Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i2.678

Abstract

Penelitian ini berjudul Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hasil penelitian adalah manajemen merupakan sebuah proses pemanfaatan sumber daya manusia melalui bantuan orang lain dan bekerjasama dengannya, agar tujuan bersama bisa dicapai secara efektif, efisien, dan produktif, dimana kegiatan-kegiatan orang tersebut harus dibimbing dan awasi. Begitu halnya dalam manajemen pendidikan. Dan Manajemen pendidikan adalah manajemen pendidikan Islam yang pada hakikatnya merupakan manajemen lembaga pendidikan Islam. Salah satu lembaga pendidikan Islam adalah Raudhatul Athfal (RA). Lembaga pendidikan Islam merupakan salah satu adalah dRaudhatul Athfal (RA )yang dibawah koordinasi Kemenag sedangkan PAUD dibawah koordinasi Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga (Dikpora). Proses manajemen di pendidikan Islam. Raudhatul Athfal (RA) tidak berbeda dengan organisasi atau lembaga lainnya, dimulai dari proses perencanaan dan diakhiri dengan evaluasi. Sedangkan Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan ruh agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Dan juga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan peletak dasar pertama dan utama dalam pengembangan pribadi anak, baik berkaitan dengan karakter kemampuan fisik, kognitif, bahasa, seni, sosial emosional, spiritual, disiplin diri, konsep diri, maupun kemandiri dan panca indra.
MANAJEMEN PENDIDIKAN DI PAUD DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DI TAMAN KANAK-KANAK PGRI BABUL JIHAD PANGGI Masita Masita; Ihwan Ihwan; Mujiburrahman Mujiburrahman
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v4i2.1011

Abstract

Penelitian ini berjudul: Manajemen Pendidikan di PAUD dan Standar Kompetensi Lulusan di Taman Kanak-Kanak PGRI Babul Jihad Panggi. Tujuannya adalah untuk mengetahui Manajemen Pendidikan di PAUD dan Standar Kompetensi Lulusan di Taman Kanak-Kanak PGRI Babul Jihad Panggi. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu Kualitatif, pendekatan Feild Research yaitu penelitian yang dilakukan langsung dilapangan. Tekhnik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu menggunakan 1) Observasi, 2) Wawancara dan 3) Dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan yaitu 1) Observasi, 2) Wawancara dan 3) Dokumentasi. Tekhnik analisa data menggunakan teori Milles dan Huberman yang dikenal dengan teori Modifikasi tahun 1992, menggunakan empat tahapan yaitu: 1) Pengumpulan data, 2) Penyajian data, 3) Reduksi data dan 4) Verifikasi atau kesimpulan. Temuan penelitian: 1) Manajemen pendidikan di PAUD, masih berpijak pada manajemen umum yakni dimulai dari (1) Planning (perencanaan), (2) Actuating (pelaksanaan), (3) Controlling (pengawasan), dan (4) Evaluating (evaluasi). Dan disamping pada sisi yang lain orang tua jua mengajarkan anak-anaknya pendidikan agama, akhlak, budi pekerti dan ilmu-ilmu dunia lainnya yang bermanfaat bagi anak-anaknya. 2) Standar Kompetensi Lulusan di TK PGRI Babul Jihad Panggi, yaitu didasarkan pada peserta didik memiliki pencapaian khusus berdasarkan enam aspek yaitu (1) Moral, spiritual dan agama, (2) Sosial emosional dan kemandirian, (3) Kognitif, (4) Motorik, (5) Bahasa, dan (6) Seni. Pada enam aspek ini, aspek yang paling utama adalah penilaian moral, spiritual dan agama karena menjadi fondasi dasar bagi perkembangan dan pertumbuhan peserta ddik. Pada konsep pembelajaran di dalam kelas berdasarkan tema tiap semester di TK PGRI Babul Jihad Panggi, pembelajarannya bernuansa islami.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN 3 M DI TK NEGERI 09 RABADOMPU BARAT KOTA BIMA Heryati Heryati; Nasaruddin Nasaruddin; Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i1.2714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi efektivitas penggunaan pendekatan 3 M (Melukis, Membentuk, dan Merangkai) dalam pengembangan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini di TK Negeri 09 Rabadompu Barat, Kota Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain pre-test dan post-test control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (N = 30) dan kelompok kontrol (N = 30). Pengumpulan data dilakukan melalui tes observasi terstruktur sebelum dan setelah intervensi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t independent untuk membandingkan skor rata-rata pre-test dan post-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan motorik halus anak di kelompok eksperimen setelah intervensi 3 M, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini mendukung efektivitas pendekatan 3 M sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Implikasi praktis dari penelitian ini menyarankan penerapan pendekatan 3 M dalam kurikulum TK untuk memperkuat pengembangan keterampilan motorik halus anak secara holistik.
TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN DI PAUD Masita Masita; Ihwan P Syamsuddin; Randhita Missouri
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i1.3232

