Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN MEKANISME KOPING IBU BERSALIN DENGAN LAMA KALA I FASE AKTIF Satriani, Ni Ketut Sri; Astiti, Ni Komang Erny; Suindri, Ni Nyoman
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v5i1.137

Abstract

Mekanisme koping nyeri persalinan adalah upaya mengatasi diri selama proses persalinan, sehingga diperlukan upaya untuk membantu pasien untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap masalah nyeri yang dialaminya disebut mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan  mekanisme  koping dengan lama  kala I fase aktif. Jenis penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah  ibu bersalin sebanyak 50 orang dengan tehnik purposive sampling.  Hasil penelitian menunjukkan ibu bersalin 54% memiliki mekanisme koping nyeri kategori maladaptif, lama kala I fase aktif menunjukkan 58% dalam kategori patologis. Hasil uji Chi squre didapatkan p value = 0,000 (p<0,05) disimpulkan ada hubungan mekanisme koping ibu bersalin dengan lama kala I fase aktif, disarankan dengan menggunakan sumber-sumber kekuatan, tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan pendidikan kesehatan tentang persiapan persalinan, cara mengatasi nyeri persalinan sehingga ibu bersalin mampu mengatasi nyeri persalinan dengan adaptifAbstractCoping mechanism for labor pain is an effort to overcome oneself during the labor process, so that efforts are needed to help the patient to adjust or adapt to the pain problems he is experiencing, which is called the coping mechanism. This study aims to determine the relationship between coping mechanisms and the duration of the active phase I. This type of research is analytic correlation with a cross sectional approach. The research sample was 50 mothers who gave birth using purposive sampling technique. The results showed that 54% of mothers giving birth had pain coping mechanisms in the maladaptive category, the length of the first stage of the active phase showed 58% in the pathological category. The results of the Chi square test obtained p value = 0.000 (p <0.05) it was concluded that there was a relationship between maternal coping mechanisms and the length of the first stage of the active phase. overcome labor pain so that the mother is able to cope with labor pain adaptively
EDUKASI TENTANG KANKER PAYUDARA MENINGKATKAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA REMAJA PUTRI Marhaeni, Gusti Ayu; Suindri, Ni Nyoman; Arneni, Ni Putu Gita; Habibah, Nur; Dewi, Ni Nyoman Astika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1438

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab kematian akibat kanker paling umum pada wanita di negara-negara berkembang. Kanker payudara dapat dideteksi dengan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Deteksi dini oleh wanita disebut dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Partisipasi perempuan dan remaja putri dalam program skrining kanker payudara masih rendah. Hal ini disebabkan rendahnya kesadaran akan manfaat melakukan deteksi dini kanker payudara dan rasa malu. Pengetahuan remaja tentang kanker payudara dapat mempengaruhi perilaku remaja dalam melakukan deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri. Dengan rendahnya cakupan SADANIS maka salah satu cara yang mungkin dilaksanakan adalah melatih masyarakat tentang SADARI. Salah satu kelompok berisiko untuk terjadinya tumor pada payudara adalah remaja putri. Anggota kelompok sasaran adalah remaja putri sejumlah 60 orang di SMA Negeri 1 Rendang. Media pembelajaran yang digunakan adalah modul dan leaflet dengan alat bantu berupa LCD dan laptop. Sebelum penyuluhan dilakukan penggalian pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja putri terlebih dahulu melalui kuesioner (pretest) dan setelah mengikuti penyuluhan dilakukan evaluasi terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja putri (posttest). Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat tingkat pengetahuan, sikap dan praktik remaja putri setelah diberikan intervensi berupa penyuluhan menunjukkan 80% responden memiliki pengetahuan baik, dan 20% memiliki pengetahuan cukup. Pada variabel sikap 98,3% bersikap positif dan hanya 1,7% yang bersikap negatif. Pada variabel praktik 80% responden telah melaksanakan praktik SADARI dengan benar dan 20% melaknakan praktik dengan salah. Hal ini menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan, sikap dan praktik remaja putri setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan. Pendidikan dasar kepada remaja putri perlu diberikan untuk memberikan informasi tentang SADARI untuk memperluas pengetahuannya tentang SADARI, memberikan panduan cara melakukan pemeriksaan SADARI dengan benar, dan mempengaruhi keinginan remaja putri untuk melakukan SADARI secara mandiri.
Effect Peppermint Aromatherapy Inhalation Reducing Nausea And Vomiting In First Trimester Of Pregnancy Elsa Yuliani, Putu; Suindri, Ni Nyoman; Wirata, I Nyoman
Jurnal Riset Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v12i2.9913

