Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Dismenore Pada Siswi Di Mts Muhammadiyah 2 Palang Kabupaten Tuban Salsabila Putri, Jihan; Triana Nugraheni, Wahyuningsih; Tri Ningsih, Wahyu
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.508

Abstract

Dismenore merupakan nyeri kram di perut bagian bawah yang dimulai sebelum atau saat menstruasi. Angka kejadian dismenore cukup tinggi di dunia, prevalensi dismenore tertinggi ditemui pada remaja putri. Dismenore dipengaruhi beberapa faktor risiko seperti usia menarche <12 tahun, status gizi (IMT rendah/tinggi), dan riwayat keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanfaktor risiko yang mempengaruhi kejadian dismenore pada siswi di MTs Muhammadiyah 2 Palang Kabupaten Tuban. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 47 siswi dan menggunakan teknik sampling total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, microtoicedan timbangan berat badan. Analisa data yang digunakan yaitu analisa deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwahampir seluruhnya siswi mengalami dismenore saat menstruasi yaitu 41 siswi (87%), sebagian besar siswi mengalami menarche di usia ?12 tahun yaitu 35 siswi (74%), sebagian besar siswi memiliki status gizi tidak normal yaitu 34 siswi (72%), hampir seluruhnya siswi memiliki riwayat keluarga dengan dismenore yaitu 37 siswi (79%), hampir seluruhnya siswi yang mengalami menarche di usia ?12 tahun mengalami dismenore saat menstruasi yaitu 30 siswi (85,7%), hampir seluruhnya siswi yang memiliki status gizi tidak normal mengalami dismenore saat menstruasi yaitu 31 siswi (91,2%), hampir seluruhnya siswi yang memiliki riwayat keluarga dengan dismenore mengalami dismenore saat menstruasi yaitu 33 siswi (89,2%). Kejadian dismenore dipengaruhi faktor usia menarche, status gizi, dan riwayat keluarga dengan dismenore.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwabanyak siswi yang mengalami dismenorejuga memiliki faktor tersebut. Kejadian dismenore ini dapat mengganggu aktivitas dan pembelajaran siswi.
Kebiasaan Merokok Dengan Gangguan Pola Tidur Pada Remaja Di Smk Taruna Jaya Prawira (TJP) Tuban Bagus Setiawan, Ardi; Tri Ningsih, Wahyu; Triana Nugraheni, Wahyuningsih
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.521

Abstract

Rokok mengandung zat adiktif yang bila digunakan mengakibatkan bahaya bagi kesehatan remaja. Timbulnya kebiasan merokok pada remaja ini biasanya diawali dengan rasa penasaran untuk mencoba merokok dari melihat orang sekitarnya yang merokok, serta tekanan teman sebaya turutan dildalam mempengaruhi remaja untuk mulai merokok, oleh karena itu banyak terjadinya kasus merokok pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan kebiasaan merokok dengan gangguan pola tidur pada remaja di SMK Taruna Jaya Perwira (TJP) Tuban. Desain pada penelitian ini analitik korelasi, Populasi penelitian adalah seluruh Siswa kelas XI Teknik Pemesinan (TPM) di SMK Taruna Jaya Prawira (TJP) Tuban berjumlah 278 siswa. Besar sampel 164 siswa menggunakan teknik Purposive Sampling. Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel, variable independen yaitu kebiasaan merokok dan variable dependen yaitu gangguan pola tidur. Pengambilan data dengan kuesioner dan Analisis uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruhnya (100%) remaja yang memiliki kebiasaan merokok ringan, sedang maupun berat mengalami pola tidur terganggu, dan tidak satupun (0%) remaja yang memiliki kebiasaan merokok ringan, sedang maupun berat mengalami pola tidur tidak terganggu. Dari hasil uji statistic dengan menggunakan Spearman diperoleh nilai?=0,017 (p<0,05) dan korelasi koefisien 0,186 yang berarti terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan gangguan pola tidur pada remaja di SMK Taruna Jaya Perwira (TJP) Tuban. Semakin banyak jumlah batang rokok yang dikonsumsi remaja maka akan semakin beresiko mengalami gangguan pola tidur. Karena nikotin yang terkandung dalam rokok memiliki efek stimulasi pada tubuh. Akibatnya remaja yang memiliki kebiasaan merokok seringkali mengalami kesulitan untuk tidur dan mudah terbangun dimalam hari.
Prosedur Penagihan Piutang Negara Dengan Barang Jaminan Atau Tanpa Barang Jaminan Pada Kantor Kekayaan Pelayanan Negara Dan Lelang Jember Agung Parmono; Fatimatus Zahro; Wahyu Tri Ningsih
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 3 (2025): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i3.81

