Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Komunikasi Program Psychological Services PKBI Riau dalam Memenuhi Kebutuhan Psikologi Pengungsi Saat Pandemi Covid-19 Yozani, Ringgo Eldapi; Permata Sari, Indah; Wahidar, Tutut Ismi
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v6i1.1256

Abstract

Komunikasi bertujuan untuk mencapai komunikasi yang efektif yaitu apabila rangsangan yang disampaikan oleh komunikator bisa diterima serta dicerna oleh penerimanya dengan baik. Berdasarkan dari pendapat yang dikemukakan oleh Cultip, dkk (2011), bahwasannya guna memberikan nilai keefektifan dalam sebuah komunikasi di dalam suatu program public relations dan salah satu instansi yang menjalankannya yaitu program psychological services oleh PKBI Daerah Riau untuk masyarakat dan pengungsi yang berada di Pekanbaru. Tujuannya untuk memberikan peningkatan diri individu dalam pemecahan berbagai masalah psikologi yang muncul akibat dari situasi negara konflik apalagi saat pandemi covid-19. Dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif deskriptif dan menggunakan metode pengumpulan datanya melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada pengungsi yang mengikuti program PKBI Daerah Riau dengan jumlah sampel yaitu 283 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin. Setelah kuesioner disebarkan di lapangan, selanjutnya menggunakan aplikasi SPSS for windows versi 23 yaitu sebuah aplikasi yang digunakan guna mengolah suatu data yang sudah diperoleh atau sudah terkumpul di dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program psychological services PKBI Daerah Riau sebesar 3,09 yang masuk kedalam kategori efektif dalam melaksanakan kegiatan untuk pengungsi saat pandemi covid-19 di Pekanbaru.
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PENINGKATAN PELAYANAN PERIZI0NAN BERBASIS DARING PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN PELALAWAN Silfa, Syarifah Alfina; Yozani, Ringgo Eldapi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 12: Edisi II Juli - Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has encouraged government agencies, including the Office of Investment and One-Stop Integrated Services (DPMPTSP) of Pelalawan Regency, to adopt online licensing service systems through the Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA). However, the implementation of this service still faces challenges, such as limited internal coordination, lack of effective communication media, and limited human resources. This study aims to analyze communication management in improving online licensing services at DPMPTSP Pelalawan Regency, focusing on communication planning, message management, media selection, and communication evaluation. This research employs a descriptive qualitative method with a constructivist paradigm. Data were obtained through in-depth interviews with key informants, direct observation, and the review of official documents related to the implementation of the OSS RBA system. The data analysis process was carried out through stages of data reduction, data presentation, and inductive conclusion drawing. The main focus of this research is directed at four aspects of communication management, namely communication planning, message management, media selection, and communication evaluation. The results of the study show that the implementation of communication management at DPMPTSP Pelalawan Regency is still not optimal. Communication planning has not been systematically arranged, message management is still one-way, online communication media have not been maximally utilized, and communication evaluation has not become part of the organizational routine. The main inhibiting factors include the lack of HR training, uneven workload distribution, and limitations in technological infrastructure and interdepartmental coordination. Therefore, more structured and collaborative communication strategies are needed to support the successful transformation of digital-based public services. Key Word : Communication Management, Online Licensing Services, DPMPTSP Pelalawan Regency
SOROT REPUTASI DALAM KOMUNIKASI KRISIS BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA: STUDI KASUS KECURANGAN SELEKSI CASN TAHUN 2021 Wirman, Welly; Yozani, Ringgo Eldapi; Sandro, Sandro
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v13i2.7630