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Teori Belajar dan Pembelajaran di PAUD. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis studi literature atau dikenal kajian pustaka. Analisis data diambil dari sumber-sumber atau dokumen yang relevan digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis teori-teori social dan implikasinya terhadap perkembagan sosial anak. Hasil penelitian dan pembahasannya adalah: a). Taksonomi Pendidikan, diartikan sebagai klasifikasi berhierarki atau beberapa kategori yang berurutan secara hirerkis, b). Beberapa Pokok Pikiran Tentang Belajar dan Pembelajaran, yakni tentang belajar terkait dengan penekanan terhadap pengaruh lingkungan dan pengaruh potensi yang dibawa sejak lahir, yang biasanya merupakan kemungkinan kemampuan umum, c). Teori Belajar Menurut Behaviorisme, yakni manusia terutama belajar karena pengaruh lingkunganm, d). Tori Belajar menurut Kognitivisme adalah kemampuan psikis atau mental manusia berupa mengamati, melihat, menyangka, memperhatikan, menduga dan menilai, e). Teori Belajar menurut Konstruktivisme, yakni belajar adalah membangun (to construct) pengetahuan itu sendiri, f). Teori Belajar menurut Humanisme, yakni mengutamakan pada proses belajar bukan pada hasil belajar, g). Teori Belajar Menurut Sibernetika, adalah pengolahan informasi, h). Model Belajar Sepanjang Hayat, yakni belajar tidak terjadi hanya proses kematangan dari dalam saja (innate tendencies, yang merupakan faktor genetis), melainkan pengalaman diperoleh bersifat eksistensial, i). Tumbuh Kembang Anak, yakni Manusia belajar, tumbuh dan berkembang dari pengalaman diperolehnya melalui kehidupan keluarga, untuk sampai pada penemuan bagaimana ia menempatkan dirinya ke dalam keseluruhan kehidupan dimana ia berada, dan j). Ketrampilan Mengajar yakni ketrampilan mutlak harus dimiliki guru, dalam hal pemilikan ketrampilan mengajar, diharpkan guru dapat mengoptimalkan perannya dikelas.
HUBUNGAN ANTARA KETERLIBATAN ORANG TUA DENGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM MEMBENTUK PRESTASI BELAJAR ANAK DI TK NEGERI 26 LELAMASE KOTA BIMA Sri Jamilah; Nuriati Nuriati; Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.3916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar anak di Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 26 Lelamase, Kota Bima. Keterlibatan orang tua dianggap sebagai faktor penting dalam mendukung perkembangan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada orang tua dari 50 siswa TK Negeri 26 Lelamase, sert a melalui observasi dan dokumentasi prestasi belajar anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar anak. Keterlibatan yang dimaksud meliputi berbagai aspek, seperti partisipasi dalam kegiatan sekolah, bantuan dalam pekerjaan rumah, serta komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru. Anak-anak yang orang tuanya terlibat secara aktif dalam pendidikan mereka cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang orang tuanya kurang terlibat.
PERAN KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI TK NEGERI 28 KODO KOTA BIMA Henny kurniati; Ihlas Ihlas; Lukman Lukman; Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keluarga dalam mendukung pendidikan karakter anak usia dini di TK Negeri 28 Kodo Kota Bima. Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam pembentukan kepribadian anak sejak dini, dan keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai moral dan sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak, baik melalui teladan perilaku, komunikasi yang positif, pembiasaan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan empati, serta keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan sekolah. Namun, ditemukan pula bahwa tingkat keterlibatan orang tua masih bervariasi, tergantung pada latar belakang pendidikan dan kesibukan pekerjaan. Penelitian ini merekomendasikan adanya sinergi yang lebih kuat antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung pendidikan karakter anak secara berkelanjutan.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pencegahan dan Penanganan Bullying pada Siswa SMAN 4 Kota Bima Jisman Jisman; Masita Masita; Khairudin Khairudin
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 6 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i6.12080