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjamin optimalnya penerimaan negara adalah dengan melakukan penagihan piutang negara. Proses ini dijalankan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sebagai bagian dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 240 Tahun 2016 tentang Pengurusan Piutang Negara. KPKNL merupakan instansi yang bertugas melaksanakan prosedur ini, dan prosedur ini dilaksanakan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang mengatur tentang peran serta berbagai pihak. Untuk menilai tingkat kesesuaian dan mengetahui permasalahan dalam pelaksanaannya, penelitian ini membandingkan praktik standar penagihan piutang negara yang tertuang dalam ketentuan perundang-undangan dengan pelaksanaannya di KPKNL Jember.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Mengelolah Penyakit Hipertensi dan Komplikasinya di Desa Kedungringin Kec. Beji Kabupaten Pasuruan Moch Bahrudin; Tanty Wulan Dari; Siti Maimuna; Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih; Sutomo Sutomo
Jurnal Abdi Medika Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Abdi Medika Desember 2023
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jam.v3i2.1234

Abstract

Penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyebab komplikasi ke penyakit diantaranya gagal ginjal dan stroke serta penyebab kematian tertinggi, kondisi ini perlu untuk dilakukan pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit darah tinggi. Berdasarkan hasil survey, bahwa hampir di setiap rumah tangga terdapat pasien hipertensi. Situasi seperti ini diperlukan pendekatan di tatanan Kesehatan keluarga, tenaga Kesehatan yang paling dekat dengan keluarga adalah kader Kesehatan. Kader Kesehatan sebagai tenaga sukarela bidang kesehatan di tingkat dasar diantaranya membantu merawat ditatanan keluarga dengan masalah penyakit darah tinggi pilar kekuatan Kesehatan di tatanan Desa atau rukun warga, sehingga kader kesetan ikut berperan menjaga Kesehatan diwilayahnya, terutama dengan masalah penyakit darah tinggi, Perbedaan pengelolahan penyakit darah tinggi akan menimbulkan komplikasi, maka kader kesehatan perlu diberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang pengelolahan penyakit darah tinggi. dalam situasi ini, posisi kader Kesehatan sangat menentukan perawatan penyakit darah tinggi. Tujuan kegiatan ini adalah pemberdayaan kader Kesehatan dalam pengolahan penyakit penyakit darah tinggi di Desa kedungringin. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan simulasi pengukuran tekanan darah. Hasil dari kegiatan ini adalah Sebagian besar peserta kegaiatan ini memahami tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pengobatan ringan dari penyakit darah tinggi. Ada 5 pertanyaan dari peserta diantaranya adalah pengolahan makanan yang harus dihindari, pengobatan ringan bila penyakit darah tinggi dan cara minum obat darah tinggi. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat akan dapat memenuhi kebutuhan keluarga adalah adanya standart yang sama untuk bisa digunakan kader kesehatan dalam menentukan tindakan dalam pengolahan penyakit penyakit darah tinggi di rumah tangga, yang pada akhirnya menurunkan jumlah komplikasi yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi.
Pengetahuan Dan Tingkat Sedentary Lifestyle pada Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Tuban Ririn Krisnawati; Wahyuningsih; Tri Ningsih, Wahyu; Retna P.D, Teresia
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.166

