Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Media Perceptions on Press Council Regulation of AI in Journalism Practice Oktarinda, Anggi; Maryani, Eni; Yudhapramesti, Pandan; Adiputra, Andika Vinianto
Mediator: Jurnal Komunikasi Vol. 18 No. 2 (2025): Mediator: Jurnal Komunikasi (Sinta 2)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v18i2.7696

Abstract

Press Council Regulation No. 1 of 2025 concerning Guidelines for the Use of Artificial Intelligence in Journalistic Works marks a significant initial measure in ensuring that technological advancements do not undermine the fundamental journalistic principles in Indonesia. It reflects the nation’s commitment to preserving press integrity and ethical standards in the context of rapid AI adoption. This study examines the digital media’s perceptions and responses towards these guidelines in the early stages of their dissemination. Employing a descriptive qualitative method, the research utilizes case studies of Ayo Media Network—a network-based digital platform—and Bisnis Indonesia—a segmented newspaper expanding into digital media. Data were obtained through interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that digital media practitioners accepted the Guidelines, acknowledging their relevance, urgency, and alignment with the ongoing media industry’s digital transformation. In response, media organizations intend to realign their practices with these Guidelines to safeguard journalistic integrity and public trust. The principal challenge lies in the aspect of translating principles into practice, as well as institutional support to strengthen the internalization of ethical values. Strengthened socialization, coaching, and stakeholder collaboration are essential to establish these Guidelines as a foundational framework for responsible AI-driven journalism in Indonesia.
Analisis Konten Otomatis: Dinamika Tren Berita Kendaraan Listrik di Media Daring Indonesia Selama Periode Insentif Pajak 2024 Bilhaq Syafri; Pandan Yudhapramesti; Gema Bakry
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika tren dan bingkai pemberitaan kendaraan listrik di media daring Indonesia selama periode insentif pajak tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten otomatis berbasis machine learning dengan pendekatan supervised BERT Multilingual untuk mengklasifikasikan bingkai pemberitaan menjadi demarkasi dan devaluasi. Model dievaluasi menggunakan metrik F1-score dan akurasi untuk memastikan validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki performa klasifikasi yang tinggi dan konsisten. Secara substansi, ditemukan bahwa intensitas pemberitaan kendaraan listrik meningkat tajam pada Februari hingga Mei 2024, seiring dengan implementasi insentif pajak dan pameran otomotif nasional. Media daring seperti Viva dan Suara dominan menggunakan bingkai demarkasi yang menekankan manfaat dan urgensi transisi teknologi ramah lingkungan. Temuan ini menegaskan peran aktif media dalam membentuk persepsi publik dan mendukung adopsi kendaraan listrik melalui strategi framing yang positif.
Analisis Manajemen Strategi Harian Kompas dalam Menghadapi Transformasi Digital Rinaya Triananda Saradewi; Pandan Yudhapramesti; Abie Besman
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2432

Abstract

Koran Harian Kompas merupakan salah satu media cetak terbesar di Indonesia yang telah eksis selama hampir enam dekade. Dalam menghadapi tantangan era digital yang membawa perubahan perilaku konsumen dan pesatnya perkembangan teknologi, Harian Kompas dituntut untuk bertransformasi agar tetap relevan dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen strategi yang diterapkan Harian Kompas dalam menghadapi transformasi digital, serta bagaimana Kompas mampu mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan media daring. Penelitian ini menggunakan konsep manajemen strategi media oleh Sylvia M. Chan-Olmsted, dengan pendekatan kualitatif melalui analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harian Kompas menghadapi tantangan baik dari faktor eksternal, seperti perubahan karakteristik khalayak dan kompetisi media digital, maupun faktor internal seperti adaptasi teknologi dan pengelolaan sumber daya manusia. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kompas menerapkan berbagai strategi inovasi seperti transformasi konten ke platform digital, pengembangan Kompas.id, serta penyesuaian budaya kerja di ruang redaksi. Dengan langkah-langkah tersebut, Harian Kompas berhasil mempertahankan eksistensinya sebagai media terpercaya di era digital.
Netralitas CNNIndonesia.com dalam Pemberitaan Pemberian Pangkat Jenderal kepada Prabowo Nabila Haris; Pandan Yudhapramesti; Nunik Maharani
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v4i2.2130

