Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Communication and organizational learning in adaptation of the Radio Republik Indonesia Pandan Yudhapramesti; Deddy Mulyana; Eni Maryani; Dian Wardiana Sjuchro
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v9i2.32521

Abstract

Radio Republik Indonesia (RRI) had been the state media during the New Order era. However, since the fall of that regime in 1998, followed by the ratification of the Broadcasting Law Number 32 of 2002, RRI’s status changed to a public broadcasting institution (LPP). The change requires an organizational adaptation process which is not easy in practice. This study finds that communication can be both a driving factor and an obstacle to the adaptation process within the RRI organization. This research aims to explore the operationalization of communication in the adaptation process of the RRI and reveal how the flow of communication builds the relationship between members of the RRI organization; how organizational communication works in the learning process within the organization; and the dynamics of organizational learning in the adaptation process of the RRI organization. The results indicate that the dynamics of communication flows affect the organization’s communication climate. Meanwhile, organizational communication operates in several ways, namely: communication is a means to acquire as well as to conceal knowledge among RRI employees; communication helps the members of the organization understand a phenomenon from different perspectives; communication flows affect the distribution of communications; communication can be an accelerator as well as a barrier to organizational learning abilities. This study suggests further research on the role of communication to promote the internalization values of an organization into strategic decisions and concrete actions and the research on the roles of organizational culture and local culture in organizational adaptation.
Motif Khalayak dalam Mengakses Konten Berita di Instagram Reels @narasinewsroom Deandra Salsabila; Pandan Yudhapramesti; Gema Nusantara Bakry
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.30390

Abstract

Instagram memiliki banyak fitur, salah satunya adalah fitur Instagram Reels yang kini menjadi cara penyebaran berita dalam format multimedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif khalayak dalam mengakses konten berita di Instagram Reels @narasinewsroom dengan menggunakan teori uses and gratifications 2.0 yang memiliki tipologi Model MAIN (Modality, Agency, Interactivity dan Navigability) oleh Sundar Limperos (2013). Dengan menggunakan metode survei deskriptif, peneliti mengolah data dari 348 responden yang tergabung dalam audiens Instagram @narasinewsroom. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif navigabilitas menjadi alasan paling kuat yang mendorong khalayak untuk mengkonsumsi media karena merasa dapat menjelajahi semua informasi yang ada di Instagram Reels @narasinewsroom dan memiliki keleluasaan dalam bernavigasi di platform tersebut. Disusul motif interaktivitas di urutan kedua, motif modalitas di urutan ketiga, dan motif agensi di urutan terakhir. Selain itu, temuan ini juga menyimpulkan bahwa fitur-fitur yang ada di Instagram yaitu Instagram Reels mampu memenuhi motif audiens ketika mengakses berita di Instagram. Instagram has numerous features, one of which is the Instagram Reels feature, now utilized as a means to distribute news in a multimedia format. This study aims to determine audience motives for accessing news content on Instagram Reels @narasinewsroom, employing The Uses and Gratifications 2.0 theory, which incorporates the MAIN Model (Modality, Agency, Interactivity, and Navigability) developed by Sundar Limperos (2013). Using a descriptive survey method, researchers processed data from 348 respondents who comprise the audience of Instagram @narasinewsroom. The study's results indicate that the navigability motive is the most potent reason that encourages audiences to consume the media, as they feel capable of exploring all the information on Instagram Reels @narasinewsroom and enjoy flexibility when navigating the platform. Interactivity motives rank second, followed by modality motives in third place, and agency motives in last place. Additionally, this finding concludes that Instagram's features, particularly Instagram Reels, effectively fulfill audience motives when accessing news on the platform.
Motif Khalayak dalam Mengakses Konten Berita di Instagram Reels @narasinewsroom Deandra Salsabila; Pandan Yudhapramesti; Gema Nusantara Bakry
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i1.30390

