Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI ANEMIA DAN PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI Habibah, Nur; Dewi, Ni Nyoman Astika; Kurniawan, Bayu Surya; Marhaeni, Gusti Ayu; Sri Dhyanaputri, I Gusti Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1408

Abstract

Adolescents are individuals with an age range of 10-19 years and are in the phase of life between childhood and adulthood. Growth and development during adolescence are associated with physical, physiological, psychological, behavioral, and social changes. The transitional conditions of growth and development during adolescence cause an increase in the need for nutritional intake and other essential nutrients, making adolescents more prone to anemia. This community service activity was carried out with the aim of increasing knowledge about anemia and hemoglobin levels in the target group, as many as 100 adolescent girls at SMP 1 Ubud, Gianyar.  This activity was carried out through several stages, namely: socialization, coordination and preparation of activities, pretest, presentation of material, posttest, checking hemoglobin levels, and evaluation of activities. The results of the activity showed that there was an increase in the knowledge of adolescent girls about anemia from poor to very good knowledge. Based on the results of laboratory examinations, it was found that 14% of respondents were anemic with hemoglobin levels <12 g/dL. Counseling activities and examination of hemoglobin levels need to be carried out continuously by involving various related institutions so that decreasing incidence of anemia can be achieved.
EDUKASI TENTANG KANKER PAYUDARA MENINGKATKAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA REMAJA PUTRI Marhaeni, Gusti Ayu; Suindri, Ni Nyoman; Arneni, Ni Putu Gita; Habibah, Nur; Dewi, Ni Nyoman Astika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1438

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab kematian akibat kanker paling umum pada wanita di negara-negara berkembang. Kanker payudara dapat dideteksi dengan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Deteksi dini oleh wanita disebut dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Partisipasi perempuan dan remaja putri dalam program skrining kanker payudara masih rendah. Hal ini disebabkan rendahnya kesadaran akan manfaat melakukan deteksi dini kanker payudara dan rasa malu. Pengetahuan remaja tentang kanker payudara dapat mempengaruhi perilaku remaja dalam melakukan deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri. Dengan rendahnya cakupan SADANIS maka salah satu cara yang mungkin dilaksanakan adalah melatih masyarakat tentang SADARI. Salah satu kelompok berisiko untuk terjadinya tumor pada payudara adalah remaja putri. Anggota kelompok sasaran adalah remaja putri sejumlah 60 orang di SMA Negeri 1 Rendang. Media pembelajaran yang digunakan adalah modul dan leaflet dengan alat bantu berupa LCD dan laptop. Sebelum penyuluhan dilakukan penggalian pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja putri terlebih dahulu melalui kuesioner (pretest) dan setelah mengikuti penyuluhan dilakukan evaluasi terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja putri (posttest). Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat tingkat pengetahuan, sikap dan praktik remaja putri setelah diberikan intervensi berupa penyuluhan menunjukkan 80% responden memiliki pengetahuan baik, dan 20% memiliki pengetahuan cukup. Pada variabel sikap 98,3% bersikap positif dan hanya 1,7% yang bersikap negatif. Pada variabel praktik 80% responden telah melaksanakan praktik SADARI dengan benar dan 20% melaknakan praktik dengan salah. Hal ini menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan, sikap dan praktik remaja putri setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan. Pendidikan dasar kepada remaja putri perlu diberikan untuk memberikan informasi tentang SADARI untuk memperluas pengetahuannya tentang SADARI, memberikan panduan cara melakukan pemeriksaan SADARI dengan benar, dan mempengaruhi keinginan remaja putri untuk melakukan SADARI secara mandiri.
MEMBANTU PENANGANAN MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN INTERPROFESIONAL EDUCATION (IPE) Hadi, Mochammad Choirul; Kusumajaya, Anak Agung Ngurah; Marhaeni, Gusti Ayu; Mustika, I Wayan; Gejir, I Nyoman; Sudiantara, Ketut; Suardana, I Wayan; Puryana, I Gusti Putu Sudita; Dewi, Ni Nyoman Astika; Habibah, Nur
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v5i1.2115

