p-Index From 2021 - 2026
10.305
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Faktor Exacta Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Health Sciences and Pharmacy Journal Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesehatan Tambusai J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Nusantara Hasana Journal Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Archives of The Medicine and Case Reports KESANS : International Journal of Health and Science COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Health Information Management (IJHIM) Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Sains dan Teknologi Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Innovation Research and Knowledge Journal of Comprehensive Science Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan (RAMMIK) Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Medika Nusantara Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vitamedica: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum Jurnal Rekam Medic
Claim Missing Document
Check
Articles

Perceptions of Patients and Officers towards the Use of Online and Offline Registration Systems at the Surgical Polyclinic of Gatot Soebroto Army Central Hospital Darmawan, Rifqi Helmi; Adi Widodo; Daniel Happy Putra; Noor Yulia
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 2 No. 4 (2022): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v2i4.214

Abstract

In this era of digital technology, development makes it easier for humans to do things such as seek treatment easily and practically. Registration application online still has drawbacks, namely bugs in the application, the queue paper printing machine does not work, and error system barcode. Online and offline registration. Descriptive method using quantitative analysis. This research was conducted at Gatot Soebroto Army Central Hospital with a sample of 45 offline and 45 online, and 7 registration officers. SOP only covers offline, for SOP online still does not exist. Most of the patients in offline and online registration stated that the quality of service, knowledge, experience, and satisfaction was good. Officers feel that there has been a change since the online registration because it has become a new thing in the surgical polyclinic because the officer at registration at the surgical polyclinic assumes that it is necessary to socialize with patients on the online application because the majority of patients do not register online because they do not know how to register online, especially patients Elderly officers are of the opinion that online registration makes it easier at the registration section.
Ketepatan Pengodean Diagnosis dan Tindakan Medis 10 Penyakit Terbanyak Putri, Sisilia; Yulia, Noor; Indawati, Laela; Dewi, Deasy Rosmala
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i2.1017

Abstract

Latar Belakang: Keakuratan pengkodean diagnosis dan prosedur medis sangat penting bagi rumah sakit untuk memudahkan penyajian informasi data dan sebagai penentu pembiayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keakuratan pengkodean diagnosis dan prosedur medis 10 penyakit terbanyak pada bulan Februari 2023 di RSUD Kembangan.   Metode : Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. sampel dengan jumlah 55 rekam medis yang diambil dengan teknik simple random sampling.   Hasil : Rumah sakit belum memiliki SPO khusus untuk pengodean dan prosedur medis, dari 55 sampel didapatkan hasil yang akurat untuk pengodean diagnosa 10 penyakit pada bulan Februari 2023, sebanyak 28 sampel tepat (51%) dan 25 sampel tidak tepat (49%), atau memiliki pengodean prosedur medis sebesar (66%) dan tidak tepat sebesar (34%).   Kesimpulan : Masih banyak terjadi ketidaktepatan pengkodean diagnosis dan prosedur medis di RSUD Kembangan yang mengakibatkan ketepatan diagnosis dan tindakan medis tidak mencapai 100%. Hal ini kemungkinan disebabkan karena belum adanya SPO khusus untuk diagnosis dan tindakan medis serta belum adanya petugas koding yang ahli dalam bidang koding.   Kata Kunci : Akurasi Koding; 10 Penyakit Terbanyak
Tinjauan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik Rawat Jalan di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan Azzahra, Annisa; Yulia, Noor; Sonia, Dina; Fannya, Puteri
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7091