Abstract

Sedentary lifestyle adalah perilaku duduk atau berbaring dalam sehari-hari, baik di tempat kerja, di rumah, maupun di perjalanan/transportasi yang tidak termasuk waktu tidur. Sedentary lifestyle paling banyak terjadi di kalangan mahasiswa di seluruh dunia karena sebagian besar waktu yang dimilikinya digunakan untuk menghadap gadget atau komputer ketika belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan tingkat sedentary lifestyle pada mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Tuban TA. 2023/2024 dengan besar sampel sejumlah 123 mahasiswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa memiliki pengetahuan tentang sedentary lifestyle kategori cukup dan sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat sedentary lifestyle kategori sedang. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = 0,001 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat sedentary lifestyle pada Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Tuban. Pengetahuan berkaitan erat dengan tingkat sedentary lifestyle. Artinya, semakin baik pengetahuan seseorang, semakin rendah pula tingkat sedentary lifestyle karena dengan pengetahuan yang baik, seseorang mampu mengetahui, memahami, dan mengaplikasikan sehingga terwujud perilaku yang sehat. Kata kunci: Pengetahuan, Tingkat Sedentary Lifestyle, Mahasiswa
Perilaku Merokok Dengan Kepercayaan Diri Anggota Club Twenty Two Project Di Kabupaten Tuban Moh. Akmal Inzaki; Retna P.D, Teresia; Wahyurianto, Yasin; Tri Ningsih, Wahyu
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i2.190

Abstract

ABSTRAK Kepercayaan diri adalah perasaan atau sikap yang percaya pada kemampuan diri sendiri sehingga orang tidak terlalu cemas dengan tindakannya, dapat merasa bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dan melakukan apa yang disukai, ramah dan hangat saat berhubungan dengan orang lain, dapat menerima dan menghargai sesama manusia, memiliki keinginan untuk berprestasi dan menyadari keunggulan dan kelemahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara perilaku merokok dengan kepercayaan diri. Desain penelitian menerapkan Analitik korelasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu anggota Club Twenty Two Project yang berusia 19-23 tahun dengan besar sampel yang dipilih dengan Total Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir seluruhya (76,67 %) anggota Club Twenty Two Project  sebagai perokok sedang, sebagian kecil perokok ringan (20%) dan perokok berat (3,33); sebagian besar (53,33%) memiliki kepercayaan tinggi dan hampir setengah (36,67%) memiliki kepercayaan diri sedang. Tidak ada hubungan perilaku merokok dan kepercayaan diri (p= 0,781), artinya  kepercayaan diri tinggi tidak terkait perilaku merokok. Diharapkan dinas terkait seperti pemuda dan olahraga, dinas kesehatan atau lainnya  lebih aktif dalam memberikan penyuluhan atau promosi kesehatan dengan materi bahaya perilaku merokok, sebagai upaya dalam pencegahan perilaku merokok. Kata kunci: Perilaku Merokok, Kepercayaan Diri ABSTRACT Self-confidence is a feeling or attitude that believes in one's own abilities so that people are not too anxious about their actions, can feel responsible for what is done and do what they like, are friendly and warm when dealing with others, can accept and appreciate fellow human beings, have a desire for achievement and realize their strengths and weaknesses. The purpose of this study was to analyze the relationship between smoking behavior and self-confidence. The research design applies correlational analytics through a cross sectional approach. The population in the study were members of Club Twenty Two Project aged 19-23 years with a sample size selected by Total Sampling. The research instrument was a questionnaire. Data analysis using the Spearman rank test. The results showed that almost all (76.67%) members of Club Twenty Two Project as moderate smokers, a small proportion of light smokers (20%) and heavy smokers (3.33); most (53.33%) have high confidence and almost half (36.67%) have moderate confidence. There is no relationship between smoking behavior and self-confidence (p = 0.781), meaning that high self-confidence is not related to smoking behavior. It is expected that related agencies such as youth and sports, health services or others are more active in providing counseling or health promotion with material on the dangers of smoking behavior, as an effort to prevent smoking behavior. Keywords: Smoking behavior, Self-Confidence
PENGEMBANGAN KARAKTER PANCASILA DAN PEMBUATAN “KRANDOK” DI SDI TAHFIDZ ANANDA MANDIRI MEJASEM KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL Kusuma, Wahyu Jati; Berkah, Tampi; Supriyanti, Supriyanti; Afiyanti, Uhti Ulfa; Ningsih, Wahyu Tri; Kusumawati, Yesi
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.3086