Abstract

An integrated manner of Community Engagement Activities done by using the concept of Interprofessional Education (IPE) engages health workers and village midwives in the work area of Puskesmas Kerambitan I as the target. This activity aims to apply the IPE to improve community health status in the working area of Puskesmas Kerambitan I Tabanan Regency. In the implementation of community service activities used several methods, such as structured interview methods to explore public health problems, methods of extension for giving some health materials as well as, and methods of direct practice to the community during the day of health services. This activity successfully involves the target of training of 30 people consisting of Village Midwife and Community Health Center Staff and Health Workers from 7 villages as many as 21 people, and target of public health service as much as 98 out of 100 people invited Community Service Activity with IPE method is completed by involving all departments in Poltekkes Kemenkes Denpasar.
Gambaran Pengetahuan Ibu dan Praktik Pemberian Makan Pada Anak Usia 12-24 Bulan Dengan Malnutrisi di Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan Tahun 2022 Luh Ayu Adnyani; Gusti Ayu Marhaeni; Made Widhi Gunapria Darmapatni
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i1.2147

Abstract

The increasing number of case of malnutrition in Selemadeg District shows that nutritional problem are still a public health problem. The incidence of malnutrition occurs due to ignorance and/or inability to prepare complementary food that can provide the needs of balanced and hygienic nutrition. The purpose of this study was to identify how the description of mother knowledge and feeding practices among children aged 12-24 months with malnutrition in Selemadeg District. This research is a descriptive research with cross-sectional approach. The population of this study were all mother who had children aged 12-24 months in Selemadeg District. The sampling technique is non probability sampling namely total sampling with total sampel 63 responden. The study found that the level of knowledge of responden in a good category was 90,47 %, most of practice levels (60,3 %) were in medium category and 54 % of respondens with a good knowledge have medium level of practice. Suggestion for health worker to organize councelling and demonstration of feeding practices esspesially about how to serve the foodsKeywords : Knowledges, child feeding practices, children aged 12-24 months, malnutrition.
Overview of HIV, Syphilis and Hepatitis B Screening for Pregnant Women at the Selemadeg Community Health Center, Tabanan Regency, 2019-2021 Luh Gede Erawati; Made Widhi Gunapria Darmapatni; I Nyoman Wirata; Gusti Ayu Marhaeni
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i2.2559

Abstract

Transmission of HIV, Syphilis, and Hepatitis B from mother to child is a vertical transmission. Transmission occurs during pregnancy, during childbirth and during breastfeeding. A strategy is needed to prevent the transmission of HIV, Syphilis and Hepatitis B from mother to child. To overcome this, the government makes PMTCT policy in an effort to eliminate the transmission of triple elimination. The purpose of the study was to determine the description screening of HIV, Syphilis and Hepatitis B in pregnant women at the Selemadeg Health Center. This type of research is descriptive. The research was conducted at the Selemadeg Health Center in May 2022. The type of secondary data, the instrument of collection with data collection sheets. The characteristics of pregnant women are 82.1% aged 20-35 years, 53.1% working mothers, 50.8% have high school education, 49.3% have one child. The results of the screening in pregnant women are one person (0.2%) HIV reactive, six persons (1%) Syphilis reactive, and two persons (0.3%) Hepatitis B reactive.  Pregnant women with HIV reactive results are 100% in the age group 20-35 years,100% housewife,100% high school education, and 100% primipara. Syphilis reactive results are 83.3%, in the age group 20-35 years, housewife (66,7%), high school education (66.7%) and multipara (66.7%). Hepatitis B reactive results are 50% in the age gruop 20-35 years, 50 % in the age group > 35 years, 50%, 50% housewife, 50% working mom, 50% high school education 50% and overall multipara. For primary health center to optimize health promotions regarding Prevention of Mother to Child Transmission (PMTCT) at the Selemadeg Health Center.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Kesehatan Reproduksi pada Perilaku Seks Pranikah pada Remaja di Sekolah Menengah Kejuruhan Negeri 1 Tegallalang Triani, Ni Luh Lusi; Marhaeni, Gusti Ayu; Utarini, Gusti Ayu Eka
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6788

Abstract

Perkembangan masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Perubahan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai perilaku berisiko, salah satunya perilaku seks pranikah. Pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi menjadi dasar penting dalam terbentuknya perilaku remaja, karena pemahaman yang baik dapat membantu remaja mengambil keputusan yang tepat serta bertanggung jawab terhadap kesehatan dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pranikah pada remaja di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tegallalang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 73 responden. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret sampai April 2025. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja SMKN 1 Tegallalang memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi (63,0%), sikap yang positif (64,4%), serta perilaku seks pranikah yang tergolong baik (49,3%). Hasil uji Rank Spearman menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seks pranikah (p-value 0,009) dan antara sikap dengan perilaku seks pranikah (p-value 0,017). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMKN 1 Tegallalang tahun 2025. Disarankan kepada petugas kesehatan sekolah untuk meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan guna mendorong perilaku remaja yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
Hubungan Pengetahuan Calon Akseptor Keluarga Berencana dengan Motivasi Menggunakan Intra Uterine Device Sutiani, Ni Luh; Marhaeni, Gusti Ayu; Utarini, Gusti Ayu Eka
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7091