Abstract

The rapid development of information technology has penetrated various sectors of life, including the healthcare sector, and has significantly influenced the advancement of computer-based medical record systems. The utilization of information technology in medical record systems is a strategic step to improve the quality of healthcare services in hospitals. However, in practice, the implementation of Electronic Medical Records (EMR) still faces several challenges, such as the gap between regulation and actual implementation, limited human resources, and suboptimal infrastructure. This study aims to review the implementation of Standard Operating Procedures (SOP), the use of EMR systems, and the inhibiting factors based on the 5M approach (Man, Material, Machine, Method, Money) at Soeharto Heerdjan Hospital. The research method used is descriptive qualitative, conducted through in-depth interviews and observations involving 12 informants, including medical personnel, administrative staff, and IT teams. The results of the study indicate that although SOPs are available and the system is integrated, the implementation is still hindered by work habit factors, limitations of the application system, and inadequate infrastructure support. Therefore, improvements in training, system strengthening, and workflow enhancement are necessary.
TINJAUAN KEBUTUHAN RAK PENYIMPANAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT ANGKATAN UDARA dr. M. HASSAN TOTO BOGOR UNTUK 5 TAHUN KEDEPAN Angelina, Noviana Dian; Yulia, Noor; Viatiningsih, Wiwik; Dewi, Deasy Rosmala
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2111

Abstract

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Manajemen pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan adalah kegiatan menjaga, memelihara dan melayani rekam medis baik secara manual maupun elektronik sampai menyajikan informasi kesehatan di rumah sakit, praktik dokter klinik, asuransi kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan dan lainnya yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan menjaga rekaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan rak penyimpanan rekam medis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menghitung rak penyimpanan dengan rekam medis yang ada, menghitung luas ruangan untuk memperkirakan kebutuhan 5 tahun kedepan. Yang bertujuan untuk mengidentifikasi Standar Prosedur Operasional (SPO) penyimpanan berkas rekam medis di rumah sakit, menghitung kebutuhan rak penyimpanan rekam medis 5 tahun yang akan datang, menghitung kebutuhan luas ruang penyimpanan rekam medis 5 tahun kedepan, dan mengidentifikasi faktor – faktor masalah yang ada pada ruang penyimpanan rekam medis. Faktor masalah yang ada di ruang penyimpanan yaitu kurangnya rak penyimpanan rekam medis, tinggi rak yang tidak terjangkau oleh petugas rekam medis, tidak adanya tracer, retensi yang tidak rutin dilakukan, perlu penambahan petugas rekam medis dengan lulusan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan rak penyimpanan dapat diganti dengan rak roll o’ pack.
LITERATURE REVIEW GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN HIV/AIDS DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA Sutrasno, Muhammad Arif; Yulia, Noor; Rumana, Nanda Aula; Fannya, Puteri
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2159

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga manusia yang terinfeksi virus ini tidak dapat melawan berbagai jenis penyakit yang menyerang tubuhnya. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah suatu kumpulan gejala berkurangnya kemampuan pertahanan diri yang disebabkan oleh masuknya HIV dalam tubuh seseorang. Di Indonesia, pada tahun 2019, jumlah kasus baru HIV mencapai 50.282 dengan total kematian akibat AIDS sebanyak 614 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien HIV/AIDS di fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian literature review.  Berdasarkan analisis literature review yang telah dilakukan terhadap 15 jurnal, Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran karakteristik pasien HIV/AIDS berdasarkan umur yang paling banyak adalah umur produktif yaitu 25 – 49 tahun, jenis kelamin paling banyak adalah laki – laki, dengan pendidikan terbanyak adalah SMA, pekerjaan terbanyak pegawai swasta dengan status pernikahan ialah menikah, faktor risiko terbesar adalah heteroseksual, dengan jumlah sel CD4? 200 sel/mm3 , dan infeksi oportunistik terbanyak adalah kandidiasis. Disarankan agar masyarakat lebih mengetahui karakteristik HIV/AIDS dan melakukan pencegahan terhadap penyebab infeksi HIV/AIDS untuk terhindar dari infeksi HIV/AIDS.
Gambaran Kelengkapan Pengisian Resume Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Ende Suryati, Mekhtildis; Yulia, Noor; Rumana, Nanda Aula Rumana Aula; Dewi, Deasy Rosmala
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2202