Abstract

Seleksi CASN tahun 2021 dikejutkan dengan kasus kecurangan yang dilakukan oleh beberapa peserta dan oknum PNS serta doxing akun Twitter Abel Kate yang membuat tagar BKNsarangMaling menjadi trending topic. Peristiwa ini menyebabkan krisis terhadap Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga dapat mengancam reputasi organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis bagaimana komunikasi krisis BKN dalam membangun reputasi organisasi dengan menggunakan konsep Situational Crisis Communication dan Image Repair Theory. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menangani krisis, Humas BKN menggunakan strategi menyangkal atau penolakan terhadap tuduhan (denial), menghindari tanggung jawab atas tindakannya (Evasion of responsibility), meminimalisir persepsi negatif (Reduce of Offensiveness), melakukan perbaikan atas kondisi yang terjadi (Correction Action) dan strategi respon krisis bolstering untuk memuji stakeholders dan menginformasikan prestasi organisasi kepada publik
Komunikasi Adaptasi Lintas Budaya antara Karyawan Lokal dan Pemimpin Asing di Perusahaan PT. Asia Pacific Rayon Olfat, Ferdinan Favian; Yozani, Ringgo Eldapi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan perbedaan budaya menjadi di setiap tempat baik pekerjaan, Masyarakat, instansi ataupun perusahaan menjadi sebuah permasalahan yang sering terjadi. Seperti permasalahan komunikasi, sosial, dan kebudayaan dari tempat tersebut. Setiap individu akan melakukan adaptasi ketika berada di tempat baru terutama Perusahaan. Banyaknya Perusahaan multinasional membuat cara beradaptasi bukan lagi sesama dengan warga negara yang sama melainkan dengan negara asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Komunikasi Adaptasi Lintas Budaya Antara Karyawan Lokal Dan Pemimpin Asing Di Perusahaan PT. Asia Pacific Rayon. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana akulturasi, dekulturasi, asimilasi pada proses Komunikasi Adaptasi Lintas Budaya Antara Karyawan Lokal Dan Pemimpin Asing Di Perusahaan PT. Asia Pacific Rayon. Penelitan ini menggunakan teori adaptasi lintas budaya menurut Guddykunts dan Kim yang menggunakan indicator: Akulturasi, Dekulturasi, Asimilasi. Metode penelitian ini menggukan metode kualitatif dan jenis penelitian deskriptif yang dilakukan di Perusahaan PT. Asia Pacific Rayon. Dari hasil pengukuran terhadap masing-masing sub indikator penelitian yang dilakukan, dapat dinyatakan bahwa komunikasi adaptasi lintas budaya sudah dilaksanakan dengan baik tetapi tidak dapat terjadinya asimilasi yang membuat kebudayaan baru. Teknik pengambilan data menggunakan Teknik purposive. Terdapat 3 cara pengambilan data yaitu: (1) Wawancara, (2) Observasi, (3) Dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa akulturasi terjadi dengan saling memahami budaya dan Bahasa satu sama lainnya. Dekulturasi juga terjadi disaat saling memahami budaya satu sama lainnya tetapi lebih memilih kelompok masingmasing individu. Asimilasi tidak terjadi dikarenakan tidak adanya budaya baru yang muncul dari proses adaptasi lintas budaya.
Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata Budaya Event Pacu Jalur Pasca Covid-19 Aulina, Novia; Rumyeni, Rumyeni; Yozani, Ringgo Eldapi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 15 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13827399

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pacu jalur bukan semata- mata event olahraga yang menarik minat masyarakat. Event pacu jalur ini diadakan setiap tahunnya, namun ditiadakankan selama dua tahun dikarenakan penyebaran covid-19. Event pacu jalur sendiri dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tentu tidak melupakan strategi sebagai komukasi pemasaran event yang akan dilaksanakan. Adanya beberapa jenis komukasi pemasaran yang dapat dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam melakukan promosi event tersebut. tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam meningkatkan jumlah pengunjung wisata budaya pacu jalur pasca covid-19. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, dengan proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi. Informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang terlibat dalam pemasaran event pacu jalur. Berdasarkan hasil penelitian dalam meningkatkan jumlah pengunjung wisata budaya pacu jalur, dinas kebudyaan dan pariwisata menggunakan beberapa strategi. Dari hasil strategi yang digunakan (1) Advertising dimana tim pemasaran memanfaatkan media elektronik dan media cetak dan mampu meningkatkan jumlah pengunjung. (2) internet marketing, dimana dalam melakukan strategi ini dinas menggunakan media sosial yakni Instagram dan Tik Tok. Dengan menggunakan strategi ini tingkat jumlah pengunjung meningkat hingga mencapai 90% (3) public relation, dimana dinas memperbaiki infrastrukur yang berkaitan dengan masyarakat setempat dan juga pengunjung seperti jalan dan kawasan yang ada di pacu jalur (4) event marketing, dimana dinas cenderung lebih banyak ikut serta pada event yang diadakan pihak lain dibanding menyelenggarakan event dan (5) Word of Mounth, dimana dinas menggunakan strategi ini karena tidak menggunakan biaya dan yang menguntungkan adalah strategi tersebut dapat mudah tersebar sehingga dapat membuat minat pengunjung dan dapat meningkatkan jumlah pengunjung.
Pola Komunikasi Ritual Purnama dan Tilem pada Umat Hindu di Kota Pekanbaru Siagian, Dewi Radiatul Irabiah; Yozani, Ringgo Eldapi; Yazid, Tantri Puspita
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 7 No. 1 (2024): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v7i1.22765

