan keluarga merupakan salah satu variabel yang mempunyai pengaruh terhadap kejadian depresi post partum. Depresi post partum adalah perasaan sedih, merasakan kehilangan tenaga, sulit berkonsentrasi, merasa bersalah dan merasa hidup tidak berharga yang semua itu dialami oleh ibu setelah melahirkan. Tujuan: penelitian ini adalah mengetahui pengaruh antara pendapatan keluarga dengan kejadian depresi post partum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Sampel yang digunakan adalah ibu nifas yang berjumlah 80 responden. Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara pendapatan keluarga dengan kejadian depresi post partum (p=0,525). Kesimpulan: Tidak ada pengaruh antara pendapatan keluarga dengan kejadian depresi post partum, karena sebagian besar ibu post partum pendapatan keluarganya baik, tetapi ibu post partum tersebut tetap mengalami depresi post partum.
Dietary Behavior And History Of Nausea And Vomiting With Pregnancy Anemia Mudlikah, Siti; Handajani, Diani Octaviyanti; Nabila, Faza; Triastin, Suci Aulia; Widiyawati, Wiwik; Nadhiroh, Aim Matun
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.15338

Abstract

Latarbelakang: Prilaku kebiasan konsumsi makan yang kurang baik tidak dapat memenuhi kebutihan angka kecukupan gizi. Jumlah konsumsi makan dan jenis makan yang tidak sesuai gizi seimabng dapat berakibat gizi kurang, defesiensi zat besi dan kekurangan zat besi pada makanan. Mual muntah kehamilan memperburuk asupan nutrisi dan rawan beresiko terjadi anemia defesiensi zat besi. Tujuan penelitian untuk mengetahui factor prilaku konsumsi makan dan riwayat mual muntah  dengan anemia kehamilan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Analitik  Uji Lamda dengan rancangan cross sectional untuk mengetahui hubungan variable independen dengan dependen. Populasi berjumlah 40 orang. Teknik sampling: total sampling. Instrumen kuesioner data jumlah makan, data jenis makan dan riwayat mual muntah diperoleh dari wawancara. Data anemia diperoleh dari buku KIA hasil pemeriksaan hemoglobinHasil::Prilaku kebiasaan konsumsi jumlah makan ibu hamil ≤ 2kali sehari terdapat anemia sedang 6 orang (600%), dan anemia berat 2 orang (100%). Prilaku konsumsi gizi tidak seimbang mengalami anemia berat 2 orang (100%), anemia sedang 10 orang (100%), anemia ringan 6 orang (75%)Kesimpulan::tidak ada hubungan jumlah konsumsi makan dengan anemia, ada hubungan jenis konsumsi makan  gizi seimabnag dengan anemia dan ada hubungan mual muntah dengan anemia pada kehamilan.Saran: Prilaku kebiasaan jumlah konsumsi makan yang cukup dan jenis makan gizi seimbang dapat mencegah terjadinya mual muntah berlebih dan anemia pada kehamilan. Kata Kunci: Jumlah Makan, Jenis Makan, Mual Muntah, Ibu Hamil ABSTRACT Introduction: Suboptimal dietary practices can lead to a failure in meeting the necessary nutritional demands. Insufficient food consumption and the intake of nutritionally imbalanced meals can culminate in malnutrition, iron deficiency, and a scarcity of iron in one’s diet. Pregnancy-induced nausea and vomiting can further deteriorate nutritional intake, thereby escalating the risk of iron deficiency anemia. The objective of this research is to discern the association between dietary behavior and a history of nausea and vomiting in relation to anemia during pregnancy.Methodology: This research employs an Analytical Lambda Test design with a cross-sectional framework to ascertain the relationship between independent and dependent variables. The study population comprises 40 individuals. A total sampling technique was utilized. Data pertaining to meal frequency, types of meals, and a history of nausea and vomiting were gathered through questionnaires. Anemia data were extracted from the KIA book’s hemoglobin examination results.Findings: Pregnant women who consume meals ≤ 2 times per day exhibit moderate anemia in 6 individuals (600%), and severe anemia in 2 individuals (100%). Those with unbalanced nutritional consumption experience severe anemia in 2 individuals (100%), moderate anemia in 10 individuals (100%), and mild anemia in 6 individuals (75%).Conclusion: There is no discernible correlation between meal frequency and anemia. However, a correlation does exist between the consumption of nutritionally balanced meals and anemia, as well as between nausea and vomiting and anemia during pregnancy.Recommendation: Sufficient meal frequency and the consumption of nutritionally balanced meals can mitigate excessive nausea and vomiting, and prevent anemia during pregnancy. Keywords: Meal Frequency, Type of Meal, Nausea and Vomiting, Pregnant Women
DETEKSI DINI OBESITAS SENTRAL PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA JATI KALANG SIDOARJO Rachmawati, Aidha; Mulyani, Endah; Handajani, Diani Octaviyanti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v3i2.277-280