Abstract

ABSTRACTThe completeness of filling out a medical resume is very important to facilitate the main activities in the medical record unit and to support health services for patients who want to return for treatment after returning home. The medical resume must be filled in completely by the DPJP. This research was conducted in the medical record unit of the Ende Hospital from April to June 2021 with the aim of knowing the completeness of filling out a medical resume at the Ende Hospital. The method used is descriptive quantitative analysis method with data collection techniques, namely interviews, observations and literature studies. Based on the results of the study, from 81 samples of medical resumes, the average percentage of completeness of medical resumes was 92% and the average percentage of incompleteness was 8%. With details based on 4 components of quantitative analysis, the completeness of component 1 patient identification is 91% (74 RM), component 2 important notes is 87% (72 RM), component 3 author authentication is 95% (77 RM), and component 4 notes 98% (79 RM). Where the highest percentage of completeness is found in component 4 good notes of 98% (79 RM), and the most incomplete component is found in component 2 important notes of 13% (10 RM). This incompleteness resulted in the process of data management in the medical record unit being hampered and the quality of hospital services decreasing.Keywords : Completeness, Fill in Medical Resume ABSTRAKKelengkapan pengisian resume medis sangat penting untuk memudahkan kegiatan pokok di unit rekam medis dan menunjang pelayanan kesehatan bagi pasien yang mau berobat kembali setelah pulang rawat. Resume medis wajib diisi dengan lengkap oleh DPJP. Penelitianinidilakukan di unit rekam medis RSUD Ende bulan April sampai Juni 2021 dengan tujuan untuk mengetahui kelengkapan pengisian resume medis di RSUD Ende. Metode yang digunakan adalah metode deskskriptif analisis kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian dari 81 sampel resume medis diperoleh rata-rata persentase kelengkapan pengisian resume medis sebesar 92% dan rata-rata persentase ketidak lengkapan sebesar 8%. Dengan rincian berdasarkan 4 komponen analisis kuantitatif, kelengkapan komponen 1 identifikasi pasien sebesar 91% (74 RM), komponen 2 catatan yang penting sebesar 87% (72 RM), komponen 3 autentifikasi penulis sebesar 95%(77 RM), dan komponen 4 catatan yang baik sebesar 98% (79 RM). Dimana persentase kelengkapan terbanyak terdapat pada komponen 4 catatan yang baik sebesar 98% (79 RM), dan komponen ketidaklengkapan terbanyak terdapat terdapat pada komponen 2 catatan yang penting sebesar 13% (10 RM). Ketidaklengkapan tersebut mengakibatkan proses pengelolaan data di unit rekam medis terhambat serta menurunnya mutu pelayanan rumah sakit.Kata Kunci : Kelengkapan, Isi Resume Medis 
Tinjauan kepuasan pasien BPJS pada pelayanan rawat jalan RS Bhakti Mulia Pangesti, Wulan Aprilia; Sonia, Dina; Putra, Daniel Happy; Yulia, Noor
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1306