Abstract

Hindus in Pekanbaru City are migrants who come from various regions. Hindus in Pekanbaru City have a small number compared to other religions with a presentation of 0.02%. But this does not reduce their obedience in carrying out purnama and tilem rituals. This research uses a ritual perspective, where communication is not a process of message transmission but as a representation of shared beliefs. This research aims to describe the communication patterns of full moon and tilem rituals in Hindus in Pekanbaru City. The method used in this research is descriptive qualitative which focuses on observation and interview. The results showed that the communication of purnama and tilem rituals in Pekanbaru City was carried out with five series of processes, namely nganteb banten, puja trisandya, kramaning sembah, hening and doa, and dharma wacana. Hindus perform purnama and tilem rituals as a form of gratitude and devotion for all the blessings that have been given by Sang Hyang Widhi.
Empowering the Local Community through Digital Content Creation for Tourism Village Marketing Taufiqqurrachman, Taufiqqurrachman; Yozani, Ringgo Eldapi; Fadli, Mashur; Muhammad, Fahmi; Nurita, Riau
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/8x28sg62

Abstract

The community engagement program focused on a tourism marketing training held in Sungai Petai Village, Kampar Regency, which adopted three key approaches—destination image, halal tourism, and sustainable tourism—within a rhetorical structure framework. The main objective was to enhance local capacity in producing compelling marketing content for village tourism by utilizing digital platforms effectively. Initiated by a team of academics from the Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Riau, the program applied a problem-based learning method and was evaluated through three levels of assessment: reaction, learning, and behavior, involving a total of 30 participants. This training program successfully improved participants’ knowledge and practical skills, particularly in using digital tools for tourism promotion. Participants were able to produce creative marketing materials integrating the three dimensions of tourism marketing—image, halal, and sustainability—while applying rhetorical design principles using the digital applications of graphic design. However, several challenges were identified, including limited access to adequate equipment and licensed design software. To achieve greater and more sustainable economic impact, this study recommends extended technical mentoring, improved facility support, and ongoing evaluations that connect promotional activities to measurable indicators such as visitor engagement and income growth.
Penerapan Kolaborasi Triple Helix untuk Pengembangan Kapasistas Pemasaran Desa Wisata Melalui Platform Digital Taufiqqurrachman, Taufiqqurrachman; Yozani, Ringgo Eldapi; Fadhli, Mashur; Muhammad, Fahmi; Nurita, Riau
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.462-268

