p-Index From 2021 - 2026
10.729
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Faktor Exacta Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Health Sciences and Pharmacy Journal Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesehatan Tambusai J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Nusantara Hasana Journal Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Archives of The Medicine and Case Reports KESANS : International Journal of Health and Science COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Health Information Management (IJHIM) Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Sains dan Teknologi Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Innovation Research and Knowledge Journal of Comprehensive Science Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan (RAMMIK) Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Journal of Hospital Management Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Medika Nusantara Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vitamedica: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum Jurnal Rekam Medic
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Journal of Innovation Research and Knowledge

TINJAUAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KECAMATAN DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR TAHUN 2021 Ivan Permana; Noor Yulia
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 9: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.311 KB)

Abstract

Salah satu dimensi mutu pelayanan kesehatan adalah ketepatan waktu. Pada kenyataannya masih banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang waktu tunggu pelayanannya melebihi standar yang ditetapkan dari KMK RI 129/Menkes/SK/II/2008 yaitu ≤ 60 menit. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling adalah purposive sampling sebanyak 106 pasien yang diukur waktu tunggu pelayanan rawat jalan mulai dari pasien mengambil karcis sampai mendapatkan pelayanan di poliklinik dan wawancara untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPO pelayanan rawat jalan tidak ada tetapi dalam pelaksanaannya mengacu pada SPO pendaftaran pasien. Hasil perhitungan analisis rata-rata waktu tunggu pelayanan rawat jalan sebesar 62,5 menit, dengan lama waktu tunggu < 60 menit sebanyak 37 pasien (34,9%) dan lama waktu tunggu > 60 menit sebanyak 69 pasien (65,1%). Faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rawat jalan antara lain jaringan ke sistem puskesmas sering terganggu, pasien tidak membawa kartu berobat, Rekam Medis yang tidak ada pada rak penyimpanan dan petugas sakit terpapar COVID-19. Beberapa saran adalah pembuatan SPO khusus secara keseluruhan terkait pelayanan rawat, maintenance berkala koneksi jaringan ke sistem Puskesmas, membuat petunjuk tentang syarat pendaftaran, telusur berkala pada rak penyimpanan rekam medis dan pembuatan outguide rekam medis yang akan keluar
MANAJEMEN RISIKO DI RUANG PENYIMPANAN REKAM MEDIS (LITERATURE REVIEW) Maria Ferawaty Parera; Laela Indawati; Nanda Aula Rumana; Noor Yulia
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 10: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.924 KB)

Abstract

Manajemen Risiko merupakan suatu usaha memberi jaminan keselamatan serta meningkatkan kualitas kesehatan pekerja dengan mencegah kecelakaan serta penyakit akibat kerja, pengendalian bahaya lokasi kerja, promosi kesehatan serta rehabilitasis. Tujuan penelitian ini adalah guna mencari tahu manajemen risiko di ruang penyimpanan rekam medis rumah sakit. Metode yang dipakai yakni literature review melalui pencarian data base elektronik Google scholar. Hasil literature review ditemukan 5 artikel yang sesuai dengan kriteria dalam review ini. Pengelolan manajemen risiko di ruang penyimpanan rekam medis dilakukan secara internal, namun belum ada SOP yang mengatur tentang bahaya risiko saat sedang bekerja, karena dengan adanya SOP bisa meminimalisir bahaya yang mengancam keselamatan pekerja Faktor risiko diruang penyimpanan rekam medis adalah faktor risiko fisik, faktor risiko biologi dan faktor risiko ergonomi.
TINJAUAN PELAKSANAAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS CIPUTAT TIMUR TANGERANG SELATAN Aringgi Al Pasya Darwis; Noor Yulia; Siswati; Lily Widjaya
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 10: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.9 KB)