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan dan memiliki peran besar dalam membentuk kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Pasien BPJS di Indonesia merupakan kelompok terbesar pada layanan rawat jalan, sehingga beban pelayanan di loket pendaftaran menjadi sangat tinggi. Kondisi ini sering menimbulkan berbagai kendala seperti waktu tunggu yang panjang, keterbatasan fasilitas fisik, serta ketidakkonsistenan pelayanan, yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat kepuasan pasien. Masalah ini menjadi serius karena layanan pendaftaran merupakan titik kontak pertama pasien dengan rumah sakit dan sangat menentukan pengalaman serta persepsi mereka terhadap kualitas pelayanan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan pendaftaran rawat jalan di Rumah Sakit Bhakti Mulia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 82 pasien BPJS rawat jalan yang dipilih secara acak. Pengukuran kepuasan dilakukan melalui lima dimensi mutu pelayanan, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan yang bervariasi: tangible (28%), reliability (70,7%), responsiveness (68,3%), assurance (53,7%), dan empathy (52,4%). Secara keseluruhan, hanya 53,7% pasien yang merasa puas, sedangkan 46,3% menyatakan tidak puas. Tingkat kepuasan ini masih jauh di bawah standar pelayanan minimal rumah sakit (?90%) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, sehingga menunjukkan adanya kesenjangan kualitas pelayanan yang perlu segera diperbaiki. Berdasarkan temuan tersebut, Rumah Sakit Bhakti Mulia disarankan untuk meningkatkan mutu pelayanan, terutama pada aspek fasilitas fisik di area pendaftaran seperti kebersihan, ketersediaan kursi tunggu, dan kondisi ruang tunggu agar kenyamanan dan kepuasan pasien dapat meningkat.
Co-Authors Adi Widodo Adi Widodo Adi Widodo Ahmad Hikmi Aldio Al Faqih, M. Rolan Tiro Aldio, Ahmad Hikmi Almahshunatul Hanifah Ambarwati Anastasyannisa Ramadhanty Aneu Rosliana Angelina, Noviana Dian Anisa Dewi Wahyuni Annisa Azzahra, Annisa Arif Ibnu Fadillah Aringgi Al Pasya Darwis Armila Astiyana Triadi Aurelius Anugerah Harvey Pepo Azhar Muttaqin Azhar Muttaqin Bangga Agung Satrya Bella Safitri Daniel Happy Putra Darmawan, Rifqi Helmi Dewi Kisaputri Dewi, Deasy Rosmala Dianty, Gebbrien Anggia Dina Sonia Dinda Fidia Ardiani Dwi Nurul Fadila Elina Intan Apzari Elsa Nindia Safitri Endah Wardani Endang Palupi Ningsih Erviana, Erviana Fandhika, Lilin Tata Fannya, Puteri Fatimatuzzahra, Joevancha Livancha Fatkur Ridho Febriyan Awi Pasa Fitria Atmojowati Fitria, Annah Fredrika Welhelmina Gita Sugiarti Hari Dwi Cahya Hosizah Hosizah Indahwati, Laela Indawati, Laela Intan Rusdiana Dewi Iqbal, Muhammad Fuad Ivan Permana Leni Karunia Septiani Lia Yulia Budiarti Lilin Tata Fandhika Lily Widjaya Lisa Anggun Magdalena Gea Maeimunah, Siti Magdalena, Selvy Maria Ferawaty Parera Mekhtildis Suryati Mordekhai Immanuel Sitorus Muhammad Arif Sutrasno Munazhifah Munazhifah Muniroh, Muniroh Muzdalifah, Ifah Nabila Raihani Nabilah Khairunisa Nadia Sintia Nanda Aula Rumana Nerissa Adha Andrania Nindia Safitri, Elsa Novia Nurhikmah Sari Noviana Dian Angelina Octa Rina Sari Pangesti, Wulan Aprilia Pinkan, Lia Putri, Dwi Tania Putri, Sisilia Rabnah Rani Yulistianingsih Raysha Dheamalia Muchtar Revina Purnaningrum Rezal, Muhammad Rifqi Fauzan Risma Ayu Fitriyani Risma Sisni Fadilla Rizky Khaerunnisa Setiawan Irwansyah Shafa Aulia Ananda Hermanto Siswati Siswati Siswati Siswati Siswati Siti Kaidah Siti Nur Azizah Jamil Sri Kholifatun Sri Mulya Surlialy, Dewi Suryati, Mekhtildis Sutarto, Mutia Sutrasno, Muhammad Arif Syahrul Dwi Ramadhani Syarif, Hilwa Syifa Erintan Uli Shalatiya uli Viatiningsih, Wiwik Viatningsih, Wiwik Widjaja, Liliy Widjaja, Lily Willy Haposan Winda Febriarini Wiwik Viatningsih Yeni Safitri Yoga Septian Bayu Ariyanto Yunita Fauzia A.