Abstract

Instagram memiliki banyak fitur, salah satunya adalah fitur Instagram Reels yang kini menjadi cara penyebaran berita dalam format multimedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif khalayak dalam mengakses konten berita di Instagram Reels @narasinewsroom dengan menggunakan teori uses and gratifications 2.0 yang memiliki tipologi Model MAIN (Modality, Agency, Interactivity dan Navigability) oleh Sundar Limperos (2013). Dengan menggunakan metode survei deskriptif, peneliti mengolah data dari 348 responden yang tergabung dalam audiens Instagram @narasinewsroom. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif navigabilitas menjadi alasan paling kuat yang mendorong khalayak untuk mengkonsumsi media karena merasa dapat menjelajahi semua informasi yang ada di Instagram Reels @narasinewsroom dan memiliki keleluasaan dalam bernavigasi di platform tersebut. Disusul motif interaktivitas di urutan kedua, motif modalitas di urutan ketiga, dan motif agensi di urutan terakhir. Selain itu, temuan ini juga menyimpulkan bahwa fitur-fitur yang ada di Instagram yaitu Instagram Reels mampu memenuhi motif audiens ketika mengakses berita di Instagram. Instagram has numerous features, one of which is the Instagram Reels feature, now utilized as a means to distribute news in a multimedia format. This study aims to determine audience motives for accessing news content on Instagram Reels @narasinewsroom, employing The Uses and Gratifications 2.0 theory, which incorporates the MAIN Model (Modality, Agency, Interactivity, and Navigability) developed by Sundar Limperos (2013). Using a descriptive survey method, researchers processed data from 348 respondents who comprise the audience of Instagram @narasinewsroom. The study's results indicate that the navigability motive is the most potent reason that encourages audiences to consume the media, as they feel capable of exploring all the information on Instagram Reels @narasinewsroom and enjoy flexibility when navigating the platform. Interactivity motives rank second, followed by modality motives in third place, and agency motives in last place. Additionally, this finding concludes that Instagram's features, particularly Instagram Reels, effectively fulfill audience motives when accessing news on the platform.
Cross Media dan Remediasi Soundwork Suara Surabaya FM 100 dan PRFM Yudhapramesti, Pandan
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jik.v20i2.5760

Abstract

Broadcast radio faces challenges in maintaining its existence, particularly in the internet era. Audiences now have more media access choices, leading to decreased loyalty to a single medium. This research explores the strategy of expanding the reach of broadcast radio through cross-media initiatives in the new internet-based medium. It also examines the process of soundwork remediation within the internet medium, focusing on Suara Surabaya FM 100 and PRFM radio. The new context of remediation enables the establishment of social connections between the audience and radio, as well as connectivity among the audience mediated by radio across different outlets.
Analisis Wacana Kritis Objektivikasi Anak Perilaku Sharenting di Instagram Risa Saraswati Ramadhanti, Galuh Aulia; Hidayat, Dadang Rahmat; Yudhapramesti, Pandan
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v7i2.16982