Abstract

Pasca Pilpres 2024 banyak isu yang bermunculan dari kecurangan pilpres, puluhan petugas pemilu 2024 meninggal hingga ajuan gugatan hasil pemilu. Di tengah kontroversialnya isu pasca pemilihan presiden, Prabowo sebagai calon presiden nomor urut 2 mendapatkan pangkat kehormatan oleh Presiden Indonesia, Jokowi. Keputusan Jokowi dalam memberikan kenaikan pangkat jenderal kepada salah satu capres membuat persepsi tentang bias politik. Objektivitas media menjadi hal yang penting dalam memberitakan isu tersebut. Penelitian ini menganalisis netralitas pemberitaan CNN Indonesia terkait isu tersebut dengan menggunakan teori objektivitas oleh Westerstahl (1983) sebagai acuan dan metode analisis isi kuantitatif oleh Krippendorff (2004). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana CNN Indonesia mampu menyajikan berita tersebut secara netral. Hasil penelitian pada 33 teks berita terkait isu pemberian pangkat jenderal kepada Prabowo menunjukkan bahwa CNN Indonesia secara umum telah memenuhi standar objektivitas dalam sub dimensi netralitas. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya beberapa berita yang belum disajikan dengan netral sehingga perlunya peningkatan dalam menyajikan berita. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan praktik jurnalistik agar media lebih objektif dan netral di masa yang akan datang. Post-2024 Presidential Election, many issues have emerged, ranging from electoral fraud, the deaths of dozens of election officials, to lawsuits regarding the election results. Amid the controversy surrounding the post-presidential election issues, Prabowo, as the presidential candidate number 2, received an honorary rank from the President of Indonesia, Jokowi. Jokowi's decision to promote one of the presidential candidates to a general's rank has raised perceptions of political bias. Media objectivity has become crucial in reporting these issues. This study analyzes the neutrality of CNN Indonesia's reporting on this issue using Westerstahl's (1983) theory of objectivity as a reference and Krippendorff's (2004) quantitative content analysis method. The research aims to analyze the extent to which CNN Indonesia is able to present the news neutrally. The results of the study on 33 news articles related to the issue of granting a general's rank to Prabowo indicate that CNN Indonesia has generally met the standards of objectivity in the sub-dimension of neutrality. However, the study also found some articles that were not presented neutrally, indicating a need for improvement in news reporting. These findings are expected to contribute to the development of journalistic practices to ensure that the media becomes more objective and neutral in the future.
Polarisasi Aktor Jaringan Gerakan Sosial #IndonesiaGelap di X Fathan Insanulkamil; Pandan Yudhapramesti; Gema Nusantara Bakry
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2355

Abstract

Polarisasi dalam jaringan gerakan sosial menjadi fenomena yang semakin menonjol di era digital, terutama dengan berkembangnya media sosial sebagai ruang interaksi. Penelitian ini menganalisis polarisasi aktor dalam jaringan gerakan sosial dengan pendekatan analisis jaringan sosial (Social Network Analysis). Data yang digunakan berasal dari interaksi di platform Twitter terkait dengan gerakan sosial tertentu. Studi ini mengeksplorasi peran aktor utama, pola hubungan antaraktor, serta bagaimana modularitas jaringan mempengaruhi polarisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan gerakan sosial memiliki tingkat modularitas yang tinggi, di mana komunitas-komunitas dalam jaringan cenderung berinteraksi dalam kelompoknya sendiri dan jarang berhubungan dengan komunitas lain. Efek echo chamber yang kuat menyebabkan informasi dalam kelompok menjadi semakin homogen dan memperkuat bias kognitif anggotanya. Selain itu, ditemukan bahwa aktor dengan tingkat degree centrality yang tinggi berperan sebagai gatekeeper informasi, menentukan arah narasi yang berkembang di komunitasnya. Polarisasi juga diperkuat oleh algoritma media sosial yang memprioritaskan interaksi berbasis kesamaan ideologi, sehingga menghambat penyebaran perspektif yang lebih beragam. Studi ini menyoroti pentingnya strategi komunikasi lintas komunitas serta penggunaan bridging nodes untuk mengurangi polarisasi. Selain itu, penelitian ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam mengolah data jaringan dan pola komunikasi, sehingga meningkatkan akurasi dalam memahami dinamika polarisasi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dan pengelola platform media sosial dalam merancang strategi mitigasi polarisasi
Keakuratan dan Bias dalam Pemberitaan Indonesia Gelap: (Studi Analisis Isi pada CNNIndonesia.Com) Nabilah Resaldi; Pandan Yudhapramesti; Gema Nusantara Bakry
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humani... Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v4i1.2367

Abstract

The Indonesia Gelap issue drew considerable public attention because it was closely linked to social criticism of the government and social movements. In this study, a content analysis using quantitative methods was conducted on 83 news articles published by CNN Indonesia from February 17 to 21, 2025. The analysis was based on the news credibility theory proposed by Andrew J. Flanagin and Miriam J. Metzger. The findings were classified as having a very high level of accuracy, with an average rate of 94.4%, including indicators such as consistency between headlines and content, textual accuracy, and the relevance of photographs. Meanwhile, the bias dimension obtained an average percentage of 33.7%, which was categorized as low. The low bias score was reflected in the disproportionate number of sources and quotations presented to the parties involved. These findings indicate that CNNIndonesia.com delivered accurate information, although the reporting had not yet fully achieved balanced coverage of the Indonesia Gelap issue.