Abstract

Puskesmas adalah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya pada satu atau bagian wilayah kecamatan.” (Permenkes.RI 2016). Pendaftaran Rawat Jalan merupakan tempat pertama yang dikunjungi pasien atau keluarga pasien sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan. Dalam pelayanan rawat jalan para petugas harus cekatan dalam melayani pasien lama maupun pasien baru. Tujuan penelitian Tinjauan Pelaksanaan Pendaftaran Rawat Jalan di Puskesmas Ciputat timur Tangerang selatan. Desain penelitian cross sectional dengan metode deskriptif melalui analisis kualitatif yaitu dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian adanya suatu hambatan dalam melakukan pendaftaran pasien, seperti koneksi internet yang terputus, pasien sering tidak membawa kartu identitas, dan minimnya SDM pada penyiapan berkas Rekam Medis. Saran sebaiknya ada petugas teknisi yang selalu sigap mengontrol koneksi pada saat jam pelayanan berlangsung dan penambahan petugas dengan kelulusan yang tepat pada pelayanan rawat jalan, terutama rekam medis
TINJAUAN KEBUTUHAN RAK PENYIMPANAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT ANANDA BEKASI Endang Palupi Ningsih; Siswati Siswati; Noor Yulia; Deasy Rosmala Dewi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 5: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang penyimpanan rekam medis tekadang menjadi suatu hal yang terabaikan. Banyak unit rekam medis yang kurang memperhatikan kelengkapan sarana dan prasarana ruang penyimpanan rekam medis. Bila kita perhatikan masih banyak unit rekam medis yang memiliki ruang penyimpanan terbatas. Hal ini disebabkan karena kelengkapan ruang yang kurang memadai sehingga menyebabkan ruangan kurang nyaman. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan jumlah rak rekam medis dan luas ruang penyimpanan untuk 5 tahun mendatang. Jenis penelitian ini dengan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah jumlah rak penyimpanan rekam medis yang ada di Rumah Sakit Ananda Bekasi saat ini berjumlah 22 rak dan memiliki luas ruangan 49,31m2. Sebaiknya rekam medis inaktif dialih media, dengan melakukan scanner lembar rekam medis yang penting-penting seperti resume medis, persetujuan operasi, laporan operasi, bukti bayi baru lahir dan lain-lain. Agar rak rekam medis inaktif bisa digunakan untuk penyimpanan rekam medis aktif
TINJAUAN KETEPATAN SUSUNAN PERAKITAN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT CITRA HARAPAN BEKASI Febriyan Awi Pasa; Wiwik Viatiningsih; Noor Yulia; Deasy Rosmala Dewi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perakitan merupakan kegiatan merakit, menyusun dan menyimpan formulir rekam medis ke sampul dengan tertata rapih baik dari segi kuantitias maupun segi kualitas, sebelum diletakkan kembali pada rak penyimpanan. Perakitan berfungsi untuk merapikan dan menyusun formulir-formulir sesuai dengan urutan. Tujuan penelitian mengetahui gambaran ketepatan susunan perakitan rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Citra Harapan Bekasi. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan analisis secara kuantitatif dengan sampel 69 rekam medis rawat inap. Hasil penelitian menunjukan Standar Prosedur Operasional perakitan rekam medis dirumah Sakit Citra Harapan sudah ada, dimana SPO perakitan rekam medis rawat inp dengan nomor SK Dir. Nomor : 007/RSCH/SK/DIR/2017 SPO diterbitkan pada tanggal 01 Agustus 2017 didapatkan ketepatan susunan perakitan rekam medis rawat inap sesuai dengan ketepatan susunan Standar Prosedur Operasional oleh petugas sebanyak 45 rekam medis (65,21%) dan jumlah yang tidak sesuai dengan ketepatan susunan Standar Prosedur Operasional berjumlah 24 rekam medis (34,78%). Berdasarkan faktor 5M (Man, Money, Machine, Method, Material) di dapatkan Faktor Man yaitu ketidaktepatan susunan perakitan rekam medis rawat inap karena kurang telitinya petugas dalam melakukan perakitan, beban kerja petugas perakitan yang berlebihan, kurangnya SDM dengan latar pendidikan RMIK, kurangnya pelatihan untuk petugas perakitan rekam medis, prasarana yang kurang memadahi untuk petugas dalam perakitan rekam medis sehingga menyebabkan proses perakitan rekam medis tidak terstruktur dengan baik. Saran, revisi SPO perakitan rekam medis, Perlu dibuat laporan evaluasi setiap akhir bulan, Tingkatkan kemampuan petugas diberikan pelatihan perakitan rekam medis dan mengikuti kegiatan seminar rekam medis.
TINJAUAN PELAKSANAAN PENYUSUTAN DAN PEMUSNAHAN REKAM MEDIS DI RSUD KOTA BOGOR Dwi Nurul Fadila; Noor Yulia; Puteri Fannya; Nanda Aula Rumana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 9: Februari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i9.5048