Abstract

Jati Kalang Village is one of the villages in the Prambon Sidoarjo sub-district, where there are quite a several toddlers and women of childbearing age. Previously, the implementation of posyandu in Jati Kalang Village had rarely examined mothers; generally, the posyandu only screened the growth and nutritional status of children and the application of immunizations. The need for knowledge about central obesity in women of childbearing age is still lacking; most women or mothers underestimate it, even never checking the condition of central obesity they experience. The purpose of this community service activity is to map and report maternal health status by conducting early detection of health status related to central obesity. This activity attended by 78 wus or 78% of the 100 recorded with the results of 40 wus experiencing central obsession or about 51.28% and as many as 38 wus (48.72%) not obese.
PENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PADA KADER POSYANDU MELALUI PELATIHAN PIJAT BAYI ( BABY MASSAGE ) DI DESA DOMAS KABUPATEN GRESIK Handajani, Diani Octaviyanti; Suprapti, Suprapti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v3i2.387-390

Abstract

Children's health, especially babies and toddlers are one of the priority aspects to be considered; providing stimulation to children is one that can do to deliver growth and development. The stimulus provided is to give a baby massage or baby massage. Domas Village has a limitation on mothers' knowledge and skills for baby massage. The need for learning and training about baby massage so that mothers can have their baby massage. The purpose of community service is to help cadre mothers provide knowledge of baby massage and help cadres learn baby massage techniques so that cadre mothers can apply the command given to mothers in Domas village. The result of community service is that this activity went smoothly attended by 20 cadre mothers, and 20 cadre mothers or 100% can understand and do baby massage or baby massage.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PEMBERIAN DAN PEMILIHAN BAHAN PANGAN LOKAL YANG BAIK UNTUK PEMBUATAN MP-ASI DI KABUPATEN GRESIK Diani Octaviyanti Handajani; Suprapti Suprapti; Aidha Rachmawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1624-1628

Abstract

Seorang anak akan mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan otak secara optimal pada usia 0 sampai dengan 24 bulan awal kehidupannya, sehingga hal tersebut merupakan salah satu aspek prioritas untuk diperhatikan oleh orang tua, untuk itu perlunya nutrisi yang optimal pada masa tersebut, sehingga pentingnya orang tua mengetahui tentang pemberian dan pemilihan bahan makanan pada Makanan Pendamping ASI untuk buah hati mereka, karena salah satu faktor penyebab gizi buruk pada balita adalah kurangnya pengetahuan pada keluarga tentang gizi dan cara penanggulangannya sehingga balita kurang mendapatkan makanan bergizi seimbang yang cukup. Desa Sidojagung terdapat keterbatasan akan pengetahuan terhadap pemberian dan pemilihan bahan makanan pada Makanan Pendamping ASI untuk buah hati mereka. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini dapat membantu ibu balita dan ibu kader di Desa Sidojangkung untutk mengetahui tentang pemberian dan pemilihan bahan makanan untuk Makanan Pendamping ASI. Pengabdian masyarakat ini menunjukan bahwa kegiatan ini berjalan dengan lancer dan 25 ibu 100% menerima pendidikan dengan baik
Efektivitas Brain GYM dalam Meningkatkan Motorik Halus Pada Anak Tk Usia 6 Tahun Rizky Dwi Falafiya Putri; Diani Octaviyanti Handajani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55091

Abstract

Fine motor development in early childhood remains a significant issue in education, as many children experience delays in controlling finger and hand movements. This condition makes it difficult for children to write, draw, or perform activities that require eye-hand coordination. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of Brain Gym in improving fine motor skills in 6-year-old kindergarten children. This study used a quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 20 students drawn using total sampling. The research instruments consisted of a questionnaire and a checklist completed before and after the counseling session. The results showed that Brain Gym effectively improved fine motor skills by 35.3%. The paired t-test showed a p-value of 0.000, indicating a statistically significant difference between fine motor scores before and after the Brain Gym intervention in the sample of 6-year-old kindergarten children. This study concluded that Brain Gym was effective in improving fine motor skills in 6-year-old kindergarten children, with an increase of 35.3%. Therefore, it can be concluded that Brain Gym has a significant impact on improving children's fine motor skills
Analisis Faktor Determinan Kejadian Gizi Kurang pada Batita Usia 6–23 Bulan di Puskesmas Nelayan Gresik Diska Winda Putri; Diani Octaviyanti Handajani
IJMT : Indonesian Journal of Midwifery Today Vol. 5 No. 2 (2026): IJMT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijmt.v5i2.11534

Abstract

Background: Undernutrition among toddlers remains a major public health problem in Indonesia because it affects child growth, development, and future human resource quality. Several factors related to undernutrition include maternal knowledge, maternal education, family support, and complementary feeding practices. Objective: To analyze factors associated with undernutrition among toddlers at Puskesmas Nelayan Gresik. Method: This study used an analytic observational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 70 mothers who had toddlers aged 6–23 months. A total of 55 respondents were selected using simple random sampling. Independent variables included maternal knowledge, maternal education, family support, and complementary feeding practices, while the dependent variable was toddler nutritional status. Data were collected using validated questionnaires and analyzed using ordinal regression with a significance level of 0.05. Results: Most respondents had poor knowledge (58.2%), secondary education level (78.2%), less supportive family support (45.5%), and adequate complementary feeding practices (58.2%). Statistical analysis showed that maternal knowledge (p = 0.000), family support (p = 0.010), and complementary feeding practices (p = 0.008) were significantly associated with undernutrition among toddlers. Maternal education was not significantly associated with undernutrition (p = 0.933). Conclusion: Maternal knowledge, family support, and complementary feeding practices were significantly associated with undernutrition among toddlers. Strengthening nutrition education and family involvement is recommended to prevent undernutrition.