Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN KESIAPAN BELAJAR DAN SELF EFFICACY DENGAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 5 KENDARI Ermawati Ridwan; Imelda Wahyuni; Ros Mayasari
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui; 1) Gambaran kesiapan belajar, self efficacy dan keaktifan belajar siswa, 2) hubungan kesiapan belajar dengan keaktifan belajar siswa, 3) hubungan self efficacy dengan keaktifan belajar siswa, dan 4) hubungan kesiapan belajar dan self efficacy dengan keaktifan belajar siswa di SMP Negeri 5 Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 1242 orang, Sampel penelitian ditetapkan secara stratified random sampling sebanyak 93 siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial setelah memenuhi uji persyaratan, normalitas dan linearitas, multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis menggunakan analisis korelasi dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; kesiapan belajar dan self efficacy serta keaktifan belajar siswa sudah terlaksana dengan cukup baik, hal ini terlihat dari kesiapan belajar yang dimiliki siswa, mampu membuat siswa untuk lebih berkonsentrasi dan berpartisipasi aktif dalam menerima pelajaran, dan kemampuan siswa dalam menjalankan tugas yang diberikan, sehingga tercipta keaktifan belajar yang baik. Kesiapan belajar berhubungan positif dan signifikan dengan keaktifan belajar siswa, self efficacy berhubungan positif dan signifikan dengan keaktifan belajar siswa, kesiapan belajar dan self efficacy berhubungan positif dan signifikan secara simultan dengan keaktifan belajar siswa di SMP Negeri 5 Kendari. Kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 30,6% sedangkan sisanya sebesar 69,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini artinya semakin baik kesiapan belajar dan self efficacy yang dimiliki siswa, maka akan semakin baik dan positif pula keaktifan belajarnya. Sehingga berimplikasi pada siswa untuk belajar secara aktif dan menggali imformasi secara mandiri serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam proses pembelajaran.
HUBUNGAN PENGALAMAN BELAJAR DAN SELF-BELIEF DENGAN INTENSI MAHASISWA KPI DAN BKI MEMILIH PENDEKATAN KUANTITATIF PADA PENULISAN SKRIPSI Ros Mayasari
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 1, Mei 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.974 KB) | DOI: 10.31332/ai.v10i1.330

Abstract

Abstract Unlike in other majors, students in majors Koumunikasi and Broadcasting(KPI) and Islamic Guidance Counseling (BKI) not many choose to use aquantitative approach in research thesis (skripsi). Psychologically, thiscan be attributed to psychological factors such as the experience oflearning, self-assessment capability (self-efficacy) and themeaningfulness of the task (task value). The third variable is closelylinked to the emergence of the motivation for choosing or doing a task oractivity. This study specifically examined the relationship betweenmathematics learning experience, self-efficacy and task value statistics inchoosing quantitative approach used by students to their research thesis.The results showed that only math-related learning experiences with theintention of students is choosing a quantitative approach. Keywords: Learning experience, self-efficacy, task value Abstrak Tidak seperti di jurusan lain, mahasiswa di jurusan Koumunikasi danPenyiaran (KPI) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI) tidak banyakmemilih menggunakan pendekatan kuantitatif dalam penelitian skripsi.Secara psikologis, hal ini dapat dihubungkan dengan faktor-faktorpsikiologis seperti pengalaman belajar, penilaian kemampuan diri  (selfefficacy) dan kebermaknaan tugas (task value). Ketiga variabel tersebut merupakan variabel yang berhubungan erat dengan munculnya motivasiuntuk memilih atau mengerjakan suatu tugas atau aktivitas. Penelitian inisecara khusus menguji hubungan pengalaman belajar matematika, selfefficacy dan task value statistik terhadap pemilihan pendekatan kuantitatifmahasiswa untuk penelitian skripsinya. Hasil penelitian menunjukkanbahwa hanya pengalaman belajar matematika yang berhubungan denganintensi mahasiswa yang memilih pendekatan kuantitatif. Kata Kunci : Pengalaman  belajar, self- efficacy, task value
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tumbuh Kembang Anak, Self Efficacy Mengajar dan Kreativitas Guru Raudhatul Atfhal di Sulawesi Tenggara Ros Mayasari
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol. 9, No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.592 KB) | DOI: 10.31332/ai.v9i2.161