Abstract

Rekam medis inaktif merupakan rekam medis pasien yang telah tidak aktif selama minimal 5 tahun atau setelah meninggal dunia, yang berarti pasien sudah tidak menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan rumah sakit lagi. Rekam medis perlu dilakukan penyusutan, yaitu proses mengurangi dokumen rekam medis dengan memindahan rekam medis inaktif ke ruang inaktif, serta mengevaluasi dan memusnahkan rekam medis yang tidak dipakai lagi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan penyusutan dan pemusnahan rekam medis di RSUD Kota Bogor. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang memaparkan hasil dari observasi di ruang filing dan wawancara. Hasil penelitian rumah sakit sudah memiliki SPO penyusutan rekam medis inaktif, serta SPO pemusnahan. Dalam pelaksanaan, petugas melakukan tindakan penyusutan dan pemusnahan saat jadwal sudah keluar atau setiap ada perintah. Kendala dalam pelaksanaannya yaitu belum ada petugas khusus yang menangani penyusutan dan melaksanakan alih media, jarak dan lokasi penyimpanan rekam medis berbeda gedung, dan belum memiliki sarana untuk alih media. Saran melakukan penyusutan setiap minggu agar rekam medis tidak bertumpuk, ruang rekam medis inaktif terpisah, dan disediakan sarana proses alih media.
TINJAUAN KEBUTUHAN TENAGA ALIH MEDIA REKAM MEDIS DI RSIJ CEMPAKA PUTIH JAKARTA Almahshunatul Hanifah; Noor Yulia; Laela Indawati; Deasy Rosmala Dewi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 11: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i11.5475

Abstract

Alih media rekam medis merupakan proses pemindahan rekam medis inaktif berbasis kertas ke dalam bentuk file (micro film, file dalam hard disk, file dalam compact disc) dengan tujuan agar lebih efisien. Metode ABK-Kes adalah suatu metode perhitungan kebutuhan SDMK berdasarkan pada beban kerja. Penelitian ini mengenai Tinjauan Kebutuhan Tenaga Alih Media Rekam Medis di RSIJ Cempaka Putih Jakarta menggunakan metode ABK-Kes. Tujuan penelitian menghitung kebutuhan tenaga alih media rekam medis. Penelitian menggunakan metode ABK-Kes. Dengan sampel yang berjumlah 100 berkas rekam medis yang telah dihitung menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian Standar Prosedur Operasional (SPO) Alih Media masih mengacu kepada SPO Retensi, karena SPO pada bagian Alih Media belum tersedia. Jam kerja petugas dari pukul 07.30-16.30 WIB atau setara dengan 40 jam/minggu. Sementara hasil perhitungan standar beban kerja petugas yaitu 662.840. Faktor Tugas Penunjang sebesar 2,34% dan Standar Tugas Penunjang sebesar 1,02. Hasil kesimpulan Rekapitulasi SDMK Alih Media Rekam Medis yang dibutuhkan berjumlah 6 orang sedangkan saat ini petugas hanya 1 orang. Saran sebaiknya ada penambahan SDM alih media sebanyak 5 orang dengan kriteria minimal lulusan D3 Perekam Medis dan Informasi kesehatan sesuai kompetensinya.
TINJAUAN DATA SOSIAL UNTUK ENTRY DATA IDENTITAS PASIEN DI RSI JAKARTA SUKAPURA Lisa Anggun Magdalena Gea; Noor Yulia
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 12: Mei 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i12.5623