Abstract

Artikel ini memaparkan tentang Kegiatan Pengabdian bertema “KRANDOK” yang merupakan singkatan dari kerajinan Enceng Gondok. Kegiatan ini dilaksanakan di SDI Tahfidz Ananda Mandiri Mejasem dengan tujuan utama untuk mengatasi permasalahan dalam pengolahan enceng gondok, meningkatkan minat belajar siswa dalam pemanfaatan media pembelajaran digital, meningkatkan kreatifitas siswa dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila melalui poster selama tiga sesi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, dimulai dari perencanaan, observasi, penyampaian materi, bimbingan belajar, pelatihan pembuatan kerajinan enceng gondok, evaluasi, dan penyusunan laporan. Menurut rencana, terdapat tiga kegiatan inti, yaitu penggunaan media pembelajaran interaktif smart box dan wordwall, pemanfaatan tanamanan enceng gondok untuk kerajinan, dan perlombaan lomba mewarnai. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan keterampilan melalui kerajinan pembuatan enceng gondok, sertamendapatkan pembelajaran Pancasila yang menarik dan menyenagkan melaui smart box dan wordwall serta menumbuhkan kreativitas melalui lomba mewarnai poster. Hasilnya, anak-anak memperoleh manfaat keterampilan yang bermanfaat, serta pembelajaran yang lebih interaktif, dan meningkatkan kreativitas siswa
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN TENTANG PENYAKIT HIPERTENSI DALAM UPAYA PREVENTIF KASUS GAGAL GINJAL KRONIK DI DESA JAMBANGAN KECAMATAN JAMBANGAN DI KABUPATEN SIDOARJO Bahrudin, Moch; Dari, Tanty Wulan; Maimuna, Siti; Sumiatin, Titik; Tri Ningsih, Wahyu; Su'udi, Su'udi
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v8i1.5726

Abstract

Implementation of community service regarding hypertension in an effort to prevent cases of chronic kidney failure in Jambangan Village, Jambangan sub-district, Sidoarjo district for health cadres which was carried out in April-July 2024, which was attended by 46 health cadre mothers. which began with singing the song Indonesia Raya. Which was continued with remarks from the Village Head and followed by remarks from Mrs. Tanty Wulan Dari, S.Kep, Ns, M.Kes. The service method uses the empowerment of health cadres through lectures, practice and joint exercise.  Before the main event, the community service team conducted a pre-test with the aim of finding out the knowledge of female health cadres about hypertension and complications of chronic kidney failure and their management for 15 minutes. 
Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Dalam Mengedukasi Anak Tentang Menarche Dengan Kesiapan Anak Menghadapi Menarche Devi Nilna Muna; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1890

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke dewasa yang membutuhkan pemahaman akan perubahan fisik dan psikologis, termasuk menstruasi. Kurangnya informasi tentang menstruasi, khususnya dari keluarga, dapat membuat remaja putri merasa cemas dan tidak siap menghadapi menarche. Peran ibu dalam memberikan edukasi sangat penting agar anak siap secara fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku ibu dalam mengedukasi anak tentang menarche dengan kesiapan anak menghadapi menarche. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah siswi kelas 7 SMP Negeri 6 Tuban dengan jumlah 117 siswi. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 91 ibu dan siswi. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan ibu, perilaku ibu dan kesiapan anak. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan sebagian ibu dari siswi berpendidikan SMA dan memiliki tingkat pengetahuan baik. Sebagian besar ibu memiliki perilaku sedang. Sebagian besar siswi kelas 7 SMP Negeri 6 Tuban siap menghadapi menarche. Hasil Chi Square didapatkan p value = 0,000, menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan ibu tentang menarche dengan kesiapan anak menghadapi menarche. Dan hasil Chi Square didapatkan p value = 0,005, menunjukkan bahwa adanya hubungan antara perilaku ibu dalam mengedukasi anak tentang menarche dengan kesiapan anak menghadapi menarche. Kesiapan anak dalam menghadapi menarche sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan perilaku ibu. Ibu yang memiliki pengetahuan dan perilaku edukatif yang baik akan membantu anak lebih siap menghadapi menstruasi pertama dan menjaga kesehatan reproduksinya.
Tingkat Stres Dengan Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di MTs Negeri 3 Tuban Anggita Intan Cahyani; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1893