Abstract

AbstrakPerilaku sharenting yang mengarah pada objektivikasi anak sering ditemui di media sosial Instagram. Perilaku ini sering dilakukan oleh selebriti Instagram, yaitu selebgram. Selebgram sebagai orang tua yang memiliki anak mengunggah foto, video, dan keterangan teks tentang keseharian anak mereka. Informasi yang dibagikan juga tidak jarang terkait dengan informasi privasi anak mereka. Salah satu selebgram yang melakukan perilaku sharenting di Instagram adalah Risa Saraswati. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis Van Dijk guna untuk membongkar wacana teks yang diproduksi dengan berdasarkan kognisi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui objektivikasi anak pada perilaku sharenting di Instagram Risa Saraswati. Penelitian ini menemukan empat macam objektivikasi anak yang dilakukan pada perilaku sharenting di Instagram pada analisis teks, yaitu objektivikasi anak pada tumbuh kembang anak, objektivikasi anak sebagai endorsement, objektivikasi anak pada tingkah lucu anak, dan objektivikasi anak menjadi selebgram. Pada analisis kognisi, Risa Saraswati tidak sadar secara penuh tentang dampak yang didapat dari mengunggah konten anak secara visualisasi maupun keterangan teks dimedia sosial. Risa Saraswati berpikir bahwa membagikan foto dan video anak di Instagram merupakan cara yang baik untuk berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat dekat lainnya. Pada analisis konteks sosial, penelitian ini menemukan banyak masyarakat, khususnya pengguna Instagram yang mendukung perilaku sharenting yang mengarah pada objektivikasi sharenting dengan komentar yang dominan positif terhadap unggahan Risa Saraswati tentang anaknya di Instagram. Hak privasi anak dikesampingkan oleh orang tua mereka. Hak anak dianggap menjadi bias karena usia anak yang belum dapat menentukan pilihannya. AbstractSharenting behavior that leads to objectification of children is often found on Instagram social media. This behavior is often carried out by Instagram celebrities, namely celebrities. Celebgrams as parents who have children upload photos, videos, and text descriptions about their children's daily lives. The information shared is also often related to the privacy information of their children. One of the celebrities who does sharenting behavior on Instagram is Risa Saraswati. This research uses Van Dijk's critical discourse analysis method in order to dismantle the discourse of texts produced based on social cognition. This study aims to determine the objectification of children in sharing behavior on Risa Saraswati's Instagram. This study found four kinds of objectification of children carried out on sharenting behavior on Instagram in text analysis, namely objectification of children to child development, objectification of children as endorsements, objectification of children to funny behavior of children, and objectification of children to celebrities. In the cognitive analysis, Risa Saraswati is not fully aware of the impact that can be obtained from uploading children's content through visualization and textual information on social media. Risa Saraswati thinks that sharing photos and videos of children on Instagram is a good way to communicate with family and other close relatives. In analyzing the social context, this study found that many people, especially Instagram users, support sharenting behavior which leads to the objectification of sharenting with predominantly positive comments on Risa Saraswati's uploads about her child on Instagram. Children's right to privacy is overridden by their parents. Children's rights are considered to be biased because the child's age has not been able to determine his choice.
Komparasi Motivasi Mahasiswa Jurnalistik Sebelum dan Sesudah Praktik Kerja Jurnalistik (PKJ) untuk Menekuni Bidang Kejurnalistikan Wiena Amalia Salsabilla; Pandan Yudhapramesti; Gema Nusantara Bakry
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 2, Desember 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i2.4511

Abstract

Abstrak. Komparasi Motivasi Mahasiswa Jurnalistik Sebelum dan Sesudah Praktik Kerja Jurnalistik (PKJ) untuk Menekuni Bidang Kejurnalistikan (Studi pada Mahasiswa Jurnalistik Unpad yang Melaksanakan PKJ pada Periode Semester Genap 2024). Pembimbing Utama Dr. Pandan Yudhapramesti, S.Sos., MT. dan Pembimbing Pendamping Dr. Gema Nusantara Bakry, M.I.Kom. Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Tujuan pendidikan jurnalisme adalah sosialisasi terhadap profesi kejurnalistikan. Profesi tersebut berorientasi pada praktik sehingga perguruan tinggi harus mengintegrasikan teori dan praktik sebagai jembatan antara dunia akademis dan profesional. Salah satu cara untuk mencapainya adalah melalui program magang. Meski secara umum magang mengarahkan mahasiswa pada karier yang relevan dengan bidang studi, realitanya magang juga memungkinkan mereka menyelidiki jalur karier lain yang dapat menurunkan motivasi untuk bekerja sesuai bidang studi. Beberapa penelitian menunjukkan penurunan motivasi mahasiswa jurnalistik setelah magang, padahal motivasi merupakan unsur penting dalam minat berkarier. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan membandingkan motivasi Mahasiswa Jurnalistik Unpad sebelum dan sesudah program magang mereka, yakni Praktik Kerja Jurnalistik (PKJ) untuk berkarier di bidang jurnalisme. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif, penelitian ini mengukur motivasi berdasarkan Self Determination Theory yang meliputi kebutuhan otonomi, keterkaitan, dan kompetensi. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan motivasi mahasiswa sebelum dan sesudah PKJ yang menandakan kebutuhan dasar mereka telah terpenuhi baik sebelum maupun sesudah PKJ. Abstract. Comparison of Journalism Students' Motivation Before and After Praktik Kerja Jurnalistik (PKJ) to Pursue a Career in Journalism (A Study on Unpad Journalism Students Who Conducted PKJ During the Even Semester of 2024). Main Supervisor Dr. Pandan Yudhapramesti, S.Sos., MT, and Co-Supervisor Dr. Gema Nusantara Bakry, M.I.Kom Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences,  Padjadjaran University. The goal of journalism education is to socialize students with the journalism profession. Since this profession is practice-oriented, universities must integrate theory and practice to bridge the academic and professional worlds. One way to achieve this, is through internship programs. Although internships generally direct students towards careers relevant to their field of study, internships also allow them to explore alternative career paths, which can decrease motivation to work in their field. Several studies have shown a decrease in the motivation of journalism students after internships, despite motivation being a crucial factor in career interest. Therefore, this study aims to compare the motivation of Unpad Journalism Students before and after their internship program, namely Praktik Kerja Jurnalistik (PKJ), to pursue a career in journalism. Using a quantitative method with a comparative approach, this study measures motivation based on the Self Determination Theory, which includes the needs for autonomy, relatedness, and competence. The data were analyzed using the Wilcoxon test. The results show no difference in the motivation of students before and after PKJ, indicating that their basic needs were met both before and after the internship.
Mengukur Keseimbangan Konten Podcast Bocor Alus Politik Tempo dalam Membahas Isu Pemilu Presiden 2024 Hamid, Izzuddin; Yudhapramesti, Pandan; Bakry, Gema
CARAKA : Indonesia Journal of Communication Vol. 5 No. 2 (2024): Caraka : Indonesia Journal of Communication
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/caraka.v5i2.172