Abstract

Social data is used to complete the RME when officers identify new patients into the medical record database. social data helps fill in electronic medical record data. The purpose of this study is to review filling in social data to complete the identity of patients at the Islamic Hospital of Jakarta Sukapura. The research method used descriptive method with quantitative analysis of 81 samples of new outpatient identities. The results of the study There are already standard operating procedures for outpatient registration of new patients, the average completeness of social data for new patients is 62 samples (76%) and 19 samples are incomplete (24%), complete average RME data is complete 65 samples (80%) and incomplete 16 samples (20%). the filling of social data and RME is not in accordance with the minimum service standards set by PERMENKES, which is 100% filled. social data does not include all patient identity data in the RME. Identity data in RME is more complete than social data, in social data there are 21 items while in RME there are 25 items. Conclusion: social data has not been able to fully assist officers in completing electronic medical record patient identity data.
Co-Authors Adi Widodo Adi Widodo Adi Widodo Adi Widodo Ahmad Hikmi Aldio Al Faqih, M. Rolan Tiro Aldio, Ahmad Hikmi Almahshunatul Hanifah Ambarwati Anastasyannisa Ramadhanty Aneu Rosliana Angelina, Noviana Dian Anisa Dewi Wahyuni Annisa Azzahra, Annisa Arif Ibnu Fadillah Aringgi Al Pasya Darwis Armila Astiyana Triadi Aurelius Anugerah Harvey Pepo Azhar Muttaqin Azhar Muttaqin Bangga Agung Satrya Bella Safitri Daniel Happy Putra Darmawan, Rifqi Helmi Dewi Kisaputri Dewi, Deasy Rosmala Dianty, Gebbrien Anggia Dina Sonia Dinda Fidia Ardiani Dwi Nurul Fadila Elina Intan Apzari Elsa Nindia Safitri Endah Wardani Endang Palupi Ningsih Erviana, Erviana Fandhika, Lilin Tata Fannya, Puteri Fatimatuzzahra, Joevancha Livancha Fatkur Ridho Fatkur Ridho Febriyan Awi Pasa Fitria Atmojowati Fitria, Annah Fredrika Welhelmina Gita Sugiarti Hari Dwi Cahya Hosizah Hosizah Husni Abdul Muchlis Indahwati, Laela Indawati, Laela Intan Rusdiana Dewi Iqbal, Muhammad Fuad Ivan Permana Khaerunnisa, Rizky Laras Sitoayu Leni Karunia Septiani Lia Yulia Budiarti Lilin Tata Fandhika Lily Widjaya Lisa Anggun Magdalena Gea Maeimunah, Siti Magdalena, Selvy Maria Ferawaty Parera Mekhtildis Suryati Menna, Yasinta Rosalia Mordekhai Immanuel Sitorus Muhammad Arif Sutrasno Munazhifah Munazhifah Muniroh, Muniroh Muzdalifah, Ifah Nabila Raihani Nabilah Khairunisa Nadia Sintia Nanda Aula Rumana Nerissa Adha Andrania Nindia Safitri, Elsa Novia Nurhikmah Sari Noviana Dian Angelina Octa Rina Sari Pangesti, Wulan Aprilia Pinkan, Lia Putri, Dwi Tania Putri, Sisilia Rabnah Rabnah Rani Yulistianingsih Raysha Dheamalia Muchtar Revina Purnaningrum Rezal, Muhammad Rifqi Fauzan Risma Ayu Fitriyani Risma Sisni Fadilla Rizky Khaerunnisa Setiawan Irwansyah Shafa Aulia Ananda Hermanto Siswati Siswati Siswati Siswati Siswati Siti Kaidah Siti Nur Azizah Jamil Sri Kholifatun Sri Mulya Surlialy, Dewi Suryati, Mekhtildis Sutarto, Mutia Sutrasno, Muhammad Arif Syahrul Dwi Ramadhani Syarif, Hilwa Syifa Erintan Uli Shalatiya uli Viatiningsih, Wiwik Viatningsih, Wiwik Widjaja, Liliy Widjaja, Lily Willy Haposan Winda Febriarini Wiwik Viatningsih Yeni Safitri Yoga Septian Bayu Ariyanto Yunita Fauzia A.