Abstract

The Nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester was physiologically due to an increase in the Human Chorionic Gonadotrophin (HCG) hormone which affects the digestive system, causing complaints of nausea and vomiting. One of them was handling nausea and vomiting by administering peppermint aromatherapy inhalation. Peppermint had a sharp menthol aroma, a distinctive cold refreshing smell, and the smell of menthol which had properties against contractions by inhibiting muscle contact caused by serotonin hormone so that it could successfully overcome nausea and vomiting in pregnant women. This study aims to determine the differences in nausea and vomiting before and after administration of peppermint aromatherapy inhalation dose, 0,1-0,2 ml for 1-10 minutes to pregnant women in their first This type of research was quasi-experimental, one-group pre-and post-test design. The number of samples was 48 respondents intervention and treatments, with the sampling method "purposive sampling" type of non-probability sampling. The data collection tool was a Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE) questionnaire. Data analysis techniques used univariate and bivariate analysis. The results of data analysis used the Wilcoxon test and obtained a p-value of 0. 000 < p 0. 05. This means that there were differences in nausea and vomiting before and after giving peppermint aromatherapy inhalation to pregnant women in their first trimester. It is expected that pregnant women use peppermint aromatherapy inhalation to treat nausea and vomiting because it does not have a toxic effect on the health of the mother and fetus. 
Behavioral Changes In Contraceptive Use Among Women Of Reproductive Age With Unmet Needs Following Family Planning Counseling Ulandari, Ida Ayu Desy; Wirata, I Nyoman; Suindri, Ni Nyoman
Jurnal Riset Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v13i2.11580

Abstract

The low participation of women of childbearing age in participating in family planning services has led to an increase in the incidence of unmet need in Indonesia. This research aims to determine the differences in knowledge, attitudes, and decision-making in women of childbearing age who have unmet needs before and after being given family planning counseling in the working area of the UPTD Puskesmas Tabanan III. This research uses a pre-experimental research design. The sample for this research is women of childbearing age (WUS) with unmet needs in the UPTD Puskesmas Tabanan III sample of 40 people. The data was then analyzed univariately and bivariately using the Wilcoxon test. The results show that there are differences in knowledge, attitudes, and decision-making in women of childbearing age who have unmet needs before and after being given family planning counseling. It is hoped that health workers will maintain and improve the quality of providing family planning services to the community.
PERBEDAAN MOTIVASI WANITA USIA SUBUR MELAKUKAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN LEAFLET EDUKASI KANKER SERVIKS Ni Kadek Ayu Sriani; Ni Nyoman Suindri; Asep Arifin Senjaya
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.3382

Abstract

Penyebab kematian utama wanita di Indonesia salah satunya karena kanker serviks. Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) ialah pemeriksaan deteksi diawal yang sederhana dan efektif, namun tingkat partisipasi Wanita Usia Subur (WUS) dalam pemeriksaan ini belum maksimal, kurangnya motivasi adalah satu faktor penyebabnya. Leaflet sebagai media edukasi dapat meningkatkan motivasi tersebut karena isinya yang singkat, menarik dan sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada dan tidaknya perbedaan motivasi WUS untuk melakukan IVA sebelum dan setelah pemberian leaflet edukasi kanker serviks. Penelitian dilaksanakan dari 7 Maret 2025 hingga 10 April 2025 di PMB Gusti Ayu Puspawati di Pedungan, Denpasar Selatan. Desain menggunakan pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel berjumlah 52 WUS dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Skor median motivasi sebelum intervensi adalah 37,50 dan sesudah intervensi meningkat menjadi 51,00. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -6,279 dan p value = 0,000. Maka disimpulkan ada perbedaan motivasi WUS melakukan pemeriksaan IVA sebelum dan sesudah pemberian leaflet edukasi kanker serviks. Saran peneliti untuk peneliti selanjutnya adalah untuk melanjutkan kembali penelitian ini dengan desain penelitian ekperimen yang lebih kompleks seperti menambahkan kelompok kontrol serta memperpanjang durasi pasca intervensi.
HUBUNGAN PERSEPSI WANITA USIA SUBUR TENTANG EFEK SAMPING INTRAUTERINE DEVICE (IUD) DENGAN MOTIVASI DALAM PEMILIHANNYA SEBAGAI ALAT KONTRASEPSI Valentina, Dewa Ayu Putu Pebri; Suindri, Ni Nyoman; Darmapatni, Made Widhi Gunapria
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.3494