Abstract

Digital platforms have become a fundamental instrument in tourism marketing, especially for developing and promoting tourism villages. However, many village management units still face significant limitations in human resources and digital skills. This community service program was designed to address these challenges in Tourism Village of Sungai Petai through the application of a triple helix collaboration model, which synergizes the roles of academics, local government, and tourism business actors. Within this framework, academics contributed expertise and mentorship, the village government provided policy and logistical support, while local businesses shared practical knowledge relevant to digital promotion and entrepreneurship. The program employed a problem-based learning approach, encouraging participants to identify real issues, formulate strategies, and produce digital content that reflects the village’s cultural and environmental uniqueness. Training materials covered the principles of integrated tourism marketing—encompassing destination image, halal tourism, and sustainability—as well as techniques for visual content creation and social media management. The evaluation design incorporated both pre-test and post-test assessments to measure the participants’ knowledge gains. The findings indicate a measurable improvement, with the average pre-test score of 51.3 increasing to 80.3 after the training, reflecting a 56.6% growth in participants’ digital marketing competence. This significant increase demonstrates that the triple helix model effectively enhances local capacity in managing digital promotion and strengthens the foundation for sustainable village tourism development. In conclusion, the program not only improved participants’ technical understanding of digital marketing but also fostered a collaborative mindset essential for sustaining innovation at the community level. The outcomes affirm that the triple helix approach can serve as a replicable model for empowering rural communities toward inclusive and sustainable digital tourism transformation.
Budaya Tradisional, Identitas Dan Media Baru: Representasi Pacu Jalur Pada Instagram @Kuantanesia Fz, Yudhisti Indra; Salam, Noor Efni; Yozani, Ringgo Eldapi
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v6i1.3152

Abstract

The Pacu Jalur tradition is a cultural heritage of the Kuantan Singingi community that faces significant challenges due to changing media consumption patterns and the dominance of global digital culture. This study aims to analyze how the Instagram account @kuantanesia contributes to the preservation of Pacu Jalur’s cultural identity through visual representation practices, cultural storytelling, and strategies for leveraging social media algorithms. This research employs a qualitative descriptive approach, including content observation, visual analysis, and digital interaction tracing related to the cultural activities of Pacu Jalur. The study adopts Regina Luttrell’s Circular Model of Social Media as the conceptual framework to map the digital communication practices used by @kuantanesia in conveying cultural messages.The findings reveal that @kuantanesia functions not only as a documentation platform but also as a cultural intermediary that reconstructs Pacu Jalur’s identity through visual aesthetics, localized storytelling, and the use of Instagram features such as photos, short videos, and Reels. Consistent cultural representation enhances the visibility of cultural content and strengthens the collective memory of the Pacu Jalur tradition among the public. Additional findings indicate that algorithmic strategies including posting frequency, hashtag usage, and visual narrative styles significantly contribute to increased reach and user engagement. This study concludes that social media serves as a space for cultural revitalization as well as an arena for identity negotiation amid the symbolic competition of global digital culture.
Fenomena Komunikasi Imigran Ilegal Afghanistan di Rumah Detensi Imigrasi Kota Pekanbaru Yozani, Ringgo Eldapi; Wirman, Welly; Handoko, Tito
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 5 No. 1. June (2021): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v5i1.12713

Abstract

This study aims to explore the conscious experience of illegal immigrants from Afghanistan who are in Rudenim Pekanbaru City. This research uses Qualitative method by using Phenomenology Approach. While the theory used in this research is Phenomenology Theory. This is because the author wants to explore the conscious experience of the informant. In this case is the conscious experience of illegal immigrants and want to know the motives possessed by illegal immigrants in illegal immigration. The results showed that there are some motives owned by Illegal Immigrants in conducting immigration seacar illegal. Motive of the past (because motive) is the motive condition of the State is not conducive or the occurrence of war, the motive of disappointment against the State. While the motive will come (in order to motive) is the economic motive, better livelihood motives and motives want to be recognized as someone who has a skill that had never they get in the country of origin.Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman sadar para imigran gelap asal Afghanistan yang berada di Kota Pekanbaru. Penulis ingin menggali pengalaman sadar para imigran gelap dan ingin mengetahui motif-motif yang dimiliki oleh para imigran ilegal tersebut dalam melakukan imigrasi ilegal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Fenomenologi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa motif yang dimiliki oleh para Imigran Ilegal dalam melakukan imigrasi seacar ilegal. Motif masa lalu (karena motif) adalah kondisi motif Negara tidak kondusif atau terjadinya perang, motif kekecewaan terhadap Negara. Sedangkan motif yang akan datang (in order to motive) adalah motif ekonomi, lebih baik motif penghidupan dan motif ingin diakui sebagai seseorang yang memiliki keahlian yang belum pernah mereka dapatkan di negara asalnya.