Abstract

Program Keluarga Berencana merupakan upaya pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak. Meskipun IUD tergolong metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan memiliki tingkat kegagalan rendah, angka penggunaannya di UPTD Puskesmas II Denpasar Utara masih lebih rendah dibandingkan metode lainnya seperti suntik dan pil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan motivasi penggunaan IUD di wilayah kerja UPTD Puskesmas II Denpasar Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive random sampling dengan besar sampel 51 orang yang dipilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Populasi penelitian adalah wanita usia subur (21–49 tahun) yang belum menggunakan kontrasepsi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Spearman Rank melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,7% responden memiliki pengetahuan baik dan 49,0% memiliki motivasi kuat dalam menggunakan IUD. Hasil korelasi uji Spearman Rank didapatkan nilai p = 0.000 (< 0,05) dengan nilai r = 0,641 yang menunjukkan hubungan kuat dan signifikan. Simpulan penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan calon akseptor keluarga berencana dengan motivasi menggunakan IUD. Diperlukan upaya aktif tenaga kesehatan dalam peningkatan edukasi KB melalui media yang menarik dan pendekatan berbasis bukti, guna mendorong penggunaan kontrasepsi jangka panjang secara sadar dan percaya diri.
Efektivitas Continuum of Care Terhadap Kemampuan Ibu Dalam Perawatan Bayi di Kota Makassar Siti Mukarramah; Afriani Afriani; Amanda Damayanti; Marhaeni Marhaeni; Wirawati Amin
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 1 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i1.1340

Abstract

Every child has the right to live, grow, develop, and be protected. To that end, comprehensive, integrated, and sustainable child health efforts must be carried out from the fetal stage to the age of 18 to ensure the survival and quality of life of children through a reduction in mortality rates, improved nutrition, and the fulfillment of minimum service standards for infants. This study aims to analyze the relationship between the implementation of Continuum of Care (COC) and mothers' ability to care for infants, focusing on health aspects and caregiving skills, to improve infant care quality and reduce complications. The method used is quantitative with an observational analytical approach and a case-control design. The study sample consisted of 76 mothers, with 38 mothers receiving COC services and 38 mothers not receiving such services. Data were analyzed using the chi-square test and Odds Ratio (OR) calculations. The results showed that mothers who received COC services had better infant care skills compared to those who did not. Among the 38 mothers who received COC, 89.4% were able to care for their infants well, while only 34.2% of mothers who did not receive COC were able to care for their infants. The p-value of 0.000 indicates that this difference is statistically significant. The Odds Ratio shows that mothers who did not receive COC services were 16 times more likely to be unable to care for their infants compared to those who received COC (OR = 16.346). This study concludes that the implementation of the COC program significantly improves mothers' ability to care for their babies WITH A p-VALUE OF 0.000. Therefore, it is recommended that the COC program be widely implemented to improve the quality of infant care and the health of mothers and children. Keywords: Continuum of Care; Maternal Ability; Infant Care; Maternal Health; Child Health
PERBEDAAN INTENSITAS DISMENORE PRIMER SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN INHALER STICK AROMATERAPI PEPPERMINT PADA REMAJA PUTRI Ni Kadek Dwi Suryaningsih; Ni Wayan Armini; Ni Wayan Ariyani; Regina Tedjasulaksana; Gusti Ayu Marhaeni
Jurnal Gema Keperawatan Vol 19 No 1 (2026): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v19i1.4179

Abstract

Primary dysmenorrhea is a fairly common health problem during the menstrual cycle and often disrupts the activities of adolescent girls. Non-pharmacological management of menstrual pain is increasingly in demand, this is chosen because it is considered to have a higher level of safety and a low risk of side effects. One method used is peppermint aromatherapy through inhalation. The purpose of this study was to identify differences in the intensity of primary dysmenorrhea before and after administration of peppermint aromatherapy inhaler sticks to adolescent girls at STT Dharma Bhakti. This study used a pre-experimental research design with a one group pretest-posttest method. The sample was selected using a purposive sampling technique with 28 respondents. The instrument used in this study was the Numerical Rating Scale (NRS) to measure the level of pain before and after the intervention. Peppermint aromatherapy inhaler sticks with a dose of 0.5 ml were given and inhaled for 10 minutes, once a day on the first two days of menstruation. The results of the analysis showed a decrease in the median pain intensity from 5,00 to 2,00, and the average from 4,86 to 1,82. The Wilcoxon test produced a Z value = -4,737 with a p-value = 0,000 (p < 0,05), which indicated a significant difference between before and after administration of peppermint aromatherapy inhaler sticks. In conclusion, peppermint aromatherapy inhaler sticks are effective in reducing the intensity of primary dysmenorrhea, and can be used as a practical and non-invasive alternative therapy for menstrual pain in adolescent girls.
Korelasi Pengetahuan dan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Kepatuhan Pemeriksaan IVA pada Wanita Usia Subur: Correlation between Knowledge and Support from Health Workers with Compliance with IVA Screening among Women of Reproductive Age Ni Wayan Sulasmin; Gusti Ayu Marhaeni; Listina Ade Widya Ningtyas
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.160