Abstract

One of the factors contributing to the Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is the still high rate of unwanted pregnancies. Encouraging the use of long-term contraceptive methods (MKJP) including intrauterine contraceptive devices (IUDs) is one strategy to reduce MMR. IUDs are still less popular, due to negative opinions about their side effects. This factor was taken into account to determine the relationship between the motivation of women of childbearing age (WUS) to choose IUDs as their contraceptives. A total of 46 WUS were selected for this study using purposive sampling and a correlational analysis approach. The research instrument was a Likert scale questionnaire, and the Spearman correlation test was used to analyze the relationship between the two variables. The median score for motivation was 56.00, and the median score for perception was 57.00. The Spearman correlation statistical test showed a significant relationship between motivation and perception (p = 0.000), with a correlation coefficient of 0.675, so the relationship is categorized as strong. It can be concluded that the more positive the WUS perception of the negative consequences of IUDs, the more motivated they are to use IUDs as a contraceptive method. Creating a positive perception can increase motivation to use IUDs, so this study recommends increasing education and counseling on long-term contraceptive methods (LMC).
Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Kepatuhan Remaja Putri Dalam Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Juniati, Ni Putu Mita; Ni Luh Putu Sri Erawati; I Nyoman Wirata; Ni Nyoman Suindri; Listina Ade Widya Ningtyas
Journal of Health Education and Literacy Vol 8 No 1 (2025): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v8i1.5402

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan serius yang disebabkan oleh kadar hemoglobin rendah (<12 g/dL), dipengaruhi oleh faktor seperti menstruasi, kurangnya asupan zat besi, dan pola hidup tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Metode penelitian menggunakan desain analitik cross sectional dengan sampel yang diperoleh sebanyak 56 responden yang dipilih melalui proportionate stratified simple random sampling. Instrumen pengambilan sampel menggunakan kuisioner. Penelitian i dilakukan pada tanggal 8 Mei 2025. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (53,6%) dan telah patuh (51,8%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan (p = 0,000). Oleh karena itu, peran sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua sangat penting dalam meningkatkan edukasi dan dukungan terhadap remaja. Peneliti selanjutnya disarankan menggunakan metode mixed method dan cakupan yang lebih operasional untuk memahami lebih dalam faktor yang memengaruhi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah.
A Promosi Skrining Remaja, Pranikah dan Prakonsepsi di Desa Kelandis dan Desa Tegal Harum, Kota Denpasar Rahyani, Ni Komang Yuni; Ni Wayan Ariyani; Ni Nyoman Suindri; Gusti Ayu Tirtawati; Asep Arifin Senjaya; Regina Tedjasulaksana; Made Dwi Mahayati; Gusti Kompiang Sriasih; Desak Ketut Ayu Ardani
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.439

