Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

UJI AKTIVITAS TONIKUM EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Yeti Mulyati; Dwi Ningsih; Hayu Widyasti, Jena
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.306

Abstract

Tonikum merupakan bahan untuk memacu dan memperkuat sistem organ serta menstimulan perbaikan sel-sel tonus otot. Efek tonikum selain diperoleh dari minuman berbahan kimia dapat juga dari tanaman obat seperti daun binahong yang mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid yang diduga mempunyai efek tonikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun binahong memiliki efek tonikum dan dosis efektif ekstrak etanol daun binahong pada mencit putih jantan (Mus musculus). Metode ekstraksi daun binahong pada penelitian ini menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas tonikum menggunakan metode Natatory Exhaustion dan uji gelantung. Parameter yang diamati berupa swimming time dan kemampuan mencit putih jantan bergelantung dengan kontrol negatif Na-CMC 0,5%, kontrol positif kafein 100 mg/kgBB, dosis ekstrak daun binahong 10,92; 21,84; dan 32,76 mg/20 g BB. Data hasil pengukuran dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk Test dan uji homogenitas. Setelah memenuhi syarat, maka dilanjutkan dengan One way ANOVA kemudian uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) memiliki aktivitas tonikum pada mencit putih jantan ditandai dengan adanya perbedaan signifikan pada kontrol negatif Na-CMC 0,5%. Dosis efektif dari ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) yaitu 21,84 mg/20 g BB mencit.
Uji Efektivitas Patch Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) pada Penyembuhan Luka Sayat Punggung Kelinci (Oryctolagus cuniculus): Effectiveness Test of Patch Green Betel Leaf Extract (Piper betle L.) on Healing of Rabbit (Oryctolagus cuniculus) Back Wounds Dewi Nurul Aini; Dwi Ningsih; Ganet Eko Pramukantoro
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1942

Abstract

Betel leaf (Piper betle L.) has potential as wound healing. The purpose of this research is formulate green betel leaf extract into patch with good stability and physical quality, knowing green betel leaf extract has healing effect, determine the concentration green betel leaf extract which is effective in healing cut wounds. Development in patch form due to the advantages, namely therapeutic effect, practical, and comfortable. The patch formula using extract concentrations 2%, 6%, and 10%. Patches are tested for physical quality, stability checks, and determination of active substance content. Observations effectiveness of wound healing were carried out every day before giving treatment including wound length, healing time, erythema, edema, degree of dryness, scab, and pus. Data wound healing were analyzed with Kruskall-Wallis and Mann Whitney. The results showed that green betel leaf extract could be formulated into a patch with good physical quality and stability. Green betel leaf extract 2%, 6%, and 10% has wound healing effect. The concentration of extract that effective as wound healer is 6%. Keywords:          green betel leaf, extract, patch, wound healing   Abstrak Daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki potensi sebagai penyembuh luka sayat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak daun sirih hijau dalam bentuk patch dengan mutu fisik dan stabilitas yang baik, mengetahui ekstrak daun sirih hijau memiliki efek penyembuhan luka sayat, mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirih hijau yang efektif dalam menyembuhkan luka sayat. Pengembangan dalam bentuk patch karena memiliki kelebihan yaitu efek terapi lama, praktis, dan nyaman digunakan. Formula patch menggunakan konsentrasi ekstrak yaitu 2%, 6%, dan 10%. Patch diuji mutu fisiknya, pemeriksaan stabilitas, dan penetapan kadar zat aktif. Pengamatan efektivitas penyembuhan luka dilakukan setiap hari sebelum pemberian perlakuan meliputi panjang luka, waktu penyembuhan, eritema, edema, tingkat kekeringan, keropeng, dan nanah. Data pengamatan penyembuhan luka dianalisis menggunakan SPSS Kruskall-Wallis dan Mann Whitney. Hasil menunjukkan ekstrak daun sirih hijau dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan patch dengan mutu fisik dan stabilitas yang baik. Ekstrak daun sirih hijau dengan konsentrasi 2%, 6%, dan 10% memberikan efek penyembuhan luka sayat. Konsentrasi ekstrak yang efektif sebagai penyembuh luka sayat yaitu 6%. Kata Kunci:         daun sirih hijau, ekstrak, patch, penyembuhan luka sayat
Uji Aktivitas Anti-Wrinkle Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Pada Kulit Punggung Kelinci Putih New Zealand yang Diinduksi Sinar UV-B Dwi Ningsih; Restu Putri Shakila; Dewi Ekowati
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 2 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i2.1755

Abstract

Paparan sinar ultraviolet dapat memicu munculnya kerutan pada kulit. Minyak nilam merupakan salah satu minyak esensial yang berpotensi digunakan sebagai anti-wrinkle, karena kandungan senyawa patchouli alcohol yang memiliki aktivitas antioksidan sangat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan konsentrasi efektif minyak nilam sebagai anti-wrinkle terhadap kulit punggung kelinci yang diinduksi sinar UV-B. Pengujian aktivitas anti-wrinkle minyak nilam dilakukan dengan menggunakan 3 ekor kelinci. Punggung kelinci dibagi menjadi 6 bagian perlakuan: I (kontrol negatif), II (kontrol positif) HANASUI Advance Retinol Serum, III-V (kelompok uji) minyak nilam dengan variasi konsentrasi 17,5%, 20%, 22,5%, dan VI (kontrol normal). Parameter yang diamati adalah perbaikan kerutan pada kulit punggung kelinci yang diamati secara visual dengan scoring system of Bisset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kerutan pada kelompok I (-), II (+), III, IV, V dan VI masing-masing adalah 1,67±0,58; 0; 0,67±0,58; 0; 0; 0. Kelompok I (-) memberikan perbedaan yang signifikan pada kelompok II (+), IV, dan V (P<0,05). Kelompok II (+) tidak berbeda secara signifikan terhadap skor kerut pada kelompok III, IV dan V (P>0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak nilam memiliki aktivitas anti-wrinkle dengan konsentrasi efektif 20% menunjukkan hasil yang setara dengan kontrol positif