Abstract

Sejumlah karakteristik guru diperlukan agar pembelajaran berjalan denganefektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tumbuhkembang anak, self efficacy mengajar dan kreativitas guru Raudhatul Atfhal diSulawesi Tenggara. Penelitian ini dilakukan pada guru Raudhatul Atfhal (RA)yang sedang mengikuti Orientasi Pembinaan Usia Dini bagi TenagaPendidik/Pengasuh Raudhatul Athfal Angkatan I se-Sultra Tahun 2012 denganjumlah subyek penelitian sebanyak 34 orang. Hasil penelitian menunjukkantingkat pemahaman responden tentang tumbuh kembang tinggi, tingkat selfefficacy mengajar responden sangat tinggi dan tinggi, dan tingkat kreativitasresponden cukup baik. Diharapkan dengan karakteritik yang baik pada ketigabidang variable yang diteliti, responden dapat mengelola proses pembelajaranyang efektif. Saran penelitian selanjutnya adalah mengkaji hubungan antarvariable dengan jumlah sampel yang lebih besar.Kata Kunci : Tumbuh Kembang Anak, Self Efficacy Mengajar,Kreativitas, Guru RA, Efektifitas Pembelajaran
Mushola Sekolahku Upaya Penyediaan Kegiatan Alternatif Untuk Menurunkan Penggunaan Handphone Android Bagi Anak Pedagang Pasar Baruga Kendari Khairunnisa Khairunnisa; Ros Mayasari; Widya Ningsih; Nanda Ayu Puspita Sabil; Waode Ainul Rafiah; Maya Sastika; Wahyudi Jisaid
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v4i3.1315

Abstract

Penggunaan handphone android (HP) oleh anak tanpa pengawasan orang tua berakibat negatif bagi perkembangan anak. Anak akan menggunakan HP secara terus menerus berakibat munculnya masalah kesehatan dan belajar. Latar belakang pekerjaan orang tua merupakan salah satu penyebab rendahnya pengawasan. Orangtua yang bekerja sebagai pedagang di pasar tradisional menghabiskan banyak waktunya di pasar. Anak setelah pulang sekolah tidak mempunyai aktivitas lain dan akhirnya menghabiskan sebagian besar waktunya bermain HP. Keadaan ini perlu diatasi dengan menyediakan aktivitas alternatif yang bisa diakses anak pedagang pasar dengan mudah. Musala di pasar menjadi tempat yang dipilih untuk menyelenggarakan kegiatan pengabdian dengan tema Musala Sekolahku. Metode pengabdian dengan pendekatan edukasi dalam bentuk mengajarkan menggunakan HP dengan baik, belajar mengaji dan bimbingan belajar dengan metode belajar sambil bermain. Anak-anak yang mengikuti kegiatan terdiri atas kurang lebih 40 orang dengan rentang usia 7-16 tahun. Anak-anak antusias mengikuti kegiatan, melalui kegiatan ini aktivitas anak-anak yang sebelumnya didominasi dengan bermain HP teralihkan dengan kegiatan edukasi berupa penggunaan HP dengan baik, belajar mengaji, nonton bareng dan story telling. Namun, perilaku menggunakan HP dengan baik perlu dukungan dari orang tua. Oleh karena itu, disarankan agar tindak lanjut kegiatan pengabdian ini adalah memberikan parenting education tentang pengawasan orang tua terhadap penggunaan HP anak.Kata kunci : bimbingan orang tua, tradisonal, pedagang pasar tradisional, penggunaan HP anak
Analisis Makna Al-Maut dalam Perspektif Al-Qur’an Masyhuri Rifa’i; Irdawati Saputri; Ros Mayasari; Subria Mamis; Samsuri
Gunung Djati Conference Series Vol. 14 (2022): Mercusuar 2022: Studi Keislaman dan Pemberdayaan Umat
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.433 KB)