Abstract

Program skrining remaja, pranikah, dan prakonsepsi merupakan program prioritas di fasilitas pelayanan kesehatan primer, karena dampaknya yang signifikan dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan terencana. Layanan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Indonesia, hanya 31% yang aktif. Pengetahuan kelompok sasaran tentang upaya dan program skrining pranikah dan prakonsepsi masih terbatas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada remaja dan wanita usia subur (PUS) tentang skrining remaja, upaya pranikah, dan prakonsepsi di Posyandu di Banjar Kelandis dan Kelurahan Tegal Harum, Kota Denpasar. Kelompok sasaran adalah remaja dan wanita usia subur yang hadir selama kegiatan Posyandu dan bersedia mengikuti edukasi yang diberikan oleh petugas layanan masyarakat dan pemegang program remaja di puskesmas. Jumlah sasaran yang dilibatkan adalah 35 remaja berusia 10-22 tahun, dan 13 pasangan usia subur. Kegiatan edukasi berlangsung selama 30 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi/tanya jawab dan posttest menggunakan kuesioner sebanyak 20 pertanyaan. Kegiatan edukasi berlangsung dua kali, pada tanggal 24 Agustus dan 5 September 2025. Edukasi menggunakan media berupa video, flipchart dan leaflet yang dibagikan saat kegiatan posyandu. Edukasi diberikan oleh mahasiswa kebidanan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan pemeriksaan umum berupa pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah (TD). Rata-rata sasaran tinggi badan adalah 156,7 cm, berat badan 50,04 kg, dan usia 18 tahun. Kegiatan edukasi bersifat aktif dan interaktif, dengan skor pengetahuan rata-rata = 14,75 dengan skor minimal = 6 dan skor maksimal = 20. Rekomendasi yang ditawarkan adalah melakukan kegiatan secara berkesinambungan dan kerjasama antar tim, kegiatan di dalam gedung puskesmas dan tatap muka. Kata kunci: promosi, remaja, pranikah, prakonsepsi, skrining Adolescent, premarital, and preconception screening are priority programs in primary health care facilities, due to their significant impact on preparing a healthy and planned generation.Of the Youth Care Health Services (PKPR) in Indonesia, only 31% are active. Target group knowledge about premarital and preconception screening efforts and programs is still limited. The purpose of the community service is to provide education to adolescents and women of childbearing age (PUS) about adolescent screening, premarital and preconception efforts at the Integrated Integrated Health Post (Posyandu) in Banjar Kelandis and Tegal Harum Village, Denpasar City. The target groups are adolescents and women of childbearing age who are present during the Integrated Health Post (Posyandu) activities and are willing to participate in the education provided by the community service providers and youth program holders at the community health center. The number of targets involved is 35 adolescents aged 10-22 years old, and 13 couples of childbearing age. The educational activity lasted for 30 minutes and was continued with a discussion/question and answer session and a posttest using a 20-question questionnaire. The educational activity took place twice, on August 24 and September 5, 2025. Education used media in the form of videos, flipcharts and leaflets distributed during the integrated health post activities. Education was provided by midwifery students using lecture methods, discussions and general examinations in the form of measuring height, weight and blood pressure (BP). The average target of height was 156.7 cm, weight was 50.04 kg, and age was 18 years. The educational activity was active and interactive, the average knowledge score = 14.75 with a minimum score = 6 and a maximum score = 20. The recommendations offered are to carry out activities continuously and in collaboration between teams, activities in the health center building and face to face. Keywords: adolescent, preconception, premarital, promotion, screening
Perbedaan Skor Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Antara Pemanfaatan E-Booklet dengan Lembar Balik Ni Made Ari Suciani; Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Nyoman Suindri; Ni Luh Putu Sri Erawati; Listina Ade Widya Ningtyas
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29842

Abstract

Women often struggle to detect cervical cancer early because of a lack of awareness and knowledge. Puskesmas Kuta Utara's data shows that the early detection coverage for cervical cancer is 102 people (1.46%) in 2023, still below the target (80%). This study aims to compare the knowledge and attitudes of women regarding early detection of cervical cancer using an e-booklet and flip sheet among women of childbearing age. Researchers utilized a Quasi-Experimental Design research approach involving a pretest-posttest control group design. Purposeful sampling involved two groups of WUS, with 30 individuals in the e-booklet group and 30 in the flipchart group. The sampling technique used was purposive sampling.The research was conducted in April 2024, and data was collected by distributing questionnaires on knowledge and attitudes. The data was analyzed using univariate and bivariate methods, including wicolxon and mann-whitney because the results of the data normality test show that the data is not normally distributed. The results revealed that the knowledge scores for the e-booklet group were compared to the flipchart group, yielding a of p 0.04 (p<0.05). Similarly, the attitude scores for the e-booklet group compared to the flipchart group resulted in a of p 0.02 (p<0.05). It can be concluded that there is a difference in the knowledge scores and attitudes of women of childbearing age (WUS) regarding early detection of cervical cancer when compared with the use of e-booklets and flip charts. Health workers are expected to use e-booklets for health promotion because they are more effective in increasing knowledge and changing women's attitudes towards early detection of cervical cancer.
Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Postpartum Normal di Rumah Sakit Umum Payangan Gianyar Tahun 2022 Ni Made Devi Maharani; Ni Nyoman Suindri; Gusti Agung Ayu Novya Dewi
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i1.2207