Abstract

This study aims to provide an in-depth description of various forms of bullying behavior that occur within the school environment and sto explain the strategies implemented for its prevention and management at SMAN 4 Kota Bima. The research employs a qualitative approach with a descriptive design, focusing on obtaining a comprehensive understanding of social phenomena within the educational setting.The data sources in this study consist of teachers, students, and school administrators who are actively involved in character-building programs and efforts to address bullying cases. Data were collected through direct observation, in-depth interviews, and documentation studies, while data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that bullying behaviors at SMAN 4 Kota Bima include physical, verbal, and social aspects, which are primarily influenced by poor self-control, negative peer interactions, and low moral awareness among students. Prevention strategies are carried out through religious character-building programs, including lectures, counseling, and the reinforcement of religious values (IMTAQ), focusing on fostering empathy, discipline, and responsibility. Meanwhile, handling strategies are implemented through collaboration between guidance and counseling teachers, homeroom teachers, subject teachers, and parents, with actions such as personal guidance, educational sanctions, and relocation recommendations for students who show no behavioral improvement. Overall, the implementation of these strategies has proven effective in reducing bullying incidents, enhancing students’ moral awareness, and creating a safe and harmonious learning environment. Thus, the prevention and management efforts at SMAN 4 Kota Bima have contributed positively to the continuous development of students’ religious and social character.
Structured Discussion Strategy in Islamic Religious Education: Enhancing Students’ Learning Motivation and Conceptual Understanding in Vocational Schools Kusmiati Kusmiati; Masita Masita; Muslimin Muslimin
Journal of Islamic Education Students (JIES) Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jies.v6i1.16712

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) is often perceived by students as a theoretical subject that emphasizes memorization rather than meaningful understanding, which may reduce students’ learning motivation. Therefore, innovative learning strategies are required to create a more engaging and participatory classroom environment. This study aims to analyze the influence of structured discussion strategies on students’ learning motivation, perceptions toward PAI, and conceptual understanding in Islamic Religious Education classes at State Vocational High School 1 Kota Bima. This research employed a qualitative approach using observation, interviews, and documentation to obtain comprehensive data regarding classroom dynamics and learning processes. The findings indicate that the implementation of structured discussion strategies significantly increased students’ participation, confidence, and engagement during the learning process. Students’ perceptions of PAI shifted from viewing it as a purely theoretical subject to recognizing it as a relevant moral and ethical framework applicable to everyday life and future professional contexts. In addition, students demonstrated deeper conceptual understanding by moving from memorization-based learning toward more analytical and contextual comprehension. These findings suggest that structured discussion strategies can foster a more dialogical, participatory, and meaningful learning environment in vocational secondary schools. However, this study was limited to a single school context and a relatively small number of participants. Future research is recommended to involve broader samples and employ mixed-method approaches to further examine the effectiveness of structured discussion strategies in different educational settings.
Deep Learning Approach in IPAS Instruction: Enhancing Elementary School Students’ Skills and Competencies Nila Rosa; Masita Masita; Syahru Ramadhan
Journal of Islamic Education Students (JIES) Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jies.v6i1.16733