Abstract

This study aims to discuss the meaning of the word al-maut in the perspective of the Qur'an. This study uses a descriptive-analytical qualitative approach. The object of study in this study is the verses of the Qur'an. Therefore, the author uses the Maudhu'i interpretation method with exegetical, theological, and sociological analysis. The results of this study indicate that the word al-maut is linguistically the departure or loss of power and strength of something. The views of the Qur'an about death include a transition to the grave, when and where and all by Allah's permission. While the function of al-maut in general is as a test for living beings.
STRATEGI PESANTREN BAITUL ARQOM DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR DAKWAH SANTRI DI KEL. POLINGGONA KEC. WATUBANGGA KAB. KOLAKA Norma Mira Wati; Nurdin Nurdin; Asliah Zainal; Rosmayasari Rosmayasari
AL-MUNAZZAM : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Dakwah Vol 2, No 1 (2022): AL-MUNAZZAM : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Dakwah
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/munazzam.v2i1.4290

Abstract

MENGEMBANGKAN PRIBADI YANG TANGGUH MELALUI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN RESILIENCE Mayasari, Ros
Jurnal Dakwah Vol. 15 No. 2 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jd.2014.15203

Abstract

Menjalani kehidupan adalah sesuatu yang harus dijalani setiap makhluk ciptaan Allah SWT. Perkembangan zaman yang semakin modern menjadikan hidup semakin kompleks dan penuh tantangan, diperlukan pribadi ketangguhan, kepribadian tahan banting agar dalam menghadapi berbagai tantangan, kesulitan hidup baik sebagai pribadi maupun kelompok tangguh dalam istilah agama, merupakan pribadi yang senantiasa bersyukur atas segala apapun yang diberikan Allah SWT kepadanya apakah itu nikmat atau ujian. Untuk menjadi pribadi yang tangguh adalah tidak mudah, maka diperlukan latihan agar keterampilan pribadi yang tangguh dapat terasah sehingga apapun keadaannya dapat berprasangka baik kepada Allah SWT. Keterampilan resilience akan terlatih dengan interaksi individu dengan lingkungan, semakin individu berhasil mengatasi krisis yang dihadapi maka akan semakin meningkatkan potensi individu dalam rangka menghadapi tahapan perkembangan berikutnya. Hal itu pula yang akan menjadikan mental dan jiwa seseorang akan selalu hidup dan mempunyai energi positif yang terpancarkan. Selalu optimis dalam menhghadapi segala masalah kehidupan yang menerpa.
POTRET PERILAKU BERAGAMA ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESA KEKEA KECAMATAN WAWONII TENGGARA KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Hastian, Hastian; Batmang, Batmang; Mayasari, Ros
Dirasah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/jpi.v5i2.8089