Abstract

Perubahan psikologi negatif seperti perasaan sedih, gelisah, jantung berdebar, reaksi terkejut, perhatian terganggu, konsentrasi buruk, pelupa, cemas, mudah terganggu bahkan depresi, jika dibiarkan berlarut-larut dan tidak mendapat penanganan maka akan terjadi komplikasi postpartum blues (kecemasan postpartum), depresi postpartum dan postpartum psikosis (Hershfield, 2015). Dari 60 orang ibu postpartum normal di RSU Payangan  6 diantaranya menunjukan gejala gangguan kecemasan. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan  ibu postpartum normal Di RSU Payangan Gianyar tahun 2022. Tujuan khususnya yakni mengidentifikasi karakteristik, tingkat kecemasan dan tingkat kecemasan berdasarkan karakteristik (usia, pendidikan,pekerjaan dan paritas).  Merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional  serta teknik total sampling. Karakteristik responden berada pada rentang usia 20-35 tahun, berpendidikan menengah,IRT dan bersatus primipara. Dari 30 responden  sebagian besar tidak mengalami kecemasan yakni sebesar 66,7%, dan  lainnya 33,3%mengalami kecemasan ringan dan tidak ada yang mengalami kecemasan sedang maupun berat. Responden usia >35 tahun kebanyakan tidak mengalami kecemasan , yang berpendidikan tinggi cenderung tidak mengalami kecemasan, memiliki pekerjaan tetap dominan tidak mengalami kecemasan, multipara kebanyakan tidak mengalami kecemasan. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh bidan, institusi pendidikan dan peneliti selanjutnya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, pendidikan, serta penelitian yang terkait dengan kecemasan postpartum.
Co-Authors Ariyani, Ni Wayan Arneni, Ni Putu Gita Aryati, I Gusti Ayu Eka Asep Arifin Senjaya Astari, Ni Kadek Yunita Ari Astiti, Ni Komang Erni Darmayanti, Ni Kadek Riska Desak Ketut Ayu Ardani Dewa Ayu Wahyuli Indrayani Dewi , Ni Luh Jasa Dewi, I G. A. A. Novya Dewi, Ni Nyoman Astika Dewi, Ni Putu Listya Elsa Yuliani, Putu Erawati, Ni Luh Putu Sri Ermelinda Moruk Friyati, Ni Luh Gede Mei Gusti Agung Ayu Novya Dewi Gusti Ayu Marhaeni Gusti Ayu Tirtawati Gusti Kompiang Sriasih I Gst A.A Cahyaningrum A I Gusti Agung Ayu Novya Dewi I Komang Lindayani I Nyoman Wirata I Nyoman Wirata IGN Sri Partini Julia Damayanti Juliani, Ni Made Julyanti, Ni Kadek Nita Dwi Juniati, Ni Putu Mita Libry Octaviani, Diah Listiana Ade Widya Ningtyas Listiana Ade Widya Ningtyas Listina Ade Widya Ningtyas Made Widhi Gunapria Darmapatni Ni Gusti Kompiang Seriasih Ni Gusti Kompiang Sriasih Ni Kadek Ayu Sriani Ni Ketut Somoyani Ni Ketut Sri Satriani Ni Komang Erny Astiti Ni Komang Yuni Rahyani Ni Luh Ade Widiastuthi Ni Luh Eka Sapitri Ni Luh Kade Manik Wulandari Ni Luh Lanny Suartini Ni Luh Putu Melani Cintia Dewi Ni Luh Putu Sri Erawati Ni Luh Putu Sri Erawati Ni Made Ari Suciani Ni Made Devi Maharani Ni Made Dwi Mahayati Ni Made Widhi Gunapria Darmapatni Ni Nyoman Budiani Ni Nyoman Budiani, Ni Nyoman Ni Putu Citra Laksmi Ni Wayan Ariyani Ni Wayan Armini Ni Wayan Sriadnyani Ni Wayan Suarniti Ni Wayan Widarini Ningtyas, Listina Ade Widya Nur Habibah Pertiwi, Kadek Fani Yunika Purnamayanti, Ni Made Dwi Putu Eka Mahayani Putu Elsa Yuliani Regina Tedjasulaksana Rismayanti, Ni Putu Winda Satriani, Ni Ketut Sri Senjaya, Asep Arifin SRI RAHAYU Sri Rahayu Sriani, Ni Luh Sudani, Ni Wayan Tedjasulaksana, Regina Trimurdani Semsi Tutiari, Ni Nyoman Ulandari, Ida Ayu Desy Utarini, Gusti Ayu Eka Valentina, Dewa Ayu Putu Pebri Wilda Fitrianingsih Wilda Fitrianingsih Wirata, I Nyoman