Abstract

Media massa memiliki peran penting sebagai pengawas jalannya perhelatan politik khususnya dalam negara dengan sistem politik demokratis, seperti Indonesia. Dalam Pemilihan Umum Presiden Republik Indonesia atau disebut Pilpres, media massa memiliki peran untuk memastikan proses demokrasi berjalan sebagaimana semestinya. Oleh karena itu, media yang mematuhi kode etik jurnalistik, indpenden, objektif, dan berimbang diperlukan dalam memberikan informasi politik yang faktual dan aktual kepada publik. Dari keharusan tersebut, konvergensi media massa dengan produk-produk baru jurnalistik pun menjadi tantangan tersendiri dalam praktik ini. Bocor Alus Politik Tempo merupakan salah satu produk media baru hasil konvergensi berbentuk podcast jurnalistik yang fokus membahas isu-isu terkait Pilpres 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keseimbangan konten podcast Bocor Alus Politik Tempo dalam membahas isu Pilpres 2024 menggunakan pendekatan analisis isi kuantitatif dengan aspek keseimbangan dari teori Objektivitas Media yang dikemukakan Westerstahl. Aspek keseimbangan diukur dengan kategori source diversity dari Christoph Spurk dan evenhanded dari Eriyanto. Penelitian terhadap 17 sampel episode, menunjukkan bahwa Bocor Alus Politik Tempo memiliki tingkat aspek keseimbangan sedang terhadap konten podcastnya. Podcast ini mencapai tingkat keseimbangan sangat tingi pada indikator evenhanded dengan memberikan informasi secara netral tanpa kecondongan positif atau negatif. Namun, pada indikator source diversity, hal ini tidak terpenuhi karena Bocor Alus Politik Tempo tidak seimbang dalam memberikan informasi dari sumber kelompok yang berbeda dalam podcastnya. Peningkatan perlu dilakukan agar dapat mencapai tingkat keseimbangan yang lebih baik lagi.
DINAMIKA PROSES KOMUNIKASI DAN TRANSFER INFORMASI KESEHATAN PADA PENGELOLAAN TAMAN TOGA Yudhapramesti, Pandan; Srimulyani, Henny; Zulfan, Ipit
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.442 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.8.1.43-54