Abstract

This study aims to examine the implementation of IPAS learning through a deep learning approach in enhancing students’ skills and competencies at the elementary school level. IPAS learning requires instructional strategies that promote active student engagement while fostering higher-order thinking skills. This research describes how the deep learning approach is applied in the learning process and how it influences the development of students’ skills. The study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and analysis of instructional documents. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and interpretative analysis to understand the dynamics of the learning process. The findings indicate that the implementation of a deep learning approach in IPAS learning creates a more active, reflective, and collaborative learning environment. Learning activities involving concept exploration, group discussions, and observation of real-life phenomena help students develop a deeper understanding of the subject matter. In addition, this approach contributes to the development of critical thinking skills, problem-solving abilities, and collaborative competencies among students. Instructional strategies that emphasize active participation and contextual learning experiences provide greater opportunities for students to construct meaningful conceptual understanding in IPAS learning.
PERMAINAN TRADISIONAL MBOJO-BIMA TUTU KALI KU MA..MA.. UNTUK MENSTIMULASI KETRAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI Masita Masita; Ihwan Ihwan
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i1.281

Abstract

This article is titled: Traditional Games of Tutu Kali Ku ma..ma .. To Stimulate Early Childhood Social Skill in Mboj-Bima, with the aim being to get the traditional Mbojo-Bima Tutu Kali game ma ma ... ma ... to stimulateskills social early childhood.The form of the traditional game Mbojo-Bima Tutu Kali Ku ma..ma ... is itMy tutu is ma ... ma ...Sa anggonggo wa’i le le..leu .....La Jami mpako ka dui ma mpekeI want to go to the gopa cave ina na’e gepu .....Wio wao salaja waoKido, salaja kodoI asked you to go gopa ina nae gepuThen the palms are arranged then the group leader chooses to take the hands to be pinched or ears while being lifted up to the height of the height so that it will hurt so much by saying the words: Waura do you know ...Then answered: wauraa .......Ngaha kai uta au ??????????Ngaha Kai Uta KarambaThen once the group leader asked by pinching harderNgaha ka uta au ???????????Ngaha kai uta kahoro ma roci hori ..........After that the group leader quickly removes his hand that picks his hand or ear is up to what is chosen by the leader of the game group.After that the game is done, which is hiding in places that are considered not easy for the game keeper to know, saying: Wauraa ...... ?????Waura ........ ?????Waura ....... ?????Waura ....... ?????Then answered: WauraaThen the leader of the game group sees it and says:Akaku waura eda know reThen that’s all that is done until the game is finished and you get who will be punished. The punishment was whether it was pinched, hit by the palm of his hand. Then finished my tutu times ... bro ... Traditional children’s games are born of culture. the game is a heritage, inheritance from our ancestors. So that by preserving it as the culture of our ancestors. But inheritance itself always changes according to the times and the development of culture. The relevance of the traditional game of Mojo-Bima Tutu My time is ma..ma ... to stimulate the skills of early childhood is my tutu game ma ... ma ... has a strong relationship with the growth and development of early childhood especially. With these games, it will help stimulate early childhood. So that the horizons of thinking become very broad, advanced and creative and most importantly the children will feel happy, happy and happy without any burden as a child. Children will be more open to playing with their friends and will increase intimacy between one child and another. Especially if the child has returned to their home, the socialrelations of the community with their friends are not interrupted. Usually children will always remember what they did when at kindergarten school together with their friends, then if their house is close together the children will come to their friend’s house to play again, repeating the game that has been done at the school. So that his social relations are not only with his peers but with his friends ‘brothers, his friends’ siblings, his friends ‘parents, and also his friends’ neighbors. So that social relations have beennurtured and fostered starting from this early age. When they go up to children, adolescents and adults, the lessons and experiences that they have passed through as children will affect their lives later.