Abstract

Latar Belakang: Cakupan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) yang rendah pada wanita usia subur disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah pengetahuan dan dukungan dari tenaga kesehatan. Pelaksanaan penelitian untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antara pengetahuan dan dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di wilayah kerja UPTD Puskesmas Petang I, kabupaten Badung. Metode: Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dipilih untuk digunakan pada penelitian yang dilaksanakan pada bulan April 2025 ini.  Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling menemukan 67 orang sesuai kriteria. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil studi menemukan sebanyak 37 (55,2%) responden yang tidak melakukan pemeriksaan IVA, 35 (52,2%) responden memiliki pengetahuan baik, dan 36 (53,7%) responden mendapat dukungan dari tenaga kesehatan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai p 0,001 untuk variabel pengetahuan dan nilai p 0,004 untuk variabel dukungan tenaga kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur. Saran yang dapat diberikan kepada Puskesmas Petang I untuk terus melakukan penyuluhan dengan menggunakan media promosi yang menarik untuk dapat meningkatkan partisipasi wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan IVA
Co-Authors Afriani Afriani Agustina Ningsi Amanda Damayanti Anak Agung Ngurah Kusumajaya Anastasya Ponny Marampa Arneni, Ni Putu Gita Ayu Agustina Ayu Novya Dewi, I Gusti Agung Dewi, Ni Nyoman Astika Ekawathi, Ni Luh Friyati, Ni Luh Gede Mei Gama, I Ketut Gejir, I Nyoman Hasnah M Noor Hasnah Muhammadiyah Noor I Gusti Ayu Sri Dhyanaputri I Gusti Ayu Surati I Gusti Putu Sudita Puryana I Ketut Sudiantara I Komang Lindayani I Nyoman Gejir I Nyoman Wirata I Wayan Mustika I Wayan Mustika I Wayan Suardana I WAYAN SUARDANA Indriani Indriani Juliana Mauliku Kurniawan, Bayu Surya Kusumajaya, Anak Agung Ngurah Lindayani, I Komang Listia Ade Widya Ningtyas Listiana Ade Widya Ningtyas Luh Ayu Adnyani Luh Gede Erawati Made Widhi Gunapria Darmapatni Maria Sonda Mauliku, Juliana Mochamad Choirul Hadi Mukarramah, Sitti Nandita Wahyu Dewanti Ni Kadek Dwi Suryaningsih Ni Kadek Kadek Omasti Ni Kadek Putri Radharani Ni Komang Erny Astiti Ni Komang Wiardani Ni Komang Yuni Rahyani Ni Luh Lanny Suartini Ni Luh Putu Sri Erawati Ni Luh Widiastiti Ni Made Dwi Mahayati Ni Made Dwi Malahayati Ni Made Nitiasih Pulasari Ni Made Suantari Ni Nyoman Astika Dewi Ni Nyoman Budiani, Ni Nyoman Ni Nyoman Suindri Ni Putu Dyah Yadnya Swari Widjaya Puja Ni Wayan Arini Ni Wayan Ariyani Ni Wayan Armini Ni Wayan Suarniti Ni Wayan Sulasmin Nur Habibah Purnamayanti, Ni Made Dwi Regina Tedjasulaksana Rismawati Rismawati Ros Rahmawati Rusminingsih, Ni Ketut Saskia Amrina Siti Mukarramah Subriah Subriah Sudiantara, Ketut Surati, Gusti Ayu Sutasning, Ni Wayan Sutiani, Ni Luh Syaniah Umar Theresia Limbong Tirtawati , Gusti Ayu Triani, Ni Luh Lusi Utarini, Gusti Ayu Eka Widhya HS, Cokorda Dewi Wirata, I Nyoman Wirawati Amin Yeninda Septieny Sitepu