Abstract

A community needs to be critical of various health information that is vulnerable to be misused. This article discusses the family medicinal plant development program (TOGA) managed by the PKK and the Women Farmers Group (KWT), in the cities of Semarang and Yogyakarta. In addition to teaching cultivation of family medicinal plants, this program is also an essential pillar of herbal health information literacy facilities for members of the organization. This qualitative descriptive study seeks to understand how the process of communication and transfer of information on herbal health takes place in the Herbal Bejo TOGA Park management program, contribute to the improvement of health literacy particularly in herbal health in a member of organizations. The results showed that trust and high compliance culture to instruc-tion and information of organization are helped members receive good quality and valid health messages because delivered by experts in their fields. On the other hand, changes in the socio-political climate compared to the New Order era and the devel-opment of technology have opened new experiences in organizational communication from the "top-down" vertical communication flow, changing into all directions, in-stantaneous and more democratic.
Mapping Television ownership concentration in West Java after the Analog Switch-Off Harikal Ramadhan, Muhamad; Rahmat Hidayat, Dadang; Yudhapramesti, Pandan
COMMICAST Vol. 6 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/commicast.v6i1.12719

Abstract

Broadcasting digitization in Indonesia reached a major turning poin with the implementation of the Analog Switch-Off (ASO), as mandated by the Job Creation Law No. 11 of 2020. This policy requires television stations to migrate from analog to digital broadcasting, which brings significant changes to technological advancements and the broadcasting business ecosystem, especially in the media ownership structure. Prior to the ASO, television ownership in West Java was highly centralized and dominated by a few large media groups, which impacted the diversity of content production and distribution. This study aims to analyze the impact of the ASO on the concentration of television ownership in West Java and see whether this transition encourages media diversity or strengthens media conglomeration. Using a qualitative approach with descriptive case study method, this research utilizes Anthony Giddens' Structuration Theory to explore the relationship between media ownership structure and agency in the post-ASO era. Data was collected through in-depth interviews with representatives from television stations and industry stakeholders, supported by document analysis. The findings reveal that despite regulatory changes, media ownership remains concentrated among large networks, limiting opportunities for independent and local television stations to thrive. The study highlights that structural barrier, including financial constraints and regulatory complexity, hinder the democratization of media ownership. In conclusion, while ASO provides the potential for a more diverse broadcasting landscape, existing power structures still dominate, necessitating further policy interventions to promote fair competition and ownership diversity in Indonesia's digital broadcasting era.
PENGUATAN PARTISIPASI WARGA DALAM PROMOSI PARIWISATA MELALUI PELATIHAN PENULISAN KONTEN MEDIA SOSIAL Fadilah, Efi; Herawati, Maimon; Yudhapramesti, Pandan; Gumilar, Gumgum; Agusti, Herlina; Sjafirah, Nuryah Asri
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i1.3613

Abstract

Partisipasi warga dalam promosi pariwisata memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik suatu destinasi wisata. Namun, warga di sekitar Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, menghadapi kendala dalam menyusun konten promosi wisata berbasis media sosial akibat keterbatasan keterampilan dan pemahaman mengenai strategi penulisan yang efektif. Untuk mengatasi permasalahan ini, tim abdimas Program Studi Jurnalistik Universitas Padjadjaran mengadakan pelatihan penulisan konten promosi wisata bagi warga di lima desa di Kecamatan Jatigede. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan warga dalam menyusun dan mengelola konten media sosial yang menarik dan informatif guna mendukung promosi wisata lokal. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah pendekatan andragogi yang berpusat pada partisipasi aktif peserta dengan teknik tutorial, diskusi, dan praktik menulis. Materi pelatihan mencakup strategi penyusunan konten promosi, pemilihan platform media sosial yang sesuai, serta etika dan teknik penulisan digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan dalam memahami teknik penulisan konten yang efektif, dibuktikan dengan kemampuan mereka menghasilkan konten yang lebih sistematis dan menarik. Selain itu, sebagian besar peserta menyatakan ketertarikan untuk terus mengembangkan keterampilan ini melalui pelatihan lanjutan. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas warga dalam memanfaatkan media sosial untuk promosi pariwisata. Untuk keberlanjutan program, diperlukan pendampingan dan kolaborasi lebih lanjut antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat guna memperkuat partisipasi warga dalam industri pariwisata digital.