Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI DI INSTITUT AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH BIMA Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v2i2.583

Abstract

Jurnal ini berjudul Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima. Metode Penelitian kualitatif, dengan pendekatan Field Research yakni penelitian yang dilakukan langsung di lapangan, dengan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: 1) Observasi, 2) Wawancara, dan 3) Dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan: 1) Observasi, 2) Wawancara dan 3) Dokumentasi. Dan Teknik Analisa Data menggunakan teori Milles dan Huberman dengan Teori Modifikasi, tahun 1992, dengan empat tahap yaitu: 1) Pengumpulan Data, 2) Penyajian Data, 3) Reduksi Data, dan 4) Verifikasi/Kesimpulan. Hasil Penelitian adalah 1) calon mahasiswa baru (Maba) akan menempuh tahap pendaftaran, lalu tes pilihan ganda, tes wawancara dan terakhir tes membaca Al-Qur’an. Pada tes membaca Al-Qur’an ini, jika mereka mampumembaca Al-Qur’an baik dari sisi mahram serta tajwidnya maka mereka akan dimasukkan pada kelompok kelas yang mahir membaca Al-Qur’an dan sewaktu waktu jika ada perlombaan MTQ tingkat Perguruan Tinggi maka merekalah yang akan dikirim. Tetapi jika belum bisa membaca Al-Qur’an dan juga belum lancar maka akan dimasukkan pada kelas bimbingan kelas pembinaan BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an), disamping akan mempelajari mata kuliah-mata kuliah lain sesuai dengan jurusan mereka, yang akan dilaksanakan pembinaannya dua kali dalam satu minggu lewat BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) jika telah ditelah diterima sebagai mahasiswa Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima. 2) Pada kegiatan PBAK (Pengenalan Budaya dan Akademik Kemahasiswaan). Pada kegiatan inisemua prosedur dan proses kegiatan kampus diperkenalkan sekaligus diajarkan pada kegiatan ini. 3) kegiatan perkuliahan ada kuliah BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an). Pada ujian ini dikhususkan bagi mahasiswa PIAUD dan semua mahasiswa pada semua jurusan yang belum mahir membaca Al-Qur’an (terbata-bata), belum mengenal huruf Al-Qur’an hingga yang belum bisa sama sekali membaca Al-Qur’an maka akan dilakukan pembinaan khusus untuk kuliah BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an), agar mereka bisa lanjar membaca Al-Qur’an. 4) Acuan penilaiannya adalah: A+ = 4,00 , A= 3,75, A-= 3,50, B+= 3,25, B=3.00, B-= 2,75, C+=2,50, C=2,25, C-=2.00 dan D=1,75.
MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG TERSELENGGARANYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) MELALUI KEGIATAN IBU PEMBINAAN KETAHANAN KELUARGA (PKK) DI DESA PELA KEC. MONTA Hadijah Hadijah; Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i1.647

Abstract

Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatandeskriptif analitik, dengan tekhnik pengumpulan data melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data penelitian ini yaitutokoh masyarakat, guru, dan orangtua siswa yang ada di desa PelaKecamatan Monta. Terkait dengan tekhnik analisis data yang digunakanyaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. HasilPenelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil penelitian danpembahasan yang telah diuraikan maka dapat disimpulkan beberapahal sebagai berikut: Tingkat partisipasi kader PKK Desa Pela dalammenyelenggarakan POS PAUD tersebut tergolong tinggi. Seluruh aktivitasdalam penyelenggaraan POS PAUD dilakoni sejak awal penyelenggaraanhingga saat ini. Hambatan yang dialami oleh masyarakat dalam mendukungterselenggaranya pendidikan anak usia dini melalui kegiatan ibu PKK diDesa Pela. Faktor Internal; Minimnya dana untuk menunjang sarana danprasarana, Tidak semua pendidik lulusan sarjana dan pengetahuan tentangPAUD. Faktor eksternal; Kurangnya kesadaran mengenai pentingnyapendidikan anak usia dini, Kurangnya minat orangtua membawa anak kePAUD, Banyak anak langsung ke sekolah dasar, Banyak anak tidak masuksekolah pada musim tanam.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i2.678