Abstract

Dismenore atau nyeri saat menstruasi merupakan salah satu gangguan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri dan dapat memengaruhi aktivitas harian. Dismenore disebabkan oleh rasa nyeri akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam memperparah nyeri dismenore adalah tingkat stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di MTS Negeri 3 Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi MTSN 3 Tuban TA. 2024/2025 dengan besar sampel sejumlah 107 mahasiswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner stres yaitu Depression Anxiety Stress Scale (DASS) dan kuisioner nyeri yaitu Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja mengalami stres dengan kategori sedang dan hampir setengahnya remaja mengalami intensitas nyeri dengan kategori sedang. Hasil uji Spearman Rank Correlation didapatkan p-value = 0,002 yang berarti < 0,05 sehingga ada hubungan antara tingkat stres dengan intensitas nyeri dismenore. Stres berkaitan erat dengan intensitas nyeri dismenore. Artinya, saat seseorang mengalami stres, maka kemungkinan besar intensitas nyeri dismenore yang dirasakan akan lebih berat. Oleh karena itu, bagi remaja putri sebisa mungkin mengelola stres dengan baik agar nyeri menstruasi yang dialami tidak semakin parah. Stres sebaiknya dijadikan sebagai dorongan untuk beradaptasi dan belajar mengatasi tantangan, bukan menjadi tekanan yang memperburuk kondisi fisik, termasuk nyeri saat menstruasi.
Co-Authors -, Inggrid Tiara Aditami Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi'i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Afiyanti, Uhti Ulfa Agnes, Yeni Lufiana Novita Agung Parmono Amania Fajriati Amara Cantika Septionona Anggita Intan Cahyani ANGGITA PUTRI, KELVIN Anugrahaeni, Herni Ayu Ariyana, Khofifah Novi Bagus F, Mochamad Yanuar Bagus Setiawan, Ardi Berfilda, Valda Klisa Berkah, Tampi Binti Jumali Binti Yunariyah, Binti Bunga Salamatan Vidya Akhiroh Dari, Tanty Wulan Devi Nilna Muna Donna Tarwiyyati Qoiriyyah Ellen Rygh Farika Izaz Salsabila Fatimatus Zahro Firnanda Gita Putri Oktavia Riningsih Fitria Nurul Mazidah Hadi Purwanto Haura Ilma Nafi’a Herlambang, Yoga Septian Intan Athalia Christine Izzulhaq, Lazuardi Nabiel Jaquelyn Jasmine Kema Azzahra Konie Febrianingrum Kusuma, Wahyu Jati Kusumawati, Yesi Lailatunnuriyah, Lailatunnuriyah Laura Azhira Ladya Sheril Lenny Putri Yunita Gayatri Lintang Padharani Atmajaningtyas Mamluatun Ni’mah Moch. Bahrudin Moch. Bahrudin Moh. Akmal Inzaki Muflihatul Maisah Muhammad Fredy Hardiansyah Nadya Khoirun Nisa Nasution, Annio Indah Lestari NINDITO, MELDHA ERLIAN Nugraheni, Wahyu Triana Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nuraini, Widya Nurmalitasari, Ansika Nurul Haromaini Puji Lestari, Anita Purwanto, Hadi Purwanto, Hadi Puspita Dewi, Teresia Retna Reisha, Reisha Ayu Dwi Retna P.D, Teresia Retna, Teresia Ririn Krisnawati Risa Nur Fadila Rizkiatul Nisa, Rizkiatul Rofi’i, Aby Yazid Al Busthorni Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Sabila Dhiyaul Auliya Salsabila Putri, Jihan Salsabilla Dyah Arifin Siti Maimuna Siti Maimuna Siti Nurkusaeni SRI UTAMI Su&#039;udi Su'di SU'UDI Su'udi Su'udi Su'udi, Su'udi Sumiatin , Titik Supriyanti Supriyanti Sutomo Sutomo Su’udi Su’udi, Su’udi, Su’udi Syavira Aulia Mentari Tanty Wulan Dari Teresia Retna P Titik Sumiatin Titik Sumiatin TITIK SUMIATIN TN, Wahyuningsih Tria Ayu Mahmudah Triana N, Wahyuningsih Virnavanka Greslanda Putri Wahyuningsih Wahyuningsih Triana N Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyurianto, Yasin Wahyurianto, Yasin Wicaksana, Dhimas Putra Widyawati Maratus Soleha Yasin Wahyuriyanto Yasmin Asih Scheiber Yazid Al Busthomy Rofi'i, Aby Yoga Septian Herlambang Zahwa Aida Nirmaya