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi tiga sub pembahasan untuk mencapai tujuan dari permasalahan yaitu 1) Penyebab anak putus sekolah di Desa Kekea Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan. 2) Potret perilaku beragama anak putus sekolah yang berada di Desa Kekea Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan. 3) Pembinaan keberagamaan anak putus sekolah di Desa Kekea Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah orang tua, anak putus sekolah dan tokoh masyarakat. Teknik analisis data yaitu dengan reduksi data, pengorganisasian data, kategori data, dan pengolahan data. Adapun pengecekkan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik, sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penyebab anak putus sekolah di Desa Kekea adalah kurangnya minat anak untuk bersekolah, faktor kondisi ekonomi keluarga, faktor keadaan lingkungan, faktor sosial, faktor komunikasi di lingkup internal keluarga, serta faktor kesehatan. 2) Potret perilaku beragama anak putus sekolah di Desa Kekea sangat membutuhkan perhatian yang khusus dari berbagai pihak baik dari pemerintah setempat, para tokoh agama dan terkhusus bagi para orang tua demi perkembangan dan kelanjutan hidup anak-anak tersebut. Perilaku anak putus sekolah diketahui berdasarkan perilaku anak seperti adanya yang melaksanakan shalat, jarangnya melaksanakan shalat sampai tidak melaksanakan shalat dan anak-anak putus sekolah cenderung terjerumus kepada hal-hal yang negatif. Anak putus sekolah akan berbeda perilakunya dengan anak yang bersekolah dikarenakan mereka kurang mendapatkan pengetahuan dan pengajaran dari orang tua mereka sendiri. 3) Pembinaan-pembinaan keberagamaan anak putus sekolah di Desa Kekea dilakukan dengan pembinaan di masjid, menjadi anggota remaja masjid, mengikuti organisasi keagamaan, formatur (kemenag), majelis ta’lim, dan mengikuti masyarakat kerja yang ada di Desa Kekea.
Efektivitas Manajemen Layanan Kursus Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Rahayu, Dani Widi; Mayasari, Ros; Fauziah, Sitti
AL-MUNAZZAM : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Dakwah Vol 4, No 2 (2024): AL-MUNAZZAM :Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Dakwah
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/munazzam.v4i2.10455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen layanan kursus calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Moramo. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada Kepala KUA, Penyuluh KUA dan Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUA Kecamatan Moramo sudah melaksanakan manajemen layanan sesuai dengan kebijakan dari Bimas Islam. Metode pemaparan materi suscatin terdiri dari metode ceramah, diskusi atau tanya jawab dan metode multimedia pembelajaran. Faktor penghambat meliputi dana yang terbatas dan koneksi jaringan yang buruk, sedangkan faktor pendukung meliputi antusias peserta catin, fasilitas yang memadai, dan wawasan peserta calon pengantin. Manajemen layanan kursus catin di KUA Kecamatan Moramo sudah berjalan dengan efektif. Selain hampir tidak ada komplain dari masyarakat, KUA Moramo sudah memenuhi indikator keefektifan manajemen layanan. Namun, pelaksanaan suscatin penerapannya belum efektif karena waktu, materi dan fasilitator pelaksanaan suscatin yang tidak sesuai dengan ketentuan Bimas Islam. Oleh karena itu disarankan perlu adanya pengalokasian dana dan evaluasi kinerja sumber daya manusia untuk program kursus calon pengantin di KUA Kecamatan Moramo.
POTRET PERILAKU BERAGAMA ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESA KEKEA KECAMATAN WAWONII TENGGARA KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Hastian, Hastian; Batmang, Batmang; Mayasari, Ros
Dirasah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/jpi.v5i2.8089

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi tiga sub pembahasan untuk mencapai tujuan dari permasalahan yaitu 1) Penyebab anak putus sekolah di Desa Kekea Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan. 2) Potret perilaku beragama anak putus sekolah yang berada di Desa Kekea Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan. 3) Pembinaan keberagamaan anak putus sekolah di Desa Kekea Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah orang tua, anak putus sekolah dan tokoh masyarakat. Teknik analisis data yaitu dengan reduksi data, pengorganisasian data, kategori data, dan pengolahan data. Adapun pengecekkan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik, sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penyebab anak putus sekolah di Desa Kekea adalah kurangnya minat anak untuk bersekolah, faktor kondisi ekonomi keluarga, faktor keadaan lingkungan, faktor sosial, faktor komunikasi di lingkup internal keluarga, serta faktor kesehatan. 2) Potret perilaku beragama anak putus sekolah di Desa Kekea sangat membutuhkan perhatian yang khusus dari berbagai pihak baik dari pemerintah setempat, para tokoh agama dan terkhusus bagi para orang tua demi perkembangan dan kelanjutan hidup anak-anak tersebut. Perilaku anak putus sekolah diketahui berdasarkan perilaku anak seperti adanya yang melaksanakan shalat, jarangnya melaksanakan shalat sampai tidak melaksanakan shalat dan anak-anak putus sekolah cenderung terjerumus kepada hal-hal yang negatif. Anak putus sekolah akan berbeda perilakunya dengan anak yang bersekolah dikarenakan mereka kurang mendapatkan pengetahuan dan pengajaran dari orang tua mereka sendiri. 3) Pembinaan-pembinaan keberagamaan anak putus sekolah di Desa Kekea dilakukan dengan pembinaan di masjid, menjadi anggota remaja masjid, mengikuti organisasi keagamaan, formatur (kemenag), majelis ta’lim, dan mengikuti masyarakat kerja yang ada di Desa Kekea.