Abstract

Penelitian ini berjudul Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hasil penelitian adalah manajemen merupakan sebuah proses pemanfaatan sumber daya manusia melalui bantuan orang lain dan bekerjasama dengannya, agar tujuan bersama bisa dicapai secara efektif, efisien, dan produktif, dimana kegiatan-kegiatan orang tersebut harus dibimbing dan awasi. Begitu halnya dalam manajemen pendidikan. Dan Manajemen pendidikan adalah manajemen pendidikan Islam yang pada hakikatnya merupakan manajemen lembaga pendidikan Islam. Salah satu lembaga pendidikan Islam adalah Raudhatul Athfal (RA). Lembaga pendidikan Islam merupakan salah satu adalah dRaudhatul Athfal (RA )yang dibawah koordinasi Kemenag sedangkan PAUD dibawah koordinasi Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga (Dikpora). Proses manajemen di pendidikan Islam. Raudhatul Athfal (RA) tidak berbeda dengan organisasi atau lembaga lainnya, dimulai dari proses perencanaan dan diakhiri dengan evaluasi. Sedangkan Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan ruh agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Dan juga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan peletak dasar pertama dan utama dalam pengembangan pribadi anak, baik berkaitan dengan karakter kemampuan fisik, kognitif, bahasa, seni, sosial emosional, spiritual, disiplin diri, konsep diri, maupun kemandiri dan panca indra.
MANAJEMEN PENDIDIKAN DI PAUD DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DI TAMAN KANAK-KANAK PGRI BABUL JIHAD PANGGI Masita Masita; Ihwan Ihwan; Mujiburrahman Mujiburrahman
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v4i2.1011

Abstract

Penelitian ini berjudul: Manajemen Pendidikan di PAUD dan Standar Kompetensi Lulusan di Taman Kanak-Kanak PGRI Babul Jihad Panggi. Tujuannya adalah untuk mengetahui Manajemen Pendidikan di PAUD dan Standar Kompetensi Lulusan di Taman Kanak-Kanak PGRI Babul Jihad Panggi. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu Kualitatif, pendekatan Feild Research yaitu penelitian yang dilakukan langsung dilapangan. Tekhnik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu menggunakan 1) Observasi, 2) Wawancara dan 3) Dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan yaitu 1) Observasi, 2) Wawancara dan 3) Dokumentasi. Tekhnik analisa data menggunakan teori Milles dan Huberman yang dikenal dengan teori Modifikasi tahun 1992, menggunakan empat tahapan yaitu: 1) Pengumpulan data, 2) Penyajian data, 3) Reduksi data dan 4) Verifikasi atau kesimpulan. Temuan penelitian: 1) Manajemen pendidikan di PAUD, masih berpijak pada manajemen umum yakni dimulai dari (1) Planning (perencanaan), (2) Actuating (pelaksanaan), (3) Controlling (pengawasan), dan (4) Evaluating (evaluasi). Dan disamping pada sisi yang lain orang tua jua mengajarkan anak-anaknya pendidikan agama, akhlak, budi pekerti dan ilmu-ilmu dunia lainnya yang bermanfaat bagi anak-anaknya. 2) Standar Kompetensi Lulusan di TK PGRI Babul Jihad Panggi, yaitu didasarkan pada peserta didik memiliki pencapaian khusus berdasarkan enam aspek yaitu (1) Moral, spiritual dan agama, (2) Sosial emosional dan kemandirian, (3) Kognitif, (4) Motorik, (5) Bahasa, dan (6) Seni. Pada enam aspek ini, aspek yang paling utama adalah penilaian moral, spiritual dan agama karena menjadi fondasi dasar bagi perkembangan dan pertumbuhan peserta ddik. Pada konsep pembelajaran di dalam kelas berdasarkan tema tiap semester di TK PGRI Babul Jihad Panggi, pembelajarannya bernuansa islami.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN 3 M DI TK NEGERI 09 RABADOMPU BARAT KOTA BIMA Heryati Heryati; Nasaruddin Nasaruddin; Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i1.2714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi efektivitas penggunaan pendekatan 3 M (Melukis, Membentuk, dan Merangkai) dalam pengembangan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini di TK Negeri 09 Rabadompu Barat, Kota Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain pre-test dan post-test control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (N = 30) dan kelompok kontrol (N = 30). Pengumpulan data dilakukan melalui tes observasi terstruktur sebelum dan setelah intervensi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t independent untuk membandingkan skor rata-rata pre-test dan post-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan motorik halus anak di kelompok eksperimen setelah intervensi 3 M, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini mendukung efektivitas pendekatan 3 M sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Implikasi praktis dari penelitian ini menyarankan penerapan pendekatan 3 M dalam kurikulum TK untuk memperkuat pengembangan keterampilan motorik halus anak secara holistik.
TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN DI PAUD Masita Masita; Ihwan P Syamsuddin; Randhita Missouri
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i1.3232

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Teori Belajar dan Pembelajaran di PAUD. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis studi literature atau dikenal kajian pustaka. Analisis data diambil dari sumber-sumber atau dokumen yang relevan digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis teori-teori social dan implikasinya terhadap perkembagan sosial anak. Hasil penelitian dan pembahasannya adalah: a). Taksonomi Pendidikan, diartikan sebagai klasifikasi berhierarki atau beberapa kategori yang berurutan secara hirerkis, b). Beberapa Pokok Pikiran Tentang Belajar dan Pembelajaran, yakni tentang belajar terkait dengan penekanan terhadap pengaruh lingkungan dan pengaruh potensi yang dibawa sejak lahir, yang biasanya merupakan kemungkinan kemampuan umum, c). Teori Belajar Menurut Behaviorisme, yakni manusia terutama belajar karena pengaruh lingkunganm, d). Tori Belajar menurut Kognitivisme adalah kemampuan psikis atau mental manusia berupa mengamati, melihat, menyangka, memperhatikan, menduga dan menilai, e). Teori Belajar menurut Konstruktivisme, yakni belajar adalah membangun (to construct) pengetahuan itu sendiri, f). Teori Belajar menurut Humanisme, yakni mengutamakan pada proses belajar bukan pada hasil belajar, g). Teori Belajar Menurut Sibernetika, adalah pengolahan informasi, h). Model Belajar Sepanjang Hayat, yakni belajar tidak terjadi hanya proses kematangan dari dalam saja (innate tendencies, yang merupakan faktor genetis), melainkan pengalaman diperoleh bersifat eksistensial, i). Tumbuh Kembang Anak, yakni Manusia belajar, tumbuh dan berkembang dari pengalaman diperolehnya melalui kehidupan keluarga, untuk sampai pada penemuan bagaimana ia menempatkan dirinya ke dalam keseluruhan kehidupan dimana ia berada, dan j). Ketrampilan Mengajar yakni ketrampilan mutlak harus dimiliki guru, dalam hal pemilikan ketrampilan mengajar, diharpkan guru dapat mengoptimalkan perannya dikelas.
HUBUNGAN ANTARA KETERLIBATAN ORANG TUA DENGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM MEMBENTUK PRESTASI BELAJAR ANAK DI TK NEGERI 26 LELAMASE KOTA BIMA Sri Jamilah; Nuriati Nuriati; Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.3916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar anak di Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 26 Lelamase, Kota Bima. Keterlibatan orang tua dianggap sebagai faktor penting dalam mendukung perkembangan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada orang tua dari 50 siswa TK Negeri 26 Lelamase, sert a melalui observasi dan dokumentasi prestasi belajar anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar anak. Keterlibatan yang dimaksud meliputi berbagai aspek, seperti partisipasi dalam kegiatan sekolah, bantuan dalam pekerjaan rumah, serta komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru. Anak-anak yang orang tuanya terlibat secara aktif dalam pendidikan mereka cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang orang tuanya kurang terlibat.
PERAN KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI TK NEGERI 28 KODO KOTA BIMA Henny kurniati; Ihlas Ihlas; Lukman Lukman; Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keluarga dalam mendukung pendidikan karakter anak usia dini di TK Negeri 28 Kodo Kota Bima. Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam pembentukan kepribadian anak sejak dini, dan keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai moral dan sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak, baik melalui teladan perilaku, komunikasi yang positif, pembiasaan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan empati, serta keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan sekolah. Namun, ditemukan pula bahwa tingkat keterlibatan orang tua masih bervariasi, tergantung pada latar belakang pendidikan dan kesibukan pekerjaan. Penelitian ini merekomendasikan adanya sinergi yang lebih kuat antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung pendidikan karakter anak